Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (17)


__ADS_3

~Terungkap 2~


Asisten Hans pun yang paham akan situasi yang ada, lantas Asisten Hans mempersilahkan Endrik keluar dari ruang kerja. Karna laporannya sudah cukup. Setelah keluarnya Endrik, Asisten Hanspun masuk kedalam ruang kerja. Didalam situ ruangan sudah tidak setegang sebelumnya. Kakek mulai menanyakan kejelasan semua yang belum kakek pahami.


"Daffiq... Tolong kamu jelaskan semua yang ada secara jelas..."


Tuan Zakky meminta penjelasan Daffiq.


"Daffiq, bingung kek... Memulainya dari mana"


Daffiq bingung karna semua seperti mendadak dan sulit untuk dipahami.


"Kamu bisa menjelaskan sebisa kamu..."


Pinta Tuan Zakky.


"Jadi, sebelum Endrik memberi informasi tentang keadaan Aira.... Daffiq sudah menyelidiki latar belakang hidup Ibu Endah secara mendetail bersama dengan Hans... Kakek bisa minta penjelasan Hans... Untuk lebih jelasnya...."


Daffiq memberikan kode kepada Asisten Hans. Dengan segera Asisten Hans mendekat dan mulai menjelaskan.


" Begini tuan... Dulu ketika menolong Ibu Endah, tuan muda Daffiq meminta saya untuk mencari tau latar belakang tentang keluarga Ibu Endah, setelah saya menyelidiki saya menemukan fakta bahwa Ibu Endah adalah seorang janda, dan Ibu Endah mempunyai 2 anak. Yang pertama adalah Syakira Falicha dan yang ke dua adalah Rangga Ramdhan Saputra. Karna tuan muda merasa kurang merasa puas dengan hasil penyelidikan saya, maka saya pun menyelidiki lebih dalam tentang keluarga Ibu Endah...


Ibu Endah menikah dengan Pak Bayu yang mempunyai peringai sangat buruk yaitu sering main tangan, judi , mabuk mabukan dan lebih parahnya sering membawa perempuan selingkuhannya pulang kerumah. Lalu saya selidiki lagi tentang Ibu Endah, saya menemukan fakta bahwa anak sulung mereka adalah anak angkat, mereka saat itu sudah menikah hampir 5 tahun namun tidak dikarunia seorang anak, dan mereka pun memutuskan mengadopsi anak, karna paksaan Ibu Endah. Setelah mengadopsi Nona Aira sekitar satu tahun... Ibu Endah hamil Rangga. Tapi karna peringai Pak Bayu yang memang tidak baik, setiap kalah judi dan dalam keadaan mabuk ia sering mengamuk dan korban pelampiasaan nya adalah Ibu Endah dan Nona Aira, karna Pak Bayu yang memang tidak menyukai keberadaan Nona Aira, maka dari itu Nona sering mengalami luka fisik baik dari pukulan dan bahkan cambukanpun pernah dirasakan. Pernah juga Nona mengalami tidak diberi makan oleh Pak Bayu. Nona Airapun dipaksa bekerja disaat usianya masih belia, karna Ibu Endah tidak mampu menolong karna kondisinya yang memang lemah hanya mampu menangis dan mendapat siksaan dari Pak Bayu. Hingga pada saat 4 tahun yang lalu Pak Bayu mengalami kecelakaan karna mengendarai truck dengan mabuk. Dan Pak Bayu meninggal dunia dan meninggalkan hutang yang banyak pada rentenir, karna tidak mampu membayar hutang maka rumah yang ditempati Ibu Endahpun disita. Akhirnya merekapun mengontrak diperkampungan kumuh pinggiran kota yang berada dihilir.."


Jelas, Asisten Hans.


"Lalu sekarang Aira berada dimana??"


Tanya Tuan Zakky.

__ADS_1


"Sekarang Nona sedang mengenyam pendidikan di pesantren Roudhoh dan kelas 3 di MA. Al-Muttaqin....


Karna Ibu Endah tidak dapat membiyai sekolah Nona saat itu setelah lulus SMP. Ibu Endah mendapat tawaran program sekolah gratis dari MA. Al-Muttaqin tapi syaratnya harus mau menetap dipesantren, dan menjadi abdi dhalem, dengan berat hati Ibu Endah memaksa Nona Aira untuk mau menerima tawaran itu..."


Kakek yang mendengar penjelasan Asisten Hans menangis,


"Betapa malangnya nasib Aira..."


Tutur Tuan Zakky disela tangisnya.


"Lalu, kamu sudah tau keberadaan Aira sejak kapan Daffiq??"


Tuan Zakky bertanya pada Daffiq.


"Kalau soal itu, Daffiq baru mengetahui saat Endrik memberikan hasil laporannya ..."


Jawab Daffiq yang benar adanya.


Tuan Zakky yang tidak puas dengan jawaban Daffiq.


"Tadi, saat Endrik menjabarkan semua hasil penyelidikannya tentang Aira, aku semakin yakin bahwa Syakira Falicha yang menjadi anak dari Ibu Endah adalah Airaku... Karna cerita Endrik yang sama dengan hasil penyelidikan Hans....


Dan kalung ini sebagai bukti bahwa ini adalah Airaku... Karna Ibu Endah sendiri yang memberikan kepadaku tadi sore... Dan Ibu Endah juga meminta tolong untuk mencari orangtua kandung Aira... dengan lewat perantara kalung ini"


Jawab Daffiq yang sudah bisa mengontrol emosinya.


"Apakah itu memang benar kalung Aira...?"


Tanya Tuan Zakky kembali.

__ADS_1


"Iya, ini memang benar kalung Aira... Karna ini aku pesan husus untuk hadiah ulang tahun Aira yang ke 6 tahun..."


Ujar Daffiq mengingat saat dia memilih desain kalung itu bersama Bundanya. Saat itu Daffiq sengaja memberi kalung Aira dengan mainan yang bertuliskan nama Lengkap Aira, disitu juga ada tanggal lahirnya.


"Lalu kamu menjemput Aira pulang kapan?"


Tanya Tuan Zakky kembali.


"Secepatnya... Setelah semuanya terkendali, karna Daffiq tidak ingin membuat Aira shock... Saat ini cukup Daffiq pantau dari jauh saja"


Jawab Daffiq yang memang sedang memikirkan keadaan Aira.


"Baiklah, kakek mengikuti keinginanmu... Tapi tolong kamu perketat penjagaan Aira, karna dalang dibalik kecelakaan itu belum ditemukan"


Tuan Zakky meminta dengan tulus.


"Tentu saja Daffiq akan menjaga Aira lebih ketat lagi... Karna Daffiq ta mau kehilangan Aira untuk ke dua kalinya"


Tekad Daffiq dengan penuh keyakinan.


"Kakek yakin kamu mampu nak..."


Ujar Tuan Zakky dengan menepuk pundak cucu kesayangannya.


Akhirnya malam itu menjadi malam yang begitu membahagiakan, karna akhirnya Daffiq sudah menemukan keberadaan Aira. Dan saat ini Daffiq tidak sabar untuk menemui Aira, namun dia tunda dulu, karna dia harus menyiapkan semuanya agar saat Aira kembali semuanya sudah sesuai keinginanya. Dan sesuai rencana orangtua Daffiq dan orangtua Aira.


Akhirnya Daffiq dan Tuan Zakky keluar dari ruang kerja.


"Takdir hidup ini memang sulit untuk dikendalikan, tapi aku percaya dengan sebuah keyakinan, maka dari itu aku berusaha.... Dan saat ini Allah menjawab usahaku dengan berhasilnya aku menemukanmu kembali... Tunggu aku Syakira Falicha... Akan kutepati semua janji janjiku dan keinginan orang tuamu dan orangtuaku... Karna separuh hatiku sudah dikuasai Namamu sejak dahulu... Dan sampai saat ini kau masih menjadi tahta tertinggi dihatiku, I love you more Aira ..."

__ADS_1


Gumam Daffiq dibalkon kamarnya dengan memandang foto Syakira yang tersenyum dalam gendongan nya. Daffiqpun larut dalam rasa rindu yang akan berlabuh kepada muara yang dituju.


__ADS_2