
"Assalamualaikum," terdengar lagi suara Via dari luar setelah hampir 2 minggu gue gak pernah mendengar suara Via saat jemput gue.
"Walaikumsalam. Lah, lo ngapain tumben nyamper gue? Gue masih gak mau berangkat bareng sama cowok lo ya Vi, lo duluan aja gak apa-apa kalo mau berangkat sama cowok lo," kata gue yang langsung nyerocos saat tahu Via jemput gue.
"Gak ah, gue hari ini berangkat sama lo aja. Kangen gue berangkat sama lo," kata Via sambil senyum-senyum.
"Mencium bau-bau ada sesuatu nih gue. Pasti ada apa-apa kan lo mau berangkat sama gue," kata sambil memasang wajah curiga.
"Hehehehe, tahu aja lo Beb. Cuma mau minta saran aja ke lo," kata Via sambil senyum-senyum.
"Tuh kan, ya udah sebentar gue ambil tas dulu," gue pun masuk untuk mengambil tas dan mengunci pintu.
Setelah selesai gue dan Via pun berjalan seperti biasa kearah tempat kita biasa nunggu angkot.
"Lo berangkat bareng sama gue udah ngomong sama cowok lo," kata gue.
"Udah tenang aja. Gue bilang kangen berangkat bareng lo, mau berangkat bareng lo hari ini aja. Untungnya dia ngijinin," kata Via.
"Oh ya udah, kirain belum. Nanti tahu-tahu cowok lo lewat ngajakin bareng pokoknya gue gak akan ikut naik ya," kata gue.
"Iya Ry. Lo berangkat dari kemarin-kemarin gak bete kan atau gak dapet angkot yang bikin emosi kan?" kata Via.
"Emang lo gak tahu Vi? Semenjak terakhir gue berantem sama cowok lo itu, berapa hari kemudian tuh gue selalu berangkat naik angkot yang dibawa sama si Andre tahu Vi. Pas gue tanya katanya sekarang dia udah gak satu bos sama cowok lo. Makannya dia dapet narik angkot siang juga sama kaya cowok lo," kata gue menceritakan.
"Gak tahu apa-apa gue. Soalnya semenjak lo berantem sama si Dindin juga gue gak pernah liat si Andre ngikut angkotnya Dindin lagi. GUe tanya ke Dindin apa dia lagi berantem sama Andre katanya gue gak usah nyebutin nama itu lagi didepan dia. Apa mereka berantem ya Ry?" kata Via yang juga menceritakan.
"Gak tahu deh gue. Ya, gue cuma tahu itu aja abis itu gue gak pernah nanya apa-apa lagi, lo kan tahu sendiri gue males ngurusin urusan orang. Dia ngajakin bareng ya udah gue ikut aja, waktu itu juga si Yani juga pernah bareng gue ikut angkotnya Andre," kata gue.
"Oh ya ngomong-ngomong si Yani, pasti dia nanya ke lo masalah cowok gue? Gue sengaja bareng lo hari ini karena mau minta pendapat masalah gosip yang udah kesebar disekolahan," kata Via.
"Nanti dulu ceritanya, noh ada angkot. Naik dulu kita biar nyaman ceritanya," kata gue.
"Oh iya sampai lupa gue kalo belum naik angkot," Via pun seperti orang linglung.
"Kenapa emangnya sama masalah gosip yang ada disekolah tentang lo dan cowok lo itu? Bukannya lo udah memutuskan buat gak peduli sama omongan orang lain yang penting lo bahagia dan nyaman," kata gue yang setengah menyindir.
"Iya tadinya gue memutuskan kaya gitu. Tapi ternyata gak semudah yang gue harapkan. Ngediemin gosip yang beredar malah bikin nambah gosip baru tentang gue yang padahal gosipnya itu belum tentu bener," kata Via.
"Maksudnya?" kata gue yang heran.
"Lo belum denger? Kalo ada gosip baru lagi yang bilang gue bakalan hamil kalo pacaran sama supir angkot. Mereka udah pada bisa menebak kejadian yang belum tentu kedepannya benar atau gak," kata Via.
"Hah, Masyaallah. Siapa yang nyebarin gosip gak berbobot kaya gitu sih? Amit-amit ya Allah, jangan sampai ya Vi," kata gue yang kaget.
"Iya makannya, jahat banget kan yang ngomong kaya gitu," kata Via dengan memasang wajah sedih.
"Terus sekarang lo maunya gimana?" kata gue.
"menurut lo apakah gue harus cerita atau ngomong ke setiap anak-anak yang nanya ke gue tentang cowok gue?" kata Via.
"Emang lo yakin semua anak satu sekolahan bakalan nanya langsung ke lo? Gila amat kalo emang semuanya bakal nanya ke lo, emang lo yakin sanggup cerita ke mereka satu-satu?" kata gue.
"Ya terus gimana Ry? Gosip itu udah nyebar," kata Via yang sedikit cemas.
"Kan dari awal gue udah bilang, emang lo gak mau jelasin ke mereka tentang masalah lo sama cowok lo? Setidaknya lo bisa lah ngeyakinin mereka kalo lo gak apa-apa dengan pilihan lo. Tapi lo dengan santai jawab biarin aja mereka gak tahu apa-apa," kata gue yang masih menyindir ucapan Via kala itu.
"Iya maaf Ry, gue salah seharusnya gue ngikutin omongan lo," kata Via memasang wajah bersalahnya.
__ADS_1
"Iya mau gimana ya vi? Semuanya udah terlanjur kesebar, lo juga udah gak bisa ngubah image lo yang udah terlanjur jelek dimata orang, udah gak bisa dirubah. Mendingan lo pertahanin aja kepercayaan teman-teman dekat lo yang sampai sekarang mungkin mereka sebenarnya nunggu lo cerita yang sebenarnya," kata gue.
"Maksudnya ke Yani, Rere, Fifi, Ria, Andi?" kata Via.
"Iya siapa lagi teman dekat lo? Kemarin gue tahu dari Yani sebenernya mereka tuh juga udah dengar masalah gosip tentang lo. Tapi mereka gak berani nanya langsung ke lo, jangankan nanya ke lo mereka mau nanya ke gue aja gak berani. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk nunggu lo yang cerita sendiri," kata gue.
"Emang iya Ry?" kata Via memastikan.
"Iya buktinya Yani doang yang berani nanya ke gue. Gue mau cerita pun, gue gak berhak. Ini jalan cerita lo bukan jalan cerita gue," kata gue.
"Berarti menurut lo, gue cerita ke mereka aja? Dan gue gak usah peduliin sama yang lain?" kata Via.
"Iya mau gimana? Emang lo sanggup ngubah image lo dalam sekejap?" kata gue.
"Gak juga sih, terus kapan enaknya gue cerita?" kata Via.
"Iya secepatnya, hari ini aja. Kan hari ini kita free, cuma nunggu yang remed aja kan? Kalo kita gak remed ya berarti kita gak ngapa-ngapain," kata gue.
"Ya udah nanti kita liat kalo kita gak ada yang diremed, langsung gue ceritain aja kali ya," kata Via.
"Ya udah, nih ongkos gue," kata gue yang langsung memberikan ongkos saat tahu kalo kita sudah hampir sampai.
"Cepet amat ya udah sampai aja," kata Via yang langsung merogoh uang di sakunya.
"Bang depan kiri ya," kata gue yang setengah berteriak.
Angkot pun langsung berhenti tepat didepan gang, gue dan Via pun turun.
"Ry, Vi...," terdengar suara Rere berteriak.
Gue dan Via pun menoleh, ternyata benar itu suara Rere yang sedang berjalan bersama 3 kunyuk.
"Gak usah cemburu, kali aja mereka ketemu di jalan," kata Via.
"Siapa juga yang cemburu? Cuma agak-agak bahaya kalo kaya gini, bakalan jadi bahan ledekan si Rere nuih gue," kata gue yang berbicara sambil menunggu Rere mendekat.
"Jangan cemburu Ry, gue tadi ketemu sama Beruang lo di prapatan kantor," kata Rere setelah dekat dengan gue.
"Dih, apaan sih lo," kata gue yang langsung mlengos jalan.
Via dan yang lainnya pun ikut berjalan termasuk 3 kunyuk.
"Eh, Beruang dan Macan gak saling nyapa? Perasaan setiap gue perhatiin, dari kemarin lo berdua selalu dateng bareng walaupun dikelilingi 2 bodyguard lo ini," kata Rere yang melirik Ryan dan Anwar.
"Males mereka ngomong kalo ada lo Re, si tukang ngeledek," kata Ryan.
"Gue cuma mau mengintrogasi mereka nih, lo berdua gak ada kemajuan apa-apa emangnya?" kata Rere yang langsung ngejeplak.
"Kemajuan apaan coba? Emang kita lagi bekerja sama masalah apaan Ki? Sampai si Rere nanya tentang kemajuan?" kata gue yang pura-pura gak tahu apa yang dimaksud Rere.
"Tahu nih anak, maksudnya apa coba gue juga gak ngerti," kata Rizky yang langsung menoyor kepala Rere.
"Dih, kok lo ngeplak kepala gue Ki? Eh, lo jadi cowok gimana sih, cemen banget katanya suka sama Ryanti. Tapi kok gue perhatiin gak ada kemajuan apa-apa, gregetan gue sama lo. Pengen rasanya gue kasih tahu Ryanti apa yang lo omongin ke gue waktu dikolam renang," kata Rere yang gemas.
"Ngomong apaan emangnya dia Re?" kata gue yang bingung.
"Gak, gue gak ngomong apa-apa," Rizky pun menghalang-halangi Rere untuk berbicara dengan menutup mulutnya, Rere pun memberontak.
__ADS_1
"Hiiiiiiiiihhhh... Makannya kalo gak mau gue ceritain grecep dong. Kan gue bilang Ryanti sebenernya banyak yang suka, lo mau gue jodohin dia sama orang lain aja. Gregetan gue sama lo," kata Rere yang masih gemas.
"Apaan sih, gak jelas lo ngomong apaan," kata Rizky yang mendorong Rere memberi isyarat.
"Udah lah males gue sama Rizky, lemot," kata Rere yang langsung berjalan terlebih dahulu, gue dan Via yang dari tadi diam saja karena bingung pun langsung mengikuti Rere menuju kelas.
Sampai dikelas pun kita mengobrol dan bercanda seperti biasa sambil menunggu pengumuman tentang remedial. Setelah setengah jam menunggu akhirnya, ada salah satu guru yang menempelkan pengumuman remedial di depan pintu. KIta pun langsung berlari kearah pintu, untuk melihat apakah nama kita ada dipengumuman yang diremedial.
"Woy, ada gak nama gue yang diremed," kata Fifi yang setengah meloncat karena tidak bisa melihat pengumuman, karena memang Fifi termasuk paling mungil diantara kita setelah Via.
"Gak ada, nama kita gak ada yang diremed," kata Rere.
Setelah memastikan kembali tidak ada nama kita yang tertulis kita pun mundur, supaya yang lain kebagian untuk melihat nama mereka.
Gue yang langsung melirik ke Via, memberi pertanda untuk segera menceritakan apa yang kita bahas berdua tadi. Via pun langsung mengangguk setuju.
"Eh, guys kita keruangan kosong yang disebelah yuk. Mumpung kita gak ada yang diremed, gue mau ngomong sesuatu nih sama mereka," kata Via yang langsung menarik tangan Rere.
Setelah Rere mengikuti via, kita pun mengikuti mereka berdua masuk kedalam kelas kosong yamg sengaja hanya digunakan untuk ekstarkulikuler.
Yani yang sudah tahu apa yang ingin dibicarakan Via, langsung melirik gue.
"Mau cerita apaan Vi?" kata Rere yang masih bingung.
"Gini, gimana ya gue mulainya," kata Via yang langsung melihat kearah gue.
"Dih, lo yang mau ngomong lo juga yang bingung," kata Andi.
"Nih ya, gue tahu pastinya lo semua udah pada tahu masalah gosip tentang gue yang punya pacar supir angkot," kata Via yang langsung berhenti dan masih saja melihat kearah gue.
Gue tahu sebenarnya Via takut kalo dia cerita apa teman-temannya bakalan ngejauhin dia apa gak. Gue pun hanya membalas dengan mengangguk, pertanda memberi semangat ke Via untuk melanjutkan apa yang sudah kita sepakati tadi.
"Oh ya masalah itu, gue juga denger kok. Sebenernya gue mau tanya ke lo tapi gue gak berani, takut lo tersinggung. Mau tanya ke Ryanti juga gue yakin banget kalo dia sebenarnya udah tahu tapi gue yakin dia gak akan cerita apapun ke kita tanpa persetujuan lo. Nah, sekarang lo memulai baru gue berani bertanya. Emang bener Vi berita itu," kata Rere.
"Berita yang mana dulu? Gue mau tahu kalian udah denger tentang gosip itu udah sampai mana? Apa baru sampai berita gue pacaran sama supir angkot atau udah sampai gue bakalan hamil kalo pacaran sama supir angkot?" kata Via memastikan.
"Iya kita mah udah denger semuanya, kita mah gak percaya kalo bukan dari lo sendiri yang ngomong. Makannya kita lebih baik nunggu lo sendiri yang cerita," kata Ria.
"Makasih banget kalo kalian masih ada rasa percaya sama gue. Gue sekarang mau ngomong, kalo masalah berita tentang gue pacaran sama supir angkot itu benar. Malah ini yang kedua kalinya gue pacaran sama supir angkot, cowok yang pertama gue dulu juga profesinya sama. Tapi, kalo masalah nantinya gue bakalan hamil duluan kalo gue pacaran sama supir angkot, gue pastikan itu salah. Gue akan berusaha semampu gue itu gak akan terjadi," kata Via.
"Tapi kok lo bisa sih Vi? Maksud gue lo awalnya kenal dari siapa?" kata Rere.
"Iya gak dari siapa-siapa. Sama aja kaya lo, lo sama cowok lo kenal dari mana? Berjalan gitu aja kan? Lo nyaman kan sama perasaan lo yang berjalan gitu aja? Itu yang gue rasain Re. Kalo kalian tanya kok bisa? Kenal darimana? Emang lo gak takut nantinya lo bakalan kenapa-napa? Semua pertanyaan kaloan gue gak bisa jawab satu-satu. Cuma intinya gue mau kasih tahu emang bener gue pacaran sama supir angkot, masalah gue nantinya gak usah dipikirin karena gue bahagia dan nyaman sekarang, masalah lo gak takut apa yang dibilang anak-anak tentang **** bebas. Gue pastikan gue gak akan ngalamin itu, gue janji," kata Via yang langsung melihat kearah gue lagi.
"Ya kita sih semuanya gak ada masalah ya kalo lo pacaran sama siapapun itu, asal lo bisa jaga diri aja gitu," kata Rere.
"Ya gue janji bakalan pegang kepercayaan lo semua," kata Via.
"Nah, kalo kaya gini kan gue udah gak penasaran lagi sama masalah gosip-gosip gak jelas," kata Ria.
"Iya, ternyata gue juga lebih tenang karena gak nyimpen rahasia lagi setidaknya sama kalian," kata Via.
Sedang asik-asiknya ngobrol tiba-tiba sekumpulan cowok-cowok dari kelas IPS bawah masuk keruangan, diantara mereka ada Rizky dan Ryan juga.
"Yah, ada penjaga ruangannya," kata Rizky babon.
"Pada ngapain lo? Mau pada ngerokok lo ya? Emang lo pada gak diremed? Malah pada kabur ngerokok," kata Rere yang berani.
__ADS_1
"Weittsss... Gak akan diremed kita mah selama dapet info contekan dari pasangan Rizky dan Ryanti," kata Rizky babon yang langsung melirik kita berdua.
Sebelum terlanjur semuanya ikutan meledek mendingan gue kabur duluan dari ruangan, tapi gue gak mau kabur sendirian nanti gue disangka gampang ngambek diledekin gitu aja langsung kabur. Tentunya gue langsung menarik tangan Via untuk ikut gue kabur dari ruangan itu.