
"Cukup! jangan pukulin suami saya! hiks-hiks-hiks..." ucap Aminah menghalangi.
"Tinggalkan mereka!" ucap Kang Baron.
Gak lama, Awalilah pulang sekolah. Awalilah menangis dan kaget melihat Abahnya pingsan dan babak belur. Awalilah langsung lari ke rumah Euis untuk meminta pertolongan.
"Abah! Ibu! hiks-hiks-hiks... kenapa Bah? Bu kenapa?" tanya Awalilah.
"Tolong kamu ke rumah Teh Euis ya Neng! Abah kamu sepertinya harus dibawa ke rumah sakit." Ucap Bu Aminah.
"Iya Bu!" ucap Awalilah keluar dan berlari.
"Abah! bangun Abah! hiks-hiks-hiks..." tangis Bu Aminah.
****
Di saat aku sedang minum es cendol bersama Iqbal dan Nena, gelas jatuh dan aku langsung teringat Abah dan Ibu di kampung.
Prank....
"Astaghfirullah, Hafisa! kenapa kamu? kok jatuh? biar aku ganti yang baru yah!" ucap Iqbal.
"Gak usah Mas! saya hanya ingat keluarga di kampung. Perasaan saya gak enak Mas." Ucapku langsung meneteskan air mata.
"Jangan sedih gitu dong! kamu mau aku antar pulang ke kampung halaman? sekalian aku mau bilang sama orang tua kamu!" ucap Iqbal.
"Tapi saya gak enak Mas sama Bu Ratna. Saya kerja baru seminggu masa sudah izin. Bu Ratna itu sudah baik selama ini." Ucapku.
"Apa kamu mau hubungin keluarga kamu dulu di kampung?" tanya Iqbal menawarkan.
"Boleh Mas!" ucapku tersenyum.
"Nih! pakai aja." Ucap Iqbal tersenyum.
"Gak aktif Mas!" ucapku.
"Emang kamu telepon Ibu atau Bapak kamu?" tanya Iqbal.
"Abah sama Ibu gak punya handphone Mas. Aku hubungin sahabat, tapi gak aktif." Ucapku.
"Mungkin lagi sibuk, sabar yah! nanti kamu coba lagi aja." Ucap Iqbal.
"Iya Mas. Makasih yah!" ucapku.
"Hey, berduaan aja! minum apa nih? mau dong Kak!" minta Nena.
"Lagian kamu main terus, ya udah sana pesan!" ucap Iqbal.
"Bang satu lagi yah!" teriak Nena.
"Samperin dong! kamu pesan lagi ya sayang?" ucap Iqbal.
"Gak usah Mas!" ucapku.
"Kenapa emang punya Kak Hafisa?" tanya Nena.
__ADS_1
"Kamu lihat ke bawah! tumpah semua tuh!" ucap Iqbal.
"Kenapa gak pesan lagi Kak?" tanya Nena.
"Gak sayang, kamu aja yah!" ucapku tersenyum.
****
Awalilah sampai di rumah Euis. Tapi Euis gak ada di rumah. Awalilah langsung diusir dan dimaki-maki oleh Ibunya Euis.
"Assalamu'alaikum, Teh! Teh Euis!" ucap Awalilah.
"Wa'alaikumsalam. Mau ngapain kamu?" tanya Ibunya Euis.
"Maaf Bi, saya mau ketemu Teh Euis ada?" tanya Awalilah.
"Gak ada! mau ngapain kamu nyari Euis, nangis gitu melas lagi." Ucap Ibunya Euis.
"Hiks-hiks-hiks... BI, saya mau minta tolong! Abah babak belur, saya mau minta tolong ke Bibi bantu saya! tolong BI! kasihan Abah!" ucap Awalilah sambil menangis.
"Jangan pegang-pegang saya! pergi kamu! mau sampai kapan kamu membebani Anak saya Hah? sampai kapan? pergi! pergi!" ucap Ibunya Euis.
"BI, tolong Abah Bi! hiks-hiks-hiks...." ucap Awalilah menangis.
"SAYA BILANG PERGI! PERGI! Kakak sama Adik samanya nyusahin." Ucap Ibunya Euis.
Awalilah langsung pergi meninggalkan Ibunya Euis sambil menangis. Awalilah gak langsung pulang malah menangis dekat kali. Gak lama, Awalilah terseret arus dan menghilang.
****
"Abah! Abah sudah sadar?" tanya Bu Aminah.
"Alhamdulillah, Abah gak apa-apa Bu. Ibu jangan nangis! Ibu yang sabar dan kuat yah!" ucap Abah Jajat.
"Hiks-hiks-hiks... Abah harus ke rumah sakit! luka Abah sudah Ibu obati dengan Alkohol, tapi Ibu khawatir kalau Abah gak ke rumah sakit, takut ada luka dalam." Ucap Bu Aminah.
"Abah baik-baik aja, gak perlu ke rumah sakit Bu, insya Allah sembuh." Ucap Abah Jajat.
"Ibu sudah menyuruh Awalilah ke rumah Euis Bah, tapi belum pulang-pulang. Ibu jadi khawatir, hiks-hiks-hiks..." Ucap Bu Aminah.
"Astaghfirullah, kenapa Ibu nyuruh Lilah? kasihan Bu! lagian jangan terlalu beban ini Euis Bu, kita sudah banyak hutang sama Euis." Ucap Abah Jajat.
"Ibu bingung Bah, Abah gak sadar-sadar. Cuma Euis yang bisa bantu. Aduh, Awalilah kemana kamu Nak?" tanya Bu Aminah khawatir.
"Assalamu'alaikum." Salam Euis.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Abah dan Bu Aminah.
"Astaghfirullah, Abah kenapa Bu?" tanya Euis.
"Abah habis dipukulin sama Kang Baron Neng." Ucap Bu Aminah.
"Astaghfirullah, bukannya hutang udah lunas! kenapa dia bisa mukulin Abah? Awalilah kemana Bu? sudah pulang sekolah?" tanya Euis.
"Ceritanya panjang Neng, Neng bukan Lilah ke rumah Neng Euis yah? kan Ibu suruh minta pertolongan ke Neng, sampai sekarang belum pulang." Ucap Bu Aminah.
__ADS_1
"Saya dari kampus langsung ke sini. Jadi gak di rumah Bu, biar saya pulang dulu yah, saya tanya Ibu di rumah." Ucap Euis.
"Tolong ya Neng, Ibu khawatir." Ucap Bu Aminah.
"Iya Bu, Abah! sebaiknya Abah Euis bawa ke rumah sakit yah! Abah kan luka parah gini!" ucap dan tawar Euis.
"Gak usah Neng! tadi udah diobatin Ibu. Nanti juga sembuh, he-he-he... Abah Jajat tersenyum tipis.
"Ya ampun Abah, Abah dan Ibu yang kuat yah! banyak-banyak sabar. Euis teh gak habis pikir sama rentenir kejam itu! maunya apa sih tuh orang!" ucap Euis kesal.
"Sudah Euis, gak apa-apa. Emang sudah takdir Abah seperti ini!" ucap Abah Jajat.
"Harusnya dia tuh masuk penjara! ya udah, Euis tanya Ibu dulu di rumah ya Bu, Abah, semoga ketemu Lilah. Nanti, Abah sama Ibu cerita sama Euis yah! masalahnya apa sampai si rentenir itu hajar Abah. Biar Euis bisa jelasin ke Hafisa." Ucap Euis.
"Iya Neng, makasih banyak ya Neng!" ucap Abah dan Bu Aminah.
****
Aku dan Iqbal akhirnya kembali pulang. Saat di perjalanan aku masih memikirkan keluarga takut terjadi apa-apa.
"Kamu kenapa lagi? masih mikirin keluarga?" tanya Iqbal.
"Iya Mas. Euis di telepon gak aktif-aktif. Saya khawatir sama Abah, Ibu sama Adik saya!" ucapku.
"Oh, kamu punya Adik juga?" tanya Iqbal.
"Punya Mas, seumuran Nena." Ucapku.
"Wah, kapan-kapan bawa ke sini ya Kak! biar jadi teman Nena." Minta Nena.
"Iya sayang." Ucapku tersenyum.
"Kamu doakan aku ya Hafisa, buat minta restu sama Mamihku. Semoga Mamih menyetujui kalau aku serius sama kamu!" ucap Iqbal.
"Iya Mas, saya tunggu!" ucapku tersenyum.
"Makasih Hafisa. Aku gak mau kehilangan kamu!" ucap Iqbal.
****
Akhirnya, aku, Iqbal dan Nena sampai di rumah Destian. Ada Bu Ratna menyambutku dengan senyuman.
"Assalamu'alaikum." Salamku, Iqbal dan Nena.
"Wa'alaikumsalam. Eh, Hafisa sudah pulang. Gimana kalian jalan-jalannya?" tanya Bu Ratna.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
DINGINNYA CINTA BIMA
__ADS_1