
"Alhamdulillah, lancar Bu. Makasih Ibu sudah izinkan saya buat jalan sama Mas Iqbal." Ucapku.
"Sama-sama Hafisa. Masuk yuk! Iqbal, Nena masuk ayo!" ajak Bu Ratna.
"Kayanya, Iqbal gak bisa lama-lama Tante. Iqbal pamit aja, soalnya Mamih pasti marah kalau pergi kelamaan." Ucap Iqbal.
"Tapi Kak, aku masih kangen sama Kak Hafisa." Ucap Nena.
"Nena, besok lagi kan bisa. Nanti Mamih marah-marah." Ucap Iqbal.
"Nena sayang, besok kan kita masih bisa ketemu. Kalau Nena kangen sama Kak Hafisa, Nena bisa ke sini sama Kak Iqbal." Ucapku membelai rambut Nena.
"Benar ya Kak!" ucap Nena.
"Benar sayang." Ucapku tersenyum sambil memeluk Nena.
Hafisa benar-benar keibuan. Pantas saja Anak saya suka. Sayang, hatinya bukan untuk Anak saya.
"Jaga diri kamu baik-baik yah! tunggu aku akan melamar kamu!" ucap Iqbal.
"Aku tunggu Mas!" ucapku.
Akhirnya, Iqbal dan Nena pamit pulang. Bu Ratna bertanya apa benar Iqbal akan melamarku.
"Bu, saya lanjut bekerja yah!" ucapku.
"Hafisa! gak usah! semua sudah dikerjakan Yanah. Saya mau tanya sama kamu boleh?" tanya Bu Ratna.
"Boleh Bu, ada apa yah?" tanyaku.
"Tadi saya dengar, Iqbal ingin melamar kamu? apa itu benar?" tanya Bu Ratna. Di belakang tembok ada Destian yang mendengarkan pembicaraan Bu Ratna dan aku.
"Benar Bu. Untuk saat ini, saya tidak ingin pacaran. Saya meminta Mas Iqbal menemui orang tua saya jika ingin serius. Tapi, saya takut Mamihnya Iqbal tidak setuju Bu." Ucapku.
"Oh, begitu? bagus dong kalau Iqbal punya keberanian seperti itu! saya mendoakan semoga lancar yah! kalau kamu butuh bantuan saya, saya akan siap membantu kamu!" ucap Bu Ratna.
"Makasih banyak Ibu, Ibu sudah terlalu baik sama saya. Sampai saya tidak bisa membalas kebaikan Ibu." Ucapku.
"Sesama manusia harus saling menolong. Ya udah, kamu gak usah kerja dulu. Lebih baik, kamu istirahat!" ucap Bu Ratna.
Ternyata Iqbal mau melamar Hafisa. Ya Allah, apa aku sanggup menerima dan melihat Hafisa bersanding dengan sahabatku sendiri? dada ini terasa sakit dan sesak. Tapi, apa boleh buat. Ini semua demi kebahagiaan Hafisa, aku rela.
****
__ADS_1
Di sesuatu tempat Awalilah tersesat. Awalilah terbawa arus sampai dia tidak tahu ada di mana. Awalilah menangis ingin pulang. Tidak ada satu pun yang menolongnya.
"Uhuk-uhuk-uhuk... aku di mana? hiks-hiks-hiks.... Ibu, Abah, Teh Fisa, Lilah di mana ini?" ucap Lilah.
Tempatnya sunyi, aku takut. Ibu, Abah, Teh Fisa, Lilah mau pulang hiks-hiks-hiks....
Awalilah jalan tertatih-tatih menyusuri jalan. Tangan, kepala, dan kaki luka habis benturan batu kali. Awalilah menangis di sepanjang jalan karena tidak ada orang yang mau menolong.
"Pak! maaf saya mau tanya, ini daerah mana yah?" tanya Awalilah.
"Haduh, dek! saya juga baru di sini. Maaf yah!" ucap si Bapak dan istrinya.
"Pak! ini daerah mana kalau boleh tahu?" tanya Awalilah.
"Dek, jangan pura-pura gak tahu yah! pasti kamu kabur dari orang tua! cepat pulang orang tua kamu pasti khawatir nyariin!" ucap Si Bapak.
"Saya gak kabur Pak! saya hanyut sampai sini, saya gak tahu arah pulang." Ucapku.
"Masih kecil udah bohong! pergi!" ucap Bapak itu tak mau di tanya lagi.
Ya Allah, aku harus gimana? hiks-hiks-hiks... Ibu, Abah, Teh Hafisa, Lilah takut! hiks-hiks-hiks....
****
"Kenapa Ibu Teh tega banget sama Lilah! dia sedang butuh bantuan Euis Bu!" ucap Euis.
"Sampai kapan kamu mau bantuin keluarga si Jajat? kamu teh Mikir Euis! kita aja susah, gak usah jadi pahlawan kamu!" ucap Ibunya Euis.
"Astaghfirullah Ibu! kita menolong orang lain itu pahalanya besar di Akhirat! Hafisa itu, sahabat Euis sendiri Bu! sewaktu-waktu Euis butuh bantuan, Hafisa akan menolong Euis Bu!" ucap Euis.
"Mulai sekarang, kamu teh jangan bergaul sama Hafisa lagi!" minta Ibunya Euis.
"Kenapa Bu? alasannya teh naon?" tanya Euis.
"Kamu tahu gak? Hafisa itu jadi wanita malam di Jakarta. Jakarta itu susah Is cari kerjaan, banyak orang kampung sini gosipin seperti itu!" ucap Ibunya Euis.
"Astaghfirullah, Ibu teh udah kemasukan setan ya? Euis benar-benar gak nyangka, Ibu bisa fitnah Hafisa seperti itu! Ibu dengarin Euis yah! Hafisa itu, ke Jakarta suruhan Euis Bu. Hafisa kerja jadi pembantu, di tempat teman Euis kerja dulu sebagai gantinya. Si Nur sama suaminya sudah gak boleh kerja. Gantinya Hafisa! Ibu teh hati-hati kalau bicara!" ucap Euis.
"Oh... jadi kamu yang bantu dia? hah? Is-is, Ibu gak habis pikir sama kamu itu! mau-maunya kamu bantu dia!" ucap Ibunya Euis.
"Capek is ngomong sama Ibu! is pamit! is mau cari Nena! kasihan dia belum pulang." Ucap Euis.
"Is! gak usah! Ibu bilang masuk! masuk!" perintah Ibunya Euis.
__ADS_1
Tiba-tiba Ada Abah Rojak datang. Abah Rojak membela Euis dan mengizinkan Euis untuk menolong dan mencari Awalilah.
"Aya naon ieu? sampai kadenge ti luar. Hah? aya naon?" tanya Abah Rojak.
"Abah! Euis Teh menta tulung Kak Abah! rek nolong Awalilah! Awalilah teh sirna teu nyaho kamana. Nembe pisan Lilah kamari, tapi indung kuring diusir." Ucap Euis.
"Kunaon Ibu kaya kitu? tong kitu atuh Bu! dosa ih...." ucap Abah Rojak.
"Sebal Ibu mah, Tina heula kaluarga Jajat Teh nyusahkeun heula." Ucap Ibunya Euis.
"Bah, Euis teh pamit sakedap nya! hese carios ka Ibu mah!" ucap Euis pamit mencari Awalilah.
"Nya, ati-ati tidak leumpang nya! engke Abah nu nasihatkeun ka Ibu!" ucap Abah Rojak.
"Nuhun Bah! Assalamu'alaikum." Salam Euis.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Abah Rojak dan Bu Enok.
****
Di kediaman rumah Abah Jajat. Bu Aminah khawatir dan menangis khawatir dengan Awalilah. Euis langsung datang dan mnegabari kalau Ibunya telah mengusir Awalilah. Dan berjanji akan mencari Awalilah dan melaporkan polisi. Euis juga menghubungi Hafisa melalui handphone Yanah.
"Assalamu'alaikum." Salam Euis.
"Wa'alaikumsalam. Jawab Abah Jajat dan Bu Aminah.
"Gimana Is? benar tadi Lilah ke rumah kamu? terus dia di mana Is?" tanya Bu Aminah.
"Ibu yang sabar! Euis baru sampai." Ucap Abah Jajat.
"Maafin Euis Bu, Bah, semua gara-gara Ibunya Euis ngusir Lilah. Sekarang, Lilah gak ada di rumah Euis dan temannya. Maafin atas kesalahan Ibu ya Bah, Bu!" ucap Euis meneteskan air mata.
"Gak mungkin Is!" ucap Bu Aminah pingsan dan kaget.
"Ibu!" teriak Euis dan Abah Jajat.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
TA'ARUF CINTA
__ADS_1