
~MABA 2~
Setelah sampai dihalaman kampus Syakira mulai berbaur dengan semua orang yang sudah ada disana. Sebelum acara ospek berlangsung Syakira membuka aplikasi berlogo hijau untuk menngechat teman temannya.
*"Vera dan Dinda.... Kalian dimana... Aku merasa tersesat ni... Gak nemuin kalian berdua disini...π₯Ίπ₯Ί*"
Syakira mulai mengetikkan dilayar keyboard gadget nya.
*"Sabar tuan putri... Kami masih neduh dibawah pohon bringin... Samping taman...Sambil minum es jeruk sueger....ππ*"
Balas Dinda dengan mengirimkan gambar foto es jeruk dalam gelas cup.
*"Uh aku pengen.... Kayaknya enak tuh...*"
Balas Melly.
*"Wah aku ngiler liat yang seger segerπ€€π€€*"
Balas Syakira.
*"Kamu dimana Ra... Nyusul kita aja ...biar ntar aps ospek kita bersama...ππ*"
Balas Vera.
*"Wih... Cuma ngajak Ira... Aku gimna ni nasibnya...π*"
Balas Melly ta kalah sengitnya.
*"π π makanya kuliah bareng ama kita... Biar bisa bareng...βοΈβοΈπ*"
Ejek Dinda dengan gurauan.
*"udah tenang aja Mell... Kita nemenin kamu lewat chat aja ya.... Maaf kondisi kita sekarang berbeda...π*"
Balas Vera.
*"Ya udah deh...*"
Balas Melly.
*"Kalau gitu aku nyusul kamu ya... @Dinda @Vera... Cus aku otw jalan kaki ni...ππ*"
Balas Syakira dengan mengayunkan kakinya menuju tempat yang dimaksud Dinda.
*"Ati ati tuan putri... Awas ada para buaya darat...*"
Balas Dinda. Syakira yang melihat balasan Dinda hanya tersenyum simpul menanggapinya. Ta menunggu waktu beberapa lama Syakira akhirnya sampai ditaman itu.
"Ih... Kangen tau..."
Peluk Dinda kepada Syakira yang ada didepannya.
"Aku juga kangen..."
Vera pun ikut memeluk. Sampai akhirnya pelukan itupun selesai karena tiba tiba ada orang yang mengagetkan.
"Kangennya cuman sama Ira doang ni.... Akunya gak?!"
Tanya seseorang itu dengan nada merajuknya.
"Hah... Kamu!!"
Tunjuk Vera dengan kagetnya.
"Ini beneran apa bohongan... Kalau ini kamu...!!"
Tanya Syakira yang sama kagetnya.
"Aku harus buktiin ni ..."
Jawab Dinda dengan mendekat dan mencubit pipi orang itu dengan kerasnya.
__ADS_1
"Woy Dinda geblek... Sakit tau!!"
Maki orang itu dengan kerasnya.
"Hehehehehe maaf... Habisnya mau mastiin ini real apa cuma halu ...."
Jawab Dinda dengan cengengesan.
"Udah udah... Daripada kita berantem... Mendingan kita pelukan... Dan kamu...!! Melly!! Kamu punya hutang penjelasan sama kita nanti...!! Karena kita udah keburu mau ospek!!"
Jawab Syakira yang menengahi. Akhirnya mereka pun pergi bersama menuju halaman kampus.
Berbeda dengan Syakira dan teman teman, saat ini Daffiq tengah bergelut dengan laporan Asisten Hans.
"Lalu informasi apa saja yang kamu dapatkan Hans...?"
Tanya Daffiq.
"Jadi... Setelah saya memeriksa ulang CCTV semuanya... Memang benar... Bagian garasi sudah dihapus... Bahkan diretas ulang pun tidak bisa..."
Jawab Asisten Hans, dengan jujurnya.
"Lalu... Apalagi yang kamu dapatkan..."
Tanya Daffiq kembali.
"Saya mencoba menggali informasi dari pak Wira... Saya tanyakan... Siapa saja yang bekerja divilla saat itu..."
Daffiq pun dengan setia mendengarkan hasil laporan Asisten Hans.
"Dan beliau menjawab ada 4 orang... 2 pembantu untuk bersih bersih dan masak, 1 tukang kebun dan 1 lagi pak Wira sebagai penjaga.... Namun, setelah kecelakaan itu, tukang kebun itu mengundurkan diri tanpa sebab apapun..."
Jelas Asisten Hans.
"Lalu kamu sudah mencari informasi tukang kebun itu??"
Tanya Daffiq kembali.
Jelas Asisten Hans kembali.
"Kamu cari tau dia... Karna aku yakin dia pasti tau tentang ini semua... Lakukan pencarian... Kalau sudah kamu temukan amankan dia ditempat yang aman... Dan jangan sampai musuh tau..."
Titah Daffiq dengan tegasnya.
"Baik tuan..."
Asisten Hans menjawab dengan tegasnya.
"Kamu juga perketat penjagaan Aira... Aku merasa musuh itu mulai mengintai pergerakan kita..."
Titah Daffiq kembali.
"Baik tuan..."
Jawab Asisten Hans patuh. Setelah itu dia pamit undur diri karena laporannya sudah cukup.
"Aku merasa ada yang janggal dengan mansionku...? Kenapa setiap aku melakukan rapat pergerakan dengan Hans selalu saja gagal rencanaku... Sepertinya ada musuh didalam selimut... Aku harus mencari tau sendiri... Tanpa melibatkan satu orangpun didalam mansion... Karena aku harus menangkap musuh itu..."
Daffiq mencoba mengingat rencananya yang harus gagal, karena dihancurkan oleh seseorang yang tidak diketahuinya.
-----FlashBack On-----
Malam itu Daffiq berencana akan mencari tau tentang keberadaan Syakira, Daffiq dan Asisten Hans yang sudah merencanakan secara matang harus gagal, karena tiba tiba mendapat laporan perusahaannya yang berada di kota B mengalami gangguan, dan sebelumnya Daffiq mendapat laporan perusahaannya itu masih baik baik saja. Dan tambah menguatkan dugaan ada musuh dibalik selimut adalah, ketika Endrik mencari data tentang Syakira selalu saja gagal, selalu saja ada yang menghalangi pencariannya, dan akhirnya Daffiq memutuskan kala itu untuk berhenti sejenak pencariannya. Sampai pada akhirnya Ibu Endah dipertemukan dengan Daffiq dan Daffiq mencari tau tentang kehidupannya, lalu dia meminta Endrik mencari informasi kembali, namun dengan strategi yang sudah disusun secara matang agar tidak diketahui oleh orang orang.
-----FlashBack Off------
Dengan masih berkelut dengan pemikirannya Daffiq mencoba mencari jalan tengahnya, dia pun kembali fokus kembali keperjaannya karena dia juga punya tanggung jawab lain.
"Nama kamu siap?!"
Tanya Kakak tingkat kala kepada Dinda.
__ADS_1
"Nama saya Dinda kak..."
Jawab Dinda jujur adanya, walaupun aslinya sebenarnya dia gugup. Ya Dinda dan teman temannya harus mendapat hukuman karena keteledorannya tidak sengaja membuang makanan yang dia makan. Padahal Dinda hanya membuang sayur kacang saja, karena dia alergi.
"Kamu tau apa kesalahanmu?!"
Tanya Kakak tingkat itu dengan tegas juga menyeramkan bagi Dinda yang memang hatinya selembut hello kitty.
"Tau kak..."
Jawab Dinda yang sudah menahan tangis.
"Kalau kamu tau sekarang kamu makan sayur kacang ini!!"
Titah Kakak tingkat itu, yang ternyata namanya Kevin.
"Tapi kak..."
Dinda ingin menolak, namun belum sempat dia melanjutkan ucapannya sudah disela Kevin.
"Tidak ada tapi tapian!! Aku tunggu disini!! Kamu harus mengahabiskan sayur kacang ini semua!!"
Titah Kevin tegas dengan menunjuk sayur kacang yang berada didalam mangkuk besar.
"Kak... Maaf... Kami bersedia menggantiakan hukuman Dinda..."
Ujar Melly, yang mewakili Vera dan Syakira untuk mengungkapkan ketidaksetujuannya.
"Tidak boleh ada bantuan!! Dan untuk kalian bertiga kembali ketempat semula mengikuti kegiatan ospek selanjutnya...!! Dan saya tidak menerima bantahan!!"
Tegas Kevin dengan raut sangarnya. Mau ta mau Syakira, Vera dan Melly kembali kehalaman kampus lagi, dengan perasaan cemas.
"Dinda... Kamu gimnaa...?"
Tanya Syakira yang tidak tega.
"Udah... Aku akan aman.. Kalian segeralah kembali..."
Jawab Dinda agar teman temannya tenang, padahal dalam hati dia sangat kuatir dengan dirinya sendiri. Akhirnya Syakira dan teman temannya pun pergi meninggalkan Dinda.
"Ini gimana?? Kasian Dinda Tau..."
Vera mencemaskan keadaan Dinda.
"Mau gimana lagi... Kita juga gak bisa bantuin... Yang ada malah Dinda dihukum tambah berat..."
Balas Melly yang sama cemasnya.
"Kita berdoa aja... Semoga Dinda aman... Semoga kakak tingkat tadi memberikan Dinda keringan..."
Ujar Syakira menenangkan teman temannya, meski dalam hati dia juga ikut tidak tenang karena memikirkan keadaan Dinda.
"Buruan makan!!"
Kevin menginstruksi Dinda untuk segera makan sayur itu, menurut Dinda ini adalah makan siang yang menakutkan, karena ada kacang. Dengan berat hati Dinda mulai menyendok sayur kacang itu. Dinda memejamkan matanya kala sayur kacang itu masuk kedalam mulutnya.
"Makan gitu aja penuh drama!!"
Ejek Kevin kembali. Dengan berat hati lagi Dinda mulai menyendok lagi sampai pada sendokan yang kesebelas kali Dinda sudah tidak dapat menahan rasa mual dan gatal disekujur tubuhnya, dan akhirnya Dinda pun pingsan ditempat.
"Woy... Bangun!! Jangan ekting kamu!! Heh bangun!!"
Kevin menepuk nepuk pipi Dinda, namun tidak ada balasan.
"Ni bocah kenapa coba!!"
Kevin mulai ikut panik, dengan tanpa aba aba di menggendong Dinda ala bridestyle karena takut Dinda kenapa napa.
"Vin... Ada apa...?"
Tanya Bagas yang melihat Kevin berlari menggendong Dinda.
__ADS_1