CINTA DI PELUKAN SENJA

CINTA DI PELUKAN SENJA
8


__ADS_3

“Apa mereka tidak memperlakukanmu dengan baik?”


Nura memeluk lututnya sendiri, masih menganggap jika orang yang di sampingnya ini bukanlah tuan Fatih


“Mereka menyuruhku membersihkan gudang, tidur di sana, lalu dikunci dua hari tanpa makan” Ungkap Nura lancar, ia heran sendiri mengapa ia mengatakannya secara jujur, tapi ia tidak peduli, selama orang ini bukan Tuan Fatih maka tidak akan jadi masalah


Mendengar pengakuan Nura wajah Fatih menjadi gelap


Orang-orang keluarga Daniar benar-benar keterlaluan, berani-beraninya memperlakukan calon istrinya dengan buruk!


“Kau tidak melawan mereka?”


Nura mengetukan jemarinya di meja, jika yang dimaksud melawan adalah mengajak berkelahi atau berteriak di depan mereka Nura belum melakukannya


“Aku hanya memasukkan bubuk cabai dan lada ke sarapan mereka dua hari lalu, apa itu termasuk melawan?”


Selain Ibunya dan Yiyi, Nura tidak pernah berbicara panjang lebar sebelumnya, ia tidak tahu mengapa, padahal baru bertemu tidak sampai satu jam, tetapi Nura sudah merasa nyaman berbicara dengan Fatih, ia suka melihat laki-laki ini tersenyum padanya


“Itu bagus, mungkin dilain hari kamu bisa menambahkan satu bungkus garam ke dalam sup mereka”


Fatih tertawa kemudian


Nura mengangguk, mungkin juga ia akan menukar label gula dan garam, tetapi ia ragu, setelah kejadian ini mungkin ia tidak akan di izinkan berkeliaran di dapur keluarga Daniar


“Karena mereka memperlakukanmu dengan buruk, kenapa kamu tidak menolak rencana pernikahan dengan Tuan Fatih?”


“Aku tidak ingin tinggal bersama mereka, jika aku menikahi Tuan Fatih aku akan tinggal bersamanya kan?”


“Tentu saja” Fatih menyahut mantap


“Asalkan aku bisa tidur dan makan itu sudah cukup, aku tidak akan meminta hal lain”


“Ah, begitu”


“Bagaimana kalau ternyata Tuan Fatih adalah orang jahat? Masih mau menikahinya?”


Fatih menopang dagunya menatap Nura lekat-lekat, penasaran dengan jawaban gadis itu


Nura diam sejenak


“Tidak apa-apa, aku terbiasa berurusan dengan orang jahat” Sahutnya tenang, dulu di pabrik, pertikaian antar buruh tidak dapat terhindarkan, tidak jarang mereka akan demo, demi menaikkan sedikit upah dan harus bentrok dengan petugas keamanan, jadi Nura mau tak mau harus melindungi dirinya, dan belajar sedikit teknik beladiri


“Bagaimana kamu begitu yakin? Mungkin saja dia menyiksamu sampai mati ketika menikah”


Nura diam, lalu menatap Fatih dengan wajah datarnya, menyiksa? Apakah maksudnya Tuan Fatih akan memukulinya seperti bibinya? Atau akan memakinya seperti Nala dan Nyonya Ajeng?


Tidak apa-apa ia sudah terbiasa


“Dia tidak akan melakukan hal itu”


“Kenapa tidak? Saudaramu mempermalukannya di pesta pertunangannya pekan lalu, apa kamu pikir dia akan baik kepadamu?”

__ADS_1


“Dia tidak akan”


Nura menjawab tegas, dia tidak boleh kehilangan kesempatan untuk menjauh dari keluarga Daniar


“Kenapa kau begitu yakin?” Fatih menggodanya,


“Karena dia tua” Sahut Nura cepat, maksudnya adalah orang tua dalam pemikiran dewasa, Malik yang masih berdiri di depan gazebo terbatuk, Fatih meliriknya tidak suka, memberikan kode agar asistennya menjauh, Malik buru-buru menjauh dari Fatih dan Nura


Fatih tidak marah mendengar hal tersebut, ia justru tersenyum


“Berjanji tidak akan kabur pada pernikahan ini?”


Fatih mengarahkan jari kelingkingnya kepada Nura, gadis itu tidak mengerti mengapa ia harus berjanji, orang ini bukan Tuan Fatih, seharusnya yang mengajukan janji itu adalah orang yang ada di dalam restoran tadi, bukan keponakannya


Tapi ia memang ingin menikahi Tuan Fatih, jadi membalas tautan kelingking itu


“Aku janji”


Nura melihat Fatih tersenyum puas, lalu laki-laki itu mengambil ponselnya dan mengetik pesan di sana, dan menatap Nura lagi


“Apa kau sangat ingin menikah dengan Tuan Fatih?” Tanyanya seolah memastikan


“Ya”


“Kalau ternyata dia bukan Tuan Fatih bagaimana?” Nura mengikuti jari telunjuk Fatih yang mengarah ke dalam restoran


“Itu tidak mungkin”


Fatih mendekatkan wajahnya pada Nura, ia dapat mencium aroma tubuh gadis itu, baunya seperti vanila dan citrus, menenangkan


Dalam hitungan menit, gadis ini telah memerangkapnya dalam kepolosannya, walaupun wajahnya tidak banyak menunjukkan ekspresi


Tidak apa, dia suka


Nura mendorong wajahnya menjauh


“Tidak boleh, aku akan menjadi bibimu!”


Fatih tidak tahu harus tertawa atau menangis, Nura masih menganggapnya Alfandinata, keponakan Fatih


Gadis ini sangat menarik, bahkan ia sangat setia untuk orang yang belum pernah dikenalnya


“Benar, kamu harus setia dengan Tuan Fatih”


Nura menganggukkan kepalanya, setuju. Fatih disampingnya terus tersenyum-senyum, ia tidak mengalihkan pandangannya, ia menatap lurus pada senyum Fatih


Aku suka melihatnya tersenyum


*


Di dalam ruangan, Tuan Prabu dan Paman Zoe tengah bersitegang, makanan di depan mereka bahkan belum di sentuh sedikit pun

__ADS_1


“Apa kau sadar dengan apa yang telah keluargamu lakukan?”


Paman Zoe masih berperan sebagai Tuan Fatih di hadapan Tuan Prabu, pria itu menatap tajam, terlihat jelas di wajahnya penuh kekesalan


“Saya benar-benar minta maaf atas perbuatan putri saya” Ucap Tuan Prabu sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam


“Keluargamu, mempermalukanku di depan umum”


Tuan Prabu menunduk dalam-dalam, perbuatan Nala sangat fatal, ia tidak hanya mempermalukan Tuan Fatih tetapi juga nama baik keluarga Daniar, ia kehilangan muka sebagai kepala keluarga, namun ia mencoba memperbaiki ini sedikit demi sedikit sambil menebalkan rasa tidak tahu malunya


“Saya tahu. Saya benar-benar ingin menebusnya!”


“Kamu pikir aku akan percaya?”


Paman Zoe mencoba mengintimidasi, Tuan Prabu wajahnya sudah pias


“Izinkan saya menebusnya! Saya berjanji tidak akan mengecewakan anda!”


Orang ini benar-benar picik!


Paman Zoe mengambil beberapa sendok gula dan memasukkannya dalam teh, mencoba menenangkan dirinya sendiri, bagaimanapun juga ia bukan Fatih yang sebenarnya, berhadapan dengan orang serakah ini menguras tenaganya


Ia dan Fatih sudah berdebat sepanjang siang untuk membuat rencana menolak pernikahan ini


Jadi ia harus menolaknya bagaimanapun juga


“Aku memaafkanmu karena kita masih memiliki Kerja sama bisnis yang penting”


“Terima kasih atas kemurahan hati Tuan!”


Tuan Prabu bersemangat, matanya penuh binar harapan


“Soal perjodohan dengan putri keduamu..”


Tuan Prabu menunggu


sambil menahan napas


Suara ponsel Paman Zoe menghentikan ucapannya, Paman Zoe dengan cepat membuka pesan yang masuk yang ternyata berasal dari Fatih


Aku ingin menikahinya!


Hanya pesan singkat yang terdiri dari tiga kata, tapi cukup membuat wajah paman Zoe muram


Anak ini mau bermain-main lagi!


Paman Zoe menutup ponselnya, menarik napas panjang, mau tidak mau ia harus menuruti kemauan Fatih, ia yakin setelah ini mereka pasti akan berdebat


Tuan Prabu duduk dengan tegang


“Saya akan mempertimbangkannya” Ujarnya tegas, Tuan Prabu hampir menangis, ia tersenyum lebar-lebar

__ADS_1


Usahanya tidak sia-sia!


__ADS_2