Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 35


__ADS_3

Yanah langsung menghampiri Hafisa yang sedang mencuci piring. Hafisa langsung ke tempat telepon dan berbicara pada Abahnya.


"Assalamu'alaikum, Abah." Sapa dan ucap Hafisa.


"Wa'alaikumsalam Neng, maaf Abah sama Ibu ganggu kamu. Kamu sehat Neng?" tanya Abah Jahat.


"Alhamdulillah, Hafisa sehat Bah. Ada apa Bah?" tanyaku.


"Neng, Abah sama Ibu mau tanya masalah Awalilah. Apa sudah ketemu atau belum Neng? Ibu sama Abah teh khawatir pisan." Ucap Abah Jajat.


"Abah, sama Ibu gak usaha khawatir. Mas Destian sedang mencari Awalilah juga kok, kita cukup berdoa aja, semoga Awalilah cepat ketemu ya Bah." Ucapku menenangkan Abah Jajat.


"Aamiin Neng, kasihan Lihat kalau harus kelaparan di jalan. Semoga Lelah akan selalu baik-baik aja." Ucap Abah Jajat.


"Aamiin... kita tunggu kabar dari Mas Destian ya Bah. Nanti, Hafisa bakal main kok ke Vila kalau Mas Destian sudah memberikan kabar." Ucapku.


"Iya Neng, Abah dan Ibu tunggu. Ini Ibu kamu mau bicara!" minta Abah Jajat.


"Hallo Neng, kamu jaga kesehatan di situ ya Neng! jaga diri kamu baik-baik. Kalau kamu libur, kamu main ke sini!" minta Ibu Aminah.


"Di sini gak ada libur Bu, nanti Hafisa sempatin buat ke Vila." Ucapku.


"Iya atuh Neng, gak apa-apa. Ibu teh gak enak di sini. Apa-apa dilayanin, Ibu sama Abah kan bukan bos." Ucap Bu Aminah.


"Ya gak apa-apa Bu, mungkin Mas Destian yang nyuruh. Yang penting, Ibu dan Abah punya tempat tinggal sementara dan selalu sehat. Bu, Hafisa tutup dulu yah, gak enak sama Bu Ratna kalau Hafisa teleponan lama." Ucapku.


"Oh, iya atuh Neng. Gak enak ah! sok atuh! hati-hati kerjanya, salam buat majikan kamu dan Mas Destian ya Neng!" ucap Bu Aminah.


"Iya, nanti Hafisa salamin Bu. Assalamu'alaikum." Salamku.


"Wa'alaikumsalam." Ucap Bu Aminah.


"Hafisa, siapa?" tanya Bu Ratna tersenyum.


"Maaf Bu, ini dari Ibu dan Abah. Maaf ya Bu, Hafisa pakai telepon-nya lama." Ucapku merasa gak enak.


"Ya ampun Hafisa, kamu kaya sama siapa aja. Gak

__ADS_1


apa-apa Hafisa, kamu mau berjam-jam telepon. Namanya juga Ibu kamu kangen sama Anaknya. Kamu juga kan mau jadi istri Destian." Ucap Bu Ratna tersenyum.


"Iya Bu, tapi kerjaan saya masih banyak. Saya gak mau dibilang seenaknya, mentang-mentang udah mau jadi calon Mas Destian." Ucapku.


"Siapa yang bilang? kamu itu jangan merasa gak enak terus. Kalau ada yang bilang gitu, laporan ke saya!" ucap Bu Ratna.


"Gak ada Bu, cuma saya gak mau ada orang salah paham." Ucapku.


"Haduh, Hafisa. Kamu tuh polos dan baik banget yah! ini gaji buat kamu. Yanah sudah saya bayar, tinggal kamu." Ucap Bu Ratna.


"Ini gaji saya Bu? Alhamdulillah, makasih banyak ya Bu. Makasih." Ucapku merasa senang.


"Sama-sama Fisa." Ucap Bu Ratna tersenyum.


"Kalau gitu, saya permisi ke kamar dulu ya Bu. Mau taro uang saya." Ucapku.


"Kamu mau taro uang kamu di mana?" tanya Bu Ratna.


"Di dompet Bu." Ucapku.


"Ya ampun, kamu gak punya ATM?" tanya Bu Ratna.


"Kamu gak takut hilang? nanti, kamu belajar pakai ATM, dan buat ATM yah! ngeri lho, uang ditaro dompet. Kalau di ATM kalau hilang kamu bisa blokir ke bank. Saya bakal suruh Destian buat bikinin kamu ATM." Ucap Bu Ratna.


"Gak usah Bu, saya gak mau merepotkan." Ucapku.


"Hafisa, tolong! jangan nolak yah! saya mau kamu maju. Saya mau kamu bisa menjaga uang kamu dengan hasil jerih payah kamu kerja. Apa lagi, nanti kalau kamu sudah menjadi istri Destian. Kamu yang kan pegang semua ATM Destian. Kamu yang atur." Ucap Bu Ratna.


"Gitu ya Bu? ya udah Bu, kalau gitu nanti saya mau bikin." Ucapku.


"Oke. Nanti saya bicarakan dengan Destian." Ucap Bu Ratna.


"Bu kenapa gak sama Yanah aja? saya takut mengganggu aktivitas Mas Destian, soalnya Mas Destian udah ngurusin masalah saya." Ucapku.


"Kalau Yanah antar kamu, yang kerja di rumah siapa? saya gak sempat antar kamu, kalau saya sempat, pasti saya yang antar." Ucap Bu Ratna.


"Oh, iya Bu. Ya sudah, terserah Ibu aja. Saya ikut aja Bu." Ucapku tersenyum.

__ADS_1


"Good...." ucap Bu Ratna.


****


Awalilah akhirnya sampai Garut. Awalilah sangat berterima kasih pada Bapak supir gak yang baik hati. Awalilah memberi uang tiga puluh ribu nya, tapi Bapaknya menolak. Karena Bapak tersebut menolong ikhlas.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai. Pak, saya sangat berterima kasih banget sama Bapak. Bapak udah mau antar saya pulang, ini saya ada uang segini Pak, Bapak terima yah!" minta Awalilah.


"Alhamdulillah, gak usah Neng! Bapak ikhlas menolong kamu. Kamu simpan aja uang tiga puluh ribu kamu, buat jajan. Pesan Bapak, lain kali kamu hati-hati yah! jangan sampai kesasar atau kebawa arus lagi." Ucap Si Bapak supir bak.


"Iya Pak insya Allah. Sekali lagi, aku berterima kasih sama Bapak, semoga Allah berikan kelancaran, rezeki dan keselamatan buat Bapak. Karena Bapak sudah baik hati menolong saya." Ucap Awalilah.


"Aamiin.... sama-sama Neng. Ya udah, salam buat kedua orang tua kamu yah! Bapak mau jalan lagi! mau ambil sayuran." Ucap Si Bapak supir bak.


"Iya Pak, hati-hati!" ucap Awalilah.


Awalilah berjalan dengan senyuman. Awalilah sudah tidak sabar ingin bertemu Abah dan Ibunya. Saat Awalilah sampai rumah Abah Jajat, rumah Abah Jajat sudah hangus terbakar. Hanya abu dan kayu-kayu yang tersisa. Awalilah menangis dan berteriak.


Abah, Ibu! Abah, Ibu! hiks-hiks-hiks.... kenapa jadi seperti ini? kenapa rumah kita terbakar Bu, Abah? siapa yang tega bakar rumah Ibu dan Abah? hiks-hiks-hiks.... Ibu dan Abah kemana? kenapa saat Lilah pulang, rumah Abah dan Ibu terbakar. Hiks-hiks-hiks.... Abah, Ibu, kalian di mana? Lilah sekarang sama siapa lagi? Lilah gak punya siapa-siapa.


"Bu, Lilah mau tanya, kenapa rumah Abah terbakar? hiks-hiks-hiks.... Abah Lilah sama Ibu Lilah kemana?" tanya Lilah sambil menangis.


"Saya gak tahu Lilah. Di rumah sakit kali. Atau kemana gak tahu!" ucap Ibu-ibu yang lewat.


Lilah langsung berlari ke rumah Euis. Alhamdulillah, Euis ada di rumah. Euis senang dan kaget melihat Awalilah datang. Euis memeluk Awalilah karena senang dan saling kangennya. Ibunya Euis tetap memaki-maki Awalilah. Bu Enok langsung mengusir Awalilah.


"Assalamu'alaikum." Salam Awalilah.


"Wa-Wa'alaikumsalam! kamu lagi, mau ngapain kamu ke sini hah?" tanya Bu Enok kesal.


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


CINTA GADIS BISU

__ADS_1



__ADS_2