
~Mimpi Buruk~
Suara hewan malam mulai terdengar dengan jelas diluaran sana. Didalam ruangan kamar yang hanya diterangi oleh lampu tidur itupun terdengar sangat sunyi, hanya terdengar suara dengkuran saja. Namun ada yang berbeda dengan salah satu penghuni kamar tersebut dia terlihat sangat gelisah dengan tidurnya.
"Ma! Mama....!"
Setelah mengucapkan kata mama ia terbangun dengan nafas tersenggal senggal.
"Astaghfirullah... Aku mimpi apa ya Allah... Rasanya begitu nyata...."
Ratap nya.
Penghuni kamar yang sedang mengalami mimpi tersebut adalah Syakira. Dari sedari kecil dia selalu mengalami mimpi mimpi buruk itu. Tiba tiba Vera datang mendekati Syakira.
"Nih, minum dulu.... Kamu mimpi buruk lagi ya... Sampai sampai kamu teriak"
Tanya Vera sambil mengelus pundak Syakira.
Syakira menerima botol air mineral dari Vera dan ia hanya mengangguk membenarkan ucapan Vera.
"Terimakasih Ver..."
Setelah Syakira meminum air tersebut.
Vera hanya menjawab dengan anggukan dan senyum.
"Ver... Kenapa aku selalu mimpi buruk yang gak jelas ya..."
Tutur Syakira dengan jelasnya.
"Mungkin kamu kelelahan jadi mimpi kamu nglantur mungkin.... Udah daripada kamu mikir mimpi itu mending lanjut tidur lagi... Masih jam satu pagi..."
Jawab Vera.
Syakira hanya mengangguk dan kembali melanjutkan tidur dengan perasaan yang tidak tenang.
__ADS_1
Karna Syakira tidak dapat tidur lagi, akhirnya ia bangun dan memutuskan untuk shalat tahajud. Syakira langsung mengambil air wudhu dan segera menunaikan shalat tahajud. Setelah selesai shalat, dia berdo'a...
"Ya Allah ya rahman ya rahim... Engkau maha yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba... Tolong berikan hamba petunjuk atas keadaan yang saat ini hamba alami.... "
Begitulah beberapa bait do'a Syakira. Selesai berdo'a melanjutkan dengan dzikir agar hatinya tenang. Dan sampai akhirnya dia tertidur diatas sajdah dan masih menggunakan mukenah.
Tepat ketika adzan subuh berkumandang ia terbangun. Lantas Syakira langsung mandi dan mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat subuh. Alhamdulillah Syakira masih dapat ikut jama'ah walaupun tidak dapat dishaf yang paling depan.
Berbeda dengan Syakira yang saat ini sedang melakukan rutinitas seperti biasanya dikala pagi hari. Tapi tidak dengan Gus Lubiz dia sedang muthala'ah diruang tengah bersama Abah Sholeh. Terlihat sangat bahagia sekali, dan disaat itu juga datang Umi Fatimah dengan membawakan sepiring pisang goreng dan teh hangat. Sangat cocok dengan hawa pada pagi hari tersebut.
"Aduh.... Ademnya Umi ngeliat abah sama anak mau akur..."
Kelakar Umi Fatimah untuk mencairkan suasana.
"Umi bisa aja.... Biasanya kan juga seperti ini"
Jawab Abah Sholeh.
"Iya ya... Monggo di dhahar dulu bah....kamu juga anak gantengnya Umi..."
Umi Fatimah mempersilahkan Abah Sholeh dan Gus Lubiz makan pisang goreng tersebut.
Tanya Abah Sholeh dengan hati hati.
"Rencanya Lubiz mau bantu abah nglola pesantren sama yayasan pendidikan kita..."
Jawab Gus Lubiz .
"Alhamdulillah kalau kamu mau meneruskan perjuangan Abah...."
Syukur Abah dan Umi Fatimah dengan memeluk Gus Lubiz.
Dalam hati Gus Lubiz berfikir "Udah saatnya aku terjun kemasyarakat dengan bekal ilmu yang selama ini kupelajari..."
Obrolanpun berakahir karna Gus Lubiz pamit masuk kedalam kamar. Sesampainya didalam kamar dia kembali dengan aktifitasnya. Gus Lubiz mulai mengetikan satu persatu bait didalam akun blog pribadinya. Selesai dengan kegiatan menulisnya, Gus Lubiz memejamkan mata sebentar lalu berdiri beranjak menuju kamar mandi untuk mandi.
__ADS_1
Sedangkan dibelahan bumi lain ada seorang pria yang masih sibuk dengan kegiatannya.
"Hans!..."
Panggil Daffiq dengan lantangnya.
"Iya, tuan ada perlu apa anda memanggil saya??"
Tanya Asisten Hans dengan hati hati .
"Kamu urus kepulanganku besok! Kakek tua itu mulai menerorku. Jadi lebih baik aku segera pulang, kamu atur semuanya!"
Titah Daffiq dengan memijit pangkal hidungnya sambil dia berfikir.
"Baik tuan, apa ada perlu lagi...?"
Tanya Daffiq.
"Tidak ada, kamu boleh keluar!"
Perintah Daffiq.
Setelah keluarnya Asisten Hans dari dalam ruangannya, Daffiq mulai merenungkan semuanya.
"Apa sudah saatnya aku kembali, dan mencarimu lagi dengan usahaku sendiri gadis kecil?...
Apakah saat ini kau bahagia??
Apakah kau tidur dengan nyaman?
Apakah kau makan dengan enak?"
Begitulah beberapa pemikiran Daffiq, dia merindukan sosok gadis kecil yang selalu mengisi hari harinya dahulu.
"Aku berjanji kepulanganku ini akan membuahkan hasil...
__ADS_1
Akan kutemukan dirimu...."
Sambil melihat selembar foto usang didalam dompetnya.