Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (10)


__ADS_3

~Guru Baru~


Suara kicauan burung mulai terdengar diberbagai sisi. Mataharipun ta mau kalah dengan menunjukkan keagungannya memancarkan sinar terindahnya. Satu persatu penduduk bumi mulai melakukan aktifitasnya. Ta terkecuali Syakira dan sahabat sahabatnya.


"Eh, buruan ayok.... Keburu telat Coy!!!"


Ujar Vera yang bersemangat.


"Iya ya sabar napa.... Ntar aku nyungsep kalau kamu tarik tarik gini...."


Kesal Melly yang sedari tadi ditarik tarik gak jelas.


"Ya udah ayo buruan.... Kalau jalan!!, tuh si Syakira sama Dinda udah mau sampai"


Titah Vera yang sebel melihat Melly berjalan seperti siput.


Sedangkan Syakira sama Dinda menikmati perjalanan menuju kelasnya dengan santainya. Sambil bercerita, Syakira sampai ta menyadari kalau sudah sampai didalam ruangan kelasnya.


"Din..... Ntar kan ada guru hadits baru tu, kira kira siapa ya.... Gurunya🤔🤔"


Sambil berfikir Syakira, dia mulai mengumpulkan beberapa daftar guru yang mungkin menggantikan ustadzah Munqani'ah.


"Mana aku tau Ra..."


Jawab Dinda sekenanya.


"Menurutmu siapa???"


Syakira menunjuk Vera Dan Melly yang baru datang.


"Siapa apanya...???"


Heran Vera dan Melly yang ta paham maksud pertanyaan Syakira.


"Owh iya... Aku lupa kamu tadikan belom nyampe...."


Dengan menyengir kuda Syakira senyum gak jelas.


"Kira kira, menurut kalian siapa pengganti ustadzah Munqani'ah....?"


Dengan melirik satu persatu sahabat sahabatnya.


"Kalau menurutku si... Ustadz Syam... Kan jelas beliau pernah ngajar kita dulu waktu kelas 11..."


Vera mengajukan pendapatnya.

__ADS_1


"Menurutku adalah Gus Lubiz... Pasti enak kalau beliau yang ngajar, secara udah ganteng idaman, subhanaAllah calon imam dambaan makmum"


Melly berhayal dengan senyum senyum gak jelas.


Tanpa perasaan ke 3 sahabatnya menoyor lengan Melly agar dia disadar dari kehaluannya kala pagi itu. Pertanyaan siapa guru penggantipun belum mendapat jawaban dan masih banyak perkiraan nama nama yang mungkin menjadi guru pengganti.


Hingga ta terasa jam pelajaran pertamapun berdering sangat nyaring. Semua siswa siswi mulai duduk di bangku masing masing sambil menunggu ustadz atau ustadzah yang mengajar. Ketika Syakira sedang sibuk mempersiap buku diatas meja tiba tiba terdengar langkah kaki memasuki ruangan kelasnya.


"Kalau emang tuh guru mau kesini pasti langsung salam"


Pikir Syakira tanpa menoleh sedikitpun.


"Assalamu'alaikum wr.wb....."


Salam guru baru yang baru masuk, lebih tepatnya ustadz.


"Wa'alaikumussalam wr.wb..."


Jawab serempak semua siswa siswi kelas 12.


Ruangan kelas mulai ramai karna suara bisik bisik siswa sisiwi, ta terhusus Melly yang sangat exited.


"Ra, tuh liat!! Pendapat aku benerkan...."


"SubhanaAllah... Emang bener ganteng si... Adem banget ngeliatnya"


Syakira hanya membatin dengan tidak mengedipkan matanya.


"Langsung saja, saya disini guru baru yang diutus menggantikan ustadzah Munqani'ah untuk mengajar mapel hadits... Sebelum pelajaran dimulai apa ada pertanyaan???"


Gus Lubiz menejelaskan maksud kedatangannya dikelas tersebut. Satu persatu siswa siswi mulai mengajukan dengan berbagai pertanyaan.


"Gus... Perkenalan dulu dong..."


"MasyaAllah ganteng banget..."


"Resep biar jadi idaman perempuan dong Gus..."


Dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang diajukan dari yang bernalar sampai diluar nalar.


"Baik, saya akan memperkenalkan diri saya.


Nama saya Ahmad Lubiz Sholeh, usia 25 tahun. Apa sudah cukup?? Atau masih ada yang ingin ditanyakan..."


Pungkas Gus Lubiz

__ADS_1


Tiba tiba salah satu siswi mengajukan pertanyaan


"Status masih lajang apa udah punya Gus???"


Seketika siswi itu mendapat sorakan dari teman temannya. Gus Lubiz menanggapi itu dengan senyuman.


"Baiklah saya akan menjawabnya, status saya saat ini masih lajang atau jomblo dalam bahasa kalian."


Seketika kelas langsung ramai mendengar pernyataan Gus Lubiz.


"Sudah sudah jangan ramai, saya mohon untuk kerjasamanya, untuk panggilan panggil saya ustadz saja, terimaksih"


Pinta Gus Lubiz.


Dengan serempak semua menjawab


"Baik ustadz..."


Gus Lubizpun memulai mapel pagi hari itu, namun ta sengaja dia melihat sosok yang ta asing baginya.


"Perempuan itu... "


Batin Gus Lubiz, karna kaget, tiba tiba dia mempunyai rencana terselubung.


"Untuk kamu, tolong maju kedepan!"


Titah Gus Lubiz begitu saja. Yang ditunjukpun bingung.


"Saya ustadz..."


Karna kaget Gus Lubiz menunjuknya, dengan celingukan untuk memastikan siapa tau bukan dia yang dimaksud.


"Iya kamu, dan perkenalkan diri kamu biar saya tau nama kamu"


Perintah Gus Lubiz begitu saja. Sisiwi itupun maju kedepan dan memperkenalkan namanya.


"Perkenalkan nama saya Syakira Falicha biasa dipanggil Syakira atau Ira"


Pungkas Syakira begitu saja. Sedangkan Gus Lubiz bahagia seperti mendapat jackpot undian berhadiah. Gus Lubiz segera menyadarkan dirinya dari lamunannya.


"Untuk kamu Syakira, tolong tuliskan hadits ini dipapan tulis, kalau udah selesai kamu langsung duduk"


Gus Lubiz memberikan buku hadits kepada Syakira, dengan patuh Syakira mengambilnya dan menulis satu persatu bait hadits yang ada.


Kegiatan belajar mengajar itupun berlangsung dengan khidmat. Satu persatu hadits yang ditulis oleh Syakira mulai diterangkan, arti dan penjabarannya dalam segi bahasa dan sebagainya. Semua yang berada didalam kelaspun mendengarkan dan mencatat jika ada yang penting.

__ADS_1


__ADS_2