Cinta Diujung Sujud

Cinta Diujung Sujud
BAB (31)


__ADS_3

~Kembalinya Syakira~


Setelah 2 minggu lebih meninggalkan pesantren, akhirnya Syakira kembali lagi. Dengan perasaan yang sulit untuk dipahami dia rasanya bahagia bercampur rasa yang lainnya.


"Assalamu'alaikum...."


Syakira mengucapkan salam ketika membuka pintu kamarnya. Seketika dia langsung mendapat jawaban dari dalam penghuni kamarnya.


"Wa'alaikumussalam.... Ira..."


Jawab serentak semua yang ada didalam kamar. Dengan perasaan haru biru mereka menghampiri Syakira dan memeluknya, dia adalah Vera, Dinda, dan Melly ketiga sahabat Syakira yang selalu menemaninya kala susah mau bahagia.


"Ini beneran kamu kan Ra..."


Vera yang masih menghambur dalam pelukan Syakira mencoba bertanya untuk memastikan.


"Iya... Ini aku..."


Syakira meneteskan air mata melihat respon teman temannya yang sangat antusias dengan kehadirannya.


"Ih... Kamu kok nangis si... harusnya tuh aku yang nangis... Karna kamu ninggalin kita lama banget...."


Dinda berucap sambil menyeka air matanya.


"Iya iya ... Janji deh gak nangis... Hehehehehe..."


Syakira menjawab dengan iringan tawa.


"Udah dech... Pelukannya... Sekarang kita biarkan Ira duduk dulu... Kasian habis perjalanan jauh..."


Imbuh Melly. Mereka pun duduk dilantai yang beralaskan tikar.


"Ra... Kita semua ikut berduka cita atas meninggalnya ibumu ya...."


Ujar Melly yang mengawali pembicaraan itu.


"Iya... Makasih atas kepedulian kalian ya..."


Syakira menjawab dengan seulas senyum.


"Maaf ya Ra... Kita semua juga gak bisa nemenin disaat titik terendah kamu..."


Dinda ikut menambahi.


"Udah gak apa apa... Tenang aja... Aku juga maklumi posisi kalian yang dipesantren... "


Syakira mencoba menghibur para sahabatnya agar tidak merasa bersalah.


"Ehm... Kami kira kamu gak akan kembali lagi Ra... Kepesantren..."


Vera juga ikut bersuara.


"Hey... Aku jelas kembali dong... Sayang sekolah tinggal hitungan hari kok gak dilanjutin...."


Syakira menjawab ucapan Vera.


"Owh ya... Ngomong ngomong sekarang kamu tinggal dimana..."


Melly agak penasaran dengan kehidupan Syakira setelah kepergian ibunya.


"Aku dan adikku tinggal bersama dirumah Kak Daffiq..."


Syakira menjawab memang benar adanya.


"Hah... Kamu beneran tinggal dirumah pengusaha kaya itu..."


Dinda yang mendengar ikut kaget.


"Iya bener.... Aku juga berani bersumpah kok..."


Syakira mencoba meyakinkan...


"Wih.... Gila dong... Pasti tu rumahnya segede apa.... "


Melly ikut bersuara.


"Iya besar..."


Syakira menjawab apa adanya.


"Rumahnya kayak yang di tv tv gak Ra.... Kayak rumah sultan gitu... Ada fasilitas kolam renang gitu.."

__ADS_1


Dinda mulai bertanya seperti hayalannya.


"Iya... Rumahnya besar banget bahkan aku pertama kali lihat aku kira istana, disana ada kolam renang dan fasilitas lainnya.... Pembantunya juga banyak banget... Sampe sampe aku bingung mau ngapain karna semua pekerjaan udah ada yang ngerjain..."


Curhat Syakira yang memang benar adanya.


"Hah.... Pantes aja kamu betah Ra.... Ih... Andaikan rumah orang tuaku dikampung kayak gitu pasti aku betah tu... Dirumah..."


Cerocos Dinda mengingat kondisi rumahnya, memang dia anak terkaya didesanya, namun kalau soal rumah masih sewajarnya karna Bapaknya hanya juragan tanah dan mempunyai beberapa sawah juga punya kebun palawija.


"Wih keren banget kamu Ra... Pasti si tuan Daffiq baik banget ya ....."


Melly ikut menambahi.


"Iya... Dia sosok orang yang baik banget... Mau nolongin aku dan keluarga, bahkan dari ibuku masuk kerumah sakit semua biaya dia yang nangani, terus waktu ibuku meninggal dia juga yang bantuin, sampe mau nampung kehidupanku dan adikku... Pokoknya baik banget deh... Bingung aku mau ngungkapin kebaikannya..."


Syakira mengatakan semua yang memang benar adanya.


"Ra... Kamu beresin barang barangmu kapan... Aku agak risih ni... Bingung banyak barangmu yang numpuk..."


Vera mulai bersuara karna melihat banyak barang barang Syakira yang menumpuk didalam kardus dipojokan.


"Sekarang aja..."


Syakira hanya menjawab apa adanya, karna dia tidak mengetahui maksud Vera.


"Owh... Ya udah ayo... Kita semua ikut bantuin... "


Sahut Vera.


"Gak usah aku bisa sendiri kok..."


Syakira menjawab apa adanya.


"Yakin sendirian... Barang kamu banyak banget loh Ra..."


Vera sedikit heran dengan jawaban Syakira.


"Iya... Kan cuman satu koper ini sama 2 kardus itu..."


Syakira dengan menunjuk 2 kardus yang sudah terparkir didepan pintu masuk.


Lanjut Vera dengan menunjuk bagian pojok kamar yang berisi tumpukan kardus besar.


"Hah... Kan itu bukan punyaku.."


Syakira menjawab tanpa tahu menahu.


"Jelasin Mell... Aku udah gak sabar..."


Vera ikut gemash dengan jawaban Syakira yang seolah olah dia tidak tahu.


"Gini ya Ra... Kemaren itu kardus kardus berisi barangmu itu dateng... Terus kami taro pojokan situ... Karna mau beresin juga takut lancang kan kamu belum ada disini..."


Melly mulai menjelaskan.


"Hah... Jadi itu semua jug punyaku..."


Syakira mulai menduga yang tidak tidak.


"Iya Ra..."


Sahut Dinda.


"Pantes aja... Kemaren aku gak dibolehin beres beres barang barang yang aku bawa... Ternyata itu jawabannya..."


Syakira mulai ta habis fikir untuk itu semua.


"Maksudnya gimana sih Ra..."


Tanya Dinda yang heran dan gak paham.


"Jadi itu kemaren kak Daffiq bilang aku beresin baju aja... Soal barang barang atau apapun gak usah dipikirin... Dan ternyata jawabannya itu... Dan soal baju aja... Aku masih gak ikut campur... Karna semua ditangani oleh pembantu... Jadi aku cuman ngeliat aja...."


Syakira menjawab apa adanya, dan ta habis fikir dengan kelakuan Daffiq diluar ekspektasinya.


"Ya udah... Kamu tenang aja... Kita siap bantuin... Udah ayo buruan beresin ...."


Vera mulai mengajak Syakira untuk segera beranjak. Mereka pun bersama sama mulai merapikan barang barang Syakira, bahkan banyak barang ataupun makanan yang dibagi bagikan ke semua santri karena banyaknya barang barang yang dibawakan oleh Daffiq.


Kabar Syakira kembali pun sudah menyebar. Bahkan anak anak santri putra yang diam diam mengagumi Syakira juga sudah mendengarnya. Ada sosok yang juga sangat bahagia mendengar kembalinya Syakira.

__ADS_1


"Sepertinya rencanaku akan segera berjalanan...."


Gumam orang itu, ya dia adalah Gus Lubiz.


"Aku akan segera melakukan semua rencanaku... Dan kamu akan segera menjadi milikku selamanya... Tak sabar menanti waktu itu..."


Gus Lubiz mulai memikirkan semua obsesinya untuk mendapatkan Syakira. Gus Lubiz pun segera pergi dari tempat itu, namun naasnya dia ta sengaja bertabrakan dengan seorang santriwati, dan lebih parahnya tubuhnya tertindih oleh tubuh santriwati itu.


"Eh eh .... Sorry ya coy... Gue gak sengaja"


Jawab santri itu dengan muka sedikit panik, dan segera berdiri dari atas tubuh santriwati itu.


"Sorry sorry kamu pikir ini gak sakit!"


Bentak Gus Lubiz.


"Makanya gue bilang sorry... Kalau gitu gue pamit... Habisnya gue salah jalan... Bye ...."


Santriwati itupun segera meninggalkan Gus Lubiz yang akan hendak ngomel dengannya.


"Dasar bocah gak ada akhlak... Belum juga dimaafin udah nyelonong pergi gitu aja tanpa dosa!! Kalau ketemu lagi bakal aku kapokin setengah mati!!"


Gus Lubizpun pergi dengan perasaan dongkol yang mendalam.


Didalam kamar Syakira dan teman temannya telah selesai dengan aktifitasnya. Dia juga tengah bercanda bersama teman temannya mereka asik bercanda dengan memakan beberapa camilan yang dibawa Syakira dari rumah.


"Eh ada mbak Riska... Mbak dari mana aja..."


Sapa Vera yang baru melihat Riska hadir.


"Aku habis jalan jalan gak jelas tadi... Terus malah salah jalan deh...."


Tutur Riska apa adanya.


"Ih kasiannya... Sini sini duduk dulu..."


Ajak Melly, segera Riska pun ikut duduk dan bergabung bersama Syakira dan teman teman.


"Owh ya mbak .... Kenalin... Ini namanya Syakira biasanya dipanggil Ira si... Mbak pasti belom kenal..."


Vera memperkenalkan Syakira dengan Riska.


"Salam kenal mbak... Aku Ira..."


Syakira mengulurkan tangannya untuk kenalan.


"Salam kenal juga... Aku Riska"


Riska membalas uluran tangan Syakira kembali.


"Owh... Ini yang namanya Syakira... Dia cantik banget juga ditambah pembawaannya ramah idaman bet... Pantesan bos demen sama ni bocah gak ketulungan...."


Batin Riska dengan menatap wajah Syakira.


"Mbak Riska pasti herankan sama Ira .....


(Riska hanya mengangguk saja)


Ira kemaren gak ada disini mbak... Pas mbaknya baru mondok ... Jadi deh gak tau kalau Ira juga sekamar sama kita, kemaren dia pulang kerumah karena ada musibah...."


Jelas Melly agar Riska tidak bingung adanya Syakira. Syakira hanya menanggapi dengan senyuman saja. Akhirnya mereka semua melebur dan ikut bercanda bareng, Riska pun ikut berbaur dengan mudah karna memang pembawaannya yang mudah berteman.


"Ehm... Mbak Riska usianya berapa kalau boleh tau... Apakah masih sekolah kayak kita kita..."


Tanya Syakira.


"Aku udah gak sekolah Ra... Usiaku udah 22 tahun loh...."


Riska menjawab ucapan Syakira.


"Terus kenapa mbak Riska milih mondok...."


Tanya Syakira kembali.


"Kalau soal itu... Adalah urusan pribadi yang gak bisa dijelasin... Hehehhee"


Jawab Riska kembali.


"Mana mungkin aku jawab sejujurnya tujuanku.... Bisa bisa kamu ntar ngejahuin aku..."


Batin Riska. Akhirnya mereka semua kembali berbincang bincang dan bergurau bersama.

__ADS_1


__ADS_2