CINTA DI PELUKAN SENJA

CINTA DI PELUKAN SENJA
11


__ADS_3

Beberapa hari ini Fatih tidak dapat menghubungi Nura, bukan karena Nura tidak menghidupkan ponselnya tetapi Fatih benar-benar sibuk mengurus perusahaan, walau ia tetap diam di rumah tetapi ia tetap mengerjakan dan menganalisis dokumen


“Para pemegang saham ingin mengadakan rapat pimpinan secara diam-diam”


Paman Zoe datang dengan dasi yang hampir lepas, wajahnya kusut


“Mereka mulai terang-terangan merebut posisimu, mengadakan petisi dan membuat banyak rumor yang menyebar kalau aku mengambil banyak keuntungan perusahaan”


Fatih terdiam, menatap analisis keuangan di hadapannya, kondisi keuangan Axa grup bisa dikatakan stabil, kinerja Fatih sebagai CEO dibalik bayangan tidaklah buruk, tetapi keluarga Alfandinata sangat haus harta mereka mencari celah menggeser posisi Fatih


Salah satunya adalah adik dari ayahnya, Rangga, dia adalah pria licik pencari kesalahannya nomor satu


“Tuan Fatih tidak bisa berdiam diri seperti ini”


Paman Zoe memperingatkan, cepat atau lambat Fatih harus memimpin perusahaan


Fatih tidak menjawab, pintu ruangan di ketuk dari luar memunculkan sosok Malik yang datang dari luar


“Bagaimana?”


“Makanan sudah di antar kepada Yiyi, Nona Nura pasti telah menerimanya”


Fatih menghembuskan napas lega, sejak hari dimana mereka bertemu dan makan di bawah pohon, Fatih secara rutin mengirim makanan melalui Malik dan Yiyi


“Kau peduli dengan gadis itu? Kupikir kamu hanya bermain-main”


Fatih tersenyum mengambil dokumen berisi aset milik keluarga Daniar


“Kapan rapat diadakan?”


“Siang ini setelah makan siang”


“Aku akan datang”


Paman Zoe menatap laki-laki itu tidak percaya, mendekat dan memeriksa dahinya, suhunya normal, Fatih tidak sedang mengigau


“Kamu serius!?”


“Ya. Tapi paman harus membantuku.. “


Fatih menunjukkan dokumen keluarga Daniar, ia menyeringai


“Mereka terlalu seenaknya, dan juga menyakiti gadisku”


“Jangan bilang kau..”


“Ya aku ingin membuat mereka sengsara sampai ke tulang-tulang“

__ADS_1


*


Ruang rapat direksi pemegang saham perusahaan Axa grup mulai didatangi orang-orang penting perusahaan, Tuan Prabu datang bersama sekretarisnya, ini adalah pertama kalinya ia ikut serta dalam rapat, sebagai calon mertua Tuan Fatih ia berharap banyak keuntungan yang dapat diraihnya, Laki-laki itu menyapa Tuan Rangga dengan ramah


“Saya mendengar anda telah menjodohkan putri anda dengan Tuan Fatih”


“Ya. Benar sekali, semua itu saya lakukan untuk menebus kesalahan saya”


Tuan Rangga terkekeh, ia tahu betapa kacaunya pesta pertunangan itu, lebih kacau lagi orang yang datang bukanlah Fatih tetapi sang sekretaris


“Saya harap anda tidak terkejut, keluarga Alfandinata sangatlah loyal”


Tuan Prabu tertawa kecil, membayangkan betapa banyak hadiah mahar pernikahan yang akan di dapatnya, ia benar-benar senang


“Saya tidak akan terkejut, Tuan Fatih memang sangat baik”


Tuan Rangga menyuruh orang-orang duduk di posisi masing-masing, rapat direksi Axa Grup dimulai tanpa kehadiran sang CEO atau pun sekretarisnya


“Rapat hari ini dimulai untuk membahas posisi tertinggi perusahaan ini, CEO Axa Grup”


Tuan Rangga buka suara sambil berdiri


“Sudah hampir sepuluh tahun sejak meninggalnya CEO Herry Alfandinata, perusahaan kita di pegang oleh sekretaris Zoe, saya pikir sudah saatnya untuk keluarga Alfandinata yang mengambil alih”


Tuan Prabu mengerutkan keningnya bingung, bukankah selama ini yang memimpin perusahaan adalah Tuan Fatih? Sang putra tunggal Herry Alfandinata?


“Benar. Bahkan selama ini Fatih hanya menjadi CEO bayangan” Gumam seorang wanita paruh baya, dia adalah adik wanita dari ayah Fatih, Nyonya Lasmi


“Ya. Selama ini kita telah diperbodoh bertahun-tahun, kita bahkan tidak pernah melihat sosok Fatih, dia hidup atau mati tidak ada yang tahu kecuali sekretaris Zoe!”


Tuan Prabu semakin bingung, jika tidak ada yang tahu siapa sosok Fatih yang sebenarnya lalu yang hadir dan hampir bertunangan dengan putrinya itu adalah sekretaris Zoe!?


“Itu berarti Sekretaris Zoe telah menipu saya dan keluarga Daniar!” Tuan Prabu menyuarakan kekesalannya


“Saya bahkan menjodohkan putri kedua saya dengan sekretaris Zoe, benar-benar penipu!?”


“Semua sudah jelas, sekretaris Zoe telah mengambil banyak keuntungan dari Axa grup, sudah saatnya kita mendepak orang asing itu dari sini, aku sebagai keluarga Alfandinata dan adik dari Herry Alfandinata yang akan menggantikan posisi CEO Axa grup!”


Tuan Rangga memprovokasi sekaligus menetapkan dirinya sebagai CEO pengganti Axa grup dengan penuh percaya diri ia berdiri dan menaikkan kerah bajunya angkuh


“Aku butuh bantuan kalian semua, melawan orang asing itu dari Axa grup!”


“Ya”


“Kami setuju!”


Ruangan menjadi riuh karena orang-orang disana telah terhasut sepenuhnya oleh Tuan Rangga, hanya satu orang yang terlihat sesak napas karena marah, dia adalah Tuan Prabu, mimpi-mimpinya mendapat keuntungan dari Axa grup sirna sudah karena yang bertunangan adalah sekretaris Zoe yang menyamar sebagai Tuan Fatih

__ADS_1


“Wah-wah mengadakan rapat tanpa kehadiran sang CEO? Lancang sekali!”


Sebuah suara lantang terdengar pada saat pintu ruangan dibuka dengan keras, disana berdiri Paman Zoe dan Malik sambil bertepuk tangan


“Beraninya kau!”


“Itu sekretaris Zoe!?”


Tuan Prabu hampir pingsan ketika melihat laki-laki yang hampir bertunangan anaknya benar-benar bukan Tuan Fatih


“Kau tidak punya wewenang mengambil alih Axa grup, kau itu hanya orang asing!”


Tuan Rangga berteriak marah dan menggebrak mejanya, orang-orang di ruang rapat menatap Paman Zoe dengan sinis


“Aku memang tidak punya wewenang” laki-laki itu mendekat ke arah Tuan Rangga dan memperbaiki kerah bajunya, bersikap seolah menenangkan padahal berniat merendahkan


“Kau harus tahu diri!”


“Aku tahu itu” Paman Zoe berbalik dan menatap satu persatu orang yang ada di sana dengan dingin, Malik yang ada di dekatnya tak bersuara


“Tapi dia punya wewenang”


Paman Zoe menunjuk ke arah pintu, sesosok laki-laki muda dan gagah masuk dengan angkuh, rambutnya ditata rapi, memakai setelan jas hitam dengan wajahnya yang tampan menyerupai wajah Herry Alfandinata


Dia adalah Fatih Alfandinata


Anak tunggal Herry Alfandinata


Semua orang disana tidak bisa tidak terkejut, sosok yang mereka anggap telah mati telah muncul di hadapannya dengan gagah


“Bagaimana mungkin!?” Tuan Rangga hampir jatuh karena terkejut, matanya melotot tidak percaya


“Mulai hari ini, aku sebagai pewaris sah Axa grup, Fatih Alfandinata akan memimpin perusahaan”


Fatih menaikkan dagunya dengan sombong, menatap Tuan Rangga dengan pandangan meremehkan, ia melihat Tuan Prabu yang duduk dengan wajah pucat


“Selama ini aku mengawasi kalian, kali ini tidak akan kubiarkan kalian berperilaku seenaknya”


Seluruh orang di ruangan menahan napas, mereka selama ini selalu berupaya menyebarkan rumor buruk tentang Fatih


“Aku juga mengumumkan bahwa aku akan menikahi anak haram keluarga Daniar, Nura Daniar”


Semua orang yang mendengar kata anak haram langsung menatap Tuan Prabu dengan sinis


Berani sekali keluarga Daniar yan rendah menjodohkan seorang anak haram dengan keluarga terhormat Alfandinata


Tuan Prabu benar-benar pingsan setelah itu

__ADS_1


__ADS_2