
Fatih Alfandinata adalah CEO dibalik layar Axa Grup, bisnisnya meliputi kepemilikan properti mencakup hotel, resor, tanah dan perumahan elit, tidak banyak yang tahu seperti apa rupa sang CEO tersebut, bahkan para pegawai perusahaannya, karena kerap kali sang sekretaris yang mengambil alih
Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui identitas Fatih, seorang laki-laki muda berumur dua puluh enam tahun, tubuh tinggi, berambut hitam acak-acakan, wajahnya tampan, memiliki rahang yang tegas dan mata yang tajam, selalu terlihat mengenakan pakaian kasual daripada pakaian formal
Ia masih muda, tetapi sudah banyak beban yang harus ditanggung di punggungnya, tidak ingin buru- buru menangani perusahaan secara langsung, cukup mengerjakan di rumah, di ruang kerja pribadinya, setelah itu main game, atau bersenang-senang keluar merasakan gejolak jiwa muda
Orang-orang dalam keluarga Alfandinata mulai ragu dengan kemampuan Fatih dalam mengelola bisnis, laki-laki itu terlalu banyak bermain-main, tidak berpengalaman dan terlalu bergantung dengan sang sekretaris, sedikit demi sedikit mereka mulai melakukan berbagai cara menyingkirkan Fatih dari posisinya
Tapi itu menurut orang-orang, walaupun Fatih tidak pernah ada di perusahaan, tetapi ia selalu memantaunya dari kamera tersembunyi di setiap sisi perusahaan, ia tidak pernah lepas tangan pada perusahaan
Fatih memang tidak pernah muncul di publik sebagai sang CEO tapi bukan berarti ia bodoh dan buta terhadap perusahaan, ia cerdas
Definisi seorang CEO tampan, muda, berbakat, cerdas dan bertubuh tinggi seharusnya bisa disandang oleh Fatih
Tetapi semua itu dikalahkan oleh sifat kekanakan dan sering bermain-main, intinya bagi sang Sekretaris, Fatih belum dewasa
Siang ini Paman Zoe datang dengan wajah muram, semakin muram melihat Fatih duduk di ruang kerjanya hanya memakai baju kaos bola lengan pendek dan celana training, memakai sandal tidur berbentuk kodok, ia dapat menebak tuannya ini bahkan belum mandi
Tuan mudanya sangat absurd
Ia mengusap wajahnya berjalan mendekat dengan setumpuk dokumen di tangannya, ia mengeluh ketika Fatih mulai mempelajari dokumen tersebut
“Tuan Prabu kelihatannya tidak menyerah, sejak kemarin ia tidak berhenti menelepon, dan hari ini dia mengirim benda-benda tak berguna ini ke perusahaan” keluhnya, Paman Zoe membuka sebuah kotak berisi jam tangan mahal dan parfum, disertai surat permintaan maaf, selain itu beberapa kotak hadiah diletakkan oleh pelayan di depan Fatih
Fatih menandatangani dokumen lalu terkekeh, mengabaikan hadiah itu
“Apa dia minta maaf?”
“Tentu saja, jika tidak bisnisnya tidak akan aman”
Paman Zoe menggeram, menatap surat permintaan maaf itu, masih segar diingatannya betapa dipermalukannya dirinya, oleh seorang wanita manja tidak tahu sopan santun
Karena Daniar Grup telah menerima banyak bantuan dana setiap tahun, jika Fatih menghentikan dana maka perusahaan mereka akan tidak stabil, dari awal Fatih tidak terlalu berminat bertunangan dengan wanita itu, ia sudah memeriksa latar belakangnya, wanita itu sudah punya kekasih dan punya reputasi yang buruk
Nala dicap sebagai wanita materialistis alias mata duitan
__ADS_1
Tapi Fatih tidak bisa memutus dana kepada Daniar Grup begitu saja, ia masih punya sesuatu yang diperlukan dari perusahaan itu
Ponsel Paman Zoe berdering, dengan malas sekretaris itu menunjukkan layar yang bertuliskan Tuan Prabu
“Dia sangat gigih” komentarnya,
Fatih tertawa mendekat ke Paman Zoe penasaran, mereka duduk di sofa ruang kerja Fatih
Mereka lebih terlihat seperti ayah dan anak daripada CEO dan sekretaris
“Angkatlah, aku ingin tahu apa yang ia katakan!”
Dengan malas ia mengangkat panggilan itu, suara Tuan Prabu yang penuh rasa bersalah muncul, entah apa yang mereka bicarakan, Fatih tak terlalu mendengarkan, setelah mendengar kata maaf ia menjauh kembali ke mejanya
Hampir lima belas menit berbasa-basi paman Zoe mengakhiri teleponnya, menghela napas panjang
“Apa yang dia katakan?” Fatih bertanya tanpa melihat, tangannya sibuk membolak-balik dokumen, lalu menumpuknya di atas meja
“Dia ingin mengundang Tuan Fatih makan malam di restoran miliknya sebagai permintaan maaf”
“Hoo.. berani sekali” Fatih berkomentar, menyesap kopi hitam yang sudah dingin
“Aku tidak mau menikahi putri tidak sopan itu”Fatih memutar kursinya, menghadap Paman Zoe “Lagi pula aku masih muda”
Intinya aku ingin bersenang-senang dulu
“Bukan putri yang itu, tapi putri yang lainnya”
“Setahuku dia hanya punya satu putri” Fatih bergumam, Paman Zoe menunjukkan foto seorang gadis di ponselnya
“Ia putri dari wanita yang lain”
“Oh.. apa di berniat mempermainkanku? Menumbalkan anak yang lain, dia pikir aku apa hm...?”
Keluarga ini seenaknya!
__ADS_1
Fatih memperhatikan foto itu, sesosok gadis muda bertubuh kurus dan pucat memakai gaun kasual sederhana, ia cantik, hanya saja matanya tidak memiliki cahaya
“Tuan Prabu berkata kalau gadis ini adalah putri dari istri keduanya di kota Tenggara yang baru-baru ini datang, namanya Nura Daniar”
“Sepertinya menarik” laki-laki itu tersenyum menyeringai, seolah mendapatkan mainan baru ditangannya
“Tuan Fatih sebaiknya abaikan saja permintaan Tuan Prabu” Paman Zoe mencoba menghentikan niat Fatih
“Perasaan itu tidak untuk dipermainkan”
Ia senang jika Fatih memiliki keinginan untuk menikah, itu berarti Tuannya akan mulai dewasa dan belajar bertanggung jawab, tapi kalau seperti yang sudah-sudah, sebaiknya lupakan saja
“Tenang saja paman, orang ini berani bermain denganku, maka akan kuladeni” Ia terkekeh, mengambil telepon dan menekan angka satu
“Itu buang-buang waktu” Paman Zoe protes, Fatih melambaikan tangannya, tidak setuju
“Datang ke ruanganku”
Titahnya dingin, sangat jarang Paman Zoe melihat Fatih seperti ini, biasanya sifat dingin tuannya akan muncul jika berhadapan dengan rival bisnis atau penganggu bisnisnya
Tak lama seorang Laki-laki berumur tiga puluhan datang dengan pakaian serba hitam, tubuhnya tinggi dan kekar, namanya Malik, asisten pribadi yang merangkap sekaligus sebagai bodyguard Fatih, Paman Zoe tidak terlalu suka dengan kehadiran Malik, laki-laki ini mempunyai aura yang mengerikan, apa pun yang berhubungan dengan dia selalu bukan hal yang baik
“Periksa latar belakang Nura Daniar, laporkan padaku sebelum petang”
Fatih berkata dengan penuh wibawa tapi hanya sebentar sebelum ia terkekeh menatap foto Nura
“Baik” Malik menyahut singkat, tak banyak basa-basi ia sudah pergi keluar ruangan
Suasana hening sejenak, Fatih mengetik kembali di laptopnya, dan Paman Zoe meminum teh dengan tenang
“Aku akan datang menemani paman malam ini” Fatih berkata tiba-tiba
“Ada angin apa, Tuan Fatih ikut saya?” Paman Zoe bertanya keheranan, meletakan tehnya di meja, tidak biasanya Fatih ikut keluar bersamanya
Dia benar-benar ingin mempermainkan keluarga Daniar
__ADS_1
“Aku penasaran” Katanya sambil tersenyum “Seperti apa gadis bernama Nura ini”
*