CINTA DI PELUKAN SENJA

CINTA DI PELUKAN SENJA
6


__ADS_3

Nura tengah membantu Yiyi memanen sayuran organik di rumah kaca milik keluarga Daniar, saat ini ia sedang memanen selada yang tumbuh secara hidroponik di pipa-pipa panjang, selain selada, ada sawi, kangkung dan bayam, sedangkan Yiyi tengah memanen tomat dan terong di polibag tak jauh darinya


“Aku tidak tahu mereka suka sayur” Nura buka suara, sambil memasukkan selada ke dalam wadah plastik


“Nyonya sangat menjaga pola makannya, harus ada sayur segar setiap hari di meja makan” Yiyi menjelaskan, membawa sayur itu ke keran air untuk dicuci


Sebagai seorang wanita dalam keluarga terpandang, menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah adalah hal yang penting


“Nyonya tidak suka jika kami berbelanja sayur di pasar, takut kena kanker karena pestisida”


Aku dan ibuku hanya makan apa yang ada


Nura menatap sayuran itu dengan sedih, dia tidak pernah memberi makan ibunya dengan layak, mereka hanya makan apa yang ada, jika ada beras dan garam mereka makan itu, jika hanya ada beras mereka akan makan itu saja, selebihnya mereka tidak makan


Yiyi mengajaknya ke dapur setelah semua sayur dicuci dengan bersih, suasana dapur keluarga Daniar sangat sibuk di pagi hari, beberapa pelayan tengah sibuk memasak makanan di depan kompor, ada yang menggoreng ikan, menumis sayur dan mengaduk kaldu di panci


Yiyi membawanya duduk di bangku panjang, di atas meja terdapat banyak buah, dari buah naga, apel, pisang, pir, kiwi, mangga hingga jeruk, mengambil pisau dan nampan ia mengikuti pekerjaan Yiyi, ia membuat salad sayur dan Yiyi membuat salad buah


Mereka melakukannya dengan cepat, Nura meniru apa yang dilakukan Yiyi ketika gadis itu memarut keju di atas buah, Nura punya ide lain


Diam-diam tanpa sepengetahuan Yiyi dan pelayan lainnya, ia memasukkan bubuk cabai dalam jumlah banyak ke dalam salad sayur, dengan wajah datar itu tak ada satu pun yang mencurigainya


Beberapa pelayan awalnya bertanya-tanya siapa yang dibawa oleh Yiyi tetapi ketika melihat dari pakaian yang dikenakan Nura, baju kaos lusuh dan jeans hitam pudar, mereka paham siapa Nura, anak haram yang baru datang beberapa hari lalu, jadi mereka memilih diam tak ambil pusing dengan keberadaan Nura di dapur mereka


“Celaka!”


Seorang pelayan bertubuh tambun datang dengan langkah terburu-buru, ia datang dari ruang makan sambil menenteng nampan dan kain serbet


“Nona muda minta dibuatkan sup tomat! ”


“Oh tidak” para pelayan satu persatu mulai gelisah, termasuk Yiyi di samping Nura, membuat gadis itu bertanya-tanya


“Bagaimana ini? Siapa yang mau membuatnya?”

__ADS_1


“Aku tidak mau!”


“Aku sedang menggoreng ikan!”


“Ada apa?” Tanya Nura singkat, Yiyi menatap Nura dengan cemas


“Nona muda sangat pemilih makanan, sup tomat itu biasanya hanya dibuat oleh kepala pelayan, tapi kepala pelayan sedang cuti melahirkan beberapa hari yang lalu” ungkapnya


“jika rasanya tidak sama dengan buatan kepala pelayan dia akan marah dan menghukum kami”


Nura diam berpikir, seingatnya ia pernah membuatnya sekali, waktu itu ia menanam tomat di halaman rumahnya dan berbuah banyak, matanya melirik botol bubuk cabai dan lada yang digunakannya pada salad sayur tadi


“Sepertinya aku bisa membuatnya“ kata Nura membuat semua pelayan diam menatapnya heran


“Jangan! Nona muda akan marah dan menghukummu” larang Yiyi dengan cemas, pelayan itu tidak ingin Nura terlibat banyak masalah dengan Nala lagi, cukup melihatnya tinggal di gudang saja, ia sudah merasa menderita


“Tenang saja, aku ahli membuatnya, dan jika Nala bertanya siapa yang membuatnya katakan saja aku” Kata Nura percaya diri, para pelayan saling pandang dan mengangguk mempersilahkan Nura mulai memasak, tidak punya pilihan dan tidak ingin mengambil risiko atas kemarahan Nala, mereka kembali sibuk ke kegiatan masing-masing


Nura memotong tomat dibantu Yiyi dan mulai meracik bumbu, ketika Yiyi pergi mengantar makanan ke ruang makan ia dengan cepat memasukkan satu botol cabai dan lada ke dalam sup kemudian mengaduknya seolah-olah tidak terjadi apa-apa


Nura yakin Nala akan menyemburkan sup tomat itu dari mulutnya secara langsung


Ia masuk ke dalam gudang dan menunggu. Menunggu kedatangan Nala ke tempat ini


*


“Nona muda, ini sup tomat yang anda minta”


Para pelayan sibuk menata makanan di atas meja, Nala datang dengan pakaian olahraga lengkap, Nyonya Ajeng duduk dengan anggun memakai gaun tidurnya, sedangkan Tuan Prabu telah siap dengan setelah jas kantornya


Nala menyendok sup itu dengan satu sendokkan besar, ia sangat menyukai sup tomat ketika sampai di tenggorokannya, ia memuntahkannya ke meja, membuat kedua orang tuanya jijik


“Pedas!” Ia berseru meminum susu rakus, Nyonya Ajeng yang tengah memakan salad buah tersedak, rasa pedas bubuk cabai dan lada memenuhi hidung dan mulutnya, matanya berair dan hidungnya meleleh

__ADS_1


“Apa-apaan ini, Uhuk..!”


Melihat keadaan istri dan anaknya, Tuan Prabu murka, membentak meja, seseorang yang lancang telah mengacaukan pagi keluarganya


“Siapa yang bertanggung jawab membuat salad dan sup tomat ini!?” Teriakannya menggelegar, membuat pelayan buru-buru datang ke hadapan Tuan Prabu


Para pelayan berkumpul di hadapan Tuan Prabu menunduk kaku, Yiyi menunduk dalam-dalam dalam hati ia cemas, ini adalah perlakuan Nura! Mereka pantas mendapatkannya, tetapi apa yang akan mereka lakukan pada Nura?


“JAWAB!” Tuan Prabu berteriak, pelayan saling pandang, kasak-kusuk, Nyonya Ajeng minum begitu banyak air sampai wajahnya merah sempurna, Nala masih terbatuk-batuk mengambil tisu mengelap air mata dan ingus yang keluar


“SIAPA!? KALAU MASIH TIDAK MENJAWAB KALIAN SEMUA DIPECAT!!”


Pelayan bertubuh tambun itu gemetar hebat, ia dengan cepat bersimpuh di bawah kaki Tuan Prabu


“Maafkan kami tuan, Sup dan salad itu dibuat oleh Nona kedua!” ujarnya dengan tersedu-sedu, ketakutan, Tuan Prabu gemeretak menahan marah, Nyonya Ajeng dan Nala mengepalkan tangan


“ANAK HARAM KURANG AJAR!”


“BERANI-BERANINYA DIA!!”


“Biar aku yang memberinya pelajaran!”


Nala bangkit berdiri, melangkah penuh amarah menuju gudang, Yiyi segera mengikuti di belakang, para pelayan segera membereskan kekacauan di meja makan


“GADIS UDIK KELUAR KAU!” Teriaknya ketika sampai di gudang, Yiyi dengan sigap membukakan pintu, di dalam Nura tengah menunggunya


“KURANG AJAR,KAMU INI ANAK HARAM BERANI-BERANINYA!”


Nala hendak masuk tapi melihat ekspresi Nura yang menatapnya datar membuat hatinya bergetar takut


Wanita itu mengumpati Nura dengan kata-kata kasar, sedangkan Nura duduk dengan tenang, seolah sengaja membuat Nala menghabiskan energinya marah-marah di depan pintu


Merasa amarahnya sia-sia, tak mendapat jawaban dari Nura, gadis itu hanya menatapnya datar, Ia mundur keluar, Yiyi di belakangnya terheran-heran

__ADS_1


“Kunci ruangan ini, jangan biarkan dia keluar dan jangan beri makan!”


Yiyi mengangguk kaku, menatap Nura sekilas, lalu mengunci gudang itu, Nala merebut kunci dengan paksa dari tangan Yiyi, lalu pergi dengan kaki dientakkan ke tanah


__ADS_2