
~Kelulusan yang Ditunggu tunggu~
Setelah menempuh jenjang Madrasah Aliyah 3 tahun, akhirnya Syakira dan teman teman akan mengetahui hasil kerja kerasnya dalam belajar selama ini pada hari ini, untuk menentukan sukses atau tidaknya dalam menempuh bangku pendidikan menengah atas.
"Kalian sama kayak aku gak...?"
Dinda bertanya pada teman temannya.
"Ya kita semua pasti beda lah Din... "
Jawab Melly asal.
"Maksudku tuh... Sama pada ngerasain gugup gitu... Sama hasilnya nanti..."
Jawab Dinda yang masih setia hilir mudik gak jelas.
"Aku mah biasa aja..."
Melly menanggapi santai.
"Aku juga biasa buat apa susah..."
Sahut Vera balik.
"Aku mah yakin aja hasilnya baik..."
Sahut Syakira ikut menimbali.
"Agh... Kalian kok tenang si... Emang kalian gak takut atau apalah... Apalagi acara nanti dihadiri sama orangtua..."
Dinda masih dalam mode bingung dan cemas.
"Din... Sini deh..."
Syakira menyuruh Dinda untuk mendekat. Dindapun ikut mendekat.
"Kamu duduk dulu... Dan ikuti arahanku..."
Syakira mengisyaratkan Dinda untuk mengikuti perkataannya. Dindapun mengangguk patuh.
"Sekarang kamu ambil nafas .... Kalau udah keluarkan... Secara perlahan..."
Dengan patuh Dinda mengikuti arahan Syakira.
"Lakukan berulang kali... Sampai kamu merasa lega dan tenang..."
Akhirnya Dinda melakukannya berulang kali, sampai dia merasa sudah tenang.
"Gimana...? Udah tenang...?"
Tanya Syakira serentak bersama Vera dan Melly. Dinda hanya menganggukkan kepalanya.
"Lain kali kamu tuh ngelakuin apapun itu harus dengan tenang dan kepala dingin... Din, dan ingat... Selama ini kamu tuh udah berusaha yang terbaik... Jadi kamu harus yakin hasilnya memuaskan..."
Syakira menasehati Dinda.
"Iya Ra... Makasih atas saran dan nasehatnya..."
Jawab Dinda dengan memeluk tubuh Syakira. Yang lainnya pun ikut memeluk.
"Kalian yang dateng siapa aja buat ngewakili acara ini siapa aja??"
Tanya Melly setelah selesai berpelukan.
"Kalau aku si... Mama sama Papa... Sama kak Andre juga.."
Jawab Vera apa adanya.
"Kalau aku yang jelas Pak.e sama Bu.e dong... Hehehhee"
Dengan nada medok kebanggaan Dinda.
"Kalau aku sendiri jelas Papa sama Mama"
__ADS_1
Jawab Melly yang menjawab sendiri pertanyaannya.
"Kamu siapa Ra?"
Tanya Vera.
"Aku gak tau... Tapi kemaren aku ngubungin no.hp kak Affiq, tapi gak dapet jawaban... Jadi gak tau deh..."
Syakira terlihat sedikit sedih.
"Udah lah... Ra, gak usah sedih... Santai aja... Ada Pa.e sama Bu.e... Ntar kamu sama aku foto bareng... Biar ada yang ngewakilin..."
Tawar Dinda dengan bahagianya.
"Iya... Kamu tenang aja... Santai masih ada orangtua kita juga..."
Vera menunjuk dirinya dan Melly.
Akhirnya mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka, karena terdengar suara speaker pengumuman untuk para mutakharijin dan mutakharijat berkumpul ditempat yang sudah disediakan. Hiruk pikuk pun terdengar begitu jelas. Acara dimulai dengan berbagai ragam isinya, ada hiburan dari adik kelas, dengan pertunjukan drama musikal, ada juga sambutan tarian daerah, dan pertunjukan yang lainnya. Ada juga sambutan sambutan dari Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, dan tentunya dari siswa siswi yang meninggalkan dan ditinggalkan. Acarapun dilanjut dengan pemberian surat kelulusan, yang diambil oleh wali murid yang hadir, satu persatu nama wali murid itupun dipanggil. Selesai pembagian surat kelulusan semua wali murid duduk kembali dikursi yang disediakan, lalu secara serentak mereka semua dibimbing untuk membuka amplop putih yang berisi surat kelulusan itu secara serentak. Dengan ucapan basmallah, semua sudah membuka surat kelulusan. Terdengar helaan puji syukur Alhamdulillah dari berbagai sudut sisi. Dan semua siswa siswi kelas 12 juga dag dig dug karena mereka belum tau hasil akhirnya, seperti apa. Mereka hanya bisa menerka saja semoga berhasil dengan memuaskan perjuangan selama 3 tahun mengenyam pendidikannya. Terdengar suara Kepala sekolah mengumumkan sesuatu diatas panggung.
"Assalamu'alaikum... Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah subhanaAllah Ta'ala... Yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya, juga shalawat ma'a nabi kita haturkan kejunjungan Nabi Akhiruzzaman Nabi Muhammad SAW...
Langsung saja... Berdirinya saya disini sebagai Kepala Sekolah MA. Al-Muttaqin ingin menyampaikan bahwasanya... 100 persen siswa siswi atau para mutakharijin dan mutakharijat lulus.!! Dan lebih membanggakan lagi... Salah dari seorang mutakharijin dan mutakharijat lulus dengan nilai yang sangat memuaskan dan bahkan masuk dalam peringkat no.1 nasional karna nilai ujian yang sempurna...!!"
Ucap Kepala sekolah dengan menggebu gebu dan bangga. Dan banyak siswa siswi yang bertanya siapa orang itu, dan banyak praduga yang bermunculan.
"Dia adalah Ananda Syakira Falicha...!! Saya ucapkan banyak terimaksih karna sudah membuat nama sekolah juga nama yayasan pendidikan kita menorehkan harum mewangi...
Sekian dan terimakasih atas waktunya karena telah mendengarkan pengumuman dari saya...
Ihdinas shiratal mustaqim....
Wassalamu'alaikum... Wr. Wb"
Pungkas Kepala sekolah.
Banyak ucapan selamat atas keberhasilan Syakira, dan para sahabat sahabatnya yang berada disamping nya mendekat dan memeluk Syakira. Dari bangku duduk wali murid paling depan tersenyum mendengar hasil pencapain gadis kecilnya, ya dia Daffiq, dia sengaja tidak memberi kabar akan kehadirannya saat ini, dia ingin memberikan kejutan. Berbeda dengan Daffiq saat ini Riska sedang tersenyum bangga atas hasil pencapaian Nonanya.
Ujar Riska yang menahan rasa sesak didadanya karna mengingat peristiwa masa lalu.
Acara pun dilanjut, terdengar suara MC kembali melanjutkan acara selanjutnya.
"Acar selanjutnya penyerahan hadiah kepada Ananda Syakira Falicha atas peringkat pararel tahun ini, dan mengharumkan nama Sekolah..."
Ujar MC itu.
"Kepada Ananda Syakira Falicha dimohon untuk naik keatas panggung..."
Ujar MC itu kembali, suara riuh tepuk tangan pun bersahutan kala Syakira mulai berjalan menuju panggung didepannya. Sesampainya diatas panggung hanya menunduk dan menangis bahagia.
"Kepada Bapak KH. Ahmad Sholeh selaku ketua Yayasan Raudhoh dan Umi Fatimah selaku Ibu Nyai pondok pesantren Rhoudhoh dimohon naik ketas panggung untuk menyerahkan hadiah..."
Lantas Abah Umipun yang mendengarpun naik keatas panggung sesuai instruksi MC itu.
Abah mulai memberikan Amplop putih besar yang berisi uang, dan Umi memakaikan selempang kepada Syakira, dan juga memberikan buket bunga kepada Syakira. Syakira tersenyum bahagia dengan meneteskan air matanya.
"Kepada Ananda Syakira Falicha dimohon untuk memberikan sedikit sambutan..."
Ujar MC itu kembali. Syakira pun melangkahkan kakinya naik keatas podium.
"Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum wr.wb... Sebelumnya perkenalkan nama saya Syakira Falicha... Pertama Saya mengucapkan banyak syukur kepada Allah SWT atas rahmatnya... Tanpa kuasanya saya tidak akan pernah berhasil melakukan semua ini dan mendapatkan hasil ini semua...
Selanjut saya sangat berterimaksih untuk ibu saya... Yang saat ini tidak dapat hadir ... Dan menyaksikan keberhasilan saya ..... Karna berkat beliau saya dapat melanjutkan pendidikan menengah atas... Dengan paksaan beliau... Walaupun saya harus meninggalkan beliau sampai 3 tahun lamanya...
Ibu... Ira berhasil... Semoga ibu mendengar dan bahagia atas pencapain Ira..."
Orang orang yang ada disana pun ikut menitikan air mata mendengar ucapan Syakira yang begitu menyayat hati, apalagi orang orang yang mendengar dan tau akan sisi kehidupan Syakira yang sebenarnya pun semakin terisak.
"Selanjutnya saya ucapkan banyak terimakasih atas semangat dan support dari ke tiga sahabat saya... Vera Melly dan Dinda... Akhirnya kita bisa lulus dengan baik...
__ADS_1
Pun tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada pengasuh pondok pesantren Roudhoh... Abah Sholeh sekeluarga... Karna telah berkenan memberikan Ira tempat bernaung selama disini... Dan juga ilmu ilmunya...
Dan saya ucapkan banyak terimakasih untuk semuanya yang yang selalu support Ira... Dan tidak dapat Ira jabarkan satu persatu...
Sekian dan terimaksih...
Wassalamu'alaikum wr.wb..."
Syakira pun lantas turun kebawah dan berjalan menuju bangkunya kembali. Suara riuh tepuk tangan masih terdengar begitu jelas, dan ucapan selamat dan sukses pun menghampiri Syakira.
Acara siang hari itupun selesai dengan indah tanpa kendala apapun. Semua mutakharijin dan mutakharijat mulai berhamburan dari tempat, mereka mulai melakukan sesi foto foto bersama teman teman dan keluarga. Seperti yang dilakukan Syakira dan teman temannya.
"Sekarang kita selfi dulu... Buat dokumentasi kita..."
Ucap Melly dengan memposisikan gawaynya.
"123 cekrek..."
Dan merekapun melakukan sesi foto foto itu sampai berulang kali. Hingga sampai akhirnya ada seseorang yang mendekat dan berjalan kearah mereka.
"Selamat atas kesuksessanmu Aira...."
Ucap Daffiq seraya memberikan sebuah buket bunga, buket uang dan paper bag yang entah lah apa itu isinya.
"Terimakasih kak..."
Jawab Syakira dengan malu, karena menjadi sorotan mata semua orang.
"Ra. .... Kita duluan ya... Kita mau nyamperin orangtua kita juga..."
Ujar Vera agar tidak mengganggu Daffiq dan Syakira.
"Eh tapi..."
Syakira belum selesai bicara mereka semua sudah ngibrit pergi.
"Bye Ra..."
Jawab mereka serentak. Syakira hanya pasrah dan tidak mencegah teman temannya. Dia sebenarnya canggung dengan Daffiq apalagi dengan tatapan orang orang yang melihatnya.
"Aira..."
Daffiq mencoba memulai bicara.
"Iya kak... Ada apa??"
Tanya Syakira dengan tetap menundukkan kepala karena malu.
"Ehm... Mari ikut aku, kakek menunggu kita disana..."
Daffiq menunjuk kearah taman depan gedung Aula sekolah. Mereka pun berjalan beriringan dan menemui kakek. Sesampainya disana dia disambut oleh kakek.
"Selamat untuk cucu kakek yang cantik ini.... Kakek bangga atas prestasi yang kamu torehkan..."
Ujar kakek dengan memberikan sebuah kotak hadiah.
"Makasih kek .... Tapi tidak perlu repot repot seperti ini..."
Ujar Syakira yang merasa sungkan dengan beberapa hadiah yang dia terima.
"No!!... Kakek tidak merasa repot... Itu hanya hadiah kecil..."
Jawab Tuan Zakky.
"Ehm... Apakah Rangga juga ikut??"
Tanya Syakira yang mencari keberadaan adiknya itu.
"Dia tidak bisa ikut... Karna dia harus sekolah... Tadi dia sampai menangis karena ingin ikut kesini..."
Ujar Tuan Zakky.
"Tidak apa apa kek... Lagian nanti juga Syakira akan kumpul lagi bersama..."
__ADS_1
Ujar Syakira.