
~MABA~
Setelah persiapan yang selama ini dilakukan, akhirnya hari ini dia resmi menjadi mahasiswi di universitas swasta itu. Sebelum Syakira turun kebawah untuk sarapan, dia membuka aplikasi chat wa, dia melihat grup wanya, ternyata yang sudah ramai oleh teman temannya.
*"Pagi ciwi ciwi... Shalehah...*"
Pesan dari grup chat wa Syakira yang dikirmkan oleh Dinda.
*"Pagi*"
Vera ikut membalas.
*"Pagi semuanya*"
Melly ikut membalas.
*"Eh... Maaf telat... Pagi juga...*"
Syakira ikut membalas.
*"Kalian pada jadi maba gak??π*"
Tanya Vera.
*"Alhamdulillah iya...*"
Balas Melly.
*"Aku juga loh...π π *"
Balas Dinda ta mau kalah.
*"Eh... Aku juga... Hari ini aja udah siap siap mau berangkat persiapan kekampus...π*"
Balas Syakira dengan mengirmkan foto selfi menggunakan baju putih bawahan hitam dan kerudung putih membungkus kepalanya.
*"Wih .... Gila bu ustadazahnya udah siap ....π π βοΈ*"
Jawab Melly.
Dengan ta mau kalahnya Dinda mengirim sebuah foto juga.
*"Wih tambah gila...*"
Jawab Melly.
*"Mohon dijelaskan!! apa maksud Vera dan Dinda..π€¨π€¨.*"
Syakira ikut menimbali, karena melihat foto selfi Dinda dan Vera yang sama sama pakai baju ala maba, dan foto bersama didalam ruangan kamar.
*"Vera masuk jelaskan!! π₯Ίπ₯Ί aku takut dibully*"
Jawab Dinda memelas.
*"Tenang... Dinda calon iparku... Aku datang menyelamatkanmu...*"
Seloroh Vera.
*"Wah... Banyak ketinggalan cerita ni...*"
Jawab Melly kembali.
*"Iya... Buruan klarifikasi*"
Syakira ikut menimpali.
*"Dinda kuliah diuniversitas swasta sama kayak aku guys... Dan sekarang dia tinggal sementara dirumahku...*"
Jawab Vera.
*"Loh kok sama universitas yang aku pilih...*"
Jawab Syakira.
*"Wah.... Kita bisa sama sama lagi dong...π€π€*"
Jawab Dinda exited.
*"Tapi sayangnya.. Melly gak ikut...π₯Ίπ₯Ί*"
Jawab Vera ikut menimpali.
*"Hahahhaahπ π kalian tenang aja... Gak usah sedih deh...*"
__ADS_1
Jawab Melly dengan entengnya.
*"Iya... Terpenting itu kita masih bisa saling ngabarin...*"
Balas Syakira.
*"Eh... Aku pamit duluan ya... Mamah udah manggil ni...*"
Balas Melly.
*"Iya... Aku juga mau siap siap ni...*"
Balas Dinda.
*"Aku juga*"
Balas Syakira.
Akhirnya chat grup itu pun selesai. Syakira pun segera turun kebawah, karena takut semua orang menunggunya. Dengan langkah perlahan Syakira keluar kamarnya, namun dipertengahan tangga dia dikagetkan dengan Daffiq yang sudah berjalan disampingnya.
"Ehm... Kakak..."
Sapa Syakira, dengan menormalkan rasa gugupnya.
"Ya"
Jawab Daffiq singkat. Lalu mereka berjalan beriringan menuju ruang makan. Disana sudah duduk dengan rapi ada kakek dan adiknya Rangga.
"Kalian sudah datang... Kalau begitu mari kita mulai sarapannya..."
Ujar tuan Zakky dengan mempersilahkan semuanya, mereka mulai sarapan dengan nikmatnya. Setelah selesai sarapan semua pemghuni mansion Al-Aydrus mulai berpisah dengan kegiatan masing masing.
"Kakek... Rangga pamit dulu ya... Udah ditunggu sama supir...
Assalamu'alaikum...."
Rangga segera menghampiri kakek dan bersaliman.
"Iya... Kamu sekolah yang rajin... Wa'alaikumussalam..."
Balas tuan Zakky.
"Kak... Rangga pamit dulu ya... Assalamu'alaikum..."
Pamit Rangga kepada Syakira dan Daffiq.
Jawab Syakira.
"Wa'alaikumussalam..."
Daffiq hanya menjawab singkat tanpa embel embel apapun. Rangga pun segera melangkahkan kakinya menuju teras depan. Dimeja makanpun kini tersisa tuan Zakky, Daffiq dan Syakira.
"Owh ya... Aira berangkat sama siapa?? Apa diantar sama pak somad..."
Tanya tuan Zakky.
"Ehm... Ira naik ojol aja kek..."
Jawab Syakira yang sungkan.
"No!! Kamu berangkat sama aku... Pulangnya ntar dijemput supir!!"
Jawab tegas Daffiq.
"Bener itu... Lagian campus sama kantor juga searah..."
Tuan Zakky menyetujui ucapan Daffiq.
"Tapi... Kasian kakak kek.."
Syakira merasa keberatan.
"Aku gak merasa keberatan... Jadi ayo kita berangkat!!"
Ajak Daffiq tegas, dan segera beranjak dari duduknya.
"Kek... Daffiq berangkat dulu... Assalamu'alaikum..."
Pamit Daffiq. Syakirapun segera mengikuti langkah Daffiq.
"Pagi nona... Pagi tuan...."
Sapa Asisten Hans.
__ADS_1
"Pagi... Juga Asisten Hans..."
Sapa Syakira balik, berbeda dengan Daffiq yang hanya menatap sekilas. Didalam perjalanan Syakira hanya diam dan menikmati pemandangan dari luar jendela.
"Aira... "
Panggil Daffiq.
"Iya kak... Ada apa?"
Jawab Syakira.
"Tidak ada apa apa... Hanya ingin memanggilmu saja"
Jawab Daffiq tanpa dosa.
"Ni orang... Kesambet setan apa ya... Kok gaje banget"
Batin Syakira merutuki.
"Owh... Iya gak apa apa"
Jawab Syakira yang sedikit menahan rasa kesal.
"Kamu... Nanti pulang jangan lupa ngabarin pak somad..."
Daffiq kembali berucap.
"Tadi udah kamu ucapin kak... Dirumah!!"
Heran Syakira dengan batin bergejolak mengumpat.
"Owh... Aku cuma mengingatkan"
Jawab Daffiq sepele. Asisten Hans yang mendengar ucapan tuannya sedikit merutuki kebodohannya.
"Hahahahhaa tuan... Pdkt dengan perempuan harusnya gak kayak gitu.... Hah.... Menyesal sekali aku melihatnya"
Batin Asisten Hans berteriak. Akhirnya perjalanan menuju kampuspun sampai. Syakira pun segera turun dari dalam mobil.
"Kak... Syakira turun dulu...
Assalamu'alaikum..."
Pamit Syakira.
"Iya.. Kamu hati hati jangan tergoda dengan cowok cowok dikampus ini, sama semua dosen laki laki juga... Wa'alaikumussalam..."
Jawab Daffiq absurd.
Syakira pun segera keluar dengan pemikiran yang menjalar kemana mana. Sampai mobil Daffiq berlalu dari hadapannya pun dia tidak tau.
"Hah... Kenapa ngomongnya kek gitu... Emang apa salahnya aku deket sama cowok ya..."
Heran Syakira yang masih menggerutu sendiri.
"Agh... Bodo amat lah... Mending aku segera masuk keburu telat..."
Syakira segera melangkahkan kakinya menuju halaman kampus dimana dia akan menjalani beberapa hari kedepan menjadi maba dengan ospek yang ta kalah serunya. Diperjalanan menuju kantor Daffiq bertanya kepada Asisten Hans.
"Bagaimana Hans... Apakah kau sudah mendatangi villa yang dipuncak?"
Tanya Daffiq dengan serius.
"Sudah tuan"
Jawab Asisten Hans apa adanya.
"Bagaimana hasilnya?"
Tanya Daffiq penasaran.
"Hasilnya seperti dugaan tuan... Ada penyabotasean..."
Jawab Asisten Hans dengan masih menyimpan banyak misteri.
"Baiklah... Kita akan bahas nanti dikantor saja... Dengan memikirkan langkah selanjutnya dan kamu jangan lupa untuk selalu meningkatkan keamanan kita... Jangan sampai ada kecolongnan..."
Jawab Daffiq dengan tegasnya.
"Baik tuan!! "
Jawab Asisten Hans ta kalah tegasnya. Daffiq dan Asisten Hans pun kembali memikirkan langkah selanjutnya dengan beberapa terka menerka apa yang akan dilaluinya kedepan. Daffiq semakin bingung karena semua terasa sangat berat, dia juga tidak menyangkal dia juga lelah dengan hidupnya yang dihantui oleh orang orang yang selalu mengusiknya.
__ADS_1
"Huh... Sampai kapan... Semua ini... Aku ingin menjalani kehidupan normal tanpa adanya beban dimasa lalu... Aku ingin hidup bahagia... Aku juga ingin semua orang yang ada didekatku merasa aman... Tidak merasakan duka... Aku ingin mereka merasakan bahagia tanpa adanya kecemasan tuhan.... Ya Allah... Bantu aku segera menyelesaikan ini semua..."
Batin Daffiq berteriak karena merasa seakaan akan hidupnya penuh dengan teka teki takdir yang sulit untuk dia pecahkan. Hingga akhirnya Daffiq tidak sadar bahwa dia sudah sampai digedung kantor Aydr company, karena lamunannya. Dengan pintu mobil yang sudah dibukakan oleh Asisten Hans, Daffiq segera berjalan keluar dengan gagahnya.