
~Kelulusan yang Ditunggu Tunggu 2~
"Ra... Ada yang ingin ketemu sama kamu..."
Daffiq mengatakan pada Syakira.
"Siapa kak...?"
Tanya Syakira.
"Sebentar lagi mereka datang... Tunggulah sebentar..."
Jawab Daffiq untuk meminta Syakira menunggu sebentar. Dengan menunggu seseorang yang dimaksud Daffiq, mereka mulai asik bercerita dan bersenda gurau.
Disisi lain Vera sedang menemui seseorang, Vera sedang menemui Riska ditempat yang dia minta.
"Maaf mbak... Membuatmu menunggu..."
Vera berkata.
"Iya gak apa apa... Aku maklumi kok..."
Jawab Riska dengan apa adanya.
"Jadi, apa yang sebenarnya mbak Riska sembunyikan..."
Tanya Vera to the point.
"Untuk itu mbak gak bisa jelasin disini... Jika kamu ingin jawaban temui orang ini saja... Katakan atas perintahku..."
Riska memberikan selembar kartu nama kepada Vera.
"Maaf Ver... Membuatmu ikut terlibat dalam masalah ini... "
Riska mengatakan apa adanya.
"Iya gak apa apa mbak... Tapi apakah mbak bahagia dengan pernikahanmu??"
Tanya Vera memastikan.
"Itu masalah privasiku... Please... Jangan ikut campur..."
Ujar Riska kepada Vera.
"Baiklah mbak... Maaf"
Jawab Vera yang merasa terlalu lancang mengurusi hidup orang.
"Udah ya Ver... Aku mau langsung pergi... Takut dicariin Umi..."
Pamit Riska dan segera pergi meninggalkan Vera. Vera hanya mengangguk saja.
"Apa sih... Yang sebenarnya mbak Riska sembunyikan sampai sampai Syakira gak boleh tau... Ada apa sebenarnya..."
Vera masih membeku memikirkan semua itu.
"Ya... Aku harus segera menemui orang ini... Besok setelah acara kepindahanku dari sini... Aku harus segera menemuinya..."
Ujar Vera dengan menggebu gebu. Sedangkan Riska sedang berjalan terburu buru untuk segera pergi dari sana, takut ada yang mencarinya. Namun dia melihat seseorang yang sangat dia kenal berada disana.
"Loh... Itukan kakek sama nenek... Kenapa bisa ada disini...? Apakah mereka sudah tau tentang nona?"
Heran Riska.
"Aku harus nyari tau..."
Riska pun melangkahkan kakinya mengikuti secara diam diam kakek dan neneknya. Dan betapa tercengangnya dia saat tau bahwa kakek dan neneknya menemui seseorang yang dia kenal.
"Berarti kakek sama nenek sudah tau keberadaan Nona... Wah aku harus segera mengamankan keadaan ini... Sebelum dalang itu kembali berulah... Bisa bahaya nyawa nona..."
Ujar Riska dengan wajah kecemasannya. Dia segera pergi untuk melanjutkan rencananya.
"Assalamu'alaikum... Zakky..."
Sapa Tuan Hamdan, kepada Tuan Zakky dan keluarga.
"Wa'alaikumussalam... Akhirnya kau datang juga..."
Ucap Tuan Zakky dengan memeluk teman lamanya itu.
"Ehm... Oh iya... Aira kenalkan ini kakek Hamdan dan nenek Rahma "
Ujar Daffiq memperkenalkan ke dua orang itu.
"Perkenalkan kek nek... Saya Syakira..."
Syakira pun tersenyum manis dan menyalami punggung tangan ke dua manusia lansia itu.
"Iya nak... Apakah nenek boleh memelukmu..."
Tanya nyonya Rahma, dengan mata yang sudah berkaca berkaca.
"Ya silahkan..."
Ujar Syakira, dengan segera nyonya Rahma menghambur kedalam pelukan Syakira. Rasa rindu yang selama ini dia pendam akhirnya tersalurkan. Tuan Hamdan yang melihat hanya dapat menahan air matanya. Dia mengingat pesan Tuan Zakky agar tidak mengatakan sejujurnya siapa dia dan istrinya yang sebenarnya ke Syakira, karena kondisi Syakira yang masih dalam proses pemulihan ingatannya dan juga keadaan yang belum aman, karena dalang tragedi 10 tahun lalu belum terkuak.
"Kenapa nyonya menangis??"
Tanya Syakira karena tidak tega melihat Nyonya Rahma masih tetap menangis.
"Ehm... Nenek sangat bahagia makanya menangis... Nenek mohon jangan panggil nyonya, begitu juga suamiku... Panggillah kami kakek dan nenek..."
Ujar nyonya Rahma dengan mengusap air matanya.
"Baiklah..."
Jawab Syakira singkat.
"Owh ya Kak Affiq kenapa ada nenek dan kakek Hamdan disini?"
Tanya Syakira kembali. Daffiq bingung mau menjawab bagaimana, karena ini semua rencana kakeknya.
"Begini Syakira, kakek yang mengajak mereka kesini... Karena kakek ingin menunjukkan bahwa kakek mempunyai cucu perempuan yang sangat cantik dan tentunya sangat pintar sepertimu..."
Ujar Tuan Zakky untuk menjawab pertanyaan Syakira.
"Kakek... Terlalu berlebihan memujiku..."
Syakira tersipu malu mendengar pujian tuan Zakky.
"Aira... Nenek sangat bahagia dapat melihatmu... Senang sekali... Kamu begitu mirip dengan seseorang... Yang selalu kami rindukan..."
Ujar nyonya Rahma dengan mengelus punggung tangan Syakira.
"Sama sama nek... Syakira juga ikut bahagia bisa berkenalan dengan anda dan suami... Kalau boleh tau... Siapa seseorang itu?"
Tanya Syakira kembali.
__ADS_1
"Dia anak menantu kami... Dia cantik sepertimu..."
Jelas Nyonya Rahma jujur adanya.
"Bolehkah Syakira bertemu dengannya..."
Syakira merasa penasaran dengan sosok yang dimaksud Nyonya Rahma. Nyonya Rahma terlihat begitu sedih kala mendengar ucapan Syakira.
"Kenapa nenek kembali sedih... Apakah ada ucapan Syakira yang menyakiti hati nenek..."
Syakira terlihat kuatir karena melihat nyonya Rahma kembali menangis.
"Tidak nak... Nenek tidak apa apa... Anak dan menantu nenek meninggal bersama dalam kecelakaan mobil..."
Jujur nyonya Rahma dengan mencoba untuk tetap tersenyum.
"Owh... Maaf kan Syakira... Syakira ikut berduka cita nek..."
Ujar Syakira dengan kembali memeluk nyonya Rahma.
"Sudahlah... Kita hari ini tidak untuk bersedih... Kita hari ini saatnya merayakan kebahagian atas keberhasilan Aira..."
Ujar Daffiq.
"Owh ya Syakira apa rencanamu setelah ini... Apakah kamu akan langsung pindah atau kamu mau bagaimana??"
Tanya Tuan Zakky agar tidak terlalu membuat Syakira penasaran akan kedua orang yang baru datang itu.
"Kalau Syakira pengennya langsung pindah... Syakira kasihan sama Rangga..."
Jawab Syakira apa adanya, dia selalu merasa kepikiran kala mengingat nasib adiknya, meski dia sadar jika adiknya sudah mendapat hidup yang layak.
"Kalau seperti itu inginmu... Kita bisa langsung mengurus kepindahanmu sekarang... Biar Asisten Hans yang mengurusnya...."
Ujar Tuan Zakky.
"Terimakasih kek... Atas bantuannya... Tapi apakah Syakira boleh berpamitan dahulu dengan teman teman,..... Sebelum Syakira benar benar pergi dari sini..."
Ujar Syakira berharap agar Tuan Zakky memenuhi permintaannya.
"Tentu saja boleh..."
Jawab Tuan Zakky dengan bahagianya.
"Baiklah... Kalau begitu Syakira pamit dahulu menemui teman teman ya..."
Syakira berpamitan dan mendapat anggukan dari semua yang ada disana. Dengan segera Syakira mencari teman temannya.
"Hans... Kamu sudah pahamkan!! Lakukan tugasmu sekarang..!!"
Titah Daffiq kepada Asisten Hans yang duduk tidak jauh dari sana.
"Baik tuan..."
Dengan segera Asisten Hans menelpon beberapa kali, dia juga menelpon maid dari mansion Al-Aydrus untuk datang mengemasi barang barang Syakira.
"Zakky... Aku senang sekali dapat melihat kembali cucuku..."
Ujar Tuan Hamdan dengan sangat bahagianya.
"Aku juga Dam... Tapi sayangnya dia mengalami amnesia..."
Ujar tuan Zakky merasa sedih mengingat kondisi Syakira saat ini.
"Iya... Tapi cukup bahagia setidaknya dia masih hidup... Kau tau kan... Setelah kami mendapat kabar kecelakaan naas itu... Kami berdua jatuh sakit bahkan menyebabkan kami berdua harus opname dirumah sakit sampe hampir 2 tahun..."
"Zakky... Terimakasih karna kamu dapat menemukan kembali cucuku..."
Ujar nyonya Rahma.
"Kau harusnya berterimakasih kepada cucuku... Karna dia selama ini berjuang mati matian untuk menenukan Aira..."
Jawab Tuan Zakky yang pada kenyataannya itu semua adalah hasil usaha Daffiq.
"Daffiq... Terimakasih... "
Ujar Tuan Hamdan dan Nyonya Rahma bersamaan.
"Sama sama ... Itu semua memang harus aku lakukan... Karena aku yakin Aira masih hidup... Dan aku juga harus menepati janjiku pada om Malik dan Tante Raina..."
Jawab Daffiq memang benar adanya. Mereka pun melanjutkan obrolan mengenai kedepannya akan bagaimana.
Sedangkan Syakira saat ini sudah berkumpul dengan para sahabatnya.
"Sebenarnya ada yang ingin aku omongin ni... Sama kalian..."
Jujur Syakira.
"Aku juga"
"Aku juga"
"Aku juga..."
Jawab Ketiga sahabatnya serentak.
"Emang kalian mau ngomong apa?"
Tanya Syakira heran, karena mereka serentak mengatakan kata yang sama.
"Kamu aja duluan Ra... Yang ngomong... Kan kamu dulu yang ngajak kita ketemu..."
Usul Melly menyarankan.
"Bener banget... Tu..."
Dinda ikut menimpali.
"Iya aku setuju..."
Vera mengatakan setuju.
"Ok baiklah aku dulu... Sebenarnya keperluanku disini ngumpulin kalian karna aku mau pamitan..."
Jeda Syakira melihat kearah temen temannya.
"Lah kok sama tujuanku..."
Sela Melly.
"Iya... Aku juga"
Dinda sama mengatakan niat tujuannya juga.
"Jangan bilang kamu juga Ver..."
Selidik Syakira dengan menunjuk Vera.
__ADS_1
"Hehehehe aku juga sama kayak kalian..."
Dan akhirnya mereka semua tertawa karena mempunyai tujuan yang sama.
"Berarti kita barengan pindahnya ya...."
Dinda sedikit sedih.
"Kok aku rasanya berat ya..."
Melly juga ikut menimpali.
"Sama kita juga..."
Jawab Syakira dan Vera barengan. Dan merekapun berpelukan sejenak.
"Rencana kalian habis ini mau ngelanjut kemana?"
Tanya Syakira kepada teman temannya.
"Kalau aku si... Mau kembali ke kota kelahiran... Paris Of Java... Hehehe... Mau kuliah disana aja"
Jawab Melly.
"Lalu kamu Din..."
Syakira menunjuk Dinda yang terlihat diam karena bingung .
"Sebenarnya pa.e si nyuruh balik ke solo aja... Kuliah disana... Tapi aku masih pengen disini di kota Jakarta gitu.... Biar hidup kayak ala ala orang kota... Hehehhee"
Jawab Dinda dengan suara cekikikan. Syakira pun mengangguk paham.
"Lah kamu Ver..."
Tanya Syakira kembali.
"Kalau aku jelas disini dong... Kan aku penduduk asli Kota Jakarta..."
Jawab Vera benar adanya.
"Lah kamu sendiri gimana Ra??"
Tanya Melly balik.
"Kalau aku belum tau... Masih belum ada tujuan... Terpenting saat ini aku bisa jaga Rangga, kalaupun kuliah aku ingin yang dekat dan gak jauh jauh... Biar bisa mantau dan jagain Rangga..."
Ujar Syakira yang memang sudah dia pikirkan selama ini soal masalah ini.
"Semoga kita semua bisa kuliah dan mencapai cita cita kita ya.... Meski ditempat yang berbeda .."
Ujar Dinda, yang terlihat lebih bijak.
"Iya Din... Tapi, tumben kamu bicaranya bener..."
Vera melihat Dinda.
"Hehehe tadi aku gak sengaja ngeliat anak sebelah juga kayak kita pamitan perpisahan... Terus dengar kalimat itu... Hehehe"
Jawab Dinda jujur adanya. Seketika teman teman Dinda geleng geleng kepala melihat kelakuan Dinda yang selalu absurd, sedangkan Dinda hanya senyum pepsodent.
"Eh... Kalian udah pada beres beres apa belom...?"
Tanya Syakira.
"Alhamdulillah... Udah dari sebulan lalu Ra..."
Jawab Dinda dengan bangganya, karena dia memang sudah sangat merencanakannya.
"Aku udah"
"Aku juga udah..."
Jawab Vera dan Melly yang memang sudah melakukan packing.
"Wah berarti aku doang ni ya... Yang belom sendiri..."
Jujur Syakira.
"Udah kamu tenang aja Ra... Kita semua siap bantuin... Ya kan..."
Ujar Dinda dengan bangganya, dengan mengedipkan mata ke Vera dan Melly.
"Kamu aja... Din... Kalau soal lelah jangan ajak ajak..."
Goda Melly agar Dinda marah.
"Teman macam apa kamu... Teman minta Bantuan gak respect bantuin... Padahal cuman tenaga..."
Dinda sangat bersungut sungut mendengar jawaban Melly.
"Becanda kali neng ... Jangan marah atu..."
Melly mencubit dagu Dinda dengan gemash.
"Pancet tenan koe Mell... Seneng gae aku nesu..."
** Selalu aja kamu Mell .. Suka buat aku marah....**
"Wah... Bahasa pelanet ni bocah udah keluar ni..."
Vera ikut menimpali.
"Udah udah... Gak usah marah Din... Melly cuman godaiin kamu aja kok... Habisnya kamu tuh lucu kalau marah... Gemesin... Hehehe"
Syakira mendekati Dinda dan menoel pipi Dinda yang memang Cubby.
"Dari pada kita bicara packing... Mending kita rencanain tentang kita..."
Usul Vera.
"Maksudnya??"
Tanya Syakira yang memang belum paham.
"Gini... Kita kan mau pisah dan kita juga ditempat yang berbeda... Gimana kalau kita ngadain kayak reonian gitu... Buat berapa bulan sekali..."
Vera memberikan beberapa pemikiran yang tiba tiba terlintas diotaknya.
"Aku setuju banget!!"
Dinda dengan semangatnya menjawab paling pertama .
"Aku setuju"
"Sama aku juga..."
Jawab Melly dan Syakira.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun membuat musyawarah untuk mengadakan reoninan setiap 2 kali dalam setahun, dan mereka juga membuat grup pribadi diWhatshaap. Untuk Syakira yang belum mempunyai Hand Phone pun... Hanya mengantungi no. Hp teman temannya dahulu. Nanti kalau dia sudah punya Hp dia akan ikut join dalam grup tersebut.