
~Keputusan Syakira~
Setelah satu minggu kepergian Ibu Endah, Syakira masih terlihat terpuruk. Syakira masih terlihat shock, namun dia tetap mencoba tersenyum meski berat.
"Come on... Syakira...kamu bisa!!"
Syakira mencoba menyemangati dirinya sendiri.
"Harimu masih panjang..... Jangan menyerah....!!! Huh semangat!!! Semangat semangat Syakira...."
Syakira masih mencoba menyemangati dirinya sendiri.
"Rangga... Makan dulu dek..."
Panggil Syakira yang sudah menyiapkan sarapan diatas meja. Rangga yang lagi duduk diteras rumahmu pun bangkit dan berjalan mendekati kakaknya.
"Kamu buruan makan... Keburu dingin..."
Syakira mengambilkan nasi dan lauk kedalam piring Rangga.
"Rangga makan sendiri apa kakak suapin hemh...?"
Tanya Syakira.
"Rangga tidak ingin makan kak..."
Jawab Rangga dengan tatapan muka sendu.
"Kenapa Rangga gak mau makan? Apa Rangga gak suka sama masakan kakak...atau Rangga ingin makan apa... Ntar kakak beliin???"
Tanya Syakira agar adiknya mau makan. Karna Syakira mengingat adiknya sudah satu minggu ini jarang sekali mau makan, Syakira harus memaksa setiap akan makan.
"Rangga ingin Ibu kak..."
Jawab Rangga yang sudah basah matanya. Syakira mendekat dan memeluk adiknya, sebenarnya dia juga sangat berat kehilangan sosok ibunya. Namun dia juga harus kuat demi dia sendiri dan juga adiknya. Dengan menahan air matanya yang ingin mengalir, Syakira menasihati adiknya.
"Hust... Rangga gak boleh gitu, Rangga harus ikhlas... Ingat!! Ibu akan semakin sedih kalau ngeliat Rangga terpuruk seperti ini..."
Syakira mendekap adiknya erat.
"Tapi Rangga kangen Ibu kak..."
Jawab Rangga yang masih terisak dipelukan Syakira.
"Kalau Rangga kangen ibu... Rangga do'ain ibu... Karna ibu saat ini membutuhkan do'a anak yang sholeh... Rangga mau kan do'akan ibu??"
Jawab Syakira.
"Iya Rangga mau..."
Jawab Rangga.
"Kalau begitu Rangga makan dulu... Nanti kita ke makam ibu, jenguk ibu ya..."
Syakira berjongkok didepan adiknya dan mengusap air mata adiknya. Rangga hanya menjawab Syakira dengan anggukan saja. Dengan telaten Syakira menyuapi adiknya agar tetap makan. Tidak lupa dia juga ikut makan meski dia makan ta begitu menikmatinya.
Setelah makan Syakira menepati janjinya pada adiknya untuk ke makam ibunya. Dengan berjalan kurang lebih 500m dari rumahnya, Syakira bersama Rangga sudah sampai didepan pusara ibunya. Syakira mulai nyekar, menaburkan bunga yang dia beli didepan kompleks pemakamam. Selanjutnya Syakira membaca tahlil dan surah yasin. Didepan makam ibunya Syakira mencoba terlihat kuat didepan adiknya, meski sejatinya dia juga sangat kehilangan.
__ADS_1
"Ibu... Rangga kangen..."
Tangis Rangga pecah setelah berdo'a.
"Ibu... Kata kakak... Rangga harus jadi anak sholeh... Harus selalu do'ain ibu... Karna yang ibu butuhkan dari Rangga adalah do'a...
Kenapa ibu memilih ninggalin Rangga ... Apa ibu sudah tidak sayang Rangga..."
Tanya Rangga yang masih menangis didepan pusara ibunya. Syakira yang berada disamping Rangga mengusap pelan punggung Rangga.
"Dek... Udah ya.. Nangisnya, ingat!! Ibu akan semakin sedih kalau ngeliat Rangga terpuruk seperti ini... Rangga masih punya kakak..."
Hibur Syakira agar adiknya tenang.
"Apakah kakak juga akan meninggalkan Rangga seperti ibu...?"
Tanya Rangga yang masih menangis.
"Kakak... Janji tidak akan meninggalkan Rangga..."
Jawab Syakira dengan menyeka air matanya yang sudah menetes.
"Janji..."
Tanya Rangga dengan mengangkat jari kelingkingnya didepan Syakira.
"Janji"
Dengan pasti Syakira juga mengangkat jari kelingkingnya dan tersenyum kearah adiknya.
"Udah ya... Jangan nangis lagi... Sekarang kita pamit sama ibu... Kita pulang..."
"Dek... Kamu langsung tidur ya... Jangan lupa cuci muka sama ganti bajunya dulu..."
Nasihat Syakira.
"Iya kak..."
Jawab Rangga singkat sambil berlalu meninggalkan kakaknya.
Sedangkan Syakira memilih masuk kedalam kamarnya dan memikirkan nasibnya dan adiknya kedepannya akan seperti apa.
"Ya Allah... Kedepannya aku harus bagaimana..."
Monolog Syakira yang bingung memikirkan nasibnya. Syakira mencoba menghitung uang sumbangan dari tetangga yang melayat ketika ibunya meninggal.
"Alhamdulillah masih ada sisa 2 juta 350 ribu... Tapi, uang itu pasti akan habis... Sedangakan Rangga juga sekolah, terus sekolahku gimna... Yang tinggal satu bulan... Apakah aku harus berhenti...."
Syakira bingung memikirkan nasibnya.
"Ya Allah ini gimana... Ah iya aku punya celengan ayam yang belum aku bongkar 3 tahun lalu..."
Dengan segera Syakira beranjak membuka lemari, mencari celengan ayamnya.
"Alhamdulillah... Ketemu"
Dengan segera Syakira membongkar celengan itu, Syakira mulai menghitung satu persatu lembar uang yang ada.
__ADS_1
"Alhamdulillah dapet 725 ribu... Jadi 725 ribu ditambah 2 juta 350 ribu totalnya 3 juta 75 ribu... "
Syakira mengucapkan syukur.
"Tapi aku gak mungkin bergantung hanya dengan uang itu saja... Pasti akan habis, aku harus kerja buat kedepannya, buat masa depan Rangga... Gak pa pa sekolahku harus berhenti asalkan Rangga bisa bersekolah dengan layak..."
Syakira mencoba berfikir jernih.
"Besok aku juga harus pamit ke pesantren... Aku juga harus mengambil barang barang aku... Agh ya aku memang harus melakukan itu semua ..."
Meski berat Syakira harus mengambil keputusan itu semua. Walau dia harus berkorban untuk masa depannya sendiri.
Setelah menentukan arah kehidupannya untuk hari esok, Syakira beranjak keluar kamarnya untuk mengecek keberadaan adiknya satu satunya harta yang dia punya saat ini. Syakira mencoba mencari didalam kamar adiknya.
"Alhamdulillah kamu tidur dek..."
Dengan melihat adiknya, Syakira membenarkan posisi tidur adiknya dan menyelimutinya. Lantas dia keluar kamar adiknya, dia berjalan menuju teras rumahnya. Namun ketika akan membuka pintu.
"Tok tok.... Tok..."
Suara ketokan pintu sudah mendahului.
"Iya sebentar, siapa...?"
Tanya Syakira dengan segera membukakan pintu rumahnya. Betapa kagetnya Syakira ketika membuka pintu rumahnya.
"Ehm... Silahkan tuan... Silahkan masuk"
Syakira mempersilahkan tamu nya masuk kedalam ruang tamunya yang begitu sempit bagi seorang keturunan Al-Aydrus. Daffiq dan Asisten Hans pun ikut melangkah menuju tempat yang dimaksud Syakira.
"Maaf tuan... Mau minum apa...?"
Tanya Syakira.
"Seadanya saja nona..."
Jawab Asisten Hans yang tidak tau malu dan mendapat pelototan dari Daffiq, Asisten Hanspun hanya nyengir saja melihat tatapan horor Daffiq.
"Baik tuan... Tunggu sebentar"
Syakira pun berlalu meninggalkan Mereka berdua menuju dapur untuk membuatkan minum. Setelah berkutat didapur hampir 15 menit Syakira keluar membawa 2 cangkir teh dan setoples kue kering.
"Silahkan tuan diminum..."
Syakira mempersilahkan Daffiq dan Asisten Hans untuk minum. Dengan segera Asisten Hans meneguk teh hangat itu, begitu juga dengan Daffiq. Setelah mereka berdua meletakkan kembali cangkir tehnya, Syakira bertanya apa maksud kedatangan Daffiq kerumahnya.
"Maaf tuan... Jika saya lancang... Apa maksud kedatangan tuan kesini..."
Tanya Syakira yang memang penasaran dengan kedatangan Daffiq, orang yang sangat diagung agungkan diluar sana.
"Kedatanganku kesini ingin memberikan pesan terakhir Ibu Endah...."
Jawab Daffiq dengan jelasnya tanpa basa basi.
"Pesan apa itu tuan?"
Tanya Syakira, bukannya mendapat jawaban dari mulut Daffiq, tapi disodorkan sebuah amplop kepadanya.
__ADS_1
---------------------------
Pada penasarankan... Apa isi amplop itu.... Paati kalian udah tau mau nebak apa isinya.... Hehehhehe makasih ya udah mau nyupport aku dengan dukungan kalian mau mampir dan mau baca hasil karyaku ini... Terimakasih...🙏🙏🙏 salam hangat dari jauh ya...🥰🥰