
"Tapi Mamah takut Hasan! takut!" ucap Bu Marjanah.
Setelah lama, Hafisa sadar. Hafisa bingung kenapa dirinya ada di rumah sakit dan lupa apa yang terjadi semuanya.
"Ibu, Abah, Awalilah!" ucap Hafisa.
"Alhamdulillah, Hafisa. Kamu sudah sadar Nak?" tanya Bu Aminah berlari keluar sambil berteriak kalau Hafisa sudah sadar.
"Bu, kenapa?" tanya Abah Jajat.
"Alhamdulillah, Hafisa sudah sadar!" ucap Bu Aminah.
Saat itu, Hafisa telah diperiksa oleh Dokter. Destian dan Bu Ratna sangat senang Hafisa sudah sadar.
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar Hafisa! makasih ya, kamu sudah menolong saya!" ucap Destian.
"Sama-sama Mas!" ucap Hafisa.
"Teteh, maafin Awalilah yah, semua gara-gara Awalilah!" ucap Awalilah.
"Enggak sayang, semua bukan salah kamu!" ucap Hafisa.
Setelah ngobrol-ngobrol, Destian seperti melihat ada yang memperhatikan. Ternyata suruhan Hasan mengikuti Euis. Alhamdulillah, suruhan Hasan tertangkap. Mereka mengakui kalau mereka adalah suruhan Hasan. Hasan pun telah tertangkap oleh polisi dan menangis-nangis.
__ADS_1
Setelah lama seminggu, Destian dan keluarga melamar Hafisa. Hafisa mendengar berita kalau Iqbal telah meninggal dan keluarga Iqbal sangat menyesali atas perbuatannya.
"Hafisa! kenapa kamu?" tanya Destian.
"Mas Iqbal, Mas Iqbal meninggal karena kecelakaan Mas! hiks-hiks-hiks....." ucap Hafisa.
Destian mengantar Hafisa ke rumah sakit. Hafisa menangis melihat mayat Iqbal terbaring.
"Mas! mas Iqbal! hiks-hiks-hiks..... kenapa kamu pergi Mas? kenapa?" tanya Hafisa histeris.
"Sabar Hafisa!" ucap Destian.
"Hafisa! hiks-hiks-hiks.... maafkan saya! saya sangat menyesal atas perbuatan saya! maafkan saya Hafisa!" ucap Bu Fransiska.
"Andaikan saya dulu menuruti semua mau Iqbal, semua gak akan seperti ini!" ucap Bu Fransiska.
"Semua yang sudah terjadi sudah Bu, gak perlu disesali lagi!" ucap Hafisa.
Destian dan Hafisa menjenguk Hasan di penjara. Meskipun benci, tapi Hafisa gak mau menjadi orang yang sangat egois.
"Saudara Hasan! ada yang ingin bertemu!" ucap Pak Polisi. Hasan kaget dan bertekuk lutut pada Hafisa. Hasan meminta maaf pada Hafisa sambil menangis. Bu Marjanah pun datang meminta maaf pada Hafisa.
"Hafisa! hiks-hiks-hiks..... maafkan saya Hafisa! maafkan! saya sudah berbuat jahat sama kamu!" ucap Hasan.
__ADS_1
"Hasan! bangun! saya sudah memaafkan kesalahan kamu! saya berharap ini pelajaran buat kamu!" ucap Hafisa.
"Iya Hafisa! hidup saya hancur. Saya cinta sama kamu sampai seperti ini! saya pun sudah mau membunuh kamu Hafisa!" ucap Hasan.
"Yang lalu biar berlalu! kalau keluar dari sini, saya harap kamu bisa taubat! jangan sampai kamu mengulanginya lagi!" minta Hafisa.
"Iya Hafisa! saya gak akan mengulanginya lagi! saya akan menjadi orang baik!" ucap Hasan.
"Hafisa!" panggil Bu Marjanah.
"Ibu Janah." Ucap Hafisa.
"Maafkan saya Hafisa! maafkan! hiks-hiks-hiks.... keluarga saya sudah buat hancur keluarga kamu, suami saya sudah nekat membakar rumah Abah kamu! dan kamu hampir mati. Maafkan keluarga saya!" ucap Bu Marjanah.
"Ibu-ibu! sudah yah! saya dan keluarga sudah memaafkan kesalahan Ibu, Hasan dan Suami Ibu. Ini sebagai pelajaran kita aja, kalau kita tidak boleh menghakimi orang, riba, atau membunuh. Seburuk-buruknya manusia, Allah pasti akan memaafkan hambanya, jika hambanya ingin bertaubat dengan sungguh-sungguh. Begitu juga dengan saya, saya sudah lama memaafkan semuanya Bu!" ucap Hafisa.
"Makasih Hafisa! makasih!" ucap Bu Marjanah.
Hafisa benar-benar wanita soleha. Saya sangat beruntung bisa memilikinya. Terima kasih ya Allah, sudah berikan wanita soleha dan baik seperti Hafisa.
Setelah dua minggu kemudian, Hafisa dan Destian menikah. Pernikahan mereka sangat mewah. Mereka pun menjadi keluarga yang bahagia....
END
__ADS_1
Terima Kasih udah ikutin ceritanya, semoga suka dan terhibur readers dan teman-temanku tersayang🥰🥰🥰🥰