Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 27


__ADS_3

"Mas mau jelasin apa lagi? hiks-hiks-hiks... hati saya hancur Mas!" ucapku.


"Saya juga benar-benar gak tahu masalah Iqbal, tiba-tiba dia ngirim itu ke handphone saya, saya juga belum tahu Hafisa, kalau kamu gak buka video itu! saya juga kecewa sama Iqbal Fisa, kecewa!" ucap Destian.


Gak lama, handphone Yanah berdering. Saat aku melihat handphone Yanah, ternyata telepon dari kampung. Destian langsung menyuruh aku mengangkatnya.


"Handphone Yanah dering, coba kamu lihat!" minta Destian.


"Ini kan nomor Euis. Sahabat saya di kampung Mas!" ucapku panik.


"Kamu angkat!" ucap Destian.


"Hallo, Assalamu'alaikum." Salamku.


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah Hafisa akhirnya teh kamu angkat juga! saya berkali-kali telepon kamu, tapi gak aktif-aktif." Ucap Euis.


"Iya namanya handphone orang Is, tadi handphone ini low karena baterainya low." Ucapku.


"Sebenarnya, aku ingin memberi tahu kabar duka sama kamu Fisa!" ucap Euis.


"Kabar duka? kabar duka apa Euis? keluarga aku sekarang baik-baik aja kan?" tanya Hafisa.


"Ke-Ke-keluarga kamu...." ucap Euis berat untuk mengatakannya.


"Hiks-hiks-hiks.... Is bilang! keluarga aku kenapa? bilang!" ucap Hafisa menangis.


"Rumah kamu kebakaran, terus Awalilah hilang!" ucap Euis.


"Astaghfirullah.... Abah, Ibu, Awalilah, hiks-hiks-hiks.... terus gimana keadaan Abah dan Ibu?" tanyaku.


"Abah sama Ibu sekarang sedang nginap di rumah aku! besok kamu pulang dulu ya Fisa izin! kita cari Awalilah! maafin aku ya Fisa, gak bisa jaga keluarga kamu!" ucap Euis.


"Is pasti aku pulang! tolong jaga Ibu sama Abah yah! kamu gak salah, justru aku yang minta maaf sudah merepotkan kamu!" ucap Hafisa.


Saat selesai menutup telepon, Destian memberikan tisu pada Hafisa. Destian akan mengantar dan membantu mencari Adik Hafisa.


"Ini!" ucap Destian.


"Makasih Mas, hiks-hiks-hiks... kenapa cobaan saya berat Mas? kenapa? Mas, besok saya izin pulang dulu yah! Adik saya hilang, rumah saya kebakaran. Hiks-hiks-hiks.... ya Allah, apa dosa saya ya Allah!" ucapku menangis.


"Jangan salahkan diri kamu sendiri! semua udah takdir, kamu yang sabar yah! besok aku akan antar kamu ke kampung, dan aku bakal cari Adik kamu sampai ketemu!" ucap Destian.


"Gak usah Mas! saya biar sendiri aja, saya gak mau terlalu banyak merepotkan Mas Destian." Ucapku.


"Gak ada sama sekali merepotkan! izinkan saya membantu kamu yah!" minta Destian.


"Ta-tapi Mas?" tanyaku merasa gak enak.

__ADS_1


"Sesama manusia, kita harus saling tolong-menolong, di sini kamu sudah menjadi keluarga aku, jadi setiap kamu kesusahan selagi saya mampu, saya akan bantu kamu!" ucap Destian.


"Makasih ya Mas! maafin saya tadi udah marah-marah sama Mas Destian!" ucapku.


"Soal Iqbal, nanti biar aku hajar dia! gak sepantasnya, dia perlakukan kamu seperti ini!" ucap Destian.


"Jangan Mas! saya gak mau ada keributan lagi! biarkan saja dia seperti itu, cukup saya yang sakit hati." Ucapku.


"Jangan nangis! air mata kamu berharga. Cowok kaya gitu gak pantas kamu tangisin!" ucap Destian.


"Makasih ya Mas, Mas udah mau support aku! saat aku seperti ini, Mas selalu ada." Ucapku.


"Sama-sama!" ucap Destian tersenyum.


"Sekarang aku mau izin sama Bu Ratna. Agar besok tinggal berangkat aja Mas!" mintaku.


"Mari aku antar!" ajak Destian.


Saya gak akan biarkan kamu menderita Hafisa, kamu harus lepas dari Iqbal. Saya akan merebut kamu dari Iqbal dan saya janji akan memberikan kamu kebahgiaan. Aku gak rela kamu meneteskan air mata.


****


Aku dan Destian langsung menghampiri Bu Ratna. Bu Ratna langsung memelukku dan menghapus air mataku layaknya Ibu dan Anak.


"Kenapa-kenapa? kamu baik-baik aja kan Hafisa?" tanya Bu Ratna.


"Kenapa emangnya? ada masalah di kampung?" tanya Bu Ratna.


"Rumah saya kebakaran Bu, Adik saya juga sudah tiga hari ilang. Hiks-hiks-hiks..." ucapku.


"Astaghfirullah, berat sekali masalah kamu! sini-sini! yang sabar yah Hafisa! kamu harus jadi wanita yang kuat!" ucap Bu Ratna tersenyum dan menghapus air mata Hafisa.


"Aku turut berduka ya Hafisa! kamu yang sabar." Ucap Yanah.


"Makasih Yanah, Ibu, Ibu sudah memperbolehkan Hafisa kerja di sini, Ibu juga baik banget sama aku! Ibu tuh, udah seperti Ibu aku sendiri tahu gak." Ucapku.


"Iya sayang, anggap Ibu ini Ibu kamu sendiri yah!" ucap Bu Ratna.


"Mah, besok Destian yang akan antar Hafisa ke kampung. Boleh kan?" tanya Destian.


"Oh... kamu yang antar? silakan! tentu boleh dong sayang." Ucap Bu Ratna.


"Makasih ya Mah!" ucap Destian.


"Pesan Mamah, kamu harus jaga baik-baik Hafisa!" minta Bu Ratna.


"Makasih ya Bu!" ucapku.

__ADS_1


"Sama-sama." ucap Bu Ratna.


Semoga dengan ini, Hafisa dan Destian bisa dekat. Kasihan Hafisa tersakiti oleh Iqbal.


Akhirnya, Hafisa dan Yanah kembali ke kamar. Hafisa bercerita semua masalahnya pada Yanah. Sampai Yanah menangis mendengarnya. Destian pun bercerita dengan Mamahnya. Semoga masalah Hafisa cepat selesai.


"Sayang, gimana masalah Hafisa dengan Iqbal?" tanya Bu Ratna.


"Hafisa syok Mah, Iqbal benar-benar kelewatan Mah. Berani-beraninya Iqbal ngirim video ke aku. Apa coba maksudnya." Ucap Destian.


"Mamah gak percaya Iqbal seperti itu! Iqbal Anak yang baik, bahkan dia akan melamar Hafisa. Kaget Mamah lho..." ucap Bu Ratna.


"Aib sendiri, diumbar! pokoknya kalau masalah Hafisa selesai, Destian akan melamar Hafisa Mah! Destian ingin melindungi Hafisa selamanya Mah!" ucap Destian.


"Wow, yakin kamu?" tanya Bu Ratna.


"Destian yakin 100% Mah! tapi, Mamah jangan ngomong dulu sama Hafisa!" minta Destian.


"Oke, Mamah gak akan ngomong. Hafisa itu idaman mantu Mamah! Mamah bahagia sekali bisa dapatin mantu seperti Hafisa. Tapi, soal perasaan Hafisa gimana?" tanya Bu Ratna.


"Kalau soal itu bisa timbul belakangan Mah, dengan Destian menyayangi dan mencintai Hafisa sepenuhnya!" ucap Destian.


"Semoga Allah, memberi jalan buat kamu yah!" ucap Bu Ratna.


"Aamiin..." ucap Destian tersenyum.


****


Saat pagi tiba, Sheila pura-pura nangis karena telah dinodai Iqbal. Sheila meminta Iqbal untuk bertanggung jawab. Bu Fransiska pura-pura kaget dan marah pada Iqbal. Padahal semua ulah Mamihnya yang kerja sama dengan Sheila.


"Hiks-hiks-hiks...." Sheila pura-pura menangis.


"Mmmm.... Hah? apa-apaan nih? lo ngapain di sini?" tanya Iqbal kaget.


"Hiks-hiks-hiks... Iqbal semalam kamu mabuk. Kamu sudah menodai aku! kamu menarik aku, kamu bilang, aku Hafisa. Hiks-hiks-hiks..." ucap Sheila.


"Apa? jangan ngaco kamu! SEKARANG KELUAR DARI KAMAR SAYA KELUAR!" bentak Iqbal.


"Iqbal, kamu harus tanggung jawab! aku gak mau tahu! hiks-hiks-hiks...." ucap Sheila.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


TA'ARUF CINTA

__ADS_1



__ADS_2