Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (19)


__ADS_3

~Paket Tanpa Nama~


Setelah kejadian kemarin, Syakira mulai menjaga jarak dan selalu menghindar. Gus Lubiz hanya mengikuti arah permainan yang dibuat Syakira, dia hanya tersenyum sinis ketika melihat Syakira, karna dia sudah mempunyai berbagai rencana untuk menjerat Syakira kedalam pelukannya.


"Tunggu aku... Saat ini aku biarkan kamu hidup dengan seperti inginmu...."


Monolog Gus Lubiz ketika Syakira lewat dihadapannya. Sedangkan Syakira menundukkan kepalanya tidak berani melihat Gus Lubiz , apalagi ketika ta sengaja pandangannya beradu, Syakira menelan ludahnya dengan kasar. Apalagi dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Gus Lubiz.


"Ya Allah... Semoga semua baik baik saja...."


Harap Syakira yang tengah merasa bersalah juga hatinya yang merasa was was tidak tenang.


Seiring berjalannya waktu Syakira mulai bisa mengendalikan perasaannya. Mungkin karna dulu Gus Lubiz memberikannya perhatiaan dan kata kata manis dan menyebabkan dia sedikit rasa. Lebih tepatnya dia terbawa perasaan yang hanya sesaat. Tapi, sejatinya hatinya masih dirajai satu orang yang sampai saat ini belum dia ketahui. Syakira mulai menjalani hari harinya dengan normal, meski ketika sedang berhadapan dengan Gus Lubiz dia harus mengingat luka lamanya, yang sudah dia coba tutup dengan usahanya.


"Ra, dapat panggilan dari seksi keamanan disuruh ke kantor sekretariat pesantren..."


Melly mengabari Syakira.


"Hah... Aku? Emang ada apa ya??"


Tanya Syakira yang mulai bingung. Karna dia tidak merasa melakukan sebuah kesalahan.


"Mana kutau... Aku kan cuman disuruh ngasih tau kamu doang ko...."


Melly hanya mengendikkan bahunya.


"Ya udah aku duluan ya... Makasih infonya... Doakan semoga tidak ada masalah apa apa..."


Syakira segera beranjak dari kursi yang didudukinya. Dengan sedikit tergesa gesa Syakira berjalan menuju kantor sekretariat pesantren. Sesampainya disana Syakira sudah disambut oleh seksi keamanan dan ketua pesantren.


"Assalamu'alaikum... Mbak... Ini Syakira, apa boleh masuk?"


Syakira meminta ijin.


"Masuk Ra...."


Jawab salah satu orang disana.


"Ehm... Ada apa ya mbak... Syakira kok tumben dipanggil kekantor sekretariat???"


Tanya Syakira yang penasaran.


"Gak ada apa apa kok Ra... Cuman mau nyerahin ini aja, tadi ada kurir ngasih paket atas namamu, tapi gak nama pengirimnya..."


Jelas seksi keamanan.


"Maksudnya???"


Syakira masih merasa bingung.


"Intinya kamu dapet paket gitu aja... Nih buruan tanda tangan kamu menerimanya"


Ketua pesantren itupun memberikan buku penerimaan paket.


"Ya udah Syakira tanda tangani mbak..."


Segera Syakira menandatanganinya.


"Udah mbak...."


Jawab Syakira dengan menyerahkan buku itu kepada ketua pesantren.


"Ini paketnya kamu ambil... Mungkin dari ibumu..."


Jawab seksi keamanan.


"Ya udah Syakira ambil ya mbak... Makasih... Syakira pamit dulu..."


Dengan membawa paket yang besarnya sekerdus tv 24 inci itu dia bawa kekamarnya. Sesampainya dikamar dia ngos ngosan karna beratnya paket yang dibawanya sendiri.


"Huftttt.... Bisa bisa aku kena asma gara gara bawa paket kayak gini sendirian...."


Dengan menyeka keringat didahinya yang mulai mengucur derasnya.


"Wih... Siapa tuh yang dapet paket gedenya kayak tv..."


Tanya Vera yang baru datang dari luar bersama Dinda.

__ADS_1


"Ira yang dapet kiriman paket Ver..."


Sahut Melly yang sejak tadi sudah ada didalam kamar.


"Wih... Tumben banget... Biasanya yang langganan dapet paket kan kamu Din..."


Gurau Vera kepada Dinda.


"Ngapain bapak ama mamak aku kirim paket... Orang kurang dari 2 bulan aku udah gak disini..."


Jawab Dinda sepelenya.


"Buruan Ra... Kamu buka paketnya...penasaran ni..."


Melly menyuruh Syakira untuk segera membuka paket itu.


"Iya ya... Ini juga mau dibuka... Tapi bantuin dong... Ini terlalu besar..."


Pinta Syakira. Mereka pun larut dalam membuka satu persatu lakban yang menempel memutari seluruh permukaan paket itu. Ketika sudah dibuka betapa kagetnya mereka melihat isi paket tersebut.


"Hah... Ini beneran paket buat Ira..."


Tanya Syakira yang kaget melihat isi paket itu.


"Iyalah... Ini buat kamu, kan jelas jelas tadi ada namamu di sini...."


Jelas Vera yang memperlihatkan nama penerima dibungkusan paket.


Didalam kardus itu ada beberapa stel pakaian gamis, ada makanan, ada amplop besar yang berisi banyak uang, dan masih banyak lagi.


"Ra... Itu ada suratnya... Coba kamu baca..."


Dinda yang melihat selembar kertas itu pun menyerahkan ke Syakira. Dengan bersama sama Syakira dan teman temannya membaca surat itu.


* Untuk


Syakira Falicha ditempat.


Assalamu'alaikum....Aira kesayangan kakak...


Pasti kamu bingungkan.... Tentang paket ini, kakak harap kamu mau menggunakan semua yang kakak kirimkan. Didalam itu ada makanan kesukaanmu Aira... Kamu makan ya... Semoga kamu masih menyukai makanan itu dan seleramu masih sama seperti dulu...


Kakak juga kirimkan kamu permen buble... Dan beberapa makanan ringan. Dulu kamu sering banget minta dibeliin permen buble... Kalau gak dibeliin kamu merajuk... Kamu itu menggemaskan dan lucu...


(Hah... Ini orang kok bisa tau ya aku sering makan permen buble juga)


Disitu juga kakak beliin beberapa gamis, semoga kamu suka dan mau memakainya... Kakak juga beliin kamu gamis warna biru warna favoritmu...


(Nih orang kok tau aku suka warna biru si.... Tambah heran aja)


Owh ya... Yang baju didalam paper bag warna hijau yang berisi 3 sepasang gamis itu buat sahabat kamu...


(segera Syakira mengambil paper bag itu dan menyerahkan itu ke Melly yang berada disampingnya)


Semoga temanmu suka dengan hadiah yang kakak kirimkan... Owh ya salamkan teman temanmu juga yha... Salamkan terimakasih sudah berkenan menjagamu....


InsyaAllah saat kelulusanmu kakak akan hadir... Tunggu kakak... Jangan nakal... Selalu jadi penurut dan manja... Udah ya... Sampai disini suratnya...kalau ada kesempatan lagi kakak akan menghubungimu langsung...


Salam kangen


Muhammad Daffiq Affan Al-Aydrus.


Wassalamu'alaikum....*


"Wih... Keren Ra... Ini orang...kita juga kecripatan"


Ujar Dinda yang heboh melihat baju gamis yang bagus banget.


"Mana ini gamis mahal banget loh merk ini...."


Imbuh Vera.


"Iya... Aku pernah liat dimall waktu liburan kemaren ini gamis merk x ini... Paling murah masih 500k coy...."


Gumam Melly menambahi.


"Ra... Kamu kok diem si...."

__ADS_1


Tanya Vera yang heran.


"Ya jelas aku diem... Aku aja gak tau siapa dia... Dan kenapa dia ngirimin banyak aku barang, dan uang segepok gini... Bahkan ada kartu ATM juga... Kan aku heran siapa dia..."


Syakira masih dibuat bingung.


"Lah emang kamu gak kenal sama si Daffiq ini..."


Tanya Vera lagi.


"Iya... Aku gak kenal makanya aku heran... Dia kok bisa tau apa yang kusuka dan semua yang dia kirimkan sesuai dengan seleraku...."


Heran Syakira yang masih bingung dengan pemikirannya.


"Udah jangan dipikirin... Mungkin ini rezki buat kamu..."


Jawab Melly menengahi.


"Mending kamu pake aja semua aja yang dia kirimkan... Pasti dia orang baik..."


Imbuh Dinda.


"Eh... Aku sedikit gak asing ya... Sama nama pengirimnya... Kayak gak asing gitu..."


Sahut Vera.


"Emang kamu pernah kenal orang itu Ver..."


Tanya Syakira.


"Entar... Aku inget inget dulu..."


Jawab Vera.


"Buruan kalau mikir markonah... Penasaran ni aku..."


Sahut Dinda yang nunggu Vera kelamaan mikir.


"Iya aku inget... Dia adalah..."


Ucap Vera menggantung.


"Cepetan jawab napa maemunah...."


Dinda ikut gregetan sama Vera yang menggantung ucapannya.


"Pada penasarannnnn ya...."


Seketika Vera mendapat toyoran dari ke tiga temannya.


"Aduh ... Sakita tau..."


Ringis Vera.


"Makanya cepetan jawab... "


Syakira ikut gemash dengan Vera.


"Jadi dia adalah... Pengusaha muda dan sukese ditambah super crazy rich... Usahanya dimana mana, sampai diluar negri juga... Orangnya juga tampan pokoknya impian wanita lah.... Yang aku tau.... Karna papaku pernah ngajuin kerjasama sama perusahaan dia...."


Tutur Vera.


"Wih... Keren dong...


Demi apa Ra... Kamu ditaksir sama orang yang waw...."


Melly ikut terbengong bengong mendengar Itu semua.


"Iya, mana aku tau...


Tapi dia kenal aku dari mana... Kan aku juga gak merasa pernah ketemu juga..."


Jawab Syakira yang masih shock mendengar ucapan Vera.


"Pantes aja... Tuh orang ngasih paket kayak gini... Ini mah gak seberapa Bagi dia... Gak akan kurang tuh hartanya"


Imbuh Dinda.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua tenggelam dalam fikiran masing masing. Syakira hanya diam mematung mencerna semua yang ada dihadapannya. Seakan ta percaya untuk semuanya, seperti mimpi tapi itu kenyataan.


__ADS_2