
"Bu, bangun Bu!" ucap Abah Jajat.
"Euis coba telepon Hafisa ya Bah!" ucap Euis.
"Iya Neng, coba!" minta Abah Jajat.
****
Di kediaman rumah Destian. Yanah ke kamar ingin mengisi baterai saya yang low. Yanah melihatku tersenyum-senyum bahagia.
"Handphone aku low terus, apa baterainya kembung yah? kamu tahu gak Fisa? Ha-fisa?" tanya Yanah sambil menatap wajah Hafisa yang tersenyum-senyum sendiri.
Gak nyangka, Mas Iqbal mau melamar aku dan mau buktiin ke Abah dan Ibu. Kalau Mas Iqbal itu serius, aku tunggu janjimu Mas, aku tunggu.
"Hallo! Hafisa! Hallo!" ucap Yanah melambaikan tangan ke diriku.
"Hah? eh, kamu! sejak kapan kamu di sini? kaget aku." Ucapku.
"Astaghfirullah, Hafisa! gimana sih, aku dari tadi berdiri dekat kamu! lagi chas handphoneku! aku panggilin senyum-senyum aja, ada apa nih?" tanya Yanah.
"He-he-he...." Aku tertawa dan menatap Yanah.
"Dih, kok malah ketawa-ketawa? kenapa sih, ayo cerita dong!" minta Yanah.
"Aku mau dilamar, katanya Mas Iqbal mau datang ke rumah orang tuaku. Dia mau buktiin." Ucapku.
"Serius itu? baru kaya gitu jangan senang dulu Fisa, buktiin dulu aja! tapi, kalau emang benar, aku ikut senang." Ucap Yanah.
"Iya mangkanya aku tungguin bukti dia! semoga benar, doakan ya Yan!" mintaku.
"Iya-iya, aku pasti selalu doakan kamu!" ucap Yanah.
Mas Destian sudah tahu belum yah? kasihan Mas Destian pasti terluka hatinya.
"Yanah! nanti aku pinjam handphone kamu yah! aku mau telepon keluarga aku." Ucapku.
"Pakai aja! tapi, handphone low terus. Mangkanya gue nanya kamu tadi." Ucap Yanah.
"Oh, gitu? nanti kalau aku gajian, aku beliin baterainya deh!" ucapku.
"Gak usah Fis! aku juga kan gajian. Nanti, aku beli sendiri aja!" ucap Yanah.
"Terima Yan, sebagai rasa makasih aku karena udah sering pinjam handphone kamu!" ucapku.
"Ha-ha-ha.... iya deh, terserah kamu! aku mau masak dulu Fis, buat makan malam." Ucap Yanah.
__ADS_1
"Aku bantu yah!" mintaku.
"Gak usah Fis! kamu istirahat aja, dengarin apa kata Bu Ratna." Ucap Yanah.
"Aku gak bisa diam gini terus, please! izinin aku bantu kamu yah!" mintaku merayu Yanah.
"Ya udah deh!" ucap Yanah.
****
Bu Ratna menghampiri Destian yang sedang renang malam-malam. Biasanya Destian tidak pernah renang malam-malam. Bu Ratna langsung memanggil Destian dan memberi handuk padanya.
"Nak! kenapa malam-malam gini renang? gak biasanya kamu Nak, ayo naik! nanti kamu masuk angin sayang!" minta Bu Ratna.
"Destian lagi ingin renang aja Mah, makasih handuknya!" ucap Destian sambil duduk.
"Mamah tahu kenapa kamu seperti ini. Pasti, kamu sakit hati sama Hafisa? apa kamu dengar semuanya kalau Iqbal mau melamar Hafisa?" tanya Bu Ratna.
"Iya Mah, Destian tadi dengar. Destian ikhlas jika Hafisa bahagia, tapi kalau Iqbal sampai sia-siakan Hafisa, Destian akan tarik lagi Hafisa!" ucap Destian.
"Tapi, kamu jangan siksa begini dong! Mamah gak mau kamu sakit. Gak biasanya kamu renang malam gini! ya udah, kamu jangan terlalu dipikirkan yah! sekarang kamu mandi air hangat, lalu makan! soalnya Yanah lagi masak buat makan malam kita!" ucap Bu Ratna.
"Iya Mah!" ucap Destian.
****
"Gak aktif Bah!" ucap Euis.
"Sudah Euis, gak apa-apa. Nanti saja kamu telepon lagi, namanya handphone orang mungkin orang yang punya handphone pergi atau tidur Is!" ucap Abah Jajat.
"Lilah! di mana kamu Nak? hiks-hiks-hiks...." gak lama Bu Aminah sudah sadar tapi menangis memanggil Awalilah.
"Alhamdulillah, Ibu sudah sadar! Ibu tenang yah! besok, kita cari Awalilah. Sekarang sudah malam Bu, kita berdoa saja sama Allah. Agar Awalilah selalu dilindungi Allah Bu!" minta Abah Jajat.
"Tapi Bah, Lilah masih kecil. Gimana kalau sampai ada orang jahat atau mau memperkosa Awalilah? Ibu mau cari sekarang! titik! hiks-hiks-hiks...." ucap Bu Aminah.
"Ibu-Ibu, sabar yah! sekarang sudah malam juga, Euis janji, akan lapor polisi buat bantu cari Lilah! Ibu berdoa supaya gak terjadi apa-apa. Lilah itu, Anak yang pintar Bu, dia pasti cerdik mengatasi masalahnya sendiri." Ucap Euis.
"Tapi Neng, Ibu khawatir. Ibu takut, dia kelaparan di jalan. Hiks-hiks-hiks... Ibu mohon cari sekarang Neng! Ibu mohon!" minta Bu Aminah.
"Ya udah, Abah akan cari dan lapor Rt dulu! biar orang sekampung bisa bantu cari Awalilah. Ibu di rumah saja!" minta Abah Jajat.
"Ibu ikut Bah!" minta Bu Aminah.
__ADS_1
"Ibu, sebaiknya Ibu di rumah aja! biar Euis sama Abah yang cari! biar cepat Bu, Ibu kan gak boleh capek. Kalau Ibu ikut cari nanti malah lama ketemunya." Ucap Euis.
"Iya Neng, tolong banget ya Neng! bawa Lilah pulang! hiks-hiks-hiks..." minta Bu Aminah sambil menangis.
"Iya, insya Allah Bu. Ayo Bah!" ajak Euis.
"Abah tinggal ya Bu!" ucap Abah Jajat.
"Hati-hati Bah, Euis!" ucap Bu Aminah.
****
Di kediaman rumah Kang Baron. Kang Baron langsung menyuruh para Bodyguard untuk membakar rumah Abah Jajat. Karena Kang Baron dendam pada Abah Jajat tidak mau mengikuti kemauannya.
"Kalian kerja yang benar! jangan sampai ada satu orang pun yang melihat kalian membakar rumah si Jajat! kalau sampai ada yang melihat kalian tanggung sendiri!" ucap Kang Baron.
"Siap Bos!" ucap para Bodyguard.
Tamat riwayat kamu Jat! siapa suruh kamu menolak tawaranku. Jangan main-main sama Baron.
****
Di kediaman rumah Iqbal. Ada Sheila sedang mengumpat di bawah kasur Iqbal. Bu Fransiska dan dan Sheila bekerja sama supaya bisa menghancurkan Hubungan Iqbal dan Sheila. Jadi Sheila sudah memasukan obat tidur dan obat perangsang ke gelas Iqbal. Saat itu Iqbal pingsan dan terbayang-bayang wajah Hafisa muncul. Sampai akhirnya, Iqbal kelepasan telah menodai Sheila. Di situ, Sheila sudah merekam video kemesraannya bersama Sheila. Sheila langsung mengirimkan video itu ke Destian. Karena diam-diam Sheila tahu kalau wanita yang di sukai Iqbal bekerja di rumah Destian.
Haduh, akhirnya sampai juga. Wah ada jus jeruk, pasti Mamih nih. Minum ah! seger banget.
Bagus Iqbal, minum sampai habis, biar selamanya kamu bakal jadi milik aku.
Kok kepalaku pusing gini yah? apa bawaan ngantuk? haduh... Hah? Hafisa? kamu Hafisa? ngapain kamu di sini? Hafisa.
"Hafisa! kenapa kamu di sini?" tanya Iqbal.
"Aku bukan Hafisa Iqbal, aku Sheila!" ucap Sheila.
"Enggak-enggak! kamu Hafisa! sini sayang! aku udah gak tahan!" ucap Iqbal begitu nafsunya karena terpengaruh obat tidur dan perangsang.
Gak apa-apa deh, Iqbal kebayang Hafisa. Yang penting gue bisa dapatin Iqbal seutuhnya.
"Iya sayang, ayo temani aku malam ini!" ucap Sheila membuka semua bajunya Iqbal dan dirinya sampai mereka melakukan hal terlarang.
Bersambung....
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa,semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
__ADS_1
CINTA DAN DETIK TERAKHIR