CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 31


__ADS_3

Siang hari di kantor grup A milik keluarga Yagami, Kayo sedang membawakannya semangkuk ramen kesukaan tunangannya. Sementara Yagami masih sibuk telponan dengan jaksa pribadinya bernama Anton teman kampus Tn. Nathan saat kuliah.


"Bagaimana, apa kalian sudah menemukan pelakunya?" Tanya Yagami dalam telpon.


"Belum, tapi kami sementara mengumpulkan sidik jari di ban mobil keluarga anda di gudang utama."


"Baiklah kalau begitu, lanjutkan penyelidikannya."


"Baik Boss..!"


Kayo menatapnya dengan wajah pura-pura tersenyum.


"Telpon dari siapa, sayang?"


"Dari jaksa," balas Yagami dengan jutek.


"Kenapa kamu seperti itu padaku?"


"Apa maksud kamu?"


"Kamu terlalu cuek dan tidak pernah memperhatikanku sebagai tunanganmu," balas Kayo memeluk Yagami dari belakang di depan meja kantor.


"Maaf, aku banyak urusan. Dan satu lagi, aku tidak pernah menganggapmu sebagai tunanganku.."


"Kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Aku hanya menganggapmu sebagai adek, tidak lebih."


"Apa? Kamu jahat...pokoknya kamu harus menikah denganku, apapun yang terjadi," bantah Kayo mengeratkan pelukannya di tubuh Yagami hingga Erika masuk ruangan.


"Maaf, aku terlam....bat.." Kata Erika dengan wajah terkejut mendapati Kayo sedang melingkarkan kedua tangannya di tubuh Yagami. Dengan perasaan perih ia berusaha tersenyum pura-pura kuat di hadapan Yagami dan Erika.


"Maaf, aku mengganggu kalian," katanya lalu membalikkan badan keluar ruangan dengan perasaan tidak karuan serta cemburu. Yagami segera melepaskan tangan Kayo dan segera menyusul Erika yang lari menuju lifh ke lantai satu dan memanggil taxi.


"Yagami, tunggu...apa karena dia kamu seperti itu padaku?" Tanya Kayo. Yagami hanya diam sejenak lalu melanjutkan langkahnya mengejar Erika. Sesampainya di di bawah, Erika sudah terlanjur naik taxi. Tapi Misca ibu Kayo tiba-tiba muncul di hadapannya sehingga Yagami tidak sempat mengejar Erika.


"Tante," sapa Yagami kepada Misca yang baru saja turun dari atas mobil pribadinya.


"Aku dapat kabar dari Kayo, katanya dia sedang ada di kantor kamu," kata Misca dalam balutan baju serba hitam rok sepaha dan baju kemeja dan kacamata tas hitam.


"Iya, dia sedang ada di kantor."


"Kalau begitu ajak aku ke atas."


Yagami pun mengajak Misca ke ruangannya melalui lifh pribadinya. Sesampainya di sana, Kayo tersenyum menyambut ibunya.


"Ibu kenapa ke sini?"


"Aku ingin mengajak kalian melihat gedung tempat resepsi pernikahan kalian dua minggu lagi," balas Misca melepas kacamata hitamnya dan meletakkannya di meja sofa sambil duduk.

__ADS_1


"Wah, aku setuju. Kalau bisa pernikahannya dipercepat, Ibu," balas Kayo mendekat ke arah ibunya dengan pelukan manja.


"Tidak usah buru-buru, masih banyak waktu."


"Tapi aku maunya dipercepat," balas Kayo dengan manja.


"Maaf, aku tidak bisa ikut. Masih banyak yang harus aku urus," kata Yagami dengan wajah risau memikirkan Erika.


"Pokoknya kamu harus ikut," balas Kayo menatap tajam Yagami.


"Iya, Nak. Ini pesta kalian berdua. Jadi kalian harus melihat gedung itu, jika tidak cocok, nanti kita ganti tempatnya," tambah Misca.


"Bisa tidak, pertunangan ini dibatalkan saja," kata Yagami dengan wajah kesal. Misca sangat terkejut apalagi Kayo.


"Kenapa? Apa ada alasan kamu membatalkannya? Kamu bercanda, ya. Jangan mempermalukan keluarga kita. Undangan sudah disebar," balas Misca mulai kesal.


"Aku mencintai orang lain dan hanya menganggap Kayo sebagai sadari sejak kecil. Di hatiku hanya ada dia," balas Yagami menundukkan kepala.


"Siapa gadis itu? Pokoknya kamu harus menikah dengan Kayo apapun alasannya. Kamu harus menghargai usahaku untuk membesarkannmu serta merawatmu hingga bangun dari koma," balas Misca memeluk putrinya yang mulai terisak tapi dalam hatinya ia tersenyum. Yagami hanya terdiam sejenak sebab tidak tahu harus berbuat apa membalas budi orang yang telah merawatnya dari kecil hingga sembuh dari koma.


"Perempuan ****** itu adalah sekertaris dia, Ibu. Dia menggoda Yagami...huu.." kata Kayo pura-pura menangis lemah di hadapan ibunya, sebab ia ingin menyingkirkan Erika dan tahu bahwa ibunya memiliki sifat yang sama dengannya harus mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Namanya Erika, bukan ******," balas Yagami.


"Apa katamu? Erika?..." balas Misca terkejut.


"Itu bukannya anaknya Naila mantan istri Nathan?" gumam Misca panik di depan Yagami.


"Ah, tidak apa-apa. Hanya saja nama itu tidak asing bagiku," balas Misca tersenyum paksa.


"Bukannya dia adalah anak dari istri pertama om Nathan. Tante tidak kenal dia?" Tanya Yagami lagi semakin membuat Misca salah tingkah.


"Oh iya Kayo, ibu tiba-tiba ada urusan mendadak, jadi cek lokasi untuk acara pernikahan kalian ditunda dulu, ya. Ibu buru-buru...." kata Misca segera keluar ruangan. Yagami pun segera pergi.


"Yagami, mau ke mana?" Tanya Kayo menarik lengan baju Yagami.


"Bukan urusanmu.." balas Yagami terus melangkah meninggalkan Kayo.


"Aarrghtt..sial...dasar pelakor..." katanya dengan nada tinggi membanting ponselnya di lantai.


Sementara Yagami terus saja menghubungi Erika, tapi ponselnya tidak aktif. Hingga ia mendatangi rumah Erika. Tapi suasana rumah sedang sunyi. Ia pun masuk ke dalam rumahnya dan terus menghubungi Erika. Lalu muncul dalam pikirannya tentang teman Erika yaitu Mika yang sekarang pekerjaannya mengembangkan salon kecantikan sesuai fashionnya suka dandan.


Drrtttth....drrttth...


"Unknown number? Halo..."


"Ini Mika bukan?"


"Iya, siapa?"

__ADS_1


"Yagami....Erika bersama kamu tidak?"


"Tidak, memangnya kenapa?"


"Aku menghubungi dia tapi nomornya tidak aktif," balas Yagami dengan panik mulai mencari Erika ke sana kemari.


"Ya sudah, aku tutup dulu...tiit.."


Yagami keluar jalan mencari Erika, ia pun mulai bertanya kepada setiap orang yang ia temui di jalan dengan menunjukkan sebuah foto mereka berdua.


"Permisi, apa ibu melihat wanita ini?"


"Iya, baru saja aku melihatnya ke arah sana," kata salah seorang di pinggir jalan yang menunjuk ke arah Sannomiya yaitu pusat bisnis, hiburan dan perbelanjaan kobe.


"Terima kasih banyak," kata Yagami pamit langsung bergegas ke Sannomiya.


"Untuk apa dia ke sana?" gumam Yagami mencari Erika kemana-mana, tapi ternyata tidak ditemukan.


"Erika, kamu ke mana sih. Aku harap kamu tidak salah paham. Ini tidak seperti yang kamu saksikan," gumam Yagami yang akhirnya kembali ke rumah samping rumah Erika. Ia mengintip rumah Erika dari balik tirai jendela tapi rumah itu masih gelap gulita. Lampunya belum menyala.


Kise menemukan Erika sedang demam dan pingsan di jalan menuju rumahnya. Ia pun membawanya ke rumah sakit terdekat.


"Apa tuan adalah wali pasien?" tanya dokter keluar dari ruang rawat. Kise mendekat ke arahnya.


"Iya, Dokter. Bagaimana keadaannya?" Tanya Kise panik.


"Tenang dia tidak apa-apa. Dan selamat anda akan menjadi seorang ayah."


"What? Ayah?" Tanya Kise kaget.


"Iya, istri anda sedang hamil 2 minggu. Sekarang anda sudah bisa menjenguk istri anda," balas dokter itu lalu meninggalkan Kise yang sedang terperanga tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Sial....dasar brengsek...aku tidak bisa menjaganya...aarght..." kata Kise dengan kesal lalu membuka pintu mendekat ke arah Erika yang sudah sadar.


"Apa tubuhnu baik-baik saja? Ingin makan sesuatu?" Tanya Kise tersenyum pura-pura tegar padahal hatinya terasa amat sakit mengetahui wanita yang dicintainya sedang mengandung anak orang lain sebelum ia sempat mengatakan perasaannya.


"Iya, aku baik-baik saja. Makasih sudah menolongku," balas Erika tersenyum.


"Apa ini perbuatannya?" Tanya Kise. Mata Erika membesar lalu membalikkan badan ke samping membelakangi Kise. Ada air mata yang mengalir di sana.


"Aku ingin sendiri."


"Sudah katakan dengan jelas..apa ini anak Yagami?" Kata Kise membesarkan ucapannya kesal.


"Kalau iya, kenapa? Aku bisa apa..sebentar lagi dia akan menikah.."


"Si kurang ajar itu..tidak akan kubiarkan dia meninggalkanmu.." balas Kise. Dan terjadilah kesalahpahaman diantara mereka.


Baca juga novel SOUL EXCHANGE ya

__ADS_1


makasih 😉


__ADS_2