
Lagi dan lagi gue harus berangkat sekolah ditengah teriknya matahari yang panasnya minta ampun. Gue dan Via akhirnya nemuin angkot yang nyaman walaupun diluar lagi panas begini.
"Ry, gimana kelanjutan hubungan lo sama Musa? Ada kemajuan gak?" kata Via yang mulai obrolan.
"Kemajuan gimana maksudnya?" kata gue yang bingung.
"Ya si Musa udah nyatain perasaannya belum ke lo terus lo jadian sama dia," kata Via.
"Hah, ya gak lah. Gue juga gak ada arah kesitu Vi," kata gue.
"Lah, terus lo dari kemarin deket sama Musa buat apa Ry kalo bukan buat jadian," kata Via.
"Ya emang kalo deket kaya gitu harus ujung-ujungnya jadian ya?" kata gue.
"Ya lo bisa aja berpikir kaya gitu tapi kan belum tentu Musa berpikir kaya gitu. Siapa tau dia beneran berharap jadian sama lo," kata Via.
"Ya gimana Vi, gue belum berminat. Lagian kalo yang namanya jadian kan bukannya harus ada dua perasaan yang sama. Ini tuh gue biasa aja kaya temenan biasa," kata gue.
"Ya berarti lo harus tegas sama Musa. Bilang sama dia kalo lo sama dia cuma bisa temenan aja," kata Via.
"Iya niatnya gue juga bakalan ngomong kaya gitu," kata gue.
"Oh iya Ry, Konde ngomong sama gue. Kata Konde bilangin ke Ryanti Dwi minta maaf, dia tiba-tiba ngilang gak ada kabar bukannya dia gak suka sama lo. Tapi dia lagi harus konsen sama tugas-tugasnya. Dia janji kalo tugas-tugasnya udah selesai dia kabarin lo lagi," kata Via yang menjelaskan.
"Oh gitu," kata gue.
"Kok cuma gitu komennya?" kata Via.
"Ya terus gue harus komen gimana? Emang gue harus nanya ke lo, kenapa gak dia langsung ngomong minta maafnya langsung ke gue, kan dia punya nomer gue? bisa jawab gak lo?" kata gue yang udah bisa tau akal-akalan cowok buat ngilang.
"Gak tahu," kata Via sambil garuk-garuk kepala.
"Vi, disini gue mah sadar. Gue belum pernah pacaran, jadi gue masih kaku kalo harus ngobrol sama cowok. Jadi ya wajar aja kalo cowok tiba-tiba ngilang karena kekakuan gue," kata gue yang sadar diri.
"Jangan gitu lah Ry, nanti lama-lama juga lo gak bakalan kaku lagi ngadepin cowok. Gak usah ngerendah begitu," kata Via.
"Iya," kata gue.
"Lo lagi badmood ya Ry? Dari tadi gue perhatiin muka lo lecek banget kaya ada yang dipikirin," kata Via yang sedari tadi memperhatikan gue.
__ADS_1
"Gak tahu nih dari tadi perasaan gue kaya gak enak aja. Kaya males banget berangkat sekolah," kata gue.
"Kenapa kok bisa gitu?" kata Via yang heran.
"Ya makannya gue gak tahu. Bakalan ada apa ya di sekolah? Tumben-tumbenan gue males banget berangkat sekolah," kata gue.
"Ya mudah-mudahan gak terjadi apa-apa Ry," kata Via.
"Iya, amin," kata gue. Akhirnya gue dan Via sampai di sekolah, seperti biasa selalu Via yang membayarkan ongkos ke supir angkotnya. Setelah turun dari angkot gue pun celingak celinguk.
"Nyari siapa sih lo Ry, celingak celinguk gitu," kata Via.
"Aman, buruan Vi. Gue lagi males ketemu Musa, hari ini gue lagi badmood jadi males basa basi," kata gue yang langsung menarik tangan Via sambil setengah berlari.
"Wait...wait... gak usah lari-lari juga kali," kata Via yang langsung menahan tangan gue biar gak terus lari.
"Keburu ketemu Musa Vi, gue beneran lagi males basa basi," kata gue.
"Iya paham, tapi jalan aja Ry. Kalo ada Musa juga ini kan udah di gerbang sekolah, setidaknya basa basi lo gak banyak-banyak banget. He-he-he," kata Via.
"Ih lo mah," kata gue yang langsung cemberut.
"Siapa cowok gue? Lagian gue berdiri disini ya suka-suka gue mau ngapain, kenapa jadi lo yang kepo," kata gue.
"Cowok lo yang kakak kelas itu, yang tiap hari rela nungguin lo di ujung gang. So cute banget," kata Rizky yang semakin meledek.
"Dia bukan cowok gue ya," kata gue.
"Terus siapa lo? Bodyguard?" kata Rizky. Seketika gue melihat dari kejauhan sosok yang dari tadi gue hindari baru datang, dan dia lagi jalan menuju gerbang.
"Vi, lo udah gak mau lari kan sama gue?" kata gue.
"Gak ah, panas lari-larian mulu," kata Via.
"Ya udah, gue lari duluan ya," kata gue. Dan seketika gue langsung berlari dengan kencang masuk kedalam sekolah.
"Teman lo lagi kenapa sih? Makin lama makin aneh," kata Rizky.
"Dia lagi badmood, lagi gak mau basa basi sama orang," kata Via.
__ADS_1
"Gak mau basa basi sama siapa?" kata Rizky. Dan seketika Musa pun sampai di depan gerbang sekolah.
"Gak mau basa basi sama dia," kata Via yang melirik ke Musa. Musa pun sadar kalo disitu ada Via.
"Eh, Vi udah sampai sekolah aja. Tumben gak sama Ryanti?" kata Musa.
"Ryanti udah masuk duluan tadi," kata Via sambil senyum-senyum.
"Oh gitu, untung aku gak nunggu didepan ternyata Ryanti udah didalam," kata Musa yang polos.
"Iya," Via pun menjawab singkat.
"Ya udah aku masuk duluan ya," kata Musa.
"Iya Bang," kata Via.
"Emang Ryanti gak suka sama tuh cowok sampai harus basa basi?" kata Rizky yang sedari tadi cuma memperhatikan.
"Kalo masalah suka gue gak tahu ya, gue kan gak bisa baca hati orang. Tapi si Ryanti kalo lagi badmood emang gak mau diganggu," kata Via.
"Oh gitu," kata Rizky.
"Viiiiiiaaaaaaaa," terdengar suara seseorang.
"Kayanya sekarang giliran gue yang harus kabur," kata Rizky yang udah tahu banget itu suara siapa.
"Kok kabur sih? Ratu gak gigit kok," kata Via.
"Iya gak gigit, tapi hal lain yang bikin gue takut. Udah yuk blay kita kabur," kata Rizky yang mengajak Ryan untuk kabur sebelum Ratu semakin dekat.
"Ih... kok ada gue si Rizky kabur Vi," kata Ratu yang sedikit kecewa.
"Gak tahu," kata Via singkat.
"Lagian lo ngapain disini sama Rizky? Mau nyomblangin gue sama Rizky ya?" kata Ratu.
"Gak, sumpah gak ada niat mau nyomblangin. Tadi dia nanya kenapa gue gak sama Ryanti, gue bilang aja Ryanti udah masuk duluan," kata Via menjawab seadanya.
"Ngapain dia nanyain Ryanti?" kata Ratu.
__ADS_1
"Gak tahu, udah yuk masuk. Panas gue," kata Via. Akhirnya Via dan Ratu pun masuk ke dalam sekolah.