CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Bolos Demi Have Fun


__ADS_3

"Ry," terdengar suara Andre didalam angkot.


Gue yang sudah hafal dengan suara Andre langsung naik tanpa harus memastikan siapa orang itu.


Gue pun langsung duduk ditempat biasa, setelah duduk dengan nyaman gue pun memberanikan diri untuk bertanya ke Andre.


"Lo marah ya Ndre sama gue?" kata gue.


"Marah? Ngapain gue harus marah, gak lah," kata Andre sambil tersenyum.


"Yakin gak marah?" kata gue memastikan kembali.


"Gak lah Ry, itu kan masalah dan kehidupan lo. Jadi ya kalo lo udah memutuskan seperti itu ya gue bisa apa?" kata Andre.


"Sorry ya, gue butuh waktu," kata gue.


"Iya, tenang aja," Andre pun masih menjawab dengan tersenyum.


Tiba-tiba saja suara handphone gue berbunyi, tanda ada SMS masuk.


(Ry, kita ngumpulnya disekolah kan ya? Gue gak ngomong sama sekali sama Dindin kalo gue mau madol. Jadi dia taunya gue sekolah, gue juga bilang ke dia gak pulang cepet tapi pulang sore kaya biasa)


(Iyalah ngumpulnya disekolah, kita kan mau lihat dulu apa kita diremed apa gak. Nanti kita main madol aja ternyata kita remed. Gimana sih lo)


(Oh iya ya)


(Emang lo belum berangkat? Kok bisa SMS gue)


(Udah lagi dijalan, tapi si Dindin lagi fokus benerin ban. Ban angkotnya bocor)


(Oh gitu. Emang udah sampai mana lo)


(Udah sampai villa, lo udah sampai mana)


(Sampai saribumi gue)


(Sama Andre?)


(Iya)


(Oke, hati-hati dijalan beb)


(Siap)


Gue dan Andre pun tidak melanjutkan obrolan karena sejak gue bales SMS dari Via tiba-tiba saja angkot penuh dengan penumpang.


Setelah turun dari angkot dan membayar ongkos gue pun pamitan dengan Andre.


"Thank's Ndre," kata gue.


"Oke sama-sama," Andre pun tersenyum.


Gue pun langsung menuju ke dalam sekolah. Disana sudah banyak yang datang. Saat mau keatas gue melihat kelas dibawah ramai sekali, tidak seperti biasanya.


"Cuy, itu dibawah rame-rame kenapa sih?" kata gue yang penasaran.


"Itu pacarnya si Melan katanya kemarin kecelakaan, sekarang koma belum sadar-sadar katanya," kata Rere.


"Pacarnya Melan? Maksudnya si Daeng?" kata gue.


"Gak tahu namanya siapa, yang kakak kelas itu pokoknya," kata Rere.

__ADS_1


"Kecelakaannya sama apaan?" kata gue.


"Sama truk katanya," kata Fifi.


"Serem ih gue mah kalo berkaitan sama truk," kata gue.


"Beb, itu dibawah kenapa sih rame-rame pada kumpul?" kata Via yang baru saja sampai.


"Si Daeng, pacarnya Melan katanya kecelakaan sekarang koma belum sadar," gue pun menjelaskan ke Via.


"Ya Allah, Daeng yang dulu sempet mau deket sama lo itu?" kata Via sontak.


Gue pun langsung melotot memberi tanda ke Via.


"Emang lo dulu pernah mau deket sama cowoknya Melan Ry?" kata Rere.


"Iya, sebenernya dulu sebelum jadian sama Melan tuh cowok ngajak kenalan duluan ke Ryanti, tapi gue juga heran kenapa jadiannya malah sama Melan?" kata Via yang mulutnya ember.


"Pakai segala diceritain, yang udah lewat mah ya udah sih. Lagian dia udah sama Melan, gak enak didengernya juga," kata gue.


"Hehehe, sorry keceplosan," Via pun seperti biasa cengengesan gak jelas.


"Eh, lo udah pada pakai baju double kan?" kata Rere.


"Udah dong, tapi nanti usahain kalo bisa umpetin gue ya biar gak ketahuan cowok gue. Cowok gue lagi narik siang, terus gue gak bilang kalo mau madol. Nanti kalo ketahuan abislah gue," kata Via.


"Mau diumpetin dimana? Emang lo muat masuk ke kantong baju gue?" kata Fifi sambil meledek melihat-lihat kantong bajunya.


"Ya bukan dikantong baju lo juga Suneh, mana muat badan gue yang gede ini masuk ke kantong lo," kata Via sedikit gemas.


"Ye gak salah dong si Suneh, tadi kan lo bilang umpetin lo biar gak ketahuan. Kalo ngumpetin ya ditempat-tempat yang gak kelihatan orang," kata gue.


"Iya gue umpetin lo dicelana dalem gue," kata Rere.


"Emang lo pernah nyium celana dalemnya Rere? Kok tahu kalo bau," Fifi pun bertanya dengan polosnya.


"Ssssttt... Diem-diem aja sih Ndi," Rere pun membalas ledekan dengan memasang wajah menggoda ke Andi.


"Ih, geli gue sumpah," kata Andi sambil bergidik.


Setelah hampir setengah jam kita ngobrol dan bercanda akhirnya ada guru yang naik untuk memasang pengumuman remedial. Kita pun langsung sontak berdiri dan berlari kearah pintu kelas. Satu demi satu kita perhatikan nama kita, apa diantara kita ada yang kena remed. Dan ternyata hari ini pun kita lolos dari remedial. Kita pun langsung mulai beraksi untuk keluar dari sekolah.


"Eh, kita kan ada tujuh orang ya? Kalo kata gue, kalo kita keluarnya bareng-bareng kelihatan banget sama guru-guru. Mendingan kita bertahap aja dua orang dua orang, nanti si Andi sendiri," kata Rere.


"Ih, masa gue sendiri sih? Gak mau ah, gak berani gue keluar sekolahan sendirian. Kan gue anak baik," kata Andi sok manja.


"Ah elah cemen banget sih lo Ndi, masa tinggal keluar sekolah aja gak berani. Lo jalan kaya biasa aja, gak usah kelihatan gugup ataupun kaku," kata Rere yang gemas.


"Gak mau ah, lo aja yang sendiri keluarnya. Lo kan wanita perkasa," kata Andi.


"Iya terus lo cowok lembek, suruh keluar sendiri aja gak berani. Kalah lo sama si Ando kembaran lo lebih perkasa," kata Rere yang meledek Andi.


"Ye namanya kembar belum tentu sifatnya sama, gue kan lelaki lembut," kata Andi.


"Terserah...," kata Rere.


"Ya udah berantem aja lo pada, terus gimana lagi ini?" kata Via.


"Nih, si cowok lembek yang bikin lama. Ya udah lo Vi keluar sama Ryanti, Fifi sama Ria, Yani sama Andi, biar gue yang keluar sendirian," kata Rere yang akhirnya mengalah.


"Terus siapa duluan nih yang keluar," kata Fifi.

__ADS_1


"Ya lo pada lah gambreng sono siapa yang bakalan keluar duluan. Masa gue udah sendirian keluar duluan, nanti kalo ketangkep duluan ketangkep sendirian lagi. Numbalin gue lo pada," kata Rere sewot.


"Udah kita aja yang duluan Ry. Biar kalo lolos kita tenang udah keluar duluan," kata Via yang mengajak gue.


"Oke," kata gue menyetujui.


"Terus yang kedua Andi sama Yani aja. Gue ngelihat Fifi kayanya masih takut kalo disuruh keluar duluan," kata Rere yang langsung melirik kearah Fifi.


"Hehehe, tahu aja lo. Gue kan gak pernah bolos sekolah kaya gini, jadi deg-degan gue," kata Fifi.


"Emang lo pikir gue pernah atau sering bolos kaya gini?" kata Rere emosi.


"Ya udah buruan yuk Ry, ribet pada berantem mulu," Via pun langsung menarik tangan gue.


Gue pun mengikuti Via jalan menuju gerbang sekolah, sebelumnya kita harus berhati-hati karena jalan menuju ke gerbang harus melewati kantor guru terlebih dahulu. Gue yang sebenarnya juga deg-degan banget kalo aja kita gak berhasil keluar yang ada kita ditangkep guru dan dimasukin ke daftar murid bermasalah, rusak image gue dalam berapa jam saja.


Setelah berhasil melewati kantor guru dengan aman pun gue dan Via loncat-loncat kegirangan digerbang sekolah, lalu kita memberi isyarat ke yang lain kalo aman.


Gue dan Via pun langsung menuju ke tempat yang sudah kita sepakati untuk berkumpul yang tempatnya lumayan agak jauh dari sekolah. Setelah menunggu sekitaran 10 menitan barulah Yani dan Andi datang.


"Lama banget sih lo datengnya. Masa sampai 10 menit," kata Via.


"Ihhh... Gue deg-degan banget Vi. Soalnya tadi pas gue sama Yani mau ngelewatin ruang guru, si Yani sempet dipanggil sama guru Matematika buat disuruh beliin es dulu. Makannya lama," kata Andi.


"Buset pakai acara disuruh beli es dulu. Hahaha," kata gue yang kaget.


"Iya, makannya gue kira tadi gue dipanggil karena ketahuan mau keluar. Ternyata disuruh beli es dulu," kata Yani yang juga kelihatan lega karena sudah berhasil.


"Tuh si Fifi sama Ria," kata Via.


"Gimana? Aman?" kata gue memastikan.


"Aman kalo pas bagian kita," kata Ria.


"Berarti tinggal nunggu si Rere nih," kata Via.


Dan dari kejauhan terlihat Rere sedang berlari kencang.


"Gimana Re? Aman?" kata gue.


"Aman, walaupun tadi sempet papasan sama guru komputer. Tapi dia gak nanya apa-apa," kata Rere.


"Bagus deh kalo aman, terus kita ganti baju dimana?" kata Yani.


"Disini aja, kan kita tinggal buka baju doang. Gak perlu telanjang-telanjang dulu kan?" kata Rere.


"Buset disini? Ini didepan rumah orang Re, kalopun ini rumah kelihatannya kosong tapi kan banyak orang yang lewat," kata gue.


"Iya makannya jangan semuanya langsung semuanya ganti. Gantian satu-satu, yang lainnya sok-sok ngobrol sambil mantau keadaan," kata Rere.


"Oke, gue duluan deh yang ganti," kata Andi.


"Giliran masalah ganti baju aja mau duluan, giliran suruh kabur sendirian gak mau. Cowok lembek," kata Rere meledek Andi.


"Gue bukan cowok lembek, tapi cowok lembut," kata Andi.


"Sama aja," kata Rere.


"Mulai deh berantem, udah buruan Ndi kalo lo mau ganti duluan," kata Via yang dari tadi sewot melihat mereka berdua berantem.


Akhirnya kita satu demi satu pun selesai berganti menggunakan baju bebas.

__ADS_1


"Udah semua kan? Yuk kita bolos sekolah hari ini, kita senang-senang setelah kita udah capek-capek menguras otak kita untuk semesteran ini.


"Ayok...," kita pun serempak berteriak dan langsung menuju ke mall untuk menonton bioskop dan jalan-jalan.


__ADS_2