
~Pernikahan Dadakan~
Setelah digiring oleh beberapa ustadz yang melihat kejadian didalam gudang, Riska hanya bisa diam dan pasrah, karna dia juga tidak bisa membuktikan apapun. Gus Lubiz terlihat sangat frustasi karna semua rencana yang telah disusun secara rapi gagal tidak berjalan seperti harapannya. Syakira yang melihat banyak orang keluar dari dalam gudang pun heran dan bertanya ke Vera.
"Ver... Itu ada apa ya... Kok rame banget... Aku takut terjadi sesuatu sama santriwati tadi..."
Syakira mulai terlihat kuatir. Karna dia tadi bertemu dengan Vera, dan lebih parahnya Vera hanya mengajaknya muter muter pesantren gak jelas tanpa mengatakan apapun, dan karna sebel Syakira pun pergi meninggalkan Vera.
"Kamu bisa bilang jangan kuatir... Gara gara kamu tau... Harusnya kamu tadi gak ngajak aku muter muter gak jelas...!"
Syakira terlihat kesal dengan Vera.
"Ya aku minta maaf Ra... Mending kita ngikut rombongan itu aja... Mau kemana mereka..."
Saran Vera.
"Ya Allah... Semoga gak jadi apa apa sama mbak Riska... Aku sebenarnya juga kuatir Ra... Tapi kuatirku tentang nasib mbak Riska..."
Ujar Vera dalam hati, dengan segera Syakira dan Vera berjalan beriringan mengikuti rombongan itu. Vera kuatir dengan keadaan Riska, sedangkan Syakira kuatir dengan kondisi santriwati itu, karna dalam pikirannya yang diigiring oleh orang orang adalah santriwati itu dan santriwan yang dimaksud dia.
"Ver... Kenapa aku jadi parno gini... Semoga semuanya aman ya... Kasian sama santriwati itu... Tadi dia sampe nangis nangis minta tolong ke aku..."
Syakira sangat kuatir dan merasa bersalah karena gak bisa ngelindungi santriwati itu.
"Udah kamu tenang dulu aja... Semoga semuanya aman..."
Mereka tetap berjalan sampai diteras rumah abah Sholeh. Kedua manusia yang digiring pun masuk kedalam rumah abah Sholeh. Abah Sholeh begitu kaget saat melihat putranya digiring oleh para ustadz yang ada. Syakira dan Vera hanya bisa menunggu diteras saja dan tidak dapat masuk untuk melihat siapa yang sebenarnya didalam sana.
"Assalamu'alaikum abah... Maaf mengganggu waktu abah..."
Ujar ustadz mahmud.
"Wa'alaikumussalam... Memang ada apa ini..."
Tanya Abah Sholeh yang masih belum mengerti dudu masalahnya.
"Maaf Abah... Jika kami kesini membawa kabar kurang baik untuk abah dan keluarga"
Ujar ustdaz mahmud kembali. Sedangkan Gus Lubiz rasanya sudah ta kuasa untuk melihat abahnya yang terlihat bertanya tanya. Ditambah tiba tiba uminya juga datang menghampiri.
"Loh... Ini ada apaan kok pada kumpul... Kenapa semuanya pada serius... Apa ada perkara sangat penting..."
Tanya Umi Fatimah yang penasaran, sedangkan Riska rasanya ingin mengumpat habis habisan oleh kelakuan Umi.
"Iya Umi... Ada masalah penting yang harus segera dibereskan..."
Ujar ustadz Mahmud yang memang menjadi juru bicara saat itu.
"Katakanlah... Apa masalahnya... Dan kenapa ada putraku juga ada Dia..."
Tanya Abah Sholeh dengan menunjuk Riska.
"Jadi begini abah... Tadi kami mendapat laporan dari salah satu santriwati yang mengatakan bahwa ada seseorang yang berada didalam gudang... Dan seseorang itu berlawanan jenis..."
Jeda Ustadz Mahmud untuk melanjutkan ceritanya, abah masih setia mendengar perkataan Ustadz Mahmud.
"Lalu saya dan para ustadz yang lainnya memastikan... Kesana, dan ketika disana saya membuka pintu tidak bisa, bahkan sampai kami gedor gedor juga tidak bisa... Sedangkan kunci gudang yang kami cari juga tidak ada... Hingga kami memutuskan untuk mendobrak... Dan didalam ruangan gudang itu gelap, lalu kami menyalakan saklar lampu gudang... Dan betapa kagetnya ketika melihat ada Gus Lubiz dan Santriwati Riska ini, dan lebih fatalnya mereka dalam kondisi Riska berada dibawah kungkungan Gus Lubiz... Dan kami juga mendapati kunci gudang berada didalam saku baju Gus Lubiz...."
__ADS_1
Jelas Ustadz Mahmud. Sedangkan abah rasanya sangat malu, namun bersikap untuk tenang agar tidak menambah masalah. Walaupun dalam hati beliau sangat ingin murka dengan putranya itu.
"Ustadz...!! Anda jangan asal nuduh putraku!!"
Teriak Umi tidak percaya dengan ucapan Ustadz Mahmud.
"Maaf Umi... Ini semua memang benar... Bahkan ada banyak saksi yang melihat itu semua... Kami berani bersumpah untuk perkataan kami..."
Ujar Ustadz Mahmud. Umi Fatimah pun ta sadarkan diri karena shock mendengar pernyataan itu semua. Dengan segera Umi dibopong abah menuju kamarnya. Keadaan kembali mencengkam saat melihat kondisi Umi Fatimah sampai ta sadarkan diri. Setelah Umi dibawa ke kamarnya dan dirawat oleh para abdi dhalem, abah kembali kedepan untuk segera menyelesaikan masalah putranya.
"Aku tidak akan membela putraku... Peraturan tetap peraturan... Meski dia anakku aku akan tetap mengikuti peraturan yang ada..."
Ujar Abah Sholeh yang sudah ta tahan dan rasa malu yang menjalar.
"Jadi keputusan abah bagaimana..."
Ustadz Mahmud memastikan agar tidak salah paham.
"Nikahkan mereka berdua, karna itu sudah aturannya... Dan aku tidak menerima kata penolakan dari kalian berdua!!"
Abah Sholeh pergi begitu saja tanpa menoleh keputranya maupun Riska. Gus Lubiz frustasi karena dia tidak menjadi nikah dengan Syakira yang diinginkannya, sedangkan Riska terlihat tenang meski fikirannya sebenarnya kacau. Riska rasanya ingin memaki Gus sialan itu namun dia tetap tenang agar bisa berfikir dengan baik.
"Untuk Gus Lubiz dan Riska... Kalian harus menikah... Karena kalian kedapati akan melakukan zina... Jadi persiapkan diri kalian, besok kalian akan menikah... Untuk kamu Riska, silahkan kamu hubungi orangtuamu untuk datang kemari besok..."
Ustadz Mahmud mengatakan semua yang sudah menjadi peraturan pesantren.
"Terserah kalian... Gue gak peduli..!"
Jawab Riska dan pergi begitu saja dari sana. Sedangkan Gus Lubiz juga terlihat begitu frustasi, tapi apalah daya semuanya sudah terjadi. Dia hanya bisa mendesah kesal saja. Akhirnya keputusan siang itu adalah pernikahan antara Gus Lubiz dan Riska, pernikahan tidak berlandaskan cinta itupun harus terjadi karena kesalahan rencana Gus Lubiz.
Syakira dan Vera yang menunggu diteraspu akhirnya senang melihat ada seseorang yang sudah keluar dari dalam. Namun betapa kagetnya Syakira kala melihat yang keluar adalah Riska.
Tanya Syakira yang masih celingukan mencari santriwati tadi.
"Ceritanya panjang... Mending kita pergi dari sini..."
Ajak Vera dengan menggandeng tangan Syakira mengikuti langkah Riska menuju kamarnya. Sesampainya dikamar Riska langsung membuka lemarinya dan mengambil laptop dan hpnya, lalu dia menghubungi seseorang disebrang sana dengan percakapan serius. Semua yang ada didalam kamar tidak ada yang berani bertanya termasuk Vera yang tau soal masalah yang menimpa Riska.
"Semuanya aku mohon keluar dulu... Kecuali Vera"
Akhirnya semuanya keluar kecuali Vera.
"Ver... Ada yang ingin aku bicarakan..."
Riska berkata apa adanya.
"Apa mbak... Vera siap dengerin"
Jawab Vera.
"Kamu jangan ngomong peristiwa tadi... Soal kebenaran yang ada... Ya... Jangan sampe semua orang tau khususnya Syakira..."
Jelas Riska.
"Kenapa gitu kak... Tapi Syakira kan harus tau..."
Tanya Vera, karena menurutnya semua ini ada sangkut pautnya dengan Syakira.
__ADS_1
"Akan aku ceritakan bagaimana sebenarnya... Tapi aku gak bisa berkata jujur untuk saat ini... Aku mohon bantu aku..."
Riska memohon kepada Vera, Riska yang biasanya berkata elo gue, Hari ini berkata aku kamu.
"Baiklah mbak... Aku akan turuti kemauanmu... Dan aku tunggu kejujuranmu..."
Jawab Vera, Riska pun memeluk Vera sebagai ungkapan terimakasih. Setelah selesai dengan semuanya Riska memperbolehkan orang orang masuk kekamar kembali.
"Mbak ada apa si sebenarnya..."
Tanya Syakira yang sejak tadi kuatir dengan keadaan yang ada.
"Gak ada apa apa kok Ra..."
Bohong Riska.
"Mbak... Aku mohon jujur dong... Aku yakin ada yang mbak sembunyiin sama Vera..."
Pinta Syakira yang sudah ingin menangis.
"Aku jujur tapi kalian semua jangan kaget ya..."
Riska menjeda ucapannya, dan semua orang yang ada dikamar itu menganggukan kepala saja.
"Intinya gue besok nikah sama Gus Lubiz"
Jawab Riska to the point.
"Hah kok bisa..."
Dinda ikut heran dan kaget mendengar penuturan Riska.
"Coba deh mbak Riska jelasin kejadian yang sebenarnya..."
Syakira mencoba mencari jawaban dari kekepoannya.
"Intinya tadi gue sama Gus Lubiz gak sengaja masuk gudang gitu... Eh keadaannya gelap deh... Terus kami gak sengaja jatuh... Dan posisiku berada dibawah Gus Lubiz, dan kebetulan disana ada orang orang jadi kami dikira zina gitu..."
Bohong Riska agar semuanya percaya akan ceritanya.
"Lalu apakah mbak Riska ada santriwati yang kesana..."
Tanya Syakira untuk memastikan.
"Setauku tadi gak ada siapa siapa... Gudang itu kosong kok..."
Jelas Riska dengan kebohongannya.
"Udah deh Ra... Pasti tu santri aman aman aja... Gak usah kamu pikirin.. Kasian ni mbak Riska besok harus nikah... Dadakan..."
Ujar Vera mengalihkan pertanyaan Syakira.
"Ya bener si... Tapi kenapa mbak gak nolak aja... Kan kejadiannya juga gak seperti yang mereka tuduhkan..."
Tanya Syakira kembali.
"Masalahnya kan... Gak mungkin Ra... Bukti bukti nunjukin gue sama Gus Lubiz kayak gitu adanya, sedangakan disana juga gak ada cctv ataupun apalah buat mengelak tuduhan itu..."
__ADS_1
Jelas Riska yang memang benar adanya. Akhirnya siang itu menjadi siang yang sangat mengagetkan karena kabar Gus Most wanted para santriwati akan menikah besok, dan lebih mengagetkannya karena menikahnya dengan santriwati baru.