
~Syakira & Daffiq~
2 hari sudah Syakira tinggal di mansion Al-Aydrus, semua kebutuhannya terpenuhi. Bahkan barang barang yang dia bawa dari kontrakannya pun tidak dibutuhkannya, karna semua sudah ada. Kamar yang dia tempati bahkan 10 kali lipat dari kontrakannya.
"Bosen juga disini gak nglakuin apa apa..."
Syakira termenung memikirkan keadaannya.
"Mending aku bantu bersih bersih aja..."
Lantas Syakira beranjak mencari sapu dan pel.
"Nona cari apa??"
Tanya salah seorang maid.
"Saya mencari sapu dan pel bi...."
Jawab Syakira.
"Untuk apa nona?"
Tanya maid itu kembali.
"Saya mau ikut bersih bersih... Biar gak bosen hehehehe"
Jawab Syakira dengan cepatnya.
"Maaf nona... Lebih baik anda pergi dari sini... Bersih bersih sudah ada yang melakukan... Anda tidak perlu capek capek..."
Akhirnya Syakira pergi tanpa membawa hasil apapun.
"Huftt... Emang aku gak bosen apa disini cuman diem aja... Mau makan ada yang ngelayanin, mau mandi ada yang nyiapin sampai baju juga disiapin... Agh!! Frustasi aku berada disini gak ngelakuin apa apa..."
Gumam Syakira yang berjalan kedepan tv, dia akhirnya memilih melihat tv. Dengan duduk bersandar pada sofa yang begitu empuk, dia mulai melihat satu persatu channel yang ada. Kebetulan saat itu juga ada seorang maid sedang membersihkan ruang tv, Syakira tiba tiba mempunyai ide cemerlang.
"Ehm... Bibi Syakira boleh minta tolong gak??"
Tanya Syakira.
"Iya nona... Nona memerlukan apa??"
Tanya Maid itu kembali.
"Syakira pengen jus strawberry trus pengen cemilan yang seger kayak rujak gitu... Sama pengen makanan yang gurih gurih gitu... Bisa tolong buatin gak bi..."
Mohon Syakira dengan maksud terselubung.
"Baik nona... Saya akan segera membuatkan... Mohon tunggu sebentar..."
Jawab maid itu.
"Eh eh... Kamu ngapain pel sama sapunya kamu bawa..."
Tanya Syakira kembali.
"Maaf nona... Agar tidak merusak pemandangan"
Jawab maid itu.
"Eits... Tinggal aja itu disini!! Ini perintah!!"
Jawab Syakira, agar maid itu mau melakukan perintahnya.
"Baik nona... Saya permisi"
Maid itupun pergi meninggalkan Syakira, dan sapu dan pel yang masih disana.
"Xixixixi... Akhirnya aku bisa melakukan sesuatu...."
Dengan segera Syakira mulai membersihkan lantai dengan sapu, dia juga melap semua meja dan kursi, lalu dia mulai melajukan pelnya maju mundur. Namun, ada seseorang yang datang.
"Aira!! Ngapain kamu ngepel!"
Tanya Daffiq yang baru pulang kerja.
"Itu... Aku ..."
Syakira bingung harus menjawab apa.
"Bi.... Bibi..."
Teriak Daffiq, kemudian datanglah Maid yang kebetulan disuruh membuatkan permintaan Syakira.
"Iya tuan ada apa...?"
Tanya maid itu.
"Siapa yang menyuruh Aira melakukan pekerjaan ini!"
Bentak Daffiq sambil melemparkan pel yang dipegang Syakira kedepan maid itu.
"Maaf tuan... Saya ..."
Belum selesai maid itu menjawab sudah disela Syakira.
__ADS_1
"Tuan... Maaf... Itu bukan kesalahan bibi... Itu kemauanku sendiri... Aku mohon jangan marahi bibi...marahi aku saja.... Aku mohon..."
Pinta Syakira yang sudah gemetaran melihat Daffiq marah.
"Kamu boleh pergi dari sini"
Usir Daffiq kepada maid itu. Sedangkan Daffiq melihat Syakira yang gemetaran ketakutan dia tersenyum sekilas.
"Karna membuat kesalahan, kamu ingin aku hukum apa?"
Tanya Daffiq dengan santainya dengan meminum jus strawberry milik Syakira.
"Tuan bisa menghukum saya apa saja... Saya janji saya akan patuh..."
Jawab Syakira dengan menundukkan kepalanya.
"Ok... Kita mulai dengan..... Kamu jangan panggil aku tuan... Bagaimana?"
Daffiq mencoba memberikan pilihan.
"Lalu saya manggil apa??"
Tanya Syakira kembali.
"Apa ya.... Bagusnya..."
Tanya Daffiq kembali sambil mencari nama panggilan yang bagus.
"Saya bingung tuan...."
Jawab Syakira kembali.
"Ehmmm..... Bagaimana kalau kamu panggil aku
Kak Affiq!"
Tawar Daffiq.
"Hah! Kak Affiq"
Syakira sangat kaget dan lirih.
Dalam hati Syakira berfikir.
"Maksudnya kok Kak Affiq si... Kenapa namanya sama kayak yang ada dimimpiku... Apakah Kak Affiq dan Tuan Daffiq adalah orang yang sama...? Aghhh bisa gila aku... Kalau iya...."
Ringis Syakira memikirkan itu semua.
"Hey Syakira!! Ngapain ngelamun... Gimana?"
"Ehm... Apakah tidak bisa dengan panggilan lainnya... Mungkin Kak Daffiq, atau Kak Affan begitu... Kenapa harus Kak Affiq...."
Tawar Syakira.
"Aku tidak menerima penolakan....! Kamu harus manggil aku seperti itu!"
Titah Daffiq.
"Ok... Baiklah..."
Jawab Syakira yang sudah pasrah tidak menerimakan panggilan Daffiq yang sama dengan orang yang selalu hadir didalam mimpinya.
"Sekarang!! Kamu ikut aku... Ada yang ingin aku sampaikan..."
Ajak Daffiq sambil berlalu meninggalkan Syakira yang akan melayangkan protes.
"Eh... Tapi kita mau kemana..."
Belum sampai selesai bicara Daffiq sudah melenggang pergi meninggalkan Syakira yang masih stay berdiri.
"Huh kebiasaan! Belum juga selesai bicara udah ditinggal gitu aja...! "
Sungut Syakira yang sudah mengikuti langkah Daffiq. Berjalanlah mereka dengan posisi Daffiq yang sudah berada jauh didepan dan Syakira yang masih berada dibelakang. Merekapun sama sama masuk kedalam ruangan. Setelah mereka sama sama masuk, semua terasa hening, tidak ada yang bersuara ataupun melakukan aktifitas.
"Duduklah...."
Daffiq mempersilahkan Syakira untuk duduk disofa yang tersedia.
"Ehm iya..."
Jawab Syakira yang menunduk, karna takut akan diapa apakan Daffiq. Syakira seakan over thinking kepada Daffiq.
"Aku ingin bertanya padamu... Apakah boleh?"
Daffiq meminta ijin kepada Syakira.
"Silahkan..."
Syakira menjawab dengan sedikit grogi kalau berahadapan dengan Daffiq, padahal Syakira adalah anak yang super duper PD, tapi kalau berhadapan dengan Daffiq dia langsung ngelag saja.
"Aku ingin memastikan, apakah benar kamu hilang ingatan....?"
Tanya Daffiq untuk memastikan itu benar adanya atau tidak.
"Iya benar tu... Ehm maksudku kak... Iya aku hilang ingatan..."
__ADS_1
Jawab Syakira yang masih grogi.
"Apakah tidak ada yang kamu ingat sama sekali dari dirimu sendiri...."
Daffiq memastikan sesuatu.
"Maaf... Tidak ada kak... Bahkan nama saja aku tidak mengingat...."
Jawab Syakira yang sudah pasrah adanya.
"Kenapa kamu harus minta maaf.... Itu sudah takdir...."
Hibur Daffiq.
"Bisakah kamu jelaskan.... Sejak kapan kamu hilang ingatan??"
Daffiq bertanya kembali.
"Ehm.... Saat itu yang aku ingat, setelah aku sadar dari koma aku tidak mengingat apapun... Dan hanya ada seseorang yang tidak kukenal mengatakan kalau aku sakit...."
Jawab Syakira.
"Lalu orang itu siapa?"
Tanya Daffiq kembali.
"Aku tidak mengenalnya... Bahkan saat aku tanya siapa nama paman itu... Dia tidak menjawabnya, dia hanya menjawab tidak perlu tau.... Aku yang menolongmu seperti itu..."
Jawab Syakira.
"Apakah kamu ingat wajah orang itu???"
Tanya Daffiq kembali.
"Yang aku ingat... Dia mempunyai bekas luka didahinya sebelah kiri sedikit memanjang"
Jawab Syakira kembali.
"Setelah kamu sadar dari komamu, kamu berada dimana...."
Tanya Daffiq kembali.
"Ehm.... Saat itu aku tiba tiba tertidur kembali setelah bertanya dengan paman itu.... Setelah itu yang aku ingat aku berada dijalanan yang sepi dan menakutkan...."
Jawab Syakira dengan bergidik ngeri mengingat peristiwa dulu.
"Kenapa kamu bisa tertidur?? Apakah kamu diberikan suntikan atau sesuatu?"
Tanya Daffiq yang masih mencoba memastikan.
"Saat itu yang aku ingat aku diberi obat dia mengatakan itu obat yang harus aku minum setelah sadar... Jadi aku patuh untuk meminumnya... Lalu aku terasa mengantuk dan tertidur..."
Jawab Syakira kembali.
"Saat kamu berada dijalan yang sepi kamu kemana..."
Tanya Daffiq kembali.
"Setelah itu, aku berjalan kembali dengan ta tentu arah... Dengan nafas yang terengah engah dan tubuh yang lemas, sampai pada akhirnya aku ditemukan oleh warga dan membawaku ke posko kesehatan yang ada didesa itu... Dan disanalah aku diobati sampai aku benar benar sembuh. Lalu setelah itu aku dibawa oleh pihak desa itu ke panti asuhan.... Karna aku tidak mengingat apapun..."
Jawab Syakira mengingat peristiwa dahulu.
"Kenapa nama kamu Syakira Falicha... Padahal kamu tidak mengingat apapun... Apakah itu nama pemberian ibu panti atau nama pemberian Ibu Endah...."
Tanya Daffiq kembali.
"Kalau soal nama... Aku diberi nama oleh ibu panti.... Beliau melihat kalung yang aku pakai... Disana ada ukiran Syakira Falicha... Bahkan ada tanggal lahirku... Sejak itu namaku Syakira Falicha.... Untung orangtua kandungku memberikan kalung itu... Jadi aku bisa tau namaku... Hehehehe"
Jawab Syakira yang memang benar adanya.
"Kamu tau kalung itu ada dimana?"
"Saat ini kalung itu ada bersama Ibu... Tapi aku tidak tau ditaruh mana.... Karna sejak ayah suka judi kalung itu disimpan, takut diambil dan dijual oleh ayah.... Karna kata ibu... Untuk menemukan orang tua kandungku hanya kalung itu... Sebagai jawabannya... Tapi sekarang hanya impian saja... Karna aku tidak tau kalung itu berada dimana...."
Syakira bersedih mengingat kalung satu satunya itu tidak ada.
"Sudah... Kamu jangan sedih.... Terpenting kamu harus ingat kembali siapa dirimu... Soal orangtuamu aku akan mencarinya..."
Hibur Daffiq kepada Syakira.
"Terimakasih kak... Karna mau membantuku menacari orangtuaku...."
Syakira tersenyum, mengucapkan terimakasih.
"Besok pagi kamu siap siap ke rumah sakit untuk pemeriksaan ingatanmu..."
Daffiq mengajak Syakira.
"Baiklah... Terimaksih atas semua bantuan kakak...."
Syakira mengucapkan banyak terimakasih.
"Sama sama... Itu sudah kewajibanku...."
Jawab Daffiq.
__ADS_1
Akhirnya sore itu menjadi sore yang bahagia untuk Syakira, karna dia akan segera bisa menemukan orangtua kandung yang selama ini dia cari.