
~Sepenggal Kisah 2~
Akhirnya Daffiq menuruti keinginan Syakira untuk tetap tinggal disitu. Meski dia sedikit kuatir dengan keadaan Syakira yang mengatakan sedikit pusing.
"Sudahlah kak... Kakak tenang saja, aku aman kok... Tidak kenapa napa kok... Hehehehee maaf bikin kuatir"
Syakira memohon maaf pada Daffiq.
"Iya... Tapi kalau kamu merasa kurang enak, tanpa penolakan kita harus pulang...!"
Jawab Daffiq.
"Hehehe siap kak..."
Akhirnya mereka kembali menikmati suasana danau itu, udara yang masih segar ditambah indahnya bunga bunga yang ada membuat semakin nyaman untuk berlama lama tinggal di danau itu.
"Ehm... Kak, aku mau tanya boleh gak??"
Syakira kembali ingin bertanya.
"Tanyalah"
Daffiq hanya menjawab singkat.
"Kenapa kakak memintaku memanggil kak Affiq bukan kak Daffiq saja..."
Syakira kembali bertanya.
"Karna Aira suka memanggilku Affiq, katanya biar sama seperti dirinya menggunakan awalan huruf A saat memanggil..."
Daffiq berkata jujur apa adanya.
"Owh... Berarti kakak ingin Syakira biar seperti Aira??? Seperti itukah..."
Tanya Syakira kembali.
"Ehm... Tidak seperti itu juga"
Daffiq hanya menanggapi biasa saja.
"Ok lah gak pa pa... Semoga aku bisa mengobati luka kakak...
Tapi, Aira waktu kecelakaan kan bersama kakak waktu lompat...? Kok sekarang gak ada disini??"
Heran Syakira.
"Soal itu... Setelah aku dan Aira melompat dari dalam mobil... Aku dan dia jatuh terpental jauh sedangkan mobil yang dikendarai orangtua ku dan orangtua Aira jatuh terguling guling masuk kedalam jurang yang paling dalam....
Dan setelah itu aku akan menolong Aira yang jatuh terpental sedikit jauh dariku... Namun, sebelum aku sampai didekatnya aku sudah tidak dapat menahan rasa sakit disekujur tubuhku dengan banyaknya darah yang mengucur dari kepala dan perutku... Aku tidak sadarkan diri...
Namun, sebelum aku tidak sadarkan diri... Aku masih melihat dia mencoba berkata baik baik saja...
Setelah itu aku dirawat di rumah sakit dan koma 3 hari...
Dan saat sadar aku menanyakan keadaan Aira... Kakek mengatakan Aira sudah meninggal karna tidak ditemukannya Aira...
Tapi aku bersikeras bahwa Aira masih hidup..."
Jelas Daffiq.
"Jadi, sekarang Aira hilang begitu kah??"
Syakira sangat terkejut mendengar ucapan Daffiq.
"Iya... Dia menghilang... Karna diculik... Bahkan kecelakaan yang terjadi itu adalah karna adanya kesengajaan..."
Ujar Daffiq.
"Hah... Berarti kecelakaan itu disengaja... Jahat sekali orang yang melakukan itu .... Gak punya hati sekali"
__ADS_1
Syakira ikut geram mendengar penuturan Daffiq.
"Iya... Dia manusia yang ta biadap... Makanya saat ini aku sedang menguak kebenaran kecelakaan itu... Dengan menjaga orang orang yang ada disekitarku... Termasuk kamu"
Daffiq mengarahkan jarinya ke Syakira.
"Hah... Kok aku juga... Kan aku gak kenal sama orang itu..."
Syakira ikut heran.
"Ya karena sekarang kamu hidup bersamaku..."
Jawab Daffiq simple.
"Wah... Berarti aku juga harus waspada dong...."
Jawab Syakira.
"Iya kamu harus waspada.... (Daffiq tersenyum dan menatap wajah ayu Syakira)
Bagaimana dengan sekolahmu... Apa kamu akan tetap kembali kepesantren atau kamu ingin pindah???"
Tanya Daffiq.
"Sebenarnya Ira masih ingin kembali ke pesantren kak... Kan sayang... Sekolah juga tinggal 1 bulan doang udah lulus..."
Jawab Syakira yang memang ingin kembali kepesantren dan ingin menikmati waktu terakhir bersama sahabat sahabatnya.
"Setelah lulus sekolah kamu ingin kuliah dimana?"
Tanya Daffiq kembali.
"Kalau itu... Dimana aja gak apa apa... Yang penting bisa jagain Rangga... Kasian dia masih kecil..."
Syakira mengatakan apa yang memang sudah lama difikirkan.
"Ok! Besok lusa kamu balik kepesantren, soal kuliah nanti aku carikan yang dekat dengan rumah dan kamu juga bisa tetap mantau keadaan Rangga"
"Beneran kak...!
Makasih banget ya... Pokoknya makasih Syakira bingung mau omong apa, intinya makasih banget ya... Udah nolongin Syakira..."
Syakira berulang kali mengatupkan tangannya didada dan mengucapkan banyak terimaksih karna Daffiq lagi lagi menolongnya kembali.
"Iya... Sama sama..."
Daffiq hanya menjawab sekilas dan tersenyum kearah Syakira.
"Ehm... Kak Affiq... Kalau aku lihat lihat kakak kelihatan ganteng kalau senyum... "
Syakira berkata dengan malu malu.
"Memang aku ganteng kan..."
Daffiq menjawab dengan gaya songongnya.
"Iya si.... Cuman kelihatan lebih enak dipandang gitu kalau senyum... Terus banyak bicara ramah juga... Pasti kakak jadi dambaan para kaum hawa.... Hehehehhe"
Syakira menjawab dengan sedikit kekehan.
"Tanpa aku senyum dan ramah juga banyak kaum wanita yang berlomba ingin mendapatkanku..."
Daffiq menjawab dengan sombongnya.
"Ish... Sombong kali kakakku ini..."
Syakira mendelik melihat kesombongan Daffiq.
"Beneran... Aku tidak sombong... Bahkan ada juga yang rela menggodaku dengan tubuh tubuh mereka..."
__ADS_1
Daffiq menjawab lagi dengan kenyataan yang sering dia alami.
"Hah... Benarkah... Sampai segitunya... Jangan jangan kakak udah gak....."
Syakira tidak melanjutkan kata katanya karna sudah bergidik ngeri mengingat ucapan Daffiq.
"Hust... Gak usah berpikiran aneh aneh... Aku masih perjaka! Kalau gak percaya tanyalah Hans... Karna dia yang selama ini mengurus semua kebutuhanku... Dan juga dia mengetahui semua kegiatanku... "
Daffiq meyakinkan Syakira.
"Ok ok aku percaya...
Mana mungkin kakak yang rajin ibadah ngelakuin itu semua..."
Syakira menjawab ucapan Daffiq.
"Gitu kok ngerti...
Yakinlah... Aku tersenyum dan banyak bicara seperti ini hanya didepanmu saja..."
Daffiq meyakinkan ucapannya kepada Syakira.
"Benarkah....
Waw... Berarti aku orang tersepcial dihidup kakak dong.... Hehhehe"
Syakira antusias menanggapi ucapan Daffiq.
"Iya... Kamu orang tersepical dihidupku..."
Rasanya Daffiq ingin mengatakan yang sejujurnya bahwa Syakira adalah Aira yang dimaksud olehnya, namun dia menahannya sampai keadaan memungkinkan.
"Makasih ya kak... Aku gak nyangka bisa jadi orang yang disepecialkan dihidupmu..."
Syakira mengungkapkan rasa terimaksihnya.
"Huh... Begini ya ngasi kode tapi orangnya gak peka... Menunggu peka emang berat......."
Batin Daffiq bergejolak, dan dia hanya menanggapi ucapan Syakira dengan senyuman saja.
"Aira... Apakah kamu suka dengan keadaan kita yang seperti ini...?"
Daffiq bertanya.
"Maksud kakak bagaimana ....."
Syakira yang ta paham arah pembicaraan Daffiqpun mengerutkan keningnya.
"Ehm... Sudahlah tidak penting, aku hanya galfok saja... Jadi jangan ambil pusing..."
Daffiq mencoba mengalihkan pembicaraannya agar tidak berkepanjangan.
"Ya udah deh... Kak kita makan siang yuk... Udah hampir jam satu ni.... Laper... Hehehehe..."
Ajak Syakira yang sudah merasakan cacing cacingnya berkumandang.
"Ya udah ayo kita pergi dari sini... Sekalian kita makan siang diluar aja..."
Ajak Daffiq.
"Let's go...."
Syakira segera berdiri dan berjalan mendahului Daffiq. Daffiq pun tersenyum melihat tingkah Syakira yang selalu membuatnya bahagia.
"Sederhana sekali cara untuk membuatmu bahagia... Semoga kamu lekas membaik dan mengingat semuanya...."
Batin Daffiq dengan berjalan menuju mobilnya terparkir.
"Kak ayo... Cacingku sudah berteriak ni...."
__ADS_1
Syakira melambaikan tangannya dengan berteriak karna melihat Daffiq yang lumayan jauh jaraknya dengan dirinya. Sedangkan Daffiq yang mendengar Syakira berbicara seperti itu segera berlari.
Akhirnya siang itu mereka pergi dari danau itu dengan perasaan bahagia yang tidak dapat diungkapkan oleh kata kata. Syakira bahagia karna dia seperti mendapat tempat berlindungnya dan rasa nyaman bersama Daffiq, sedangkan Daffiq dia bahagia akhirnya dia dapat berkumpul lagi bersama sosok yang selalu dinanti kehadirannya, bahkan selalu dirindukannya setiap detiknya.