
Dalam ruang pribadi presdir Yagami, Erika sangat kaget saat Yagami berkata,"Ada apa ini? Awas bajuku basah." Sambil mendorong Erika yang sedang memeluknya.
"Yagami, kamu tidak mengenaliku? Kamu pura-pura lupa 'kan? Kamu tidak rindu padaku?" tanya Erika melontarkan pertanyaan kepada Yagami yang tanpa ekspresi menatapnya.
"Nona, ini pertama kali kita ketemu, dan saya tidak tahu siapa anda selain sekertaris baru yang masuk hari ini," balas Yagami sembari melewati Erika menuju kursinya dan menatap Erika dari sana.
"Tapi, kamu Yagami 'kan? Kamu serius tidak kenal denganku? Aku pacarmu, dan kita jadian empat setengah tahun yang lalu sebelum kamu ke Amerika melalui chat," kata Erika dengan ngotot mendekat ke meja Yagami meletakkan kedua tangan di sana menatap Yagami dengan serius.
"Apa yang kamu katakan, empat tahun yang lalu saya baru bangun dari koma di Amerika selama 2 tahun, jadi ini pertama kali kita ketemu," balas Yagami menatap balik Erika masih dengan wajah datar dan cool.
Erika tercengang tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Sudah, jangan banyak mengkhayal. Boleh jadi pacarmu itu mirip denganku, tapi dia bukan diriku," kata Yagami lagi semakin membuat Erika syok hingga mengeluarkan air mata.
"Hiks...aku tahu kalau kamu ingin melupakanku, tapi tidak seperti ini caranya. Kenapa kamu tidak jujur saja padaku sejak awal? Emang ya, semua laki-laki sama saja," rintih Erika berbalik membelakangi Yagami.
"Aku 'kan sudah bilang, dia bukan aku. Lagian jadian lewat chat seperti itu dipercaya. Ingat, jangan percaya dengan laki-laki yang mengatakan janji dengan rayuan manis hanya lewat chat, semua itu palsu. Rata-rata diantara mereka mengerim satu kalimat rayuan kepada banyak gebetannya. Dengan kata lain, semua yang bersifat maya itu tidak real," balas Yagami lagi semakin membuat air mata Erika mengalir deras. Yagami mendekat ke arahnya dan menyodorkan sebuah sapu tangan yang diambil dari saku bajunya. Erika hanya meraih sapu tangan itu dan ngelap air matanya. Kata-kata Yagami barusan membuatnya sadar dan ingin kembali ke sifat aslinya tidak percaya dengan laki-laki.
"Tapi...kamu benar-benar mirip dengannya. Kamu benar, mungkin akulah yang salah menilainya, dan terlalu percaya dengannya," balas Erika mulai tersenyum.
"Coba perhatikan wajah saya dengan baik, pasti ada yang beda dengannya," kata Yagami mendekatkan wajahnya ke arah Erika hingga wajah gadis tsundere itu merona. Ia pun mencoba memperhatikan wajah dan mata Yagami dengan seksama. Dan ia mendapati bahwa mata mereka memang tidak sama. Yagami dalam ingatan Erika bola matanya agak hitam kecoklatan. Sedangkan yang di depannya saat ini bola matanya hanya hitam saja.
Saat mata mereka berpapasan, mereka saling menatap beberapa menit dan merasakan keanehan dengan jatung mereka berdegup kencang. Yagami tiba-tiba merasa familiar dengan Erika. Tangannya mulai meraih rambut hitam gadis cute itu.
Tiba-tiba ada panggilan dari telpon kantor membuat mereka kembali menjaga jarak.
"Angkat telpon itu," kata Yagami.
"Baik," balas Erika bergegas ke kursi kerjanya mengangkat telpon.
__ADS_1
"Katanya, tunangan anda ingin bertemu," kata Erika.
"Suruh dia naik," balas Yagami kembali duduk di kursinya menopang dagu dengan kedua tangan.
Selang beberapa menit kemudian, pintu kantor terbuka.
"Sayang, aku datang, aku kangen banget sama kamu," kata Kayo dengan dress warna biru muda dipadukan sepatu hak tinggi 7 sentimeter warna pink serta tas jinjing senada dengan sepatu berlari memeluk Yagami yang hanya diam di tempat.
"Sudah lepaskan, kenapa kamu datang kemari? Aku lagi sibuk," balas Yagami melepaskan pelukan Kayo.
Erika hanya kaget melihat Kayo serta tidak percaya akan apa yang telah disaksikan oleh kedua matanya.
"Kayo?" sapanya heran.
Kayo menoleh ke arahnya dengan mata pupil membesar. "Sial, untuk apa dia di sini?" gumam Kayo kesal.
"Aku..."
"Dia sekertaris aku mulai hari ini. Jadi, kalian saling kenal?" kata Yagami memotong kata-kata Erika.
"Oh begitu. Iya kenal, dia satu sekolah dengan kita dulu di SMA KAIJO. Jangan bilang kamu melupakan seorang gadis penyendiri yang sangat egois disekolah plus tidak punya teman, hahaha," kata Kayo mengejek Erika.
"Apa maksud kamu? Ini pertama kali aku ke sini setelah hampir 7 tahun," balas Yagami heran. Kayo dengan senang hati menatapnya.
"Jadi, kamu benar-benar lupa sama dia? Hahaha, bukannya dulu kamu sering menolongnya gara-gara dia tidak berguna? Terus, ayahnya lebih memilih menikah dengan ibu dan meninggalkan dia dengan ibunya. Malang sekali, 'kan nasib dia?" balas Kayo lagi menyindir Erika.
"Jadi, kalian saudara tiri?" Tanya Yagami.
"Tapi aku tidak pernah menganggapnya sebagai saudara, dia tidak selevel denganku, dasar jalang," kata Kayo lagi-lagi menyindir Erika.
__ADS_1
"Cukup, kamu bisa pulang sekarang, aku lagi banyak kerjaan," kata Yagami kepada Kayo sebab ia memperhatikan wajah Erika yang mulai murung akibat sedih.
"Jadi kamu mengusirku dan lebih memilih berduaan sama dia?" bentak Kayo menunjuk ke arah Erika.
"Kamu ada apa sih, ini masalah kerjaan, tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi," balas Yagami dengan tegas.
"Awas kamu Erika kalau berani menggoda tunanganku lagi, akan kusingkirkan kau," kata Kayo kepada Erika lalu pergi dan menutup pintu dengan kencang hingga Erika kaget.
"Jadi, Yagami telah melupakan Erika? Baguslah, aku tidak perlu repot-repot lagi memisahkan mereka. Yagami selamanya akan jadi milikku, haha," gumam Kayo melangkah ke dalah lifh menuju lantai bawah pulang ke rumahnya.
"Maafkan kelakuan buruk tunangan saya barusan, dia memang seperti itu jika sedang cemburu," balas Yagami tersenyum ke arah Erika.
"Tidak masalah, selamat, ya. Moga kalian langgeng selamanya. Ternyata aku yang memang bodoh menunggumu. Tapi kamu malah memilih bersama dengan yang lain tanpa memberi tahuku terlebih dahulu. Kamu mengkhianatiku dan selingkuh di belakangku. Mungkin, aku akan susah melupakanmu, tapi percayalah, seiring berjalannya waktu, semua kenangan tentangmu sirna tanpa tersisa. Aku akan berusaha melupakanmu hingga jika namamu disebut, aku akan biasa saja," balas Erika dengan linangan air mata lagi sambil berusaha tersenyum walau air matanya tidak dapat dibendung.
Yagami hanya tercengang. Hatinya sakit seperti telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Tapi ia tidak tahu akan hal itu.
"Saya benar-benar tidak mengerti tentang apa yang kamu katakan, tapi saya bisa merasakan perasaan kehilangan seperti itu. Maafkan saya jika ada salah. Tapi saya sungguh tidak mengenalmu, baru kali ini kita bertemu," kata Yagami tanpa sadar mendekat ke arah Erika dan meraihkan ke dalam pelukannya. Ia merasa hangat di sana. Tanpa sadar Erika tertidur di pelukan Yagami. Pria berkulit putih itu pun menggendongnya lalu meletakkan gadis berkulit mulus itu di atas sofa. Yagami melepas baju luarnya dan menyelimuti tubuh Erika.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi sejak aku koma? Mungkinkah aku telah melupakan hal yang sangat berharga? Tapi bagaimana mungkin aku bertemu dengan gadis ini sementara tubuhku sedang berbaring di rumah sakit? Atau mungkinkah jiwaku gentayangan? Ah pemikiran yang konyol," gumam Yagami sambil memperhatikan wajah Erika tanpa sadar ia mengecup keningnya, lalu segera berdiri.
"Apa yang telah kulakukan?" katanya sembari menggigit jarinya mondar mandir di dalam ruang kantor.
"Dan kenapa perasaanku menjadi hangat setiap dekat dengan gadis ini, sementara dengan Kayo tunanganku, malah aku tidak merasakan apapun," gumam Yagami lagi.
Mampir yuuk di novel
SOUL EXCHANGE
makasih 😘😘😉😊
__ADS_1