
Di sebuah apartemen baru di lantai 3 kamar 303, Kayo membuka jendela kaca besar di balkon apartmen barunya. Ia sedikit bisa lebih tenang menghabiskan waktu setelah beberapa hari tinggal sendiri. Tidak ada lagi kegelisahan atau sakit hati saat harus melihat kebersamaan Yagami dengan Erika.
Sungguh ia rela kedua orang yang disayanginya bahagia. Namun ia juga tak bisa menahan perasaannya. Kehadiran Kise juga tak membuat semuanya semua lebih baik. Laki-laki itu datang dan pergi semaunya. Suatu waktu Kise akan datang memaksa untuk mencumbunya dan dilain waktu dia akan tersenyum penuh perhatian pada Erika.
Kenapa Erika selalu dihujani cinta semua orang. Bahkan Kise yang cintanya tak terbalas pun masih memberi perhatian lebih. Ini diluar nalar, laki-laki itu sangat baik dan bodoh disaat yang bersamaan.
Kayo merapikan rambutnya kebelakang dan memutuskan untuk segera membersihkan diri. Hari ini ia akan memulai awal baru tanpa campur tangan siapapun termasuk ayahnya. Jika ia gagal memulai hubungan cinta. Paling tidak ia tidak boleh gagal dalam menjalani hidupnya.
Kayo tengah bersiap-siap ingin melamar pekerjaan. Ia harus hidup mandiri selayaknya wanita dewasa pada umumnya.
Meskipun Yagami berkali-kali mengajak Kayo untuk bekerja bersamanya namun ia menolak dengan alasan tidak ingin bergantung padanya.
Kise pun tidak ingin kalah dan mengajaknya kerja bersamanya. Tapi lagi-lagi ia menolaknya. Bersama dengan Kise hanya akan membuat hari harinya bertambah buruk. Laki-laki bersurai pirang hitam campur putih ujung rambut itu sangat berisik dengan segala omong kosongnya yang membuat Kayo muak.
Beberapa hari yang lalu, ia diterima di sebuah perusahaan Grup X salah satu perusahaan ternama yang setara dengan grup A milik Yagami dan Grup F milik Kise. Sama-sama bergerak di bidang property. Ia mendapat info tentang lowongan sebagai sekretaris dari teman semasa kuliah dulu.
Gedung Perusahaan X menjulang tinggi didepannya. Kayo masuk dan diminta menunggu sementara resepsionis menghubungi bagian terkait.
"Kayo Nathan, silakan ke ruang presdir," kata salah satu karyawan di divisi penerimaan karyawan baru. Kayo merasa gugup. Ia menghela napas.
"Pasti ceonya sudah kakek-kakek, tapi tidak apa-apalah. Lebih bagus tidak banyak nuntut seperti ceo muda pada umumnya," gumam Kayo menuju ruang ceo yang dimaksud. Sesampainya disana, ia melihat seorang pria sedang berbalik ke arah lain hingga Kayo hanya bisa melihatnya dari belakang dengan rambut silver baju kemeja merah. Kayo hanya bisa tersenyum.
"Sesuai dugaan. Ceonya sudah tua sekali," gumam Kayo.
"Permisi, Pak. Saya sekertaris yang baru masuk hari ini," sapa Kayo.
"Nama kamu Kayo, bukan?"
Suara berat dan terkesan seksi membuat Kayo tersadar dari lamunan konyolnya.
"Suaranya sangat..eumm. Tapi rambut sudah ubanan semua," gumam Kayo dalam hati.
"Iya, Kek, eh salah Tuan.." balas Kayo salah ucap.
"Aku belum setua itu," kata presdir itu membalikkan badan ke arah Kayo menyelipkan kedua jari-jari tangan menopang dagu di kursi kerjanya. Mata Kayo membelalak menatap wajah presdir yang ternyata masih muda. Seumuran dengan Yagami dan Kise.
"Ma..maafkan kelancangan saya," kata Kayo membungkukkan badan ke arah presdir muda tersebut. Laki-laki berkulit putih itu memasang wajah datar.
"Sudah tidak apa-apa, panggil namaku saja jika di dalam ruangan ini," kata presdir itu.
__ADS_1
"Tapi..."
"Perkenalkan, namaku Ryuzaki Hiro. Panggil saja Hiro," kata presdir berambut silver lurus dengan dua anting hitam ditelinga kiri itu kepada Kayo.
"Baik..Hi..Hiro-san," balas Kayo blushing. Ia tidak mengerti jalan pikiran bosnya ini. Sebab di jepang memanggil nama seseorang dengan nama depan sangat jarang dan hanya dilakukan kepada orang terdekat atau orang yang disukai. Hiro terseyum tipis.
"Good, mulai sekarang kamu adalah sekertaris pribadi aku. Jadi, apapun perintah dariku kamu harus turuti. Sebab aku paling tidak suka jika seseorang menolak perintahku. Aku bilang A ya kamu harus kerjakan A pula. Mengerti?"
Kayo menggigit bibir.
"Baik."
"Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam. Sial sekali, baru pertama masuk kerja tapi malah dipertemukan dengan si otoritas. Tapi mundur sekarang masih bisa kali ya," pikir Kayo menangis dalam hati.
"Apa kamu keberatan? Mengundurkan diri sebagai sekertarisku tidak akan mudah," katanya lagi. Kayo kaget menatap dalam Hiro.
"Apa dia seorang psikopat alien? Kok dia bisa membaca pikiranku?" Ketus Kayo dalam hati.
"Aku bukan alien yang bisa membaca pikiran seseorang. Hanya saja, bisa menebak dari ekspresi wajah," kata Yagami membalas tatapan Kayo.
"Haa? Tu kan, dia membaca pikiranku lagi. Gawat, apa yang harus aku lakukan?" Pikir Kayo.
"A..apa...??"
Laki laki itu tertawa keras sekali seolah ketakutan Kayo adalah lelucon baginya.
"Jangan berpikir macam-macam. Aku hanya ingin memperkenalkan pekerjaan kamu."
"Baik, Hiro-san," balas Kayo perlahan setelah bernapas lega. Ia menuju sofa duduk di samping ceo Hiro dengan gugup.
"Kenapa dari tadi kamu gugup terus? Tenang, aku tidak akan memakanmu. Kecuali kamu melakukan kesalahan. Hahaha," tambah Hiro bercanda semakin membuat Kayo gugup.
"Orang ini begitu menakutkan bahkan saat dia tertawa." pikir Kayo
"Ti..tidak apa-apa, Pak. Maksud aku..Hiro-san," balas Kayo menundukkan kepala meremas bajunya.
"Sepertinya kita harus melakukan sesuatu supaya kamu biasa denganku," kata Hiro meraih dagu Kayo mengarahkan wajah Kayo ke arahnya lalu menatapnya lekat.
"Aaakkht." Kayo tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Lalu penglihatannya gelap kemudian pingsan akibat terlalu gugup.
__ADS_1
"Yah, malah pingsan. Tapi wajah wanita ini lumayan cantik, bibirnya tipis, wajah tirus, dagu agak panjang. Ditambah lagi bulu matanya lentik," kata Hiro kepada dirinya sendiri menatap Kayo yang sudah ia baringkan di sofa.
Ring..ring..ring..
Ada sebuah telpon yang masuk di ponsel Kayo. Hiro merogoh ponsel itu di dalam tas wanita yang tengah pingsan di depannya.
"Halo.."
"Halo, ini siapa? Kenapa ponsel Kayo ada sama kamu?" tanya Kise dari dalam telpon.
"Pemilik ponsel ini tengah pingsan di hari pertama masuk kerja. Saya bossnya, Ryuzaki Hiro," balas Hiro.
Tentu saja Kise kaget mendengar nama itu.
"Bukankah, dia pemilik perusahaan X?" kata Kise dalam hati.
"Halo, anda keluarga dari pemilik ponsel ini?"
"Pacarnya," balas Kise singkat dan kesal.
"Oh, apa yang harus aku lakukan terhadap pacar anda? Dia berbaring tanpa sadarkan diri di sofa dalam ruanganku. Pacar kamu sangat cantik," goda Hiro. Kise semakin kesal.
"Kirim alamat kantor anda dan saya akan menjemputnya sekarang," balas Kise.
"Datang saja di perusahaan X lantai 15."
Tuut...
"Sial, beraninya dia menutup telponku. Awas saja kalau dia macam-macam terhadap Kayo. Akan kupatahkan kakinya," ketus Kise.
Tidak lama kemudian, sebuah fofo masuk ke ponsel Kise yaitu foto Kayo terbaring di sofa posisi tengadah.
"Datang cepat atau aku akan melahapnya. Sepertinya dia sangat enak," kata pesan Hiro. Kise segera meluncur ke perusahaan X menjemput Kayo. Dan membawanya ke rumahnya.
*Makasih udah baca 😘😘
Hiro saat di kantor 😉*
__ADS_1