Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 19


__ADS_3

"Mas Iqbal lepasin! gak enak sama orang! lepasin!" mintaku.


"Aku gak akan lepasin Hafisa, sebelum kamu bilang cinta atau enggak sama aku!" minta Iqbal.


Saat itu aku terdiam dan meneteskan air mata di baju Iqbal. Rasanya aku juga ingin sekali mengatakan kalau aku cinta juga dengan Iqbal. Tapi mulut ini berat untuk berkata.


"Tolong jawab! saya akan lepasin kamu! tolong jangan nangis." Minta Iqbal.


"Iya aku jujur sebenarnya aku cinta sama kamu, tapi cinta ini gak mungkin bersatu Mas. Orang tua kamu gak suka sama aku, yang hanya pembantu dan gadis kampung saja." Ucapku.


"Alhamdulillah, benaran kamu cinta sama aku Hafisa? aku akan perjuangkan kamu, meskipun orang tua aku tidak menyukai kamu! aku akan tetap berjuang! aku gak peduli mau kamu dari kampung atau apa, yang pasti aku gak mau kehilangan kamu Hafisa!" ucap Iqbal.


"Aku gak bisa lama-lama di sini Mas! aku mau pulang, aku takut Bu Ratna menanyakan aku." Ucapku.


"Iya sayang, aku antar kamu pulang yah! nanti, aku bilang sama Bu Ratna kalau kamu telat pulang karena habis di kejar orang jahat." Ucap Iqbal.


Akhirnya aku pulang bersama Iqbal. Bu Ratna dan Yanah khawatir sama aku. Bu Ratna sampai memeluk aku dan memegang pipiku dan tanganku yang terluka.


"Assalamu'alaikum." Salamku dan salam Iqbal.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Bu Ratna dan Yanah.


"Astaghfirullah, Hafisa! saya khawatir sama kamu! kamu gak apa-apa kan sayang?" tanya Bu Ratna.


"Alhamdulillah, gak apa-apa Bu. Tadi saya sempat di kejar-kejar preman Bu, untungnya ada Mas Iqbal nolong saya!" ucapku.


"Astaghfirullah, Hafisa! Alhamdulillah, kamu baik-baik aja. Iqbal, makasih ya kamu udah menolong Hafisa! saya khawatir sekali sama Hafisa seperti Anak sendiri. Tangan kamu luka sayang, biar diobati dulu yah!" ucap Bu Ratna.


"Sama-sama Tante." Ucap Iqbal.


Andaikan, Nyokap gue seperti Mamahnya Destian. Hati gue pasti sangat senang dan bahagia. Mamahnya Destian sayang sama Hafisa, kayanya Hafisa lebih baik tinggal di sini dulu biar aman, lagian banyak yang sayang sama dia.


"Iqbal hayo masuk! kok melamun? Yanah kamu buatin minum buat Iqbal yah!" minta Bu Ratna.


"Kayanya gak usah Tante! Iqbal harus kembali ke kampus. Soalnya, Iqbal pasti ketinggalan mata kuliah. Iqbal nitip Hafisa ya Tante!" minta Iqbal.


"Oh, gitu? ya sudah. Makasih banyak kamu sudah tolong Hafisa yah! kalau gak ada kamu apa jadinya nanti. Kamu sampai belain nolong Hafisa dan ketinggalan mata kuliah. Tante pasti jaga Hafisa!" ucap Bu Ratna.


"Makasih Tante." Ucap Iqbal.


"Mas, makasih yah, udah nolong aku!" ucapku.


"Sama-sama Fisa! aku pamit! Tante, Hafisa." Ucap Iqbal mencium tangan Mamahnya Iqbal.

__ADS_1


"Hati-hati kamu di jalan!" ucap Bu Ratna.


"Hati-hati Mas!" ucapku tersenyum, Iqbal balik tersenyum padaku dan berat meninggalkanku.


"Hafisa! maafin aku yah, gara-gara aku kamu kenapa-kenapa." Ucap Yanah.


"Gak apa-apa kok Yanah, bukan salah kamu juga." Ucapku.


"Ya sudah, jangan main salah-salahan! sekarang luka kamu diobati aja Fisa! besok kamu gak boleh ke pasar! kalau emang mau ke pasar, harus ada yang dampingin!" ucap Bu Ratna.


"Bu, gak usah diobati! tadi udah diobati sama Mas Iqbal kok. Iya Bu, sekali lagi maafin Hafisa yah!" ucapku.


"Maafin Yanah juga Bu, Hafisa!" ucap Yanah.


"Iya-iya! ya sudah, kalau kamu masih sakit istirahat aja Fisa! jangan dipaksa kerja!" ucap Bu Ratna.


"Cuma luka kecil kok Bu, saya di sini kan dibayar. Saya gak mau Bu, cuma luka kecil tapi manja!" ucapku.


"Masya Allah, tapi jangan dipaksa yah! Yanah bantu Hafisa! jangan sampai kenapa-kenapa." Minta Bu Ratna.


"Siap Bu!" ucap Yanah.


****


Di Apartement, Hasan marah-marah dengan para Bodyguardnya. Karena mereka gagal membawa Hafisa.


"Maaf Bos! cowok itu jago taekwondo." Ucap Bodyguard Hasan.


"SAYA GAK MAU TAHU! KALIAN HARUS BISA BAWA HAFISA KE HADAPAN SAYA! KALAU ENGGAK, BESOK KALIAN GAK USAH KERJA LAGI SAMA SAYA! NGERTI KALIAN!" bentak dan minta Hasan.


"Baik Bos!" ucap para Bodyguard Hasan.


****


Di kampus, Iqbal baru datang dengan santainya. Sedangkan Destian dan Wawan baru selesai mata kuliah dan ingin keluar kelas. Destian dan Wawan langsung menegur Iqbal.


"Bro! jam berapa nih! gila lo ya baru datang." Ucap Destian.


"Kacau!" ucap Wawan.


"Gue habis nolongin Hafisa di pasar, dia dikejar-kejar preman gitu. Mangkanya gue baru sampai kampus." Ucap Iqbal.


"Hah? serius lo? sekarang keadaan dia gimana?" tanya Destian khawatir.

__ADS_1


"Udah gak apa-apa. Untung ada gue, kalau enggak bisa dibawa sama preman itu! lo khawatir banget Des? jangan bilang, lo suka sama Hafisa!" ucap Iqbal.


"Jujur, kalau suka, ya gue emang suka. Sejak gue nemuin dia di jalan, gue udah suka sama dia! tapi sayang, hatinya bukan buat gue. Tapi buat lo!" ucap Destian.


"Kenapa lo bisa tahu hatinya dia buat gue?" tanya Iqbal.


"Gue bisa baca dari mata seseorang Bal, lo gak usah takut sama gue, gue gak akan rebut Hafisa dari lo! tapi, kalau sampai Hafisa tersakiti sama lo, gue akan rebut Hafisa dari tangan lo!" ucap Destian.


"Gue cinta sama dia! gak bakal gue sakitin dia Des. Gue titip Hafisa di rumah lo yah! karena gue tadi udah jadian sama dia!" ucap Iqbal.


"Selamat Bro! lo tenang aja, Hafisa aman di rumah gue. Gue pegang janji lo Bal! sedikit aja lo nyakitin, gue gak bakal tinggal diam!" ucap Destian.


"Kalau masalah cinta emang ribet, sampai gue dikacangin!" ucap Wawan.


"Ha-ha-ha... sorry." Ucap Iqbal dan Destian.


Tiba-tiba Sheila datang. Sheila langsung merangkul Iqbal. Iqbal kesal dan mendorong Sheila sampai terjatuh.


"Iqbal ternyata kamu di sini sayang? aku cari-cari lho." Ucap Sheila.


"Apaan sih lo! lepas! lepas!" minta Iqbal.


"Gak mau!" ucap Sheila.


"Jangan sentuh tangan gue lagi! dengar Sheila, sekarang kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi!" ucap Iqbal.


"Iqbal, aku masih sayang sama kamu! maafin aku, kalau aku salah. Kasih kesempatan sekali lagi Iqbal!" ucap Sheila.


"Lo dengar baik-baik, di kamus gue gak ada kata kesempatan! ngerti lo!" ucap Iqbal meninggalkan Sheila.


"Iqbal! tunggu!" teriak Sheila.


Awas aja lo Bal, lo pasti bakal gue dapatin lagi.


****


Di kediaman rumah Iqbal. Iqbal melihat Mamihnya masih menangis karena kelakuan Papihnya. Iqbal langsung menghampiri Mamihnya dan menghibur agar tidak sedih lagi.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


CINTA GADIS BISU



__ADS_2