Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 33


__ADS_3

"Alhamdulillah..." ucap Bu Ratna, Destian dan Yanah.


"Kamu serius Hafisa?" tanya Destian.


"Aku serius Mas!" ucapku tegas.


"Alhamdulillah, ya Allah. Makasih Hafisa, makasih! secepatnya, saya akan menemui Abah dan Ibu kamu!" ucap Destian.


"Iya Mas!" ucapku.


"Hafisa, selamat yah! sekarang kamu malah jadi majikan aku!" ucap Yanah.


"Gak ada kata majikan! kamu tetap teman aku Yanah!" ucap Hafisa.


Semua berbahagia mendengar kabar baik itu. Destian langsung pamit berangkat kuliah, dan fokus mengusut kebakaran dan mencari Adiknya Hafisa.


Setalah Destian sampai kampus, Destian tidak melihat kehadiran Iqbal. Bangku yang Iqbal duduki kosong. Lalu, Sheila datang dan menghampiri Destian.


"Hallo Des, apa kabar?" tanya Sheila sambil mengedipkan mata.


"Kenapa lo? kelilipan? jangan pernah lo tampak-kin wajah lo depan gue muak!" ucap Destian sambil menggebrak meja.


"Des, lo mau kemana? tanya Wawan.


"Keluar bentar!" ucap Destian.


"Sheila! mendingan lo ngaku aja deh, lo kan yang udah jebak Iqbal? sampai-sampai, persahabatan Iqbal dan Destian hancur!" ucap Wawan.


"Emang gue pikirin! ha-ha-ha...." ucap Sheila.


Iqbal kemana yah? gue heran sama Sheila, apa maksudnya coba ngedipin mata. Dasar cewek gatel.


****


Di kediaman rumah Iqbal. Iqbal tidak mau di bawa ke rumah sakit. Iqbal kabur dan pergi ke rumah Destian untuk menemui Hafisa. Iqbal teriak-teriak memanggil nama Hafisa.


"Hafisa! keluar Hafisa!" teriak Iqbal.


"Mau ngapain lagi ke rumah saya?" tanya Bu Ratna.


"Maaf Bu, Mas ini nekat manjat Bu!" ucap Mamad satpam Bu Ratna, suaminya Yanah.


"Astaghfirullah, kamu nekat sekali yah! buat apa kamu cari Hafisa? Hafisa sudah bukan milik kamu!" ucap Bu Ratna.

__ADS_1


"Maksudnya Tante apa?" tanya Iqbal.


"Hafisa sudah menerima lamaran Destian! kurang keras? mau saya ulangi?" tanya Bu Ratna.


"Apa Tante? apa saya gak salah dengar? Tante bohong kan sama saya? hah?" tanya Iqbal.


"Buat apa Tante bohong." Ucap Bu Ratna.


"Saya mau tahu langsung dari mulut Hafisa. Hafisa! Hafisa! Hafisa!" teriak Iqbal.


"Saya bilang keluar! keluar! Mamad, kamu bawa dia keluar!" minta Bu Ratna.


"Bu! biarkan saya bicara sama Mas Iqbal sebentar Bu!" mintaku melas.


"Tapi Hafisa." Ucap Bu Ratna.


"Saya mohon Bu!" minta Hafisa.


"Alhamdulillah, kamu mau bicara sama aku Hafisa. Aku senang sekali." Ucap Iqbal.


"Sini Mas!" ajak Fisa.


"Kamu jangan ke GR-an ya Mas! saya mau bicara sama kamu, agar kamu menjauhi dan melupakan saya! karena, apa kata Bu Ratna benar. Kalau saya ingin menikah dengan Mas Destian." Ucapku. meneteskan air mata.


"Kenapa kamu tega Hafisa, kenapa? saya sangat mencintai kamu Hafisa!" ucap Iqbal.


"Saya gak bisa Fisa! gak bisa! itu saya dijebak sama Shella!" ucap Iqbal.


"Nasi sudah menjadi bubur Mas, intinya kamu sudah menodai wanita itu! kamu harus punya sikap tanggung jawab!" ucapku menghapus air mata.


"Kamu sendiri gimana Fisa? kamu bukan tidak mencintai Destian, itu hanya menyakiti Destian Fisa! saya mohon, batalkan lamaran Destian!" minta Iqbal sambil memohon dan bersujud.


"Saya akan mencoba mencintai Mas Destian! dan kamu harus bisa mencintai Sheila, seperti dulu kamu mencintainya. Bangun Mas! bangun! jangan seperti ini!" mintaku.


"Saya gak akan bangun Fisa! saya akan terus sujud di kaki kamu! saya gak bisa mencintai orang lain Fisa, gak bisa!" ucap Iqbal.


Tidak lama, Mamihnya Iqbal datang bersama Nena. Mamihnya Iqbal langsung menarik Iqbal dan mendorongku sampai terjatuh.


"IQBAL! BANGUN IQBAL! GAK PANTAS KAMU SUJUD DI KAKI GEMBEL INI! MINGGIR KAMU!" tarik Bu Fransiska dan mendorongku.


"Kak Hafisa! hiks-hiks-hiks...." Nena memelukku sambil menangis.


"Sayang, jangan nangis sayang!" ucapku membelai rambut Nena.

__ADS_1


"Nena! sini kamu! jangan pernah kamu peluk-peluk gembel ini lagi! kamu tuh tahu diri! gak usah goda cowok-cowok kaya buat dapatkan uang! kamu tuh ngaca!" ucap Bu Fransiska.


"Cukup Nyonya Fransiska yang terhormat! gak sepantasnya, kamu hina calon mantu saya! harusnya, anda yang ngaca! sembarangan injak rumah saya! dengar yah Nyonya! Anak anda sendiri yang tergila-gila dengan Hafisa, bukan Hafisa! saya masih ada rasa nurani pada Iqbal, gak seperti anda! berapa kekayaan anda yang anda miliki? hah? berapa? kekayaan anda, gak sebanding dengan kekayaan saya! jadi tolong, bilangin Anak kamu baik-baik, gak usah ganggu calon istri Anak saya! dan jangan injakan kaki di sini lagi! bangun Hafisa!" ucap Bu Ratna.


"Oh, jadi dia bakal jadi mantu Anda? lihat aja Bu Ratna akan menyesal menikahkan Anak Bu Ratna dengan wanita ini! harta Bu Ratna akan habis terkuras sama dia!" ucap Bu Fransiska.


"Hah, terserah anda! kita buktikan, siapa yang hancur. Anda atau saya!" ucap Bu Ratna.


"Iqbal, Nena! ayo kita pulang!" ajak Bu Fransiska.


"Hafisa, jangan tinggalkan aku!" Iqbal masih tidak mau pulang.


"Kak Hafisa, maafin Mamih! Nena kangen sama Kakak! Mamih benar-benar jahat!" Nena berlari ke mobil sambil menangis.


"Ayo Iqbal! ngapain lagi kita di sini! lebih baik kita urus pernikahan kamu dengan Sheila! ayo!" ajak Bu Fransiska.


"Mamih! Mamih benar-benar keterlaluan, Mamih aja yang nikah dengan Sheila! Iqbal tetap di sini buat Hafisa!" ucap Iqbal sambil memanggil Hafisa yang menangis.


"Bodyguard, bawa Iqbal!" minta Bu Fransiska membawa Bodyguard. Iqbal langsung dibekap dari belakang sampai pingsan.


Astaghfirullah, Ibu macam apa itu! Anak sendiri dibekap. Semoga ada hidayah untuk Bu Fransiska yang sombong.


"Mamad, tolong kamu gembok gerbang! kalau perlu atas pagar kasih beling-beling kaca agar Iqbal tidak bisa manjat lagi! segera cari orang yah buat mempertajam atas pagar!" minta Bu Ratna.


"Siap Bu!" ucap Mamad.


****


Di kediaman rumah tukang bubur ayam. Suami dan Istri si tukang bubur sudah berangkat bekerja. Awalilah seperti biasa disiksa oleh Susi. Awalilah sudah tidak kuat lagi. Dia kabur dan berlari meninggalkan rumah si tukang bubur ayam sambil menangis.


Ibu, Bapak, maafin Lilah. Lilah terpaksa pergi dari rumah tanpa pamit. Lilah tidak kuat atas siksaan Anak Ibu dan Bapak. Susi semakin lama semakin menyiksa Lilah, maka Lilah putuskan pergi. Terima kasih, Ibu dan Bapak sudah mau bantu Lilah.


****


Setelah selesai pulang kampus dan ke kantor polisi, Destian langsung mencari Awalilah. Destian telah membawa foto Awalilah.


Aku janji sama kamu Fisa, saya akan mencari Adik kamu sampai ketemu. Tidak akan berhenti dan tidak akan lelah aku mencari. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab aku sebagai calon suami kamu Hafisa.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰

__ADS_1


GURUKU CALON IMAMKU



__ADS_2