
Malam yang indah ditemani dengan sang rembulan yang memancarkan sinarnya dengan lembut. Awan-awan di langit menyingkir ke pinggir seakan memberi ruang kebebasan buat sang rembulan.
Kayo yang tengah galau akibat pertunangannya dibatalkan serta mengetahui fakta di balik perbuatan ibunya, sedang menuju sebuah toko minuman alkohol di dekat Sannomiya. Ia pun minum tanpa batas. Hal yang sama pun dilakukan oleh Kise yang sedang tidak karuan akibat wanita yang dicintainya sedang mengandung anak orang lain. Mereka berdua belum saling mengenal, namun duduk berdampingan sambil minum bersama. Sesekali Kayo menyebut nama Yagami sedangkan Kise menyebut nama Erika sampai mereka tidak sadarkan diri. Pemilik toko yang sebentar lagi tutup merasa gelisah akibat mereka masih saja di sana terkapar di meja dengan tumpukan botol minuman. Karena mereka berdekatan duduk, pemilik toko pun meganggapnya sebagai pasangan kekasih dan memanggil taxi lalu mengirimnya ke sebuah Motel.
"Hufh, haah..Yagami...lagi...dengan keras. Peluk dan kiss aku..." kata Kayo tidak sadar. Menganggap kalau yang sedang menghabiskan malam bersamanya di Motel adalah Yagami.
"Mmmh, Erika....haah, aku mencintaimu," balas Kise di tengah aksinya menyerang Kayo hingga pagi.
Tanpa terasa pagi pun tiba, tampak keduanya sedang terlelap tidur akibat lelah semalaman sambil berpelukan. Kise membuka mata dan alangkah terkejutnya menatap wanita yang berada di sampingnya bukan Erika melainkan orang lain. Dengan sigap ia bangun meremas kepalanya lalu kembali menatap Kayo dalam diam masih terlelap tidur tanpa busana. Lebih kaget lagi saat matanya mendapati ada sebercak darah yang tertinggal di seprey. Kemudian ia kembali memperhatikan tubuhnya pun tanpa busana.
"Jangan-jangan, aku dan wanita ini semalam, aaakht..sial. Apa yang telah kuperbuat," gumam Kise kembali menatap wanita di sampingnya dan berusaha mengingat apa yang telah terjadi semalam.
"Benar, tadi malam aku minum dan tidak ingat apapun setelah itu. Bagaimana aku bisa sampai di sini?" gumam Kise lagi.
"Humf..." Suara Kayo serak bangun tidur. Matanya terbuka secara perlahan. Tentu saja ia pun kaget melihat ada pria tampan di sampingnya tanpa busana.
"Ka...kamu..siapa kamu?" Tanyanya menunjuk ke arah Kise. Lalu segera sadar ia bangun tanpa busana dan segera meraih selimut menutupi badannya. Baju mereka berserakan di lantai.
"Apa yang telah kamu lakukan padaku?" tanya Kayo lagi dengan suara lantang.
"Seharusnya aku yang bertanya demikian," balas Kise turun dari tempat tidur memungut bajunya di lantai yang berserakan di mana-mana.
"Kenapa kita berada di sini?"
"Mana aku tahu."
Mata Kise menangkap secarik kertas yang ditempel di tas Kayo. Tangannya meraih kertas itu dan membaca tulisan yang ada di sana.
Maaf, aku mengirim kalian ke hotel sebab aku tidak tahu alamat kalian. Aku bingung melihat kalian mabuk bersama.
Selamat bersenang-senang.
by pemilik toko 😊
"Lihat, sepertinya pemilik toko minumam semalam menganggap kita sebagai pasangan," kata Kise menyodorkan kertas itu kepada Kayo.
__ADS_1
"Ya sudah, ini bukan kesalahan kita. Anggap saja kita tidak pernah bertemu," kata Kayo ikut memungut bajunya di lantai.
"Hm, sepertinya aku harus minta maaf karena telah merenggut malam pertamamu. Kenapa kamu masih suci?"
"Aakkkh...jangan dibahas lagi. Anggap saja ini keberuntunganmu," balas Kayo jutek setelah berpakaian ia segera pulang. Sesampainya di rumah, ia mendapat kabar bahwa ibunya ditahan polisi. Kecelakaan yang dialami keluarga Yagami adalah ulahnya. Ia telah merencanakan semuanya dari awal. Mulai dari saat ia kuliah di kampus yang sama dengan Nathan. Demi merebut Nathan dari tangan Naila, ia rela melakukan berbagai cara tapi gagal. Mulai dari mendekati Nathan di kampus tapi tidak berhasil sebab Nathan sudah memiliki kekasih yaitu Naila. Hingga pada akhirnya ia mencoba hal yang ekstrem dan berhasil memenangkan hati Nathan dengan menjaga keponakannya yaitu Yagami kecil yang sedang koma dengan syarat Nathan harus menikahinya dan meninggalkan Naila yang tengah mengandung Erika 2 minggu. Tidak hanya sampai disitu, karena Nathan tidak bisa tidur dengannya, ia pun memberikan obat tidur kepadanya dengan mencampurnya ke dalam minuman. Dan akhirnya berhasil. Nathan tidur dengannya dan melahirkan Kayo. Tapi akhirnya ketahuan juga. Kayo tambah tambah stress dirumah. Sementara Tn. Nathan sedang mengurus surat perceraiannya. Misca akhirnya jadi gila dan dikirim ke rumah sakit jiwa.
"Ayah, aku gimana?" Tanya Kayo kepada Tn. Nathan.
"Tidak usah khawatir. Kamu ikut bersama ayah. Di rumah hanya ada aku dan Naila. Sebab Erika dan Yagami sudah memiliki rumah sendiri walau di hanya beberapa langkah dari rumah," kata Tn. Nathan mengelus kepala putri keduanya.
"Makasih, Ayah. Wuuuaaaahhh," tangis Kayo langsung memeluk ayahnya.
"Sudah, ayo kita berangkat ke sana. Kemasi barang-barang kamu," kata Tn. Nathan. Lalu setelah itu berangkat bersama ke rumah di mana Naila berada diantar dengan mobil hitam miliknya oleh pelayan di sana.
"Selamat datang," Kata Naila menyambut mereka di ruang depan. Di dalam rumah Erika dan Yagami beserta Kise sedang bersiap menyambut mereka.
"Ayo masuk, Nak!" Kata Naila. Dan panggilan itu terasa hangat di hati Kayo. Ia hanya mengangguk.
"Pantasan ayah tergila-gila padanya, ia sangat baik dan lembut," gumam Kayo tersenyum membalas tatapan Naila. Lalu melangkah memasuki rumah. Matanya membesar menangkap sosok Kise di sana dan berpura-pura tidak kenal.
"Selamat datang di rumah kami, Kayo," sambut Erika memeluk saudarinya.
"Iya, berkat kalian," balas Kayo tersenyum.
"Oh iya, kenalkan ini teman kami namanya Kise. Dia adalah salah satu pewaris tunggal dari grup F yang sekarang sedang bekerjasama dengan perusahaan kami," kata Yagami memperkenalkan Kise. Kayo mendekat dan pura-pura tidak kenal.
"Halo, aku Kayo."
"Kise, salam kenal," balas Kise pura-pura juga memperkenalkan diri.
Di meja makan, mereka saling menatap dengan tatapan penuh makna. Kayo ijin ke toilet. Begitu pun dengan Kise.
"Apa kamu akan terus berpura-pura seperti ini?" Tanya Kise kepada Kayo yang masih susah move on dari Yagami.
"Iya, apa kamu ada masalah?" balas Kayo menyilangkan kedua tangan di depan washtafel toilet. Kise mendekat ke arahnya sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Kayo hingga merapatkan bibirnya di sana. Kayo tidak bisa menolak dan berteriak kali ini sebab takut ketahuan oleh Yagami dan lainnya.
__ADS_1
"Kamu....aarght," geram Kayo menatap Kise.
"Aku tidak akan membiarkanmu melupakan begitu saja apa yang telah kita lalui bersama. Akan kubuat kamu mengingatnya kembali," kata Kise mengedipkan mata berbalik keluar toilet. Kayo blushing menyentuh bibirnya dengan kedua tangan lalu bercermin di sana.
Sementara Kise keluar toilet dengan bersuil tanda senang.
"Bahagia sekali kamu, apa sesuatu terjadi di sana?" Bisik Yagami menggoda Kise yang sedang merona.
"Apa sih, bukan urusan kamu. Fokus saja dengan Erika dan bayinya, hum," balas Kise membuang wajah ke arah lain sambil seyum bahagia salah tingkah.
"Heee....aku bisa menebaknya," balas Yagami. Kayo kembali juga dan segera duduk dengan salah tingkah sesekali melirik Kise. Yagami terus memperhatikan mereka sambil tersenyum. Apalagi saat mata Kise dan Kayo bertemu lalu dengan cepat mereka mengalihkan pandangan. Membuat Yagami tidak sabar ingin mendekatkan mereka.
"Gimana kalau minggu depan kita camping ke gunung Rokko?" kata Tn. Nathan.
"Wah itu seru Ayah. Boleh juga, ya 'kan hubby?" balas Erika mengode Yagami. Sebab di sanalah cinta mereka mulai berlabu.
"Aku sih setuju saja. Tapi bagaimana dengan Erika, dia lagi hamil?"
"Tenang saja, di sana aman kok. Ada kita menjaga dia," tambah Kise.
"Baiklah, kita berenam pergi ke sana," balas Naila.
"Betul, kita bawa 3 tenda. Masing-masing isinya dua orang," balas Yagami lagi-lagi menggoda kedua pasangan yang masih kasmaran itu dengan menyikut Kise.
"Ya...iya. Aku setuju," balas Kise menatap lekat Kayo.
"Ini kesempatan kamu," bisik Yagami di telinga Kise.
"Apa lagi yang kamu pikirkan," cetus Kise mendorong wajah Yagami menjauh darinya.
"Haha, jangan pura-pura. Malam pertama di sana sangat romantis, kok," goda Yagami lagi.
"Haaa? Dasar. Lagian jika iya, itu bukan pertama lagi," balas Kise memonyongkan bibir.
"Apa? Tenyata diam-diam kamu mulai nakal terhadap adikku," kata Yagami menarik telinga Kise hingga ia merintih kesakitan. Kayo tertawa memperhatikan mereka. Mata Kise memandang wajah ceria Kayo sambil tersenyum.
__ADS_1
Makasih udah baca. Singgah juga di novel SOAUL EXCHANGE.
love you all 😉😘