Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 42


__ADS_3

"Mah, kenalin! ini Euis. Dia, teman Hafisa di kampung." Ucap Destian.


"Oh, saya Ratna!" ucap Bu Ratna.


"Euis Bu." Ucap Euis.


"Destian, kamu antar Euis ke ruangan Hafisa!" minta Bu Ratna.


"Iya Mah!" ucap Destian.


Destian mengantar Euis ke ruangan Hafisa. Euis menangis melihat kondisi Hafisa koma. Destian akan menyelidiki kasus penusukan Hafisa secepatnya.


"Hafisa! kamu teh kunaon? kok bisa kaya kieu Hafisa? saya teh sedih benaran. Ya Allah." Ucap Euis.


"Dia rela berkorban demi saya Is! saat penjahat itu ingin menusuk saya, Hafisa malah melindungi saya!" ucap Destian.


"Ya Allah, Kang. Kira-kira siapa nya dibalik penusukan ini? Euis yakin, pasti ada hubungannya sama Hasan." Ucap Euis.


"Hasan? siapa Hasan Is?" tanya Destian.


"Hasan itu, Anaknya Kang Baron. Si rentenir yang sekarang dipenjara. Yang kemarin bakar rumah Abah Jajat. Saya teh yakin dia!" ucap Euis.


"Euis, tolong kamu cari bukti yah! kalau emang benar, saya akan bawa bukti itu ke kantor polisi. Tapi, kamu hati-hati!" minta Destian.


"Siap Kang! saya akan cari bukti itu! biar temanin Bapaknya deh kalau emang Hasan benar dibalik semua ini!" ucap Euis.


"Makasih ya Euis." Ucap Destian.


"Sama-sama Kang. Hafisa, cepat sadar atuh! Euis ada di sini! Euis janji akan mencari bukti Hafisa! hiks-hiks-hiks..... bangun Hafisa!" minta Euis sambil menangis.


"Saya yakin Is, Hafisa pasti sembuh. Oh, iya. Bu Aminah juga di rawat di sini! karena Asma kambuh Is." Ucap Destian.


"Benaran Kang? ya Allah, berat banget cobaan kamu Hafisa! Kang, saya mau ke ruangan Bu Aminah bisa?" tanya Euis.


"Bisa Is! kamu minta antar Mamah saya aja yah! maaf saya gak bisa antar kamu ke ruangan. Kalau gak ada Mamah saya, ini ruangan Bu Aminah." Ucap Destian.


"Siap-siap! makasih ya Kang!" ucap Euis.


"Sama-sama!" ucap Destian.


Hafisa, sampai kapan kamu akan tidur aja? bangun sayang. Bangun! saya di sini. Semua pada nunggu kamu Hafisa.


****


Di ruangan Bu Aminah, Alhamdulillah Bu Aminah telah sadar. Bu Aminah menangis ingin bertemu Hafisa.

__ADS_1


"Gimana keadaan Hafisa Bah? Ibu mau lihat!" minta Bu Aminah.


"Ibu-ibu! jangan! Ibu baru sadar dan belum sembuh benar. Nanti, kalau Ibu sudah baikan, kita ke ruangan Hafisa Bu!" Ucap Abah Jajat.


"Tapi, Ibu ingin melihat keadaan Putri Ibu Bah!" ucap Bu Aminah.


"Ibu!" panggil Awalilah.


"Lelah, kamu dari mana aja Nak? kamu baik-baik saja kan Nak? Ibu panik mencari kamu, Abah, Ibu, Teh Hafisa!" ucap Bu Aminah.


"Maafin Lilah Bu, karena Lilah jadi seperti ini! Ibu sakit, Kak Hafisa ditusuk orang. Waktu itu, Lilah hanyut Bu, terbawa arus. Lilah sampai ke Bandung. Di situ, Lilah bertemu orang baik tukang bubur ayam. Tapi Anaknya jahat, Lilah disiksa Anaknya Bu, mangkanya Lilah kabur aja! sampai bertemu supir pengangkut sayur yang baik hati. Dan mau ngantar sampai Garut.


"Astaghfirullah Nak, malang banget nasib kamu! Alhamdulillah, kamu bisa pulang lagi ke sini bersama Abah, Ibu dan Teh Hafisa! sini Nak!" ucap Bu Aminah memeluk Awalilah.


"Maafin Awalilah ya Bu! maafin! gara-gara Lilah, semua jadi kaya gini!" ucap Awalilah.


"Iya Nak, kamu gak usah minta maaf! kamu gak salah sayang. Allah, masih baik sama kamu, mengembalikan kamu ke Ibu dan Abah dan Teh Hafisa.


"Assalamu'alaikum," salam Euis.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Awalilah, Abah Jajat dan Ibunya.


"Ibu, kunaon jadi kaya kieu? Euis teh sedih Bu!" ucap Euis.


"Euis, Ibu gak apa-apa. Kamu sendiri aja?" tanya Bu Aminah.


"Iya, gak apa-apa. Ditengokin aja udah senang banget Ibu!" Ucap Bu Aminah.


"Alhamdulillah Bu. Is udah ke ruangan Hafisa, kasihan banget Hafisa Bah, Bu." Ucap Euis.


"Bah, Izinkan Ibu ke ruangan Hafisa! Ibu ingin melihat Bah!" ucap Bu Aminah.


"Ta-tapi Bu," ucap Abah Jajat.


"Bah, tolong Bah!" ucap dan minta Bu Aminah.


"Nanti, Abah izin sama Dokter dulu ya Bu!" ucap Abah Jajat.


Akhirnya, Bu Aminah ke ruangan Hafisa. Di dorong dengan kursi roda oleh Euis dan Awalilah. Bu Ratna dan Destian kaget melihat Bu Aminah datang.


"Assalamu'alaikum." Salam Bu Aminah.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Destian dan Bu Ratna.


"Lho, Bu Aminah kan belum pulih. Kenapa udah keluar?" tanya Bu Ratna.

__ADS_1


"Saya ingin melihat Anak saya Bu! hiks-hiks-hiks.... Hafisa! Neng, bangun Neng! ini Ibu Neng! kenapa bisa seperti ini Neng? hiks-hiks-hiks...." Ucap Bu Aminah.


"Mah, sebaiknya kita keluar dulu yuk!" ajak Destian.


"Iya Nak, sabar ya Bu Aminah. Saya yakin, Hafisa akan sembuh." Ucap Bu Ratna.


"Makasih Bu!" ucap Bu Aminah.


"Pak Jajat, kita keluar dulu yah! ayo Euis!" ucap dan ajak Bu Aminah.


****


Di kediaman rumah Hasan. Hasan merasa takut dan cemas akan Hafisa. Hasan ingin mencari tahu rumah sakit Hafisa.


"Ada yang bisa saya bantu Bos?" tanya Anak buah Hasan.


"Kerja kalian semua bodoh! bodoh! dengar yah, kalau sampai terjadi apa-apa dengan Hafisa, kalian tanggung jawab! gua gak mau, kalian bawa-bawa nama gua kalau sampai ketahuan polisi!" ucap Hasan.


"Maafkan saya Bos! saya ikutin perintah Bos! tapi, saya gak menyangka kalau Hafisa melindungi lelaki itu Bos!" ucap Anak buah Hasan.


"Gua gak mau tahu, sekarang lo cari rumah sakit Hafisa! CARI BODOH!" teriak Hasan.


"Siap Bos!" ucap Anak buah Hasan.


"Hasan! apa yang kamu lakukan? jangan lakukan hal aneh lagi!" ucap Bu Marjanah.


"Mah, maafin Hasan! Hasan menuruh para preman untuk menculik Hafisa, tapi mereka malah menusuk Hafisa. Hiks-hiks-hiks...." ucap Hasan.


"Astaghfirullah, Hasan! hiks-hiks-hiks.... apa yang kamu lakukan Nak? hiks-hiks-hiks... Papah kamu, sudah dipenjara, gimana kalau sampai kamu juga masuk penjara Hasan? gimana? hiks-hiks-hiks..." ucap Bu Marjanah.


"Hiks-hiks-hiks.... maafin Hasan Bu! maafin! Hasan khilaf! Hasan dendam dengan Hafisa, karena Papah dipenjara. Niat Hasan ingin menculik Hafisa, agar keluarga Jajat bisa merasakan semua!" ucap Hasan.


"Hiks-hiks-hiks.... Hasan, gak begini caranya Hasan! Mamah gak mau, kamu sampai ikut masuk penjara! Astaghfirullah...hiks-hiks-hiks..." ucap Bu Marjanah.


"Bu, maafin Hasan Bu! maafin! hiks-hiks-hiks.... Hasan harus gimana?" tanya Hasan sambil sujud.


"Mamah gak mau kamu masuk penjara Hasan! gak mau! hiks-hiks-hiks...." ucap Bu Marjanah.


"Gak akan Mah! gak akan! Mamah tenang aja yah! Hasan akan baik-baik aja! lihat hasan Mah! lihat!" ucap Hasan.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰

__ADS_1


KISAH ARGA SEASON 2



__ADS_2