Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (14)


__ADS_3

*Terimakasih untuk semua yang masih setia dengan Novel Cinta Diujung Sujud pokoknya terimaksih udah mau baca ya....πŸ˜πŸ™ HAPPY READING YA GAESπŸ€—*


~Rencana Gus Lubiz~


Gus Lubiz sedang merenungkan nasib hatinya. Dia sedang berfikir cara untuk mendekati Syakira, dia mulai merencanakan beberapa hal.


"Cinta itu perlu diperjuangkan, jadi aku harus berusaha menarik perhatian Syakira.... Tunggu aku Syakira, akan aku buktikan kalau aku bisa menaklukan hatimu itu..."


Ujar Gus Lubiz sambil memandang foto Syakira yang berhasil dia ambil saat membersihkan halaman belakang.


"Tetap cantik, meski kringat membanjiri mukanya..."


Ucap Gus Lubiz dengan wajah yang berseri seri.


"Hah, rasanya gak sabar pengen menghalalkanmu Syakira...."


Gus Lubiz semakin halu, membayangkan Syakira. Dia semakin ta terkendalikan dengan dada yang selalu berdebar debar kala mengingat wajah Syakira.


Akhirnya Gus Lubiz berjalan menuju dapur pesantren untuk mencari Syakira tentunya.


"Assalamu'alaikum..."


Sapa Gus Lubiz kepada para abdi dhalem yang berada disitu. Seketika semua menjawab dengan serempak.


"Wa'alaikumusalam...."


Jawab semua yang ada disitu dengan serempak dan kaget karna ada Gus Lubiz.


"Syakiranya ada?"


Tanya Gus Lubiz dengan santainya.


"Syakiranya tidak ada Gus... Apa perlu saya panggilkan"


Jawab salah satu abdi dhalem yang bernama Ida.


"Tidak perlu, saya hanya mau memberikan ini... Tolong kamu kasihkan ke Syakira"


Gus Lubiz menyerahkan setumpuk kertas dan juga paperbag kecil berwarna coklat kepada Ida. Dengan perasaan kecewa Gus Lubiz pergi meninggalkan area dapur.


"Tidak masalah, setidaknya kamu sudah bisa menjalankan misi PDKT dulu... Masih ada hari esok untuk bertemu dengannya"


Hibur Gus Lubiz kepada dirinya sendiri.


Sedangkan didapur heboh karna Gus Lubiz yang masuk dapur. Banyak yang menerka ada apa gerangan Gus Lubiz mau masuk dapur. Dan ada juga yang bergosip menduga duga hubungan apa antara Syakira dan Gus Lubiz. Dapur semakin ramai karna banyak pertanyaan yang bermunculan, rasa penasaran semakin menyeruak ke ubun ubun bagi semua penghuni dapur saat itu.


---------------------------


Syakira yang berada dikamar dikejutkan dengan adanya Mbak Ida yang mencarinya.


"Iranya ada?"


Tanya Ida ketika masuk kamar Syakira.


"Iya mbak... Aku disini, ada apa ya mbak? "


Tanya Syakira heran, karna biasanya Mbak Ida jarang kekamarnya.


"Ini mau ngasih titipannya Gus Lubiz... Suruh ngasihin kekamu"

__ADS_1


Jawab Ida.


"Aku???"


Syakira bingung, karna dia tidak merasa diamanahi apa apa oleh Gus Lubiz.


"Iya kamu Ra..., udah agh kamu ambil, aku mau langsung balik"


Jawab Ida karna masih ada kerjaan yang belum selesai.


"Eh iya ya... makasih mbak udah repot repot mau nganterin"


Jawab Syakira.


Dengan segera langsung duduk dan membuka lembaran kertas itu.


"Owh... Nilai ulangan kemarin, emang gak bisa ya kalau dibagiin waktu dikelas... Bikin repot orang"


Gumam Syakira yang merasa heran dengan kelakuan Gusnya itu. Syakirapun lanjut dengan membuka paperbag kecil yang berada disamping lembaran kertas nilai ulangan itu. Ketika dibuka, betapa kagetnya Syakira. Ada 2 batang coklat, satu boneka beruang kecil, dan selembar surat untuknya. Syakira pun segera membaca isi surat itu, namun betapa kagetnya ketika melihat isi surat itu.


"Hah!!!


Gak mungkin kan... Ini Gus Lubiz lagi ngelindur apa gimna si..."


Syakira masih shock melihat isi surat itu. Surat pengakuan bahwa Gus Lubiz memiliki


rasa dengannya. Dengan segera Syakira menyimpan paperbag itu kedalam lemarinya, takut teman temannya melihatnya.


Sejenak Syakira berfikir, selama ini perhatian dan tingkah absurd Gus Lubiz adalah bentuk karna rasa sukanya. Syakira akan mengembalikan semua itu ke Gus Lubiz besok. Karna dia tidak ingin terlibat dengan Gus Lubiz semakin jauh. Syakira tidak ingin mengecewakan ibunya untuk hal semacam ini.


Ditengah kegelisahan Syakira datanglah ke 3 sahabatnya, yang baru saja pergi dari kantin. Untuk menghilangkan rasa gugupnya Syakira menyapa teman temannya.


Tanya Syakira basa basi.


"Wih rame banget Ra... Tadi aku sampe dorong dorongan gara gara antrinya lama..."


Dinda bercerita dengan hebohnya.


"Bener tu... Omongan si dodol... Untung kamu gak ikut jaga dikantin..."


Imbuh Vera yang juga melihat kejadian itu.


"Kalau kamu ikut jaga, wah kamu kelelahan Ra.... Beneran ..."


Sahut Melly yang ta kalah antusiasnya.


"Alhamdulillah dong.... Aku gak kelelahan..."


Jawab Syakira.


"Ra, itu kertas apaan kok segebok.... Banyak buanget???🀨"


Tanya Dinda yang melihat tumpukan kertas.


"Owh itu, itu nilai hasil ulangan hadits kemaren..."


Syakira menjawab dengan entengnya.


"Boleh diambil ngak??πŸ˜€"

__ADS_1


Pinta Melly.


"Boleh, ambil aja yang atas nama kalian, sisanya biar besok aku bagiin ke anak anak"


Perintah Syakira.


Dengan jurus ninjanya, Melly, Vera, dan Dinda berebut mengambil nilai ulangan masing masing.


"Woy... Aku duluan coy...!"


Geram Melly yang sudah memegang bagian atas kertas.


"Eits....gak bisa, aku dulu"


Jawab Dinda yang sudah memegang bagian tengah kertas.


"No no big No! Jelas aku dulu"


Jawab Vera yang sudah memegang bagian bawah kertas. Syakira yang melihat pun tepuk jidat dan menggelengkan kepala karna melihat kelakuan teman temannya.


"Udah udah... Yang bener tu aku yang bagiin, cepetan bawa kesini kertasnya!"


Titah Syakira ta mau terbantahkan. Akhirnya ke tiga sahabat Syakira menyerahkan kertas tersebut kepada Syakira. Dengan hati hati Syakira membagikan nilai ulangan tersebut berdasarkan nama masing masing.


---------------------------


Di halaman belakang rumah Gus Lubiz sedang membayangkan ekspresi Syakira yang menerima hadiahnya.


"Pasti dia suka, kan perempuan suka dengan hal yang romantis..."


Gumam Gus Lubiz.


"Aghhh gak sabar untuk bertemu hari esok, dia pasti akan mengatakan terimaksih ustadz..."


Gumam Gus Lubiz mengingat tentang Syakira.


Rasa penasaran Gus Lubizpun semakin menyeruak kedalam sanubarinya. Mungkin saat ini dia telah menjatuhkan pamornya mengejar seorang wanita. Tapi baginya ta apa, karna pasalnya cinta itu juga perlu diperjuangkan, biar bisa bersatu, begitulah pikirnya.


"Syakira Falicha... Semoga kita berjodoh ya... Ana uhibuka fillah..."


Gumam Gus Lubiz didalam hatinya.


Setelah berhayal tentang Syakira, Gus Lubiz masuk kedalam rumah. Disana dia sudah disambut oleh abah dan uminya. Gus Lubizpun ikut bergabung dengan orangtuanya.


"Bah... Mi... Lagi apa??"


Sapa Gus Lubiz.


"Ini loh nak... Abah kebiasaan mintanya dimanja manja..."


Jawab Umi Fatimah, karna sedari tadi Abah Sholeh tiduran diatas pangkuan Umi Fatimah, dengan kepala berada diatas paha Umi Fatimah sebagai bantalan.


"Ya kan gak apa apa Umi... Manja sama istri sendiri..."


Goda Abah Sholeh sambil mencubit dagu istri tercintanya.


Gus Lubizpun tertawa melihat kelakuan kedua orangtuanya, meski sudah lanjut usia tetap saja selalu menunjukkan keharmonisan dan keromantisan. Gus Lubiz semakin iri melihatnya, pikiran ingin menghalalkan Syakirapun tambah menggebu gebu.


"Emang bener, kalau udah nemu pawangnya. Romantis dimana mana itu bebas... Gak kasian sama yang jomblo kayak aku..."

__ADS_1


Batin Gus Lubiz menjerit melihat ke dua orangtuanya yang masih asik bersenda gurau dan menjahili satu sama lain.


__ADS_2