Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (18)


__ADS_3

~Perasaan Syakira~


Hari yang cerah dengan sejuta mimpi yang indah. Itulah yang saat ini Syakira harapkan.


"Semoga hari ini, banyak keberuntungan yang kudapatkan ya Allah....


Amin... "


Begitulah bait harapan singkat Syakira.


Dengan rutinitas pagi hari yang sangat melelahkan namun dia ta pernah untuk mengatakan lelah.


"Setidaknya untuk meneguk manisnya madu kau harus siap akan pahitnya obat"


Ya itulah sedikit, panduan semangat yang Syakira untuk dirinya sendiri. Meski berat harus dijalani, lelah istirahat, tapi jangan pernah berhenti.


Sepanjang koridor menuju ruang kelas Syakira, dia tersenyum dan sesekali menyapa beberapa adik angkat atau teman yang kebetulan lewat didepannya.


"Pagi semuanya..."


Sapa Syakira sesampainya dibangkunya.


"Pagi juga Syakira waka waka..."


Balas Dinda dengan antusiasnya.


"Melly sama Vera kemana Din???"


Tanya Syakira yang memang telat sedikit dengan teman temannya.


"Mereka lagi ngisi perut dikantinnya Mak mun..."


Jawab Dinda yang memang benar adanya.


"Emang tadi gak ambil sarapan di dapur pesantren ya..."


Syakira bertanya kembali.


"Gak,... Katanya males sama lauknya, katanya lagi pengen makan soto... Makanya tadi mereka berdua pamit berangkat dulu..."


Dinda menjawab pertanyaan Syakira dengan menyelesaikan PRnya yang kurang sedikit.


"Emang kamu belum nyelesain PR Ekonomi ya..."


Tanya Syakira yang penasaran melihat Dinda masih sibuk nulis dan membolak balikan lembar LKSnya.


"Hehehehehe belum... Kurang 2 soal ni... Tadi malem ketiduran jadi, gak sempet nyelesain..."


Dinda hanya nyengir kuda.


"Nih..."


Syakira menyodorkan buku PRnya.


"Makasih Syakira sayang... "


Dinda memeluk Syakira erat. Syakira hanya mengangguk dan senyum membalas Dinda. Dari arah pintu terlihat Melly dan Vera yang berjalan beriringan masuk kedalam kelas.


"Kalian udah ngerjain PR?"


Tanya Dinda.


"PR apaan si...?"


Tanya balik Melly yang merasa tidak ada PR.


"PR Ekonomi"

__ADS_1


Jawab Syakira singkat.


"What!!"


Melly dan Vera seketika gelagapan karna sama sekali belum mengerjakan PR.


"Nih... kalian nyontek punyaku aja...,tapi yang 2 nomer terakhir aku nyontek Ira..., buruan kalian nyalin... Keburu ada bel masuk..."


Titah Dinda. Dengan segera Melly dan Vera mengerjakan PR, karna bel masuk kelas akan berbunyi.


Pelajaran pertama pun dimulai, satu persatu guru memasuki ruang kelas masing masing. Untuk kelas 12 semuanya berjalan dengan lancar. Hingga memasuki jam istirahat terlihat masih kondusif, sampailah pada saat yang ditunggu tunggu yaitu bel istirahat berbunyi. Semua sisiwa siswi berhamburan keluar ke luar kelas, ada yang ke perpustakaan, ke taman sekolah, dan lebih banyaknya berada dikantin sekolah. Namun tidak dengan Syakira, di amemilih berjalan memasuki area kantor dengan membawa tas ranselnya. Sesampainya di kantor dia permisi masuk menuju ruangan husus yang ditempati seseorang.


"Assalamu'alaikum.... Permisi ustadz..."


Syakira mengucapkan salam sebelum memasuki ruangan tersebut.


"Wa'alaikumussalam....


( Wa'alaikumussalam... Wahai calon makmumku... Fikir Gus Lubiz)


Iya ada apa Syakira??"


Tanya Gus Lubiz.


"Permisi ustadz apakah saya boleh masuk? Ada yang ingin saya sampaikan"


Ijin Syakira.


"Owh iya... Iya kamu boleh masuk kalau perlu gak usah keluar lagi..."


Jawab Gus Lubiz yang mulai ngelag karna berhadapan dengan Syakira. Sedangkan Syakira hanya menanggapi biasa saja.


"Ni orang kurang asupan apa ya... Kok gaje hufffttt"


Batin Syakira.


Setelah Syakira masuk dan duduk dikursi yang berhadapan dengan Gus Lubiz, Syakira mulai membuka pembicaraan.


Syakira memberikan hadiah hadiah yang seperti biasanya dikirim Gus Lubiz.


"Kenapa kamu kembalikan"


Gus Lubiz menatap tajam Syakira.


"Maaf saya tidak dapat menerima ini semua, dan saya tegaskan saya tidak mempunyai perasaan apapun dengan anda"


Syakira dengan menundukkan kepalanya mengatakan semua yang dia rasakan.


"Jika memang kamu tidak ada perasaan denganku coba katakan dengan menatap mukaku"


Gus Lubiz mulai ta bisa memgontrol emosinya.


Dengan meremas baju seragam sekolahnya. Syakira menatap Gus Lubiz dan mengatakan.


"Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak mempunyai perasaan apapun dengan anda!!"


Dengan sekuat tenaga Syakira mencoba mengatakan itu semua.


"Apa kurangku sehingga kamu tidak dapat membalas perasaanku... Hah!"


Gus Lubiz mulai menggebu gebu mengungkapkan semua unek uneknya.


"Karna perasaan tidak dapat dipaksakan!"


Jawab Syakira tegas.


"Owh begitu..."

__ADS_1


Gus Lubiz seperti mengece.


Dengan beranjak berdiri Syakira mengatakan


"Maaf, saya permisi akan kembali kekelas"


Dengan berjalan mendekati pintu, ketika akan sampai


"Ingat Syakira!! Aku tidak akan berhenti mendapatkanmu!! Meski seribu kali kamu menolakku maka seribu kali aku mencoba mendapatkanmu"


Teriak Gus Lubis , tapi Syakira tidak menggubris dan segera berlalu membuka pintu dan keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang kacau.


Perlahan Syakira berjalan menuju kelasnya. Dengan menahan rasa sesak yang begitu teramat dihatinya. Didalam kelas dia meminta ijin kepada temannya untuk mengijinkannya.


"Ver... Tolong ntar kamu ijinin buat jam ini sampai jam terakhir sekolah ya..."


Pinta Syakira.


"Emang kenapa??"


Tanya Vera yang sedikit kuatir dengan keadaan Syakira.


"Ehm... Perutku mules dari tadi..."


Kilah Syakira mencoba berbohong agar dapat meyakinkan Vera.


"Ya udah... Aku ijinin, sekarang kamu aku anter ke Uks apa ke pesantren..."


Tawar Vera.


"Gak perlu Ver... Aku kepesantren aja"


Jawab Syakira.


"Yakin???


(Syakira mengangguk cepat)


Ya udah kamu ati ati ya ..."


Syakirapun segera berdiri dan berjalan keluar kelasnya. Diterus berlari sampai ke pesantren. Dia langsung masuk kamarnya dan mencurahkan semua isi hatinya didalam kamarnya yang sepi.


"Begini ya rasanya... Mengatakan sesuatu yang tidak sejalan dengan hati..."


Syakira meremas ujung bajunya kuat.


"Ya Allah.... Rasanya sakit, aku tidak memungkiri jika aku memang sedikit menaruh rasa dengan dia..."


Syakira kembali menangis dengan terisak.


"Aku tidak ingin mengahancurkan kepercayaan keluarga Abah Sholeh dan juga Umi Fatimah... Maaf maaf... Aku harus meninggalkan perasaanku..."


Ujar Syakira yang masih sesenggukan meluapkan rasa sesak didadanya. Hingga akhirnya Syakira tertidur sendiri diatas kasurnya.


Sedangkan Gus Lubiz didalam kantor memutuskan untuk kembali pulang. Dia juga sama terlihat kacau dengan keadaannya. Sesampainya didalam kamar dia melemparkan semua barang yang ada.


"Syakira....! Apa kurangnya aku!!! Hah!"


Gus Lubiz masih meluapkan emosinya.


"Kenapa kamu tidak melihat perjuanganku sedikitpun... Aku mencoba mendekatimu secara baik baik... Sekarang kau mengatakan tidak ada rasa.... Kamu pembohong Syakira!!"


Gus Lubiz masih terus meracau tidak jelas.


"Jika aku tidak dapat mendekatimu secara baik baik, maka aku akan menggunakan cara yang tidak baik agar kamu mau denganku"


Dengan tekad dan obsesi yang sudah menjadi satu bersama cinta, membuat Gus Lubis mulai gelap mata ingin mendapatkan Syakira. Walau harus menggunakan cara yang tidak baik. Dalam benaknya adalah Syakira dan Syakira.

__ADS_1


"Aku harus segera membereskan semua kekacauan ini... Sebelum Umi datang dan menanyakan ini semua... Aku harus terlihat baik baik saja... Ya memang aku harus terlihat baik... Memang cinta itu harus diperjuangkan bukan... Maka aku akan berjuang menggunakan caraku!!"


Gus Lubiz mulai membiarkan pikiran pikiran kotornya bekerja. Siang itu menjadi siang yang menegangkan bagi Syakira dan Gus Lubiz. Mereka sama sama dibuat kalut oleh perasaan mereka. Mereka sama sama tersakiti oleh keadaan.


__ADS_2