CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Via...Please jangan matre!!!


__ADS_3

"Assalamualaikum," suara Via mulai terdengar.


"Walaikumsalam," gue pun menjawab dari dalam rumah dan langsung keluar dan mengunci pintu.


"Ayok Ry kita berangkat," Via pun dengan semangatnya langsung menggandeng tangan gue.


"Lo pacaran sama Dindin berangkat sekolah tetap berangkat sama gue, emangnya Dindin narik angkotnya siang?" kata gue yang langsung melirik kearah Via.


"Iya beb," Via pun cengar cengir gak jelas.


"Pantesan, kan kalo waktu lo sama si Konde lo selalu berangkat duluan katanya sekalian lo nemenin dari pagi," kata gue.


"Iya, udahlah gak usah ngomongin Konde. Lo tahu gak Ry tadi pagi pas gue kepasar sama nyokap gue masa gue lihat Konde ternyata ada disini gak di Jakarta. Dan ternyata dia masih narik angkot padahal katanya dia bilang udah dapet kerjaan bagus di Jakarta. Dan satu lagi ternyata disampingnya dia ada cewe lagi senderan dibahunya dia, anjrit gak tuh cowo. Kalo emang mau putus sama gue karena dia udah punya cewek lain bilang aja sih gak usah repot-repot bohong mau pindah ke Jakarta dengan alasan ini ono lah," kata Via yang kesal.


"Kan dari awal gue udah bilang apa hubungannya dia mau pindah ke Jakarta sama dia minta putus? Jakarta ke Tangerang gak sampai berpuluh-puluh jam ngapain juga harus putus. Dari awal pun gue udah mencium bau-bau curiga dari alasan yang gak masuk akalnya itu," kata gue yang mengingatkan lagi.


"Iya, ternyata semua cowok gak bisa dipercaya Ry," kata Via.


"Iya termasuk cowok lo yang sekarang juga gue gak pernah percaya, terpaksa aja karena lo terlalu kecintaan sama nih laki," kata gue yang melirik kearah Via lagi.


"Mudah-mudahan si Dindin gak sama kaya cowok lain, dia termasuk cowok yang royal kok," kata Via.


"Royal doang mah belum tentu gak macem-macem Vi," kata gue yang masih berusaha meyakinkan Via kalo gue khawatir dia sama Dindin.


"Udah tenang aja, gue gak akan kenapa-napa kok," Via pun meyakinkan gue lagi kalo dia gak akan kenapa-napa.


"Terserah lo deh, sekarang gue tanya. Bokap nyokap lo udah tahu kalo lo pacaran sama supir angkot?" kata gue yang sebenarnya penasaran dari awal tahu Via pacaran sama Konde.


"Belum lah, kalo bokap gue tahu bisa mati gue digebukin. Apalagi nyokap gue kan guru kalo tetangga gue pada tahu anak guru pacaran sama supir angkot pasti nyokap gue juga bakalan malu," kata Via.

__ADS_1


"Itu lo tahu konsekuensinya kok masih lo lanjutin?" gue pun masih penasaran.


"Iya mau gimana yang berani deketin gue status kerjaannya begini," Via pun menjawab dengan pasrah.


"Ada sebenarnya orang yang deketin lo dengan status pekerjaan diluar itu, tapi lo aja yang gak pernah nganggep dia," kata gue.


"Hah, siapa?" kata Via yang kaget dan penasaran.


"Halah lo gak usah pura-pura sok penasaran, pasti lo juga tahu siapa yang lagi deketin lo juga kan?" kata gue yang melirik.


"Siapa? Gue beneran gak tahu," kata Via.


"Si Anwar? Lo padahal udah sadar kan kalo dia suka sama lo?" kata gue yang langsung bertanya.


"Oh si Anwar. Iya sih dia lagi deketin gue, tapi gue kaya gimana ya sama dia. Kaya kurang srek gitu," Via pun menjawab alasannya.


"Terus kalo lo gak mau sama dia kenapa masih lo ladenin. Kalo dia masih berharap ke lo gimana? Padaahal lo sendiri aja udah punya cowok," kata gue yang menegaskan Via.


"Gak usah ngerasa gak enak, daripada lo nyakitin perasaan orang. Kemarin dia lihat lo sama Dindin, dan dia nanya ke gue itu cowok lo apa bukan? Tapi gue gak jawab, gue bilang aja tanya sendiri ke lo. Mendingan sekarang lo kasih tahu dia kalo lo udah punya cowok, lagian juga dia udah sering lihat lo sama Dindin," kata gue.


"Iya, nanti gue jelasin ke dia," via pun menjawab dengan sedikit menunduk.


"Gak usah nunggu dia nanya ke lo, tapi lo langsung kasih penjelasan ke dia. Soalnya kayanya si Anwar tipe cowok yang gak bakalan berani nanya duluan ke orangnya, buktinya dia malah nanya ke gue," kata gue.


"Iya," Via pun menjawab dengan singkat.


"Terakhir gue tanya, lo gak mau sama si Anwar karena emang lo gak srek apa karena si Anwar belum bisa kasih uang jajan lebih ke lo? Gue tahu lo sering kan dikasih uang sama si Dindin?" kata gue yang langsung ceplas ceplos.


"Gak, gue beneran gak srek," Via pun sedikit glagapan mendengar omongan gue.

__ADS_1


"Yakin, setau gue si Anwar gak cupu-cupu banget, baik malah. Gue malah setuju lo sama dia daripada Dindin, tapi ya kan karena emang dia masih sekolah sama kaya kita, jadi ya.... Duit jajan dia aja pasti pas-pasan apalagi kasih ke pacarnya," kata gue yang menyindir Via. Gue yang tahu banget karakter Via kalo masalah duit pasti dia paling terdepan. Bisa dibilang Via ini termasuk cewek yang matre, setiap ada yang ngebahas masalah cowok ganteng pasti dia membandingkan dengan cowok yang berduit.


"Gak kok Ry, seriusan alasan gue bukan itu," Via pun berbicara tanpa menatap kearah gue.


"Ya gak apa-apa juga sih kalo iya, asal lo jangan kelewatan mainin perasaan cowok demi duit. Takut kualat," kata gue.


"Iya Ry. Eh... angkot cowok gue udah dateng tuh, lo udah ya jangan ngebahas masalah Anwar lagi," kata Via.


"Iya," gue pun menjawab dengan malas.


Setelah angkot berhenti didepan gue dan Via, gue pun langsung naik. Dan gue kaget ternya cowok cabul kemarin ikut di angkot Dindin lagi.


"Eh, emangnya lo gak ada kerjaan lain apa selain ngintilin teman lo lagi narik?" kata gue yang langsung menyemprot cowok itu.


"Si Andre tuh supir pagi nih angkot Ry," kata Dindin yang menjawab.


"Oh supir angkot juga," kata gue.


"Iya, dia lagi nyari kerjaan lain. Sambil nunggu diterima kerjaan dia sembari jadi supir," kata Dindin.


"Kan bisa lo habis narik pulang ke rumah lo, gak punya rumah apa lo?" kata gue.


"Nanti dia juga balik abis nganter lo sekolah," Dindin pun menjawab terus pertanyaan gue.


"Eh, Din teman lo lagi gagu gak bisa ngomong apa? Gue nanya ke dia bukan ke lo, ngapain lo yang jawab terus pertanyaan gue? Emang lo juru bicaranya dia?" kata gue yang langsung melirik kearah cowok yang sedari tadi hanya diam dan melihat ke arah gue terus.


"Buset, salah lagi gua yank kalo ngomong sama teman lo. Si Andre tuh takut gara-gara lo kemarin ngomel terus," kata Dindin.


"Cowok cemen diomelin gitu aja langsung ciut. Awas aja lo hari ini lo ketahuan ngeliatin gue terus, beneran gue congkel mata lo," gue pun langsung mengancam cowok itu.

__ADS_1


Gue langsung mengalihkan pandangan gue kearah belakang. Via dan Dindin hanya geleng-geleng melihat gue yang tiap hari cuma marah-marah terus kerjaannya.


__ADS_2