Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 26


__ADS_3

Maafkan Mamih sayang, Mamih harus melakukan ini sama kamu. Mamih ingin kamu bahagia bersama Sheila bukan pembantu itu. Dengan kamu menodai Sheila kamu bakal mudah untuk menikahi Sheila.


****


Di kampung Hafisa. Orang sekampung dan dan Ayah Jajat mencari Awalilah belum di temui. Mereka memutuskan untuk mencari besok, Euis sudah melaporkan semua ke polisi agar gampang mencari Awalilah.


"Hiks-hiks-hiks.... Lilah, kamu di mana Neng? Abah dan Ibu khawatir!" ucap Abah Jajat.


"Abah yang sabar yah! Euis janji bakal cari Awalilah sampai ketemu Bah! dan Euis akan berusaha menghubungi Hafisa!" ucap Euis.


"Nya atuh Neng, tos heula! Abah minta maaf sama kamu yah, selalu merepotkan kamu terus! Abah malu Is!" ucap Abah Jajat.


"Abah gak usah malu, Euis teh ikhlas bantu Abah. Abah, Ibu, Awalilah dan Hafisa itu seperti keluarga Euis sendiri Bah! dari kecil Euis teh sahabatan sama Hafisa, masa Hafisa susah Euis gak bantu! ulang ngomong kitu Bah nya! sekarang Abah pulang dan istirahat dulu, kasihan Ibu khawatir Bah!" ucap Euis tersenyum.


"Nya Is! hayuk pulang! kamu juga bakal di cari pasti sama orang tua kamu!" ucap Abah Jajat.


"Euis udah bilang sama Abah, kalau Euis bantu nyari Awalilah. Abah gak usah khawatir yah!" ucap Euis.


****


Di kediaman rumah Abah Jajat. Para Bodyguard Kang Baron berhasil membakar rumah Abah Jajat. Bu Aminah berhasil di selamatkan. Tapi dengan kondisi tak sadarkan diri. Abah Jajat kaget, teriak dan menangis melihat kejadian itu.


"Euis rumah Abah kunaon Is? Ibu-ibu! Astaghfirullah, Ibu! hiks-hiks-hiks..... kenapa rumah saya? kenapa?" teriak Abah Jajat.


"Astaghfirullah, siapa yang lakuin ini semua?" Euis langsung meneteskan air mata.


"Abah yang sabar yah! saya juga kurang tahu, tiba-tiba ada api membesar, saya sudah selamatkan Bu Aminah." Ucap Tetangga Abah dan warga lainnya.


"Apa salah saya ya Allah, kenapa nasib saya seperti ini? Anak saya belum ketemu sudah ada masalah lagi! hiks-hiks-hiks.... Ibu! bangun Ibu! ya Allah! hiks-hiks-hiks...." ucap Abah Jajat menangis.


"Abah! sekarang kita bawa Ibu ke rumah sakit aja! Euis takut Ibu kenapa-kenapa!" ucap Euis.


"Tapi Is, Abah gimana bayar rumah sakit?" tanya Abah Jajat.


"Abah gak usah khawatirin masalah biaya! yang penting Ibu selamat dulu! tolong! tolong bantu!" ucap Euis ke warga.


Akhirnya, Bu Aminah dibawa ke rumah sakit. Bu Aminah mengalami koma karena syok hingga jantungnya kumat. Sampai sekarang belum sadarkan diri.


****


Di kediaman rumah Kang Baron. Kang Baron dan yang lainnya berpesta-pesta karena dendamnya terbalas. Sampai akhirnya, rumah Abah Jajat ludes terbakar.


"Bagus! bagus! saya suka kerja kalian. Ayo! ayo kalian minum sepuasnya, makan sepuasnya! biar saya yang bayar!" ucap Kang Baron.


Akhirnya, dendam saya terbalas Jat! ini baru seberapa, belum saya buat Anak kamu hancur.


"Pah! kamu lakuin apa sama keluarga Jajat?" tanya Istri Kang Baron.


"Saya bakar rumahnya! agar dia bingung bakal tinggal di mana." Ucap Kang Baron.


"Apa? apa itu gak membahayakan Papah? kalau sampai mereka lapor polisi gimana Pah?" tanya Istri Kang Baron.

__ADS_1


"Sudah! kamu tenang aja, semua beres dan aman!" ucap Kang Baron.


"Benaran Pah?" tanya Istrinya kembali.


"Benar Mah, udah yah! gak usah kamu pikirin, yang penting dendam kita terbalas!" ucap Kang Baron.


"Rasakan tuh, keluarga Jajat!" ucap Istrinya Kang Baron.


****


Di kediaman rumah Destian. Bu Ratna menyuruh Yanah dan Hafisa untuk bersama-sama makan malam.


"Silakan hidangannya!" ucap Yanah.


"Wow! thank you." ucap Bu Ratna.


"Ini semua masakan Hafisa lho Bu!" ucap Yanah.


"Oh, yah? kalau gitu, kalian makan bersama yah! Yanah, Hafisa! ayo makan!" ucap Bu Ratna.


"Saya sama Hafisa di belakang aja Bu!" ucap Yanah.


"Iya Bu, benar Yanah." Ucapku.


"Enggak-enggak! kalian berdua itu, seperti saudara saya sendiri, ayo cepat!" minta Bu Ratna.


"Iya Hafisa! sini!" ucap Destian tersenyum.


"Ayo Fisa!" ucap Yanah.


Setelah lama makan, aku menyenggol gelas. Gelas itu terpecah. Firasat aku gak enak takut terjadi apa-apa dengan keluarga di kampung.


"Astaghfirullah..." ucap Bu Ratna dan semua.


"Hafisa kamu gak apa-apa?" tanya Destian.


"Hafisa kamu kenapa?" tanya Bu Ratna.


"Fisa kenapa Fis?" tanya Yanah.


"Maafin saya Bu, Mas, Yanah! firasat saya gak enak banget. Inget keluarga di kampung, saya takut terjadi apa-apa." Ucapku.


"Kamu telepon saja! Des, kamu pinjamkan handphone kamu ke Fisa!" minta Bu Ratna.


"Saya bereskan ini dulu Bu! sekali lagi maafin saya!" ucapku memelas.


"Udah, saya aja yang beresin! udah kamu kalau khawatir telepon dulu!" ucap Yanah.


"Gak apa-apa Yan?" tanyaku.


"Ya gak apa-apa!" ucap Yanah.

__ADS_1


"Coba kamu telepon!" ucap Destian saat mengambil handphone nya ada video yang belum Destian buka. Akhirnya, saat itu gak sengaja video itu terbuka Hafisa.


Chat dari Mas Iqbal? ngirim apa dia? Hiks-hiks-hiks.... apa ini? hiks-hiks-hiks....


"Hafisa! kamu kenapa? ada apa?" tanya Destian dan yang lainnya.


Saat Destian melihat video itu, ternyata dari Iqbal. Iqbal mengirim video kemesraan Iqbal dengan Sheila.


Kebangetan Iqbal, dia udah ingkar sama janji dia sendiri. Berani-beraninya dia ngirim ke gue.


"Destian, ada apa ini? kenapa Hafisa jadi nangis seperti ini?" tanya Bu Ratna.


"Hiks-hiks-hiks....." aku langsung menangis dan berlari ke kamar dengan hati yang sangat sakit dan kecewa.


"Hafisa!" panggil Destian.


"Kenapa? video apa sih?" tanya Bu Ratna langsung melihat kemesraan Iqbal dengan Sheila dengan begitu nafsunya Iqbal.


"Destian benar-benar kecewa Mah! Destian percayakan sama Hafisa sama Iqbal! kenapa dia tega lakuin ini sama Hafisa! kenapa? Brengsek!" ucap Destian.


"Mamah juga gak menyangka sayang, kenapa dia berbuat seperti itu! tolong kamu bujuk Hafisa agar tidak sedih lagi yah!" minta BU Ratna.


"Hafisa kenapa Bu?" tanya Yanah.


"Gimana ceritanya yah? nanti Hafisa sendiri saja yang cerita. Kamu kan sekamar sama dia!" ucap Bu Ratna.


"Mah! Destian bujuk Hafisa dulu yah!" ucap Destian.


"Iya sayang! kamu sini aja dulu!" ucap Bu Ratna menarik Yanah.


"Ada apa Bu?" tanya Yanah.


"Biarkan Hafisa sama Iqbal selesaikan masalah dulu yah!" ucap Bu Ratna.


"Siap Bu, kalau gitu!" ucap Yanah.


****


Di kamar Hafisa. Hafisa menangis tersesak. Pintu kamar lupa Hafisa kunci, lalu Destian masuk dan berusaha menenangkan Hafisa.


"Hafisa!" ucap Destian.


"Mau ngapain Mas? hiks-hiks-hiks... saya minta Mas keluar dari kamar saya!" bentak Hafisa.


"Saya gak akan keluar! sebelum saya menjelaskan semua sama kamu!" ucap Destian.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


CINTA GADIS BISU



__ADS_2