
~Mansion Al-Aydrus~
Malam yang indah dengan sejuta taburan bintang yang menghiasi keindahan malam itu, rembulanpun ta mau kalah dengan sinarnya yang memancarkan ketenangan. Sosok lelaki dengan bertubuh tegap sedang menghirup udara bebas malam itu diatas balkon kamarnya yang menghadap langsung ke taman mansion itu. Tiba tiba dia teringat kenangannya dulu bersama seseorang yang selalu dinantinya.
-----Flashback on-----
"Kak Af... Kenapa bintang ada dilangit.... Bukan ditanah???"
Tanya anak kecil yang duduk diatas pangkuan Daffiq. Dengan gemash Daffiq menjawab.
"Kalau ditanah nanti keindahan sinarnya tidak terlihat, ntar kamu injek injek kalau ditanah .... Kalau dilangitkan jelas terlihatnya, juga kamu bisa memandangnya dengan puas...."
Jawab Daffiq remaja dengan sabarnya, dengan menguyel nguyel rambut berponi itu. Dengan sebalnya gadis kecil tersebut merajuk karena rambutnya diberantakin. Tapi dia tetap memeluk Daffiq dengan eratnya.
-----Flashback off-----
"Besok aku akan mulai mencarimu kembali dengan kemampuanku sendiri.... Aku yakin kamu masih hidup, tunggu aku... Aku berjanji akan menepati semua keinginanmu, juga amanah orangtuamu dan orangtuaku... Tunggu aku"
Gumam Daffiq yang masih dibalkon kamarnya.
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Daffiq lantas berjalan mendekati pintu. Terdengar suara pelayan memanggilnya.
"Permisi tuan...maaf saya ingin mengabari bahwa anda ditunggu untuk makan malam dibawah bersama tuan Besar"
Jawab maid itu dengan muka menahan gugup.
"Katakan aku akan segera turun"
__ADS_1
Jawab Daffiq to the point.
"Permisi tuan"
Sambil menundukkan kepala maid itu pergi meninggalkan Daffiq yang sudah menutup pintu kamarnya. Lantas Daffiq segera beranjak pergi kekamar mandi untuk membasuh mukanya agar terlihat sedikit segar. Dia berfikir tidak mungkin dia turun dalam keadaan muka yang sembab karna habis menangis.
Dalam hitungan kurang dari 2 menit Daffiq sudah duduk bersama dimeja makan. Dengan hening makan malam itu berjalan dengan lancar. Tidak ada pembicaraan apapun diruangan tersebut hanya dentingan suara sendok yang menyentuh piring saja. Diakhir suapan terakhir Daffiq, tiba tiba kakek bersuara.
"Daffiq... Setelah kau selesai makan tolong temui kakek diruang kerja"
Pinta kakek dengan tulusnya. Sambil beranjak dari kursi yang didudukinya, dan berjalan kearah tangga.
Ta berselang lama Daffiq selesai dengan makan malamnya. Dia lalu berjalan menuju ruang kerja yang berada dilantai 2 dibagian paling sudut. Dia membuka pintu ruangan tersebut dan masuk begitu saja.
"Ada apa kakek menyuruhku kesini"
"Kau itu ya... Sekali kali kamu basa basi dulu, jangan langsung saja... Kau pikir kakekmu ini apa???!"
Tuan Zakky geram sekali dengan cucu satu satunya itu, yang tidak suka basa basi. Daffiq hanya mendengus kesal menanggapi itu semua. Kakek hanya tersenyum melihat ekspresi Daffiq.
"Berhubung kau sudah pulang, kakek ingin bertanya apa kamu masih mengharapkan kehadiran dia??"
Dengan raut muka serius kakek menatap Daffiq.
"Ya"
Hanya jawaban singkat yang menampilkan ketegasan dan keyakinan Daffiq.
__ADS_1
Dengan mengehembuskan nafas kasar kakek bertanya kembali.
"Apa yang membuatmu yakin, sehingga kamu mengatakan ya!"
Dengan raut muka serius Daffiq menjawab.
"Karna aku yakin dia masih hidup, aku masih ingat jelas kejadian itu, sebelum aku pingsan dia masih bernafas dan masih mencoba tersenyum denganku dalam keadaan yang sama sama terluka parah, meski keadaan kami berada dibibir jurang"
Mengingat peristiwa itu membuat Daffiq mulai disudut matanya mulai mengembun.
"Kakek, hanya bisa mendukung dan berdo'a jika kau yakin dengan jawabanmu"
Nasehat kakek sambil menyodorkan sebuah amplop putih yang sudah usang kepada Daffiq.
"Terimaksih atas pengertian kakek"
Ungkap Daffiq dengan mengambil amplop tersebut. Kakek hanya menatap Daffiq dengan senyum yang tulus.
Dengan raut muka yang sulit diartikan Daffiq menoleh kepada kakeknya meminta jawaban itu semua. Dalam fikirannya "apakah ini sungguhan atau hanya sekedar mimpi" Kakek hanya memberikan sebuah jawaban anggukan yang mengatakan iya. Dengan perasaan yang diselimuti haru biru campur aduk Daffiq berdiri dan memeluk kakek dengan eratnya.
TOLONG SELALU BERI DUKUNGANNYA YHA... BIAR SAYA TAMBAH SEMANGAT UNTUK BERKARYA....
🙏 SALAM TERIMAKSIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MAU MAMPIR DICERITA AMATIRKU....😁 YANG BELOM MAMPIR SILAHKAN MAMPIR YA.... AKU TUNGGU😇
__ADS_1