CINTA DI PELUKAN SENJA

CINTA DI PELUKAN SENJA
14


__ADS_3

“Dari mana saja kau anak haram?!” Nyonya Ajeng berteriak dengan suara melengking penuh amarah, berdiri sambil berkacak pinggang, di sampingnya Nala duduk di kursi dan memandangnya sinis.


Nala baru saja memasuki gerbang rumah keluarga Daniar, ia baru saja pulang dari pantai bersama Fatih, disambut dengan Nyonya Ajeng dan Nala di depan teras.


“Dari pantai” Sahut Nura singkat, tidak ingin berlama-lama, malam sudah larut, ia lelah dan mengantuk.


“Berani sekali kau menjawab!” Nyonya Ajeng melotot dan mencekal tangan Nura, gadis itu segera melepas tangan wanita itu.


“Heh! Dengar ya! Kamu itu akan menikah dengan Tuan Fatih, jaga sikap! Jangan buat malu keluarga Daniar!”


“Dasar tidak tahu diuntung!” Nala mendorong bahu Nura, membuatnya terhuyung ke depan namun Nura dengan cepat bangkit dan berjalan menjauh tanpa kata.


Nala geram atas kelakuan Nura, bukan sekali dua kali Nura mengabaikannya, ia ingin memberi gadis itu pelajaran.


“Biarkan saja dia. Besok Tuan Fatih akan kemari, kita tidak usah melakukan hal-hal yang tidak perlu” Nyonya Ajeng berkata setelah menenangkan dirinya, mendengar hal tersebut Nala mau tidak mau diam dan menurut.


Ia mengambil ponselnya, mencari kontak laki-laki yang dia cintai, Angga, berniat mengundang sang kekasih untuk datang ke acara pertunangan Nura besok, bermaksud memamerkan kekasih gagah dan tampan kepada kedua orang tuanya.


Nala tersenyum puas, tidak sabar menantikan hari esok tiba, menyaksikan pertunangan Nura dengan laki-laki tua bangka itu.


Lihat saja gadis udik! Akan kubuat kau iri sampai mati!


*


Pagi telah datang menjelang, kediaman keluarga Daniar sangat sibuk, terutama para pelayan di bagian dapur, sejak pagi buta mereka memasak berbagai jenis makanan untuk di hidangkan di acara pertunangan Nura dan Tuan Fatih.


Hal ini berlaku pula untuk Tuan Prabu dan Nyonya Ajeng, mereka mempersiapkan berbagai hal, mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, mereka sudah membuat kesalahan satu kali, dan untuk yang kedua kalinya mereka tidak boleh mengecewakan Tuan Fatih.


Tapi itu menurut Nyonya Ajeng.


Tuan Prabu sudah mengetahui identitas sebenarnya Tuan Fatih pada rapat beberapa waktu yang lalu. Tapi ia tidak dapat berbuat banyak, memberitahukan yang sebenarnya pun percuma, semuanya sudah terlanjur.

__ADS_1


Tuan Prabu tadinya berpikir untuk protes dan menuduh Fatih telah melakukan penipuan, tapi dia sendiri yang menawarkan perjodohan ini, dia tidak bisa menghilangkan kesempatan yang bisnis yang besar.


Asal gadis itu tidak berontak dan tetap menikah dengan Tuan Fatih maka bisnisnya akan tetap aman. Tidak peduli apakah Tuan Fatih yang asli atau pun sekretaris Zoe yang akan menikahi Nura, toh ia adalah orang yang memiliki sedikit darah miliknya, asalkan di belakang nama gadis itu Daniar, maka ia bisa mengendalikannya.


Nura di bawa kembali ke kamar yang pertama ia tempati, ia tidak terkejut dan tahu jika hari ini adalah pertunangannya dengan Fatih, menatap cincin putih yang melingkar di jari manisnya, mau tak mau membuat Yiyi bertanya.


“Apakah ini pemberian Tuan Fatih?”


Gadis itu hanya mengangguk tanpa mengalihkan perhatiannya dari jemarinya. Nura diperlakukan dengan baik seperti awal dia datang atas perintah Nyonya Ajeng, rambutnya ditata sedemikian rupa, wajahnya dipoles riasan menawan, dengan memakai gaun putih gading, Nura telah siap menghadiri acara pertunangannya dengan Fatih.


Yiyi menuntunnya ke lantai satu, di sebuah ruangan besar yang diperuntukkan untuk perjamuan itu dihias semeriah mungkin, lebih meriah daripada pertunangan Nala yang gagal itu.


“Mereka punya banyak uang” Nura berkomentar pelan, melirik makanan dan kue yang berjejer di atas meja, tertarik ingin memakannya.


“Ingat, jaga sikap!” Nyonya Ajeng mendekat dan mendengus, wanita itu telah memperhatikan gerak-gerik Nura sejak masuk ruangan, gadis itu lapar, ia tahu.


Tetapi pesta ini harus sempurna, walaupun hanya di hadiri keluarga Daniar dan keluarga Alfandinata saja.


“Baik” Nura mengangguk kaku, mencoba mengalihkan perhatiannya dari makanan, Fatih hari ini tidak mengirimnya makanan karena acara ini.


“Aku tidak gugup” Sahut Nura seadanya.


Mobil mewah berwarna hitam telah tiba di depan rumah keluarga Daniar, Tuan Prabu dan Nyonya Ajeng buru-buru bangkit berdiri menyambut Tuan Fatih.


Tiga orang laki-laki turun, dia adalah sang asisten Malik, sang sekretaris Paman Zoe dan Fatih dengan setelah jas hitam menawan, Fatih tersenyum lebar ke arah Nura.


“Kau terlihat cantik” Fatih berkata dengan riang ke arah Nura, namun karena posisinya yang berdekatan dengan Nala, wanita itu salah menduga.


“Terima kasih, Tuan tampan” Ujar Nala sambil tersenyum manis, ia menyelipkan rambut ke belakang telinganya, bertingkah malu-malu.


Kekasihnya belum datang dan laki-laki ini memiliki senyum yang sangat menawan, ia tidak mungkin melewatkan kesempatan berdekatan dengannya.

__ADS_1


Fatih tidak menghiraukan, ia mengambil tangan Nura dan membawanya masuk ke dalam. Nyonya Ajeng dan Nala bingung. Mereka menatap sekretaris Zoe dengan cemas.


Mereka masih menyangka jika sekretaris Zoe adalah Tuan Fatih.


“Maafkan atas kelakuan buruk putri kedua kami Tuan Fatih!”


“Itu tidak terlalu buruk”


“Saya akan menegurnya” ujar Nala berinisiatif.


Bagaimana mungkin Nura mengabaikan Tuan Fatih dan malah berjalan dengan laki-laki lain tepat di depan mata calon suaminya!? Benar-benar memalukan.


Dan juga siapa laki-laki tampan ini? Angga masih kalah dengan dia.


“Nura!” Nala berteriak, menarik tangan gadis itu, hingga piring makanan yang ada di tangannya jatuh berhamburan ke lantai.


Gadis ini belum apa-apa sudah mengumpulkan makanan? sangat udik!


“Apa-apaan kamu ini! Ini adalah hari pertunanganmu dengan Tuan Fatih, mengapa kamu malah bergandengan tangan dengan laki-laki lain!?”


Nura menatap makanan di lantai, tadinya sangat bersemangat ketika ia diajak Fatih mengambil makanan.


“Nala, hentikan!”


“Apanya yang harus dihentikan ayah! Gadis ini terang-terangan selingkuh dari Tuan Fatih!”


Nura seperti biasa hanya diam dengan ekspresi datar, ia bersama Fatih, mengapa dikatakan selingkuh?


“Dasar gadis tidak tahu untung! Beraninya kamu!” Nyonya Ajeng tidak dapat menahan diri untuk tidak mengumpati Nura, wanita itu melayangkan tangannya, hendak menampar Nura.


“Jauhkan tangan kotormu dari istriku!” Fatih berkata tegas sambil memeluk Nura hingga tangan wanita itu hanya menampar udara.

__ADS_1


Nala mengerutkan keningnya, bingung, begitu pula dengan Nyonya Ajeng mereka menatap sekretaris Zoe yang berdiri tak jauh dari sana, hanya bersikap acuh, tidak peduli. Tuan Prabu mendesah putus asa, wajahnya memerah malu tak bisa menghentikan kelakuan anak dan istrinya, merasa menyesal, seharusnya ia memberitahu mereka sejak awal.


“Orang ini, dia adalah Tuan Fatih!”


__ADS_2