
"Ratuuuuuu," gue yang berteriak melihat Ratu sedang menunggu angkot diseberang jalan. Gue yang hari ini berangkat cuma sendirian, karena Via udah berangkat duluan sama cowok kebanggaannya itu. Untuk saat ini gue lebih nyaman berangkat sendiri daripada harus berangkat sama mereka, yang pertama gue bakalan kaya orang bego yang merhatiin mesra-mesraan didepan gue, dan yang kedua gue bakalan ketemu sama cowok cabul yang sering banget ngintilin Dindin. Kalo berangkat sendiri kaya gini kan gue mau ngapain aja juga bebas, dan gak ada yang bikin gue emosi sama sekali, dan mood gue juga gak berantakan.
Ratu yang mendengar suara teriakan langsung melambaikan tangan, pertanda gue disuruh nunggu. Setelah berhasil menyeberang jalan Ratu pun langsung naik angkot, dan dia pun celingak-celinguk seperti mencari orang lain.
"Via gak bareng sama gue, dia udah berangkat duluan sama cowoknya," gue yang tahu kalo Ratu sedang mencari Via.
"Jadi benar Via udah punya cowok lagi?" kata Ratu.
"Eh, iya," gue yang merasa gak enak karena keceplosan ngomong ke Ratu kalo Via lagi sama cowoknya.
"Gak usah di umpet-umpetin Ry, gue sebenarnya juga udah tahu kalo Via udah punya cowok, dan cowoknya itu supir angkot kan?" kata Ratu.
"Kok lo tahu? Tahu dari siapa?" kata gue yang heran.
"Satu sekolah juga udah pada tahu Ry kalo cowoknya Via itu supir angkot. Orang udah pada banyak yang lihat kok si Via sering pergi sama pulang disamping supir angkotnya," kata Ratu.
"Maksudnya satu sekolah juga udah pada tahu?" kata gue yang kaget.
"Iya, mereka cuma pura-pura gak tahu aja. Orang kelihatan kok Ry, jadi lo bohong pun gue juga udah tahu," kata Ratu.
"Gue bukannya mau bohong sama lo Tu, tapi biarin aja si Via yang cerita sama lo. Gue mah gak ada hak buat cerita," kayta gue.
"Iya paham gue, udah sih biasa aja. Gak usah ngerasa gak enak gitu," kata Ratu yang langsung menepuk paha gue.
"Eh, Tu. Gue mau nanya sama lo, emang lo pacaran sama si Kingkin?" kata gue yang langsung menanyakan sesuatu yang gue lihat.
"Lo kenal sama Kingkin?" kata Ratu yang kaget gue bisa tahu nama cowok yang lagi dekat sama dia.
"Iya kenal lah, dia kan mantan temannya teh Laras. Waktu SMP Teh Laras, KIngkin, sama Mba Mayang satu sekolahan, dan Kingkin sama Mba Mayang udah pacaran dari kelas 1 SMP," kata gue yang memang dekat dengan mereka bertiga.
"Widih pacarannya udah lama dong?" kata Ratu.
"Iya udah, dan setahu gue waktu mereka masih kelas 11 pun kayanya mereka masih pacaran, soalnya gue masih sering lihat mereka main ke rumahnya Teh Laras," kata gue.
"Berarti putusnya belum lama ya? Lo tahu gak putusnya kenapa? Kan mereka pacaran udah lama tuh masa iya bisa putus-putus juga," kata Ratu yang penasaran.
"Setahu gue mereka putus karena Mba Mayang pindah ke Bandung, mungkin mereka gak bisa kali kalo LDR-an. Secara beberapa tahun sebelumnya kan mereka pasti kemana-mana selalu sama-sama," kata gue.
__ADS_1
"Oh gitu, ya udah lah lagian kan itu masa lalunya dia. Yang penting sekarang dia sama gue," kata Ratu.
"Berarti benar lo pacaran sama dia?" kata gue yang masih menunggu jawaban.
"Iya," Ratu pun menjawab singkat dan langsung senyum-senyum gak jelas.
"Lo beneran udah bisa lupa sama Rizky?" kata gue.
"Ngelupain benar-benar sih belum, tapi lagi dalam proses. Ya, gak bisa secepat itu kan Ry ngelupain cowok yang awalnya gue cinta banget sama dia. Tapi, kalo gak di usahain buat lupa sampai kapan kan gue nungguin kepastian yang gak tahu sampai kapan," kata Ratu.
"Yakin bisa?" kata gue.
"Harus bisa," Ratu pun menjawab dengan tegas.
"Salut gue sama lo," kata gue yang langsung memandangi Ratu.
Setelah obrolan panjang itu pun gue dan Ratu mendadak saling diam, kita berdua lebih memilih menikmati lagu-lagu yang sedang diputar. Sampai didepan gang sekolah pun gue dan Ratu langsung turun dari angkot.
"Ry, gue duluan ya," Ratu pun langsung berjalan dengan cepat.
"Can, teman lo masih aja ngibrit kalo ada gue," kata Rizky .
"Masih lah, dia kan masih berusaha buat ngelupain lo. Kalo lo sering-sering muncul didepan matanya dia, gimana tuh anak orang bisa ngelupain cowok kaya lo," kata gue dengan memasang wajah sok jutek.
"Iya emang kemauan gue muncul didepan dia. Eh, Can nomer lo masih yang dulu kan ya?" kata Rizky.
"Masih, kenapa?" kata gue.
"Mau mastiin kalo senin besok gue masih bisa minta contekan sama lo. Hahaha," kata Rizky yang langsung tertawa lebar.
"Najis, ada maunya," kata gue yang langsung melirik tajam.
"Ya kan lumayan Can, masih ada beberapa pelajaran kita yang sama. Sayang kalo dilewatkan," kata Rizky.
"Pokoknya kalo nanya contekan ke gue tunggu gue udah selesai aja, gak bakalan gue bales kalo gue masih ngerjain," kata gue.
"Iya, gue kan tahu lo banget," kata Rizky.
__ADS_1
"iya deh, yang paling tahu tentang Macan," Ryan pun mulai meledek.
Dan tiba-tiba saja ada angkot yang gue kenal berhenti tepat didepan gue, gue yang udah tahu kalo itu Via dan Dindin langsung melirik ke arah Anwar. Dan benar saja Anwar sedang memandangi mereka berdua yang lagi adegan kekasih yang sedang pamitan.
"Udah gak usah ngarepin via lagi War, pasti lo semua juga udah pada tahu sebelahnya Via siapa tanpa gue kasih tahu juga," kata gue yang langsung melihat ke angkot lagi, dan gue kaget ternyata si cowok cabul ada di belakang Dindin. Gue pun langsung mengalihkan pandangan gue ke arah lain.
Setelah Via turun gue pun langsung jalan ke arah gerbang sekolah, dan di susul Via yang langsung berlari dibelakang gue.
"Ry, lo ngapain sama mereka?"kata Via yang langsung memegang lengan gue.
"Tadi si Beruang nanya nomer gue masih yang lama apa gak?" kata gue.
"Mau ngapain dia nanyain nomer lo?" Via pun penasaran.
"Mau mastiin kalo dia Senin masih bisa nyontek ke gue?" kata gue.
"Buset, dia mastiin nomer lo cuma masalah mau nyontek? Fix dia cuma ada maunya aja sama lo Ry," kata Via.
"Sampai saat ini gue masih gak kenapa-napa kalo cuma dimanfaatin doang sama dia," kata gue.
"Sampai kapan?" kata Via.
"Gak tahu, udahlah gak usah ngomongin tentang gue. Tadi sebenarnya berangkat bareng sama Ratu, dan Ratu udah tahu kalo lo pacaran sama Dindin dan dia juga udah tahu status kerjaan Dindin, dan bahkan katanya satu sekolahan pun udah tahu. Tapi, mereka pura-pura gak tahu aja kata Ratu," kata gue yang menceritakan tentang obrolan gue dan Ratu.
"Iya udah lah Ry, gue juga udah tahu nantinya semua juga bakalan tahu tinggal nunggu waktunya aja kan?" kata Via dengan santai.
"Terus tindakan lo apa?" kata gue.
"Ya emangnya gue harus ngelakuin apa? Toh mereka aja pura-pura gak tahu, ya udah gue juga pura-pura gak tahu aja kalo mereka ternyata udah tahu tentang gue," Via pun masih menjawab dengan santai.
"Lo bisa ya santai begitu," kata gue yang masih heran.
"Iya terus gue harus gimana Ry, yang penting kan gue nya senang-senang aja. Orang mah tahunya kan dari luarnya aja," kata Via.
"Ya udah lo atur aja deh vi," kata gue yang pasrah.
Gue yang sebenarnya makin kesini gue makin ngerasa kesepian karena satu demi satu teman gue udah punya pasangannya sendiri-sendiri. Via udah ada Dindin, Ratu sekarang sama Kingkin, kalo Yani juga udah punya cowok pasti berangkat dan pulang sekolah gue bakalan sendirian kalo kaya gini mah. Nasib... Nasib kalo jadi cewek yang gak menarik mah.
__ADS_1