CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 21


__ADS_3

Dalam ruang ukuran segiempat yang tertata rapi dengan dinding dan cet warna coklat, Erika masih tidur nyenyak di atas sofa. Sementara Yagami sedang sibuk menandatangi berkas disebuah meja kerjanya.


Sesaat kemudian, gadis itu pun bangun dan matanya langsung melihat jam yang digantung di dinding.


"Haa? Sudah jam 3?" teriaknya tanpa sadar kalau dia sedang ada di dalam ruang presdir.


"Sudah bangun? Hari pertama kerja tidurnya nyenyak sekali, ya," kata Yagami dengan sedikit sindiran.


Erika mengelap sisa air liur di bibirnya, lalu segera berdiri meminta maaf membungkukkan badan di depan Yagami.


"Maafkan saya, Pak."


"Pak? Aku belum setua itu, panggil saja Yagami jika lagi berdua."


"Iya, Yagami," balas Erika menundukkan kepala.


"Cepat pulang sana, besok kamu cuti kerja selama 3 hari saja."


"Kenapa? Bukankah aku baru masuk kerja hari ini?" tanya Erika kaget.


"Kamu tenangkan pikiran dulu, baru kembali kerja."


"Aku mau tanya sekali lagi, apa kamu benar-benar lupa denganku?" tanya Erika lagi memperjelas.


"Sudah berapa kali aku katakan, ini pertama kali kita ketemu," balas Yagami menyilangkan kedua tangan menatap dalam Erika.


"Oh, ya sudah. Aku pamit duluan," kata Erika hendak keluar dari ruangan Yagami.


"Tunggu."


Erika berhenti sejenak lalu membalikkan wajah dengan perasaan tidak karuan. Wajahnya terlihat pucat.


"Biarkan aku mengantarmu pulang," kata Yagami bangkit dari duduknya.


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri naik taxi," balas Erika tanpa menatap mata Yagami lagi.


"Kali ini saja, kamu terlihat pucat. Aku tidak bisa membiarkan karyawanku menderita," sambung Yagami mengambil sebuah ponsel di mejanya lalu menuju pintu keluar.


"Aneh, dia 'kan bisa menyuruh bawahannya untuk mengantarku pulang," gumam Erika mengikuti Yagami dari belakang.


"Yagami, lifhnya di lorong sana," kata Erika menunjuk ke sebuah lifh umum karyawan.


"Itu lifh karyawan, lifh pribadi aku di sebelah sini," balas Yagami berjalan ke arah lifh yang hanya empat langkah dari samping pintu ruang kerjanya.


Sedangkan Erika berjalan menuju lifh umum.


"Mau kemana kamu?"


"Ke lifh karyawan."

__ADS_1


"Tidak usah, mulai sekarang kamu gunakan lifh ini saja."


"Tapi, tidak enak sama karyawan lain."


"Ini perintahku, katakan saja jika ada yang mengganggu."


"Baik," balas Erika masuk ke dalam lifh berdiri di samping Yagami.


Sesampainyavdi lantai bawah, Yagami segera membukakan pintu mobil ferrari warna merah miliknya yang telah di pesan kepada pengawalnya sejam sebelumnya.


"Masuklah, kamu duduk di depan denganku," kata Yagami membuka pintu. Erika hanya menuruti kemauannya.


Di dalam mobil warna merah itu, Erika selalu menatap Yagami dari samping, membayangkan wujud Yagami yang selalu mengejarnya saat masih sekolah. Dibayangkannya bibir Yagami yang menyentuh bibir tipisnya serta pelukan hangat darinya. Yagami yang menyadari akan hal itu, segera berdehem hingga Erika memalingkan tatapannya ke arah luar.


"Aku tahu, di matamu aku sangat mirip dengannya, tapi kamu bisa menganggapku dia untuk sementara sampai hatimu melepaskannya," balas Yagami yang mulai merasa aneh ketika dekat dengan Erika.


"Makasih, maafkan aku. Aku berjanji akan segera melupakannya dan fokus bekerja demi ibuku," balas Erika menundukkan kepala.


"Sama-sama, tapi menurutku sih, kamu cari tahu saja dulu tentangnya selama hampir 5 tahun itu sebelum mengambil keputusan. Siapa tahu dia memiliki alasan tersendiri yang membuatnya menjauh darimu. Boleh jadi, ada hal yang tidak ingin dia cerikatan padamu, takut kamu sedih. Menurutku begitu, jangan cepat mengambil keputusan sebelum menyelidiki dengan baik apa yang terjadi," kata Yagami.


Erika langsung menoleh ke arah Yagami dengan wajah serius.


"Benar katamu, tapi itu artinya dia tidak percaya padaku."


"Bukan tidak percaya, tapi bagi kami pria, ada hal yang tidak ingin kami ceritakan kepada orang yang kami sayangi karena tidak ingin melihat mereka bersedih," sambung Yagami lagi.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan?"


"Katanya ke Amerika."


"Bersama siapa dia ke sana?"


"Aku juga tidak tahu, dia tidak cerita ingin pergi dengan siapa."


"Aku boleh lihat pesan dia? Kamu masih simpan 'kan?"


"Iya, masih. Ini..."


Erika menyodorkan ponselnya ke Yagami. Yagami berhenti menyetir sejenak dan membaca semua pesan darinya ketika ia hendak ke Amerika hampir 5 tahun yang lalu.


"Menurut yang aku baca, dia memiliki rahasia yang tidak ingin kamu mengetahuinya. Mungkin saja dia memiliki penyakit yang bisa melupakanmu, makanya dia menyuruh kamu untuk berjanji mengejarnya dan mengembalikan ingatan tentangmu," jelas Yagami.


Dari kata-kata Yagami, Erika baru menyadari pesan itu. Hampir saja ia bertindak gegabah dan melupakan Yagami.


"Oh iya, makasih banyak, jika tidak ada kamu, aku hampir saja melupakannya," balas Erika kembali ceria. Yagami hanya tersenyum melihatnya.


"Tapi, kalau Yagami yang aku maksud adalah kamu yang telah melupakanku, menurutmu apa yang akan aku lakukan?" tanya Erika.


"Haha, ya tidak mungkinlah, aku sudah bertunangan dengan saudari tirimu," balas Yagami tertawan

__ADS_1


"Tidak ada yang tidak mungkin 'kan? Jawan saja, jika itu kamu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Erika dengan serius menatap Yagami.


"Ya kamu harus berusaha mengejarku dan membatalkan pertunanganku dengan Kayo," balas Yagami.


"Kamu benar, aku harus berusaha mencari tahu tentangnya, lalu mengejarnya dan membuatnya ingat kepadaku. Oh iya, aku ada kalung berisi liontin yang dia berikan padaku, isinya tentang foto kami berdua," balas Erika menunjukkan isi dari liontin itu dengan foto Yagami dan dirinya sana. Yagami di sampingnya sangat terkejut menatap foto itu.


"Benar, sangat mirip denganku. Hanya saja mata kami berbeda," balas Yagami menatap Erika.


"Pantas saja dia menganggapku pacarnya, ternyata memang sangat mirip," gumam Yagami.


"Kami juga tetangga, dia pindah sebelum ke Amerika."


"Kamu punya kenalan yang dekat dengannya?"


"Iya, ayahku yang sekarang menjadi ayah tunanganmu itu. Tapi, aku tidak akrab dengannya, aku sangat membencinya," balas Erika dengan wajah kesal.


"Kenapa kamu membencinya? Apa karena dia menikah lagi?"


"Anak mana sih, yang tidak membenci ayahnya yang pergi meninggalkan keluarganya demi wanita lain? Itu sudah cukup membuatku benci padanya."


"Kamu sudah menyelidiki alasan ayah kamu menikah lagi?"


"Iya jelas demi wanita lain yaitu ibu Kayo, ihh bikin kesal," balas Erika kesal.


"Lagi-lagi kamu memutuskan sesuatu sebelum menyelidikinya. Pasti ada alasan di setiap keputusan. Jangan mengambil keputusan saat marah, karena hal baik pun akan terlihat buruk di matamu, ituh sih kata pepatah."


"Yah, kamu ada benarnya lagi. Makasih, ya. Aku akan berusaha menyelidiki apa yang telah terjadi. Tapi ada satu hal yang membuat aku yakin kalau Yagamiku itu adalah kamu," balas Erika menatap Yagami.


"Apa itu?"


"Dulu saat SMA, Yagami mengatakan kalau kalian itu teman masa kecil, dan sekarang kamu muncul sebagai tunangannya. Aku sempat berpikir, bahwa kamu hanya pura-pura melupakanku."


"Benar, kami teman masa kecil."


"Berarti kamu adalah dia, tapi kenapa kamu sampai pura-pura melupakanku?" tanya Erika mulai kesal lagi.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, tapi aku sungguh-sungguh tidak ingat apa-apa. Jika suatu saat benar yang kamu katakan, aku adalah dia, maka kejarlah aku, sampai memoriku tentangmu kembali lagi," balas Yagami membalas tatapan Erika yang mulai merona dan tatapan berbinar-binar.


"Serius? Berarti aku harus berjuang mulai sekarang mencari tahu tentang kau dan dia, sampai saat itu, aku ingin Yagami menikah denganku."


"Hahaha."


"Kenapa ketawa? Awas saja kalau kamu adalah dia, akan kubuat pertunangan kalian batal."


"Yayaya, terserah...asal kamu bahagia," balas Yagami tersenyum memandangi gadis imut itu dari samping.


to be continue....


mampir juga di novel

__ADS_1


SOUL EXCHANGE yang akan update tiap hari mulai desember 😉😉


MAKASIH TELAH BACA 😘😘😘


__ADS_2