Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (47)


__ADS_3

~Siapa Pak Andan?~


3 hari sudah Syakira menjalani kegiatan aspek. Banyak suka duka yang dia lalui. Sebelum dia aktif dengan kegiatan kuliahnya Syakira , sekarang dia sedang fokus menyiapkan diri untuk menjalani pendidikannya.


"Huh... Belajar ternyata syulit... Seperti melupakan Reihan.... Hahhajaha"


Gumam Syakira dengan cekikian sendiri.


"Harusnya lagunya diganti liriknya... Bukan


Begitu syulit... Lupakan Reihan....


Tapi begitu syulit lupakan mapel... Apalagi dosennya killer.... Hahahahahaha"


Syakira masih menikmati canda tawanya sendiri didalam kamar.


"Daripada gabut didalam kamar... Mending ke gazebo belakang... deh"


Ujar Syakira, dengan segera beranjak dari ranjang king sizenya. Ta membutuhkan waktu lama, kurang dari 5 menit dia sudah sampai dihalam belakang rumah.


"Disini... Emang adem banget... Huh... Rumah besar tapi sepi... Kakek lagi diruang baca, kak Affiq kerja, Rangga sekolah... Lah aku... Cuman bingung 2 hari dirumah gak ada kerjaan... Hah gak sabar pengen segera masuk aktif kuliah biar gak borring gini..."


Keluh Syakira dengan memandang kolam air mancur yang ada didepannya. Disela sela lamunannya, Syakira mendapat notif wa untuk ikut bergabung dalam video call grubnya.


"Assalamu'alaikum.... Maaf baru gabung... Hehehehhee"


Ujar Syakira kala memasuki forum video call.


"Wa'alaikumussalam....."


Jawab serentak Vera, Dinda dan Melly.


"BTW... Kalian kayak aku gak si... Borring ngisi waktu... 2 hari libur gini...?"


Tanya Melly yang memulai percakapan.


"Iya... Bener banget Mell... Aku juga borring banget... Huhuhu... Pengen nangis tapi malu ama keong..."


Syakira ikut menimpali.


"Lah kok.... Takut ama keong..."


Dinda salfok dengan ucapan Syakira.


"Kan keongnya gak nangis..."


Syakira menjawab dengan santainya. Seketika langsung terdengar suara gelak tawa dari teman temannya.


"Hidup itu dinikmati dong.... Bukan dibuat borring.... Wkwkwkwkwk"


Sahut Vera.


"Kita semuakan kan pada nganggur... Gimana kalau kita... Hangout gitu...?"


Usul Melly.


"Iya juga... Ya... Lumayan tuh...."


Dinda mengiyakan.


"Emang kita mau kemana...?"


Imbuh Syakira.


"Menurut kalian.... Enaknya kemana?"


Sahut Melly balik.


"Kalau menurut aku si... Enakan ke mall aja... Lumayan buat cuci mata sekalian ngabisin uang.... Kikkikkikkkkk"


Vera memberikan ide.

__ADS_1


"Uh.... Utututu... Emang the best!!! Jawaban Masyarakat asli kota ini...."


Puji Dinda.


"Iya... Aku setuju kalau itu... Sekalian kita mampir time zone... Main main gitu... Hehehehe"


Melly juga ikut memberikan ide.


"Ayo... Cus agendakan... Jam berapa kita berangkat...!!"


Ujar Syakira dengan bersemangat.


"Ookkkk menurutku sekarang aja!!"


Vera mengusulkan.


"Iya aku setuju!!"


Melly juga menambahi.


"aku juga!!"


Dinda juga mengiyakan.


"Ok!! Kalau gitu kita siap siap... Dan kita ketemu dimana?"


Syakira kembali bertanya.


"Mending kita ketemunya dimall aja..."


Usul Melly.


"Gimna... @Dinda chinesnya jawa dan @vera so cute... "


Syakiraenimpali.


"Ok kita mah setuju aja... Cus ayo lah siap siap"


"Ya udah... Kalau gitu sampai disini ya... Video callnya..."


Syakira mengakhiri.


"Ok... Wassalamu'alaikum.... Bye...muach..."


Syakira kembali menutup pembicaraan.


"Wa'alaikumussalam.... Bye... Kiss dari jauh..."


Melly menjawab.


"Wa'alaikumusslam... Da da da...."


Vera dan Dinda menjawab. Akhirnya pagi menjelang siang itu berakhir dengan keputusan berangkat ke mall. Syakira pu lantas pergi kedalam untuk segera bersiap. Ta sampai dari 15 menit Syakira sudah siap dengan gamis syar'i berwarna baby blue, dan juga snikers putih melekat dikakinya, ditambah topi putih menghiasi hijabnya.


(itulah kesan menurut othor... Jadi mohon dibayangin sesuai imajinasi pribadi yakkk😁😁😁)


Dengan segera Syakira langsung segera turun mencari tuan Zakky, untuk berpamitan. Syakira segera menuju keruang baca yang berada diperpustakaan lantai 3, dengan langkah sigap Syakira menaiki lift menuju keatas.


"tok tok tok..."


Syakira mengetuk pintu, setelah berulang kali mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari dalam.


"Kakek didalam apa gak ya... Kok gk ada jawaban..."


Syakira menduga duga.


"Ehm... Mending aku buka aja dechhh daripada mati penasaran..."


Syakira mencari jawaban sendiri.


Setelah memutar knop pintu berwarna coklat keemasan itu, Syakira lantas segera masuk.

__ADS_1


"Kek... Kakek dimana ya..."


Syakira mencoba mencari keberadaan tuan Zakky. Setelah muter muter gak jelas didalam sana, Syakira segera memutuskan keluar.


"Terus aku cari kemana ya... Pasti Vera, Dinda sama Melly udah nungguin ni... Apa aku minta tolong ke pak Andan ya... Ntar biar disampein kakek..."


Monolog Syakira.


"Agh iya... Mending gitu aja!!"


Syakira seakan akan mendapatkan ide.


Dengan langkah yang sedikit berlari Syakira mencari keberadaan pak Andan selaku kepala pelayan mansion Al-Aydrus.


"Bi... Tau pak Andan ada dimana??"


Tanya Syakira yang kelimpungan mencari keberadaan pak Andan.


"Tadi ada didekat taman bunga samping nona..."


Jawab maid yang kebetulan lewat didekat Syakira.


"Owh... Makasih ya bi... Infonya"


Syakira segera berjalan menghampiri pak Andan, namun sebelum sampai didekat pak Andan, Syakira melihat pak Andan lagi menerima telpon, dan anehnya suaranya berbisik bisik.


"Sudah kujalan secara perlahan... Dan keadaan anaknya Malik... Masih sama... Dan akan kupastikan dia secepatnya lenyap!! Dan... Untuk teror semuanya masih aman..."


Itulah kata kata yang didengar Syakira, dan belum sempat Syakira menyapa, tiba tiba pak Andan berbalik.


"Kenapa ada dia disini... Apakah dia mendengarkan semua pembicaraanku..."


Batin pak Andan. Dengan segera mematikan sambungan telponnya.


"Nona... Apakah nona sudah lama disini... "


Pak Andan memcoba bertanya.


"Baru dateng kok pak... Mau nyapa pak Andan malah udah disapa duluan... Hehehehe"


Elak Syakira untuk menutupi kecurigaannya.


"Ada perlu apa nona... Mencari saya...?"


Tanya Pak Andan.


"Ehm.... Saya mau pergi... Tapi saya cari kakek juga gak ketemu... Jadi nanti tolong sampein ke kakek ya pak... Kalau saya mau ke mall sama sama temen temen..."


Jawab Syakira cepat.


"Baik nona... Nanti saya akan sampaikan... Kalau begitu saya akan panggilkan supir untuk mengantar nona..."


Tawar Pak Andan.


"Gak perlu Pak... Saya panggil sendiri saja... Kalau begitu saya duluan ya pak..."


Syakira segera pamit dan pergi berlalu begitu saja darisana dengan membawa sejuta penasaran. Dengan segera Syakira langsung mencari supir untuk mengantarkannya pergi. Didalam perjalanannya menuju mall dia melamun memikirkan pembicaraan Pak Andan.


"Anaknya Malik... Akan dilenyapkan... Lalu teror... Makasudnya siapa yang akan dilenyapkan... Apakah aku mengenalnya??? Kenapa tadi raut muka pak Andan begitu serius... Agh!!! Sepertinya aku harus mencari tau...!! Siapa sebenarnya Pak Andan... Kenapa tadi waktu telpon bukan seperti Pak Andan... Yang biasanya... Auranya sangat menakutkan..."


Batin Syakira menjerit mengingat pembicaraan Pak Andan yang menurutnya penuh misteri itu.


"Huh... Gara gara mikir Pak Andan... Aku sampe lupa belum ngabari kak Affiq..."


Batin Syakira. Dengan segera Syakira meraih hand phonenya dari dalam sling bagnya, dengan segera dia mengetikkan bait demi bait kelayar gadgetnya itu.


*" Kak... Ira mau ijin.... "*


Syakira mengirimnya.


*" Walaupun Ira gak diijinin... Ira tetep nekat....😁😁🙏 Ira mau ke mall bareng temen temen... Maaf ya ijinnya maksa... 🙏🙏😁"*

__ADS_1


Syakira mengirim pesan lagi. Tanpa menunggu balasan dari Daffiq, dia segera memasukkan kembali handphonenya kedalam sling bag.


__ADS_2