Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (24)


__ADS_3

~Keputusan Syakira 2~


Setelah menerima amplop dari Daffiq, Syakira segera membuka dan melihat isinya. Yang ada didalam amplop itu adalah sebuah kertas. Lantas Syakira membuka isi kertas itu dan mulai membacanya.


*Assalamu'alaikum....


Untuk putri Ibu... Yang cantik jelita, dan baik hati...


Mungkin, saat kamu menerima surat ini...


Ibu sudah tidak ada disampingmu dan disamping Rangga...


Maafkan ibu jika selama ini ibu belum bisa menjadi ibu yang baik untukmu dan Rangga...


(Syakira menyeka air matanya yang sudah lolos begitu saja)


Syakira... Kamu jangan nangis ya... Baca surat ibu ini... Kamu harus kuat dan ikhlas... Ingat!! Kamu harus jadi penyemangatnya Rangga.


("Ibu... Bahkan aku sudah menangis sedari tadi..." ujar Syakira dengan menyeka air matanya, sedangkan Daffiq hanya diam memperhatikan Syakira yang tiba tiba berbicara sendiri)


Syakira...


Kamu janji ya... Kamu harus buat ibu bangga, kamu harus selesai sekolahmu...


Jangan karna kepergian ibu, kamu mengorbankan pendidikanmu... Kamu harus bisa menyelesaikan sekolahmu yang tinggal menghitung hari ya... Kamu harus janji dulu... Agar ibu tenang...


("Iya ibu ... Ira janji... Ira akan menyelesaikan sekolah Ira..."


Syakira kembali berucap)


Ibu tau... Kamu pasti akan menepati janjimu...


Dan kamu jangan kuatir soal kamu dan Rangga...


Karna Ibu sudah menitipkan kalian pada Tuan Daffiq... Jadi kamu jangan kuatir ya....


(Lantas Syakira menatap Daffiq, Daffiq hanya menanggapi dengan senyum tipis dibibirnya)


Syakira... Sebenarnya ada hal yang lebih penting yang ingin ibu sampaikan... Tapi, ibu mohon kamu jangan shock mendengar pernyataan ibu...


(Syakira kembali memfokuskan membaca surat itu...)


Syakira tau kan... Bahwa Syakira ibu adopsi dipanti asuhan... Maaf jika ibu menyinggung perasaan Syakira, walaupun kamu bukan putri kandung ibu... Tapi kamu akan selamanya menjadi putri ibu... Ingat!! Ibu tidak pernah melupakan putri ibu yang baik hati ini... Syakira Falicha...


(Syakira semakin terisak membaca surat itu, dia sadar jika dia bukan anak Ibu Endah, namun ibu Endah tetap memperlakukannya layaknya putri kandungnya)


Ibu tau... Bahwa kamu sangat ingin bertemu dengan orang tua kandungmukan....


Tapi sedangkan kamu terkendala dengan ingatanmu yang hilang...

__ADS_1


Tapi Syakira tenang ya nak... Sebentar lagi Syakira akan berkumpul bersama orangtua kandung Syakira...


Tuan Daffiq akan membantumu menemukan orangtuamu... Ibu sudah mohon bantuannya... Kamu tenang saja nak... Karna tuan Daffiq berkenan mencari keberadaan orangtua kandungmu... Bahkan dia berjanji akan menemukannya juga berjanji menjagamu dan Rangga...


Kamu jangan merasa bersalah ataupun yang lainnya...


Ingat!!


Kamu harus menjadi orang sukses kamu harus bisa membanggakan ibu... meski ibu tidak ada disamping Syakira, Syakira juga harus menjadi pribadi yang baik hati seperti biasanya ya... Dan harus selalu murah senyum...


Syakira... Ibu titip Rangga, rawat Rangga sayangi Rangga dan cintai Rangga ya... Walaupun dia bukan adikmu... Ibu mohon sangat...


Cuma kamu yang bisa ibu percayai untuk menjaga dan mendidik Rangga...


("Ira janji bu... Ira akan menjaga dan mendidik Rangga seperti adik Ira sendiri...")


Syakira...kamu jangan merasa bersalah atas penyakit ibu ya...


Memang ibu sengaja menyembunyikan itu semua darimu... Jadi ibu mohon kamu jangan merasa bersalah karna tidak dapat menjadi anak yang berbakti kepada ibu... Ibu tau kamu pasti akan merasa bersalah... Jadi ibu mohon kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri ya nak....


Syakira... Kamu jangan lupa untuk membahagiakan dirimu sendiri...


Semangat meraih masa depanmu...


Dan ibu mohon kamu harus nurut dengan ucapan tuan Daffiq... Ya... Hormati beliau...


Salamkan Rangga .... Ibu sangat menyayangi putra yang paling gantengnya ibu... Katakan pada Rangga jangan bersedih... Rangga harus menjadi laki laki yang kuat dan harus bisa melindungi orang yang disayanginya...


Sudah ya surat ibu ... Sampai disini... Ibu sangat sayang Syakira dan Rangga....


Wassalamu'alaikum....*


Setelah membaca surat dari Ibu Endah, Syakira masih terisak. Daffiq yang berada disitu mengambil sapu tangan yang ada didalam kantong jasnya, Daffiqpun mendekat dan memberikan sapu tangan itu.


"Pakailah..."


Daffiq menyodorkan sapu tangan itu didepan Syakira. Syakira segera meraihnya dan mengelap air matanya.


"Terimaksih tuan..."


Jawab Syakira. Untuk memecah keheningan Daffiq mencoba bertanya kepad Syakira.


"Maaf, jika aku lancang... Aku ingin mengajakmu dan Rangga tinggal ditempatku..."


Pinta Daffiq.


"Maaf... Tuan... Apakah saya dan adik saya harus tinggal dirumah anda??"


Tanya Syakira yang merasa tidak enak, karna selama yang dia ketahui Daffiq banyak membantu keluarga sejak Daffiq bertemu dengan adiknya dan menolong ibunya dan memberikan pengobatan terbaik untuk ibunya juga memperlakukan adiknya dengan baik. Bahkan selama tujuh hari kemarin semua acara tahlil dan doa yang mengurus Daffiq.

__ADS_1


"Iya... Kamu harus tinggal bersamaku... Karna ibumu menitipkanmu padaku"Jawab Daffiq.


"Tapi, tuan... Kami merasa terlalu banyak merepotkan anda tuan...."Jujur Syakira.


"Aku tidak merasa direpotkan... Bahkan aku senang dapat membantumu dan adikmu... Setidaknya kamu ingat bahwa aku disinidititipi oleh ibumu untuk menjagamu dan adikmu... Jadi biarkan aku memberikan kehidupan yang layak..."


Ujar Daffiq yang memang benar adanya.


"Tapi tuan..."


Syakira belum selesai bicara Daffiq sudah menyela terlebih dahulu.


"Aku tidak menerima penolakan! kemasi barangmu dan mari berangkat!!"


Jawab Daffiq tegas. Syakira hanya mengangguk berdiri membereskan barang barangnya juga barang barang Rangga. Percuma saja dia ingin membantah, karna Daffiq sudah menegaskan, dan tidak mau terbantahkan. Akhirnya Syakira dan Rangga pindah kedalam kediaman Daffiq. Mereka menempuh perjalanan kurang lebih hampir 40 menit lamanya, sekarang mereka memasuki kawasan perumahan elit. Syakira dan adiknya sangat kagum melihat rumah yang berjejer dengan begitu megahnya.


"Ini semua rumah yang ada disini seperti istana saja..."


Batin Syakira.


Dan sekarang mobil melajuke dalam sebuah rumah, dan lebih herannya rumah ini lebih besar dari rumah rumah yang sudah dilewati Syakira. Batin Syakira semakin heran melihat itu semua. Mobil telah memasuki halaman depan rumah itu.


"Ayo kita turun..."


Ajak Daffiq. Namun, Syakira dan adiknya masih terbengong melihat semua yang ada. Sampai akhirnya Syakira dikagetkan dengan suara pintu mobil yang sudah dibuka.


"Nona mari masuk..."


Asisten Hans menyadarkan Syakira, dengan segera Syakira dan Rangga turun bersama dari dalam mobil. Syakira tambah kaget karna kedatangannya disambut oleh banyak orang, lebih tepatnya para maid dan pekerja yang ada disana. Syakira mulai berjalan mengikuti Daffiq, semua orang memberikan salam hormat dengan menundukkan kepalanya.


"Aira... Selamat datang di mansion Al-Aydrus... Kakek sangat bahagia kamu dapat berkumpul kembali bersama kita..."


Ujar Tuan Zakky yang diperkirakan Syakira berusia 80 tahunan, dengan merentangkan tangan untuk memeluk Syakira.


"Terimakasih, tuan atas sambutannya. Tapi maaf saya tidak bisa membalas pelukan anda...."


Jawab Syakira dengan hati hati takut menyinggung perasaan orang tersebut.


"No problem... Kakek mengerti, tapi! Kamu jangan memanggil kakek dengan tuan... Karna kakek bukan majikanmu... Paham??!"


Titah Tuan Zakky.


"Iya.. Tu... Ehm maaf ... Iya kakek..."


Jawab Syakira yang sedikit kikuk. Akhirnya mereka semua berjalan kedalam rumah, Syakira dan Rangga semakin heran dengan kondisi dalam rumah itu. Tas lusuh yang sudah dibawa Syakira dan Rangga sudah diambil alih oleh maid yang ada disitu.


"Aira... Anggap saja ini rumahmu sendiri... Dan untuk kamu juga anak kecil, kalian jangan sungkan dirumah ini... Kalau ada perlu apa apa kalian tinggal panggil Kepala pelayan Pak Andan, jangan sungkan ya..."


Tuan Zakky mencoba mencairkan keadaan agar tidak terlalu teagang, karna Syakira terlihat masih bingung. Akhirnya Syakira dan adiknya menetap di mansion Al-Aydrus.

__ADS_1


__ADS_2