Cinta Hafisa

Cinta Hafisa
Bab 37


__ADS_3

"Sayang, menurut kamu gaun mana yang bagus?" tanya Sheila.


"Terserah lo!" ucap Iqbal.


"Sayang, kok kamu gitu sih? hah? kita kan sebentar lagi mau nikah, jadi kamu harus pikirin dan siapin semua dong!" minta Sheila.


"Dengar ya Sheila, gue nikah bukan atas dasar cinta. Tapi gue nikah sama lo terpaksa. Dan lo jangan pernah berharap berharap, gue cinta sama lo! karena cinta lo udah hanyut dan mati. Ngerti lo!" ucap Iqbal.


"Iqbal! Iqbal!" panggil Sheila.


Lihat aja Iqbal, saat harta lo sudah ada ditangan gue, gue akan buang lo jauh-jauh dari hidup gue begitu juga dengan Mamih dan Adik lo! lihat aja Iqbal.


****


Iqbal melihat Nena menangis di taman. Iqbal langsung menghampiri Nena. Nena tidak suka kalau Iqbal nikah dengan Sheila. Tapi, Iqbal dan Nena tidak bisa berbuat apapun.


"Nena, Adik Kakak kok ada di sini? kamu kenapa Dek? kok nangis?" tanya Iqbal.


"Kakak udah gak sayang sama Kak Hafisa yah? sama Nena juga." Tanya dan ucap Nena.


"Nena, kok kamu bicara seperti itu? Kakak sayang sama Kak Hafisa, sama kamu juga sayang." Ucap Iqbal meneteskan air mata.


"Kalau Kakak sayang, kenapa Kakak pasrah? Nena percaya sama Kakak. Kalau Kakak hanya dijebak sama Mak lampir itu!" ucap Nena.


"Kakak gak bisa berbuat apa-apa Nena, Kakak sudah melakukan hal terlarang dengan Sheila. Kak Hafisa bilang sama Kakak, kalau Kakak harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Bukan laki-laki pengecut yang lari dari tanggung jawab. Kakak gak pasrah, Kakak gak mau dibilang pengecut Dek, Kak Hafisa pantas mendapatkan yang lebih baik dari Kakak." Ucap Iqbal.


"Hiks-hiks-hiks.... Kakak yang sabar yah! meskipun Kakak gak berjodoh dengan Kak Hafisa, Kak Hafisa tetap ada di hati Kak Iqbal dan Nena. Nena cuma takut punya Kakak ipar seperti Kak Sheila yang jahat." Ucap Nena.


"Semua sudah terjadi Nena, mungkin ini sudah takdir Kakak mendapatkan wanita seperti itu. Tapi, Kakak bahagia Kak Hafisa dengan Kak Destian. Kak Destian itu, orangnya sangat baik. Cocok untuk Kak Hafisa. Pokoknya, Nena jangan khawatir kehilangan Kak Hafisa, kalau Nena ingin bertemu dengan Kak Hafisa, Kakak akan antar." Ucap Iqbal meneteskan air mata.


"Hiks-hiks-hiks.... iya Kak." Ucap Nena.


"Iqbal! ngapain kamu di sini? acara prewedding udah dimulai, ayo!" ajak Sheila.


"Ayo Nena!" ajak Iqbal.


"Kakak duluan aja!" ucap Nena kesal.


"Udah lah Iqbal, biarin aja Anak kecil ini di sini!" ucap Sheila.


"Sekarang, kamu duluan! kamu tahu dia Adik aku, bukan Anak kecil. Ngerti kamu!" ucap Iqbal.


"Kok kalian pada di sini? ayo cepat!" ucap Bu Fransiska.


"Ini, Tante. Nena gak mau diajak Iqbal!" ucap Sheila.


"Iqbal, Nena duluan! biar Mamih yang ngomong sama Nena!" ucap Bu Fransiska.

__ADS_1


"Nena, kamu kenapa lagi? ayo cepat!" ajak Bu Fransiska.


"Nena bilang duluan aja! bukan Nena tidak mau." Ucap Nena.


"Ya sudah, sama Mamih ayo!" ajak Bu Fransiska.


Iqbal melakukan prewedding dengan Sheila. Wajah Iqbal tidak ada senyum sama sekali. Sampai Mamih nya kesal dan memaksa Iqbal untuk tersenyum. Setelah selesai prewedding, Sheila mengambil ponsel Iqbal secara diam-diam dan mengirimkan foto prewedding ke Destian.


****


Destian akhirnya sampai rumah. Destian langsung menghampiri Hafisa dengan wajah tersenyum dan berseri-seri.


"Mas Destian." Ucapku tersenyum.


"Hafisa, apa benar Adik kamu sudah kembali? saya senang sekali Hafisa." Ucap Destian.


"Iya Mas, benar. Adik aku sudah kembali." Ucapku.


"Mamah mana? sekarang, kamu siap-siap. Kita berangkat ke Garut yah!" minta Destian.


"Apa Mas gak mau istirahat dulu? saya gak enak, Mas baru aja sampai." Ucapku.


"Kamu gak usah khawatir Hafisa, saya gak capek kok. Buat kamu apa sih, yang enggak. Kasihan Adik kamu kalau kelamaan di rumah sahabat kamu, aku takut Ibunya sahabat kamu apa-apain Adik kamu." Ucap Destian.


"Iya Mas! saya ganti baju dulu yah!" mintaku.


"Iya Hafisa. Saya tunggu!" ucap Destian.


Gak lama, Bu Ratna Mamahnya Destian baru saja pulang arisan. Bu Ratna melihat wajah ceria Destian.


"Assalamu'alaikum." Salam Bu Ratna.


"Wa'alaikumsalam, Mah!" ucap dan Destian mencium tangan Bu Ratna.


"Wah, Mamah lihat kamu ceria sekali. Ada apa Nak?" tanya Bu Ratna.


"Iya Mah, Adiknya Hafisa sudah kembali." Ucap Destian.


"Alhamdulillah, syukur kalau gitu. Mamah ikut senang mendengarnya." Ucap Bu Ratna.


"Destian izin jemput Adiknya Hafisa ya Mah, sama Hafisa juga. Kasihan kalau lama di Garut, dan ikut temannya Hafisa. Ibu temannya Hafisa jahat." Ucap Iqbal.


"Jahat gimana?" tanya Bu Ratna.


"Iya, gak suka sama keluarga Hafisa. Selalu menghina Mah. Destian gak mau itu terjadi." Ucap Destian.


"Kasihan. Ya sudah, kamu antar Hafisa. Hati-hati aja yah!" minta Bu Ratna.

__ADS_1


"Iya Mah." Ucap Destian.


"Bu, sudah pulang?" tanyaku sambil mencium tangan Bu Ratna.


"Alhamdulillah, sudah Hafisa." Ucap Bu Ratna tersenyum.


"Bu, saya izin lagi yah, buat jemput Adik saya di Garut. Kalau saya balik lagi, saya janji bakal kerjain semua pekerjaan Bu." Ucapku merasa tidak enak.


"Ha-ha-ha... Hafisa-Hafisa. Kamu ini polos banget sih, Destian sudah cerita semua pada saya. Kamu gak usah pikirin pekerjaan rumah, kan ada Yanah. Sekarang, yang terpenting jemput Adik kamu dulu oke!" ucap Bu Ratna.


"Makasih banyak ya Bu, makasih. Saya gak tahu harus balas dengan apa. Hanya bisa bilang makasih." Ucapku.


"Kamu mau tahu, kamu harus balas dengan apa?" tanya Bu Ratna.


"Apa Bu?" tanyaku.


"Kamu cukup cintai Anak saya Destian setulus hati kamu! karena Anak saya sangat mencintai kamu Hafisa." Ucap Bu Ratna.


"Insya Allah, Bu." Ucapku tersenyum.


"Ya udah Mah, aku sama Hafisa berangkat dulu yah!" ucap dan pamit Destian.


"Iya, kamu hati-hati. Jaga Hafisa yah!" minta Bu Ratna.


"Pasti Mah!" ucap Destian.


"Hafisa, kamu hati-hati yah!" ucap Yanah.


"Iya Yanah, makasih ya Yan!" ucapku tersenyum.


"Bu saya pamit yah!" mintaku.


"Hati-hati yah!" ucap Bu Ratna.


"Assalamu'alaikum." Salam Destian dan Hafisa.


"Wa'alaikumsalam." Salam Bu Ratna dan Yanah.


****


Di kapolsek Garut. Hasan menemui Kang Baron. Hasan tidak rela Papahnya di masukan di sel. Hasan akan berusaha mencari Hafisa dan menghancurkan Hafisa. Karena Hasan merasa tersakiti oleh Hafisa.


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Cinta Hafisa, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Sambil menunggu up cerita Cinta Hafisa, mampir yuk ke cerita romantis aku lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰

__ADS_1


CINTA DAN DETIK TERAKHIR



__ADS_2