
"Mih!" sapa Iqbal.
"Kamu sudah pulang." Ucap Bu Fransiska.
"Mamih kenapa? ngapain suami kaya gitu masih Mamih pikirin sih!" ucap Iqbal.
"Gimana Mamih gak sedih, Mamih sama dia menikah sudah 26 tahun Iqbal. Mamih udah percaya sama dia sepenuh hati Mamih, tapi tega-teganya di cari pembantu, tapi selingkuhan dia!" ucap Bu Fransiska.
"Sebenarnya Iqbal udah tahu semua keburukan Papih, tapi Iqbal gak mau cerita sama Mamih." Ucap Iqbal.
"Jadi kamu sudah tahu? kenapa kamu gak bilang Nak? kenapa?" tanya Bu Fransiska.
"Lagian percuma kalau Iqbal bilang sama Mamih, Mamih gak akan pernah percaya sama Iqbal. Iqbal gak mau disangka Mamih fitnah. Iqbal biarkan sampai semua terbongkar dengan sendirinya." Ucap Iqbal.
"Maafin Mamih ya Nak, Mamih lebih percaya sama Papih kamu. Mamih gak pernah mau dengarin kamu!" ucap Bu Fransiska.
"Kakak!" sapa Nena.
"Nena." Ucap Iqbal.
"Kak, gimana? Kak Hafisa udah ketemu?" tanya Nena.
"Nena, ngapain sih kamu masih aja nyari Hafisa itu? nanti Mamih cari yang lebih baik dari Hafisa!" ucap Bu Fransiska.
"Nena gak mau! Mamih jahat! Nena udah suka sama Kak Hafisa Mih, gak ada orang lain yang bisa gantiin Kak Hafisa! titik Mih." Ucap Nena menangis dan langsung lari ke kamar.
"Nena!" panggil Bu Fransiska.
"Mih, kenapa Hafisa tinggal di sini lagi? dari pada Mamih harus cari pembantu baru. Iqbal minta tolong sama Mamih, terima Hafisa di sini lagi yah!" minta Iqbal.
"Gak akan Iqbal! Mamih gak akan terima dia di sini lagi!" ucap Bu Fransiska.
"Emang salah dia apa sih Mih? dia kan hanya ingin dekat sama Nena, Mamih jangan egois dong!" ucap Iqbal.
"Heh, kamu kenapa jadi ingin banget pembantu itu di sini? jangan bilang kamu naksir sama dia!" ucap Bu Fransiska.
"Iya Mih, Iqbal naksir sama Hafisa. Bahkan Iqbal udah jadian sama dia! Iqbal minta restu Mamah!" minta Iqbal.
"Dengar Iqbal, sampai kapan pun, Mamah gak akan pernah restui hubungan kamu sama Hafisa! lebih baik kamu sama Sheila, perbaiki hubungan kamu sama Sheila!" minta Bu Fransiska.
"Mamah jangan egois dong! yang jalanin dan mau nikah kan Iqbal, bukan Mamih! pokoknya Iqbal gak mau dikekang seperti ini Mih! pilihan Iqbal tetap Hafisa!" ucap Iqbal langsung meninggalkan Mamihnya.
"Iqbal! jangan durhaka kamu! kalau melawan sama Mamih pergi sana ikut Papih kamu!" teriak Bu Fransiska.
Iqbal langsung masuk kamar Nena. Iqbal menceritakan sama Nena kalau Iqbal sudah bertemu Hafisa.
Tok-tok-tok
"Dek, boleh Kakak masuk?" tanya Iqbal sambil mengetuk pintu.
"Masuk Kak!" sahut Nena.
"Jangan nangis gitu dong Dek!" ucap Iqbal.
__ADS_1
"Nena mau Kak Hafisa Kak! gak mau sama yang lain, mana janji Kakak buat temuin Nena sama Kak Hafisa?" tanya Nena.
"Dengar Kakak! sebenarnya Kakak sudah bertemu sama Kak Hafisa, cuma dia udah janji sama Mamih gak akan balik ke rumah ini. Besok, Kakak janji bakal temuin kamu sama Kak Hafisa." Ucap Iqbal.
"Benaran Kak? aku mau banget Kak! aku udah kangen banget sama Kak Hafisa. Tapi, kenapa Mamih gitu sih Kak, Kak Hafisa kan baik, jujur, kenapa Mamih benci?" ucap Nena.
"Kakak juga gak tahu sayang, sabar yah! tunggu sampai besok." Ucap Iqbal.
"Iya Kak, makasih yah!" ucap Nena tersenyum.
Jangan Nena sampai rindu sama kamu Hafisa. Aku pun sama rindu sama kamu. Kamu itu sangat berarti buat aku dan Nena.
****
Di kediaman rumah Destian. Hafisa sedang membersihkan kolam renang. Destian langsung menghampiri Hafisa dan mengagetkan. Sampai Hafisa tercebur ke kolam renang. Destian langsung menolong Hafisa dan meminta maaf.
"Hafisa!" Destian mengagetkan Hafisa.
Byuuuaaaarrr
"Tolong! Mas tolong!" teriak Hafisa.
"Hafisa! ternyata kamu tidak bisa renang!" Destian langsung terjun dan menolong Hafisa.
"Uhuk-uhuk-uhuk." Hafisa sadar dan batuk-batuk.
"Hafisa, kamu gak apa-apa? maafin aku yah, aku gak tahu kalau kamu gak bisa renang. Ternyata kamu kegetan yah!" ucap Destian.
"Gak apa-apa Mas, aku gak bisa renang Mas!" ucapku.
"Gak apa-apa Mas." Ucapku.
"Tangan kamu luka, pasti gara-gara tadi kamu dikejar preman yah!" ucap Destian.
"Mas, ceritanya nanti aja! saya mau ganti baju dulu!" mintaku.
"Ada apa ini? astaga, kalian berdua kenapa basah-basahan begini?" tanya Bu Ratna tersenyum.
"Tadi Destian kagetin Hafisa Mah, lalu nyebur ke kolam renang. Kira Destian Hafisa bisa renang, ternyata enggak. Mangkanya, Destian tolongin!" ucap Destian.
"Ya ampun kamu Destian! hati-hati dong kalau bercanda! kasihan Hafisa kan, Hafisa kamu gak apa-apa Nak?" tanya Bu Ratna.
"Gak apa-apa kok Bu, maafin saya ya Bu!" ucapku.
"Kok malah minta maaf, yang salah kan saya. Kenapa kamu yang minta maaf? sudah, sekarang kamu mandi air hangat, biar gak masuk angin!" perintah Bu Ratna.
"Iya Bu, permisi!" ucapku.
Andaikan Mamihnya Mas Iqbal sifatnya baik seperti Bu Ratna, aku pasti bahagia.
"Kamu juga ganti baju gih! lain kali hati-hati!" ucap Bu Ratna tersenyum.
"Mamah kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Destian.
__ADS_1
"Gak apa-apa sayang, udah sana ganti baju!" minta Bu Ratna.
Andaikan Hafisa mau sama Destian, saya pasti bahagia dan senang punya mantu soleha seperti Hafisa.
****
Hafisa sampai di depan pintu kamar. Yanah menegur dan meledek aku dengan Destian. Yanah sangat berharap aku jodoh dengan Destian.
"Ya ampun, Hafisa! kamu kenapa?" tanya Yanah.
"Nyebur ke kolam." Ucapku.
"Kok bisa?" tanya Yanah.
"Tadi aku lagi ngambilin kotoran di kolam renang, eh Mas Destian datang ngagetin aku Yan. Ya udah, aku kaget dan tercebur deh!" ucapku.
"Dia nolongin gak? apa kamu bisa renang?" tanya Yanah.
"Nolongin aku Yan, soalnya aku gak bisa renang." Ucapku.
"Asyik.... cie-cie... aku berharap kamu sama Mas Destian jadian Fisa! ha-ha-ha..." ucap Yanah.
"Apaan sih, Yan! gak mungkin lah Yan." Ucapku.
"Mungkinin aja Fisa!" ucap Yanah.
"Tahu ah! gue masuk dulu yah, mau mandi sama ganti baju!" ucapku.
"Oke-oke!" ucap Yanah tersenyum.
"Awas lalat masuk! senyum-senyum mulu." Ucapku.
Yanah bertemu Destian di dapur. Yanah senyum-senyum sambil meledek Destian.
"Eh, Mas Destian." Ucap Yanah.
"Kenapa Yan? senyum-senyum gitu." Tanya Destian.
"Cie-cie-cie... yang habis nyebur bareng." Ucap Yanah.
"Saya nolongin Hafisa, bukan nyebur bareng." Ucap Destian.
"Sama aja Mas, judulnya byuuurrr kan." Ucap Yanah.
"Apaan sih Yanah. Saya mau ganti baju!" ucap Destian.
Aku berharap banget Mas Destian bisa jadian sama Hafisa.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
__ADS_1
DINGINNYA CINTA BIMA