
"Kamu mau minta apa? Kamu itu Anak baru, sudah minta sesuatu." Ucap Pak BP.
"Biarkan Pak, kamu minta apa?" tanya Bu Ani.
"Saya mau Anak ini mengaku kesalahannya di depan kelas, dan berjanji tidak akan membully teman- teman di kelas. Dan apabila terjadi terulang, Saya mau dia di-keluarkan dari Sekolah ini.
"Ha-ha-ha... Kamu ini, tapi Bapak bangga sekali dengan keberanian kamu Nak." Ucap Pak BP.
Kurang ajar Anak baru ini, awas lo bakal gue balas! Dia udah mempermalukan gue depan Bapak Dani Pak Bp dan Bu Ani.
"Saya setuju usul Devan Pak." Ucap Bu Ani.
"Mario! Kamu harus bisa contoh Devan dong! Jangan hanya buat onar terus." Ucap Pak Dani.
Saat itu Mario mengakui kesalahannya di-depan kelas dan menjalani hukuman bersama Devan, Ayu dan Siska.
"Devan, kamu dihukum juga?" tanya Siska. Tapi, Devan hanya terdiam dan sinis.
Ikh kok gue dicuekin sih! Lihat aja, lo bakal jatuh cinta sama gue. ( ucap Siska dalam hati kesal.)
Emang enak lo! ( Ucap Ayu dalam hati sambil tersenyum.)
"Siska, mau gue bantu?" tanya Mario.
"Yeee... Ngapain? Gak usah! Lo mau gue ditambah hukumannya? Awas!" ucap Siska kesal.
Kayanya Siska lebih suka sama Anak baru tengil itu, awas aja lo Anak tengil, bakal gue kerjain! ( ucap Mario kesal ingin membalas dendam pada Devan. )
Saat semua selesai dihukum, semua masuk kelas. Devan masuk kelas sambil duduk dan lelah. Bulan menawarkan air putih pada Devan. Tapi, Devan menolaknya dan buang muka.
"Kamu pasti capek yah? Ini, minum dulu!" ucap Bulan.
Ikh nyebelin banget nih Anak baru, tengil banget. ( ucap Bulan kesal.)
"Lo gak usah tawarin dia air putih, dia robot kali gak mau." Ucap Daniel.
Bel pulang pun berbunyi. Saat Devan ke-parkiran motor, Devan melihat motornya sudah tidak ada ban-nya. Devan mencari-cari ban motornya, dan dia tahu pasti sedang dikerjain seseorang.
Sial, Ban motor gue mana? Pasti gue dikerjain ini. ( Ucap Devan kesal. )
Semua Anak-anak tertawa melihat Ban motor Devan bergantung diatas pohon mangga luar sekolah. Mario langsung tertawa sambil meledek Devan.
"Ban lo emang cocok ada diatas pohon. Mana bisa lo beli lagi dan mana punya uang? Ha-ha-ha..." Devan dan teman-temannya tertawa.
"Udah gue duga, pasti lo yang ngerjain gue. Dasar pengecut lo!" ucap Devan.
"Gue bebas dong, lakuin apa aja diluar jam sekolah? Termasuk bully lo!" ucap Mario.
"Hah!" ucap Devan hanya buang muka dan kesal.
__ADS_1
Mario langsung menarik Devan dan menghajar Devan. Tapi, Mario dan teman-temannya kalah karena Devan memiliki ilmu bela diri.
"Jangan mentang-mentang gue diam, lo bisa seenaknya sama gue! Ayo, siapa lagi yang mau lawan gue? AYO!" bentak Devan dengan nada keras.
"Sekarang kita cabut!" ucap Mario mengajak teman-temannya.
"Devan ban motor kamu mau aku bantu?" ucap Siska.
"Sekarang lo pergi, gue gak butuh bantuan lo!" ucap Devan.
"Ikh... Gitu banget." Ucap Siska.
"Pergi lo semua!" ucap Devan.
"Ayo Lan kita pergi!" ajak Ayu.
"Tunggu Yu, aku kasihan Devan." Ucap Bulan.
"Bulan, ngapain orang kaya gitu lo kasihanin? Dia lagi marah-marah, kalau lo disitu juga, nanti dia tambah marah. Biar aja, biar tahu rasa." Ucap Ayu.
Kasihan Devan. Andai aku bisa bantu, pasti aku bantuin. ( ucap Bulan dalam hati. )
"Lan, mau bareng aku naik sepeda?" ajak Daniel.
"Cie-cie" ucap Ayu.
"Kok gak mau sih Lan?" ucap Ayu.
"Enggak ah. Aku bisa jalan sendiri." Ucap Bulan.
"Mungkin Bulan malu karena naik sepeda, ya udah aku jalan duluan Yah!" ucap Daniel kesal dan sedih.
"Bukan gitu Daniel! Daniel!" ucap dan panggil Bulan.
"Lo sih Lan," ucap Ayu.
"Bukan maksudku begitu, aku gak mau nanti orang-orang sangka aku pacaran. Kamu ngerti kan? Apa lagi kalau Siska tahu, pasti jadi bahan bully-an lagi." Ucap Bulan.
"Iya juga sih, ya udah, gue duluan ya Lan. Udah dijemput Bokap." Ucap Ayu.
"Iya, silakan! Hati-hati." ucap Bulan.
Devan menghubungi Pak Budi dan Pak Tono untuk membantunya.
Siapa tuh dua orang itu? Akh, mungkin temannya. Syukurlah sudah ada yang bantu. ( Ucap Bulan tersenyum. )
Saat Bulan jalan kaki untuk pulang, Bulan malah bertemu dengan Siska dan Siska menyerempet Bulan sampai terjatuh dan berdarah.
"Kasihan deh lo cupu, gak punya duit ya? Ha-ha-ha..." ucap Siska dan teman-temannya.
__ADS_1
"Kalian mau apa lagi sih?" ucap Bulan.
"Masih nanya lagi, gue mau lo pindah dari bangku Devan. Gue gak mau lo dekat-dekat Devan! Dan lo caper sama Devan!" ucap Siska kasar.
"Siapa yang suruh pindah? Lo siapa nyuruh-nyuruh Bulan? Lo bukan Guru yang seenaknya nyuruh orang. Lo semua itu kaya dari orang tua, bukan karena duit kalian. Gue benci orang yang suka bully Anak yang lemah. Sekarang gue minta lo kasih Bulan uang untuk beli obat!" ucap Devan yang tiba-tiba muncul dan menolong Bulan.
"Ta-tapi Devan?" ucap Siska gugup.
"Cepat!" ucap Devan.
"Iy-iya." Ucap Siska.
"Kepala gue pusing, baru sehari masuk sekolah ini, banyak banget kejadian aneh dan nemuin anak-anak yang aneh, termasuk lo! Sekarang lo pergi semua!" ucap Devan.
"Tapi Devan," ucap Siska.
"Apa? Pergi! Tunggu! Satu lagi, kalau gue lihat lo bully Bulan lagi, lo berurusan dengan gue! Paham?" ucap Devan tegas.
Sial, kenapa ada Devan sih? Tambah jijik deh dia sama gue! Akh... ikh... ( ucap Siska dalam hati kesal.)
"Ayo bangun!" Devan melambaikan tangannya.
"Makasih ya Devan." Ucap Bulan.
"Kan gue bilang, ngapain lo takut sama Siska itu! Gue udah ajarin lo buat lawan, lawan! Jangan mau diinjak-injak Bulan!" ucap Devan.
"Tapi, aku masih gak berani." Ucap Bulan.
"Gak berani apa sih? Akh... Gue geregetan sama lo! Ini buat beli obat. Obatin tuh kaki lo!" ucap Devan sinis.
"Sekali lagi makasih Devan." Ucap Bulan.
"Satu lagi, kalau orang itu masih bully lo, kasih tahu gue, oke!" ucap Devan.
"i-iy-iya." ucap Bulan.
Bulan jalan tertatih-tatih dengan tangan berdarah dan kaki berdarah. Devan memutar balik lagi karena kasihan melihat Bulan.
"Ayo naik!" ajak Devan.
"Maksudnya?" tanya Bulan.
"Kaki lo masih sakit, gue gak tega. Gue antar lo pulang." Ucap Devan.
"Gak-gak usah, biar aku sendiri aja." Ucap Bulan.
"Udah naik! Mumpung gue baik. Ayo! Kaki sama tangan lo masih sakit, jangan maksain!" Ucap Devan.
Ternyata Devan baik. meskipun agak ketus tapi hatinya baik, penolong. Aku yakin Devan gak sombong, dia Anak baik. ( Ucap Bulan dalam hatinya.)
Bersambung.....
__ADS_1