CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 25


__ADS_3

Hari yang telah ditentukan untuk survei ke gunung Rokko Kobe telah tiba. Yagami tengah bersiap-siap untuk menjemput Erika tanpa sepengetahuan tunangannya Kayo.


"Yagami, besok temani aku belanja, ya," kata Kayo dengan pura-pura manja memeluk Yagami dari belakang.


"Kamu pergi sendiri saja. Ajak para pelayan di rumah. Aku sedang sibuk," balas Yagami sembari melepaskan pelukan Kayo.


"Ih, sibuk terus. Kapan sih, kamu ada waktu buatku?" Ketus Kayo kesal.


"Aku ragu tidak akan ada," balas Yagami segera menuju mobil miliknya. Kayo memperhatikannya dengan wajah sangat jengkel.


Beberapa menit kemudia, mobil miliknya sudah tiba di rumah Erika yang tengah bersiap-siap.


Ia pun keluar rumah lengkap dengan celana jeans warna navi dipadukan baju kaos warna putih dan topi warna hitam.


"Sudah siap?" Tanya Yagami. Erika hanya mengangguk tersenyum memperhatikan pakaian Yagami dengan jaket warna hitam dalaman warna putih celana jeans warna biru navi yang sama dengan Erika.


Mereka pun berangkat menggunakan mobil milik Yagami sampai di Sannomiya station pusat kota Kobe. Yagami meminta pengawalnya untuk pulang membawa mobil pribadinya ke apartement baru yang telah ia beli dengan sangat rahasia terutama bagi tunangannya. Menurutnya, dunianya akan kacau jika semua hal diketahui oleh gadis boros yang suka belanja itu.


"Lalu kita naik apa ke sana?" tanya Erika membawa tas yang berisi makanan snack-snack.


"Kita akan naik kereta Hankyu lalu naik bus dan kereta gantung gunung Rokko," balas Yagami merangkul Erika dari samping sambil berjalan menuju kereta dengan tas berisi perlengkapan berkemah.


Sesampainya di sana, Yagami memasang sebuah tenda kecil di area terbuka yang hanya muat untuk dua orang saja.


"Kamu kok pasang tenda? Memangnya kita akan bermalam?" Tanya Erika yang hanya membawa makanan tanpa persiapan.


"Iya, kamu takut?" Balas Yagami sambil memasang tenda kecil.


"Bukan begitu, hanya saja...aku lupa membawa perlengkapan."


"Tidak apa-apa, aku bawa lebih, kok."


Setelah selesai memasang tenda, matahari pun mulai terbenam, Erika semakin bingung tentang survei yang dimaksud Yagami.


"Jadi apa yang akan kita survei di sini? Hari sudah mulai gelap dan dingin."


"Sebentar lagi kamu akan tahu, ayo ke sini!" Balas Yagami sembari memakaikan jaket ketubuh Erika dan mengajaknya ke tepi gunung. Dan gadis itu terperanga dengan apa yang disaksikan matanya. Yaitu pemandangan malam kota yang gemerlap seperti berlian.


Yagami menatap wajah yang ceria dan rambut berkibas-kibas ditiup angin dari samping dengan sebuah senyuman. Sebab, tujuan dia mengajak gadis itu gunung hanya untuk menyaksikan pemandangan dari atas. Kata survei hanya sebagai alasan agar gadis tsundere itu mau ikut dengannya.


"Kamu suka?" Tanyanya.


"Iya, suka sekali, makasih," balas Erika spontan memeluk Yagami akibat terlalu senang.


"Baguslah kalau gitu," ucap Yagami membalas pelukan Erika yang seketika itu sadar dan melepaskan diri dari pelukannya.


"Eh, maaf, tadi aku tidak sengaja akibat terlalu senang," balas Erika kembali menghadap depan menyaksikan pemandangan malam yang sangat indah.

__ADS_1


"Tidak masalah, aku suka ketika kamu memelukku."


"Haa? Kamu jangan sembarang bicara. Kenapa kamu senang saat dipeluk oleh gadis lain? Bukankah kamu sudah bertunangan?" kata Erika kaget.


"Tapi aku hanya merasakannya saat bersama denganmu."


"Sudahlah, jangan menggombal gadis lain lagi. Kasihan sama tunangan kamu."


"Aku tidak peduli."


"Inilah salah satu penyebab aku benci laki-laki. Mereka memutuskan sesuatu dengan sendirinya tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu kepada pasangannya. Mereka semua sama saja. Menurutku, mereka tidak punya perasaan," balas Erika berbalik meinggalkan Yagami menuju tenda berbaring menghadap ke samping menutupi seluruh badan dengan selimut yang dibawa Yagami. Yagami ikut masuk ke dalam lalu menutup tenda kemah warna kuning itu.


" Tapi aku hanya memiliki perasaan itu terhadapmu," kata Yagami tiba-tiba membuka selimut Erika dan menindihnya hingga gadis itu tidak bisa bergerak lagi.


"Lepaskan!" Rontah Erika.


"Tidak kulepaskan sampai kamu menganggapku tidak sama dengan laki-laki lain," balas Yagami mengunci kedua tangan Erika di atas kepala. Lalu segera menggigit bibir tipis itu dengan kesal akibat dianggap sama saja dengan lelaki lain.


"Mmmh, mmmh.."


Erika berusaha mengeluarkan suara tapi terhalang oleh kedua bibir Yagami yang semakin rapat di sana. Saat melihat air mata gadis itu mengalir, Yagami segera melepaskannya lalu segera duduk.


"Brengsek! Apanya yang tidak sama, kamu memiliki tunangan tapi hampir tiap hari menyentuhku," rintih Erika.


"Bukankah kamu sudah dengar di kantor, bahwa aku tidak pernah menyentuhnya apalagi sampai kiss dia. You are my first kiss," jelas Yagami.


"Aku akan membuatmu percaya denganku," kata Yagami dengan jengkel kembali menyerang Erika dari atas.


"Aah, hentikan! Kubilang hentikan!" rintih Erika ingin melepaskan diri dari serangan Yagami. Tapi apa daya ia tak mampu melawan. Ia hanya pasrah saja membiarkan cowok hidung runcing alis hitam tipis itu melepas apa yang ia kenakan diikuti dengan tarian menggoda sambil memakannya sampai habis tak tersisa hingga ia kenyang dan membuatnya lelah sendiri.


Keesokan harinya, Erika cepat bangun lalu pulang ke rumah tanpa sepengetahuan Yagami. Yagami pun pulang ke rumah menemui Tn. Nathan alias om sekaligus calon mertuanya.


"Sayang, kamu datang menemuiku? Kangen ya, setelah beberapa hari tidak bertemu," kata Kayo menyambut Yagami seperti biasa merangkul tangan tunangannya.


"Om ada?" Tanya Yagami.


"Apa sih, saya kira kamu sedang kangen dan datang menemuiku, ternyata lagi mencari ayah. Menyebalkan, cih," ketus Kayo melepaskan genggaman tangannya di tangan Yagami.


"Maaf, aku ada perlu dengannya."


"Ayah di ruang bacanya," balas Kayo menyilangkan tangan.


Yagami segera menuju lantai dua di ruang baca Tn. Nathan.


Tok..tok..tok..


"Masuk!" Kata Tn. Nathan duduk di meja bacanya memakai kacamata dengan baju kemeja warna putih luarnya rompi kotak-kotak campur orange.

__ADS_1


Yagami langsung duduk di sofa menyandarkan punggung serta kepala di pinggir sofa dengan napas berat.


"Kamu kenapa? Apa ada masalah di kantor?" Tanya Tn. Nathan.


"Sepertinya, aku telah melakukan kesalahan besar, Om. Tapi aku terlanjur cinta padanya," kata Yagami penuh dengan perasaan bersalah.


"Apa maksud kamu? Dan dia siapa? Ingat, kamu sudah memiliki tunangan."


"Tapi aku tidak mencintai Kayo, Om. Aku hanya menganggapnya sebagai adek. Perasaanku tidak bisa lebih dari itu padanya."


"Mmmh, apa Kayo sudah mengetahuinya?"


"Belum, aku akan menjelaskan padanya jika waktunya sudah tepat. Kalau sekarang, yang ada dia memberontak."


"Lalu, siapa gadis yang berani memikat hatimu?"


"Dia Erika, anak Om. Sekaligus sekertarisku."


"Memang sudah seharusnya seperti itu."


"Apa maksud Om?"


"Ikut denganku," balas Tn. Nathan membuka ruang rahasianya. Di sanalah Yagami kaget mengetahui semua tentang Erika dan tubuh palsunya.


"Tidak mungkin, apa yang telah aku lakukan," kata Yagami memandangi tubuh palsunya yang direndam dalam sebuah aquarium besar yang persis sama dengan foto yang ada di dalam liontin Erika.


"Kamu percaya sekarang?"


"Antara percaya dan tidak, tapi tubuh ini, sama dengan foto di liontin Erika. Apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu harus mengejarnya."


"Tapi aku tidak ingat apapun tentangnya, dan satu lagi, aku telah menghancurkan masa depannya. Mungkinkah dia menerimaku lagi?"


"Haa? Apa yang telah kamu lakukan pada putriku?" Tanya Tn. Nathan meraih kerah baju Yagami.


"Aku telah menyentuhnya," balas Yagami tidak berani menatap mata Tn. Nathan.


"Sial, kamu telah membuatnya tambah membenciku," kata Tn. Nathan melepas kera baju Yagami.


"Maafkan aku, Om. Aku terlanjur menyukainya. Walaupun ingatanku belum kembali tentangnya, aku akan berusaha untuk melindunginya dan mebuatnya memaafkan Om."


"Pegang kata-katamu dan ingat untuk betanggung jawab padanya," balas Tn. Nathan berbalik keluar tanpa menatap Yagami.


"Sial, semuanya jadi kacau. Dan tubuh palsu ini, awas saja kalau kamu sudah melakukan hal yang aneh-aneh kepada Erika!" Ketus Yagami menunjuk ke tubuh palsunya.


Jangan lupa singgah di novel SOUL EXCHANGE ya. Makasih 😉😉😘

__ADS_1



__ADS_2