
TIT...TUT...TIT...TUT... (Terdengar suara pemberitahuan SMS masuk)
Gue yang lagi nonton kartun saat libur sekolah langsung membuka handphone yang baru saja berbunyi.
(Ry, lo lagi dirumah kan ya?)
(Ya iyalah gue dirumah, emang gue mau kemana lagi?)
(Takutnya kan lo lagi pergi sama keluarga lo)
(Gak, kenapa emangnya?)
(Si Andre mau ngomong sesuatu katanya sama lo?)
(Andre siapa? Si Cowok cabul?)
(Hust... Lo mah kalo ngomong asal aja)
(Iya emang iya. Mau ngomong apaan sih? Males ah gue, besok aja sekalin berangkat sekolah)
(Sebentar aja Ry, kalo besok gak bakalan bisa. Takut gak bareng berangkatnya)
(Ah... Ribet banget lo pada. SEbentar aja ya? Besok kan semesteran kita gak bakalan boleh keluar lama-lama gue sama nyokap gue)
(Iya, sebentar aja. Kasihan dia mau ngomong banget sama lo katanya)
(Ya udah lo jemput gue)
(Oke, wait ya)
Gue pun menyudahi SMS-an dengan Via dan langsung berganti pakaian, dan ternyata gak perlu nunggu lama Via pun sudah ada didepan rumah gue.
"Assalamualaikum," terdengar suara Via dari luar.
"Walaikumsalam, masuk Vi. Si Ryanti ada didalam masuk aja," nyokap gue yang memang sedang berada di teras pun langsung mengizinkan via untu masuk.
__ADS_1
"Gak bu, disini aja," kata Via.
Gue yang mendengar via gak mau masuk akhirnya buru-buru keluar.
"Mah, mau keluar sebentar. Mau nemenin Via beli sesuatu. Mau beli apa Vi?" gue pun yang bingung mencari alasan langsung melemparkan pertanyaan ke Via. Via yang sudah paham isyarat gue langsung buru-buru mencari alasan.
"Mau beli papan ujian bu, buat besok semesteran," Via yang memang pintar ngeles langsung bisa mendapatkan alasan dengan cepat.
"Oh iya, kamu udah punya kan Ry papan ujiannya?" nyokap gue pun menanyakan tentang ppapan ujian.
"Ada mah, masih bagus punya Ryanti," kata gue. Gue pun langsung melirik ke arah Via. Via yang sadar dengan tatapan gue langsung izin untuk pergi.
"Ya udah pinjem Ryantinya sebentar ya bu?" kata Via yanng langsung bersalaman dengan bokap nyokap gue.
Setelah berpamitan gue dan Via pun jalan ujung gang.
"Dimana tuh cowok cabul?" kata gue yang langsung memperhatikan Via sedang sibuk dengan handphone-nya.
"Nanti dulu Vi, gue SMS si Dindin dulu dia lagi ada dimana sama si Andre," Via pun menjawab sembari sibuk dengan handphone-nya.
Setelah menunggu akhirnya Via menarik tangan gue ketempat tujuan mereka ketemuan.
Gue yang masih memasang wajah jutek langsung menanyakan maksud minta ketemuan.
"Mau ngomong apaan lo? Buruan, gue gak bisa lama-lama," gue pun bertanya dengan jutek.
"Nih si Andre nih mau ngomong, kita tinggal dulu ya lo berdua. Lo ngomong dah tuh Ndre sama si Ryanti, berdoa dulu semoga diterima," kata Dindin yang meledek.
"Apaan sih lo Din," cowok itu pun akhirnya bersuara.
"Bisa ngomong juga lo, kirain gagu gak bisa ngomong," kata gue yang kaget mendengar cowok itu akhirnya bersuara.
"Bisa ngomong dia Ry, malah kalo udah ngomong bawelnya ngelebihin gue. Karena sama lo aja dia sok-sok alim," Dindin pun kembali meledek cowok itu. Cowok itu pun hanya melirik ke arah Via, memeberi pertanda untuk segera bawa Dindin pergi dari sana.
Via pun menyadari isyarat yang diberikan cowok itu dan langsung menarik tangannya Dindin. Setelah mereka pergi pun akhirnya hanya tinggal gue dan cowok itu saja, gak ada omongan apapun awalnya. Lalu, setelah berapa menit kita hanya diam saja akhirnya cowok itu memulai obrolan.
__ADS_1
"Nama lo Ryanti ya?" kata cowok itu awalnya.
"Tanpa gue jawab pasti lo juga udah tahu kan nama gue. Gak mungkin lo gak nanya sama mereka berdua nama gue siapa," gue pun menjawab dengan sedikit jutek.
"Iya, nama gue Andre," kata cowok itu yang langsung menyodorkan tangannya tanda perkenalan.
"Iya udah tahu gue," gue pun menjawab dan membalas jabatan tangannya, lalu dengan cepat melepaskannya lagi.
"Lo disini ngobrol sama gue, cowok lo marah gak," kata Andre yang masih basa basi.
"Gak, gue jomblo. Kenapa emangnya?" kata gue yang langsung menanyakan tanpa mau basa basi kaya dia.
"Berarti gue boleh dong dekat sama lo?" kata Andre dengan sedikit melirik kearah gue dan langsung menunduk setelah gue balik melihat wajahnya.
"Maksudnya?" kata gue.
"Iya gue suka sama lo Ry," Andre pun akhirnya mengungkapkan apa yang igin dia bicarakan.
"Terus?" gue pun bertanya.
"Iya mau gak lo jadi cewe gue?" Andre pun meminta jawaban atas pertanyaannya.
"Sorry ya Ndre buat sekarang ini gue masih belum mau pacaran sama siapa pun. Gue masih mau fokus sama sekolah gue, ini sorry gue mau tanya? Lo sebenarnya udah lulus sekolah apa emang sembari sekolah lo narik angkot?" kata gue yang masih penasaran.
"Udah gak sekolah gue Ry," kata Andre yang langsung panik saat gue memberi pertanyaan.
"Maksudnya udah gak sekolah? Udah lulus apa putus sekolah?" Gue pun masih memberi pertanyaan yang membuat Andre terlihat gak nyaman.
"Udah lulus," Andre pun menjawab dengan singkat, namun setelah gue perhatikan dengan tajam dia langsung memalingkan wajahnya. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Gue yang merasa melihat dia gak nyaman dengan pertanyaan gue lalu melanjutkan omongan gue untuk segera mengakhiri.
"Oh gitu, intinya buat sekarang gue masih belum mau pacaran. Gue beneran masih mau fokus sama sekolahan gue. Jadi, sekarang kita temenan aja ya! Gue mau fokus sama sekolah gue, dan gue harap kalo emang lo beneran udah lulus lo fokus buat nyari kerjaan yang lebih bagus. Karena menurut gue sayang ya kalo udah sekolah bertahun-tahun lo cuma jadi supir angkot," kata gue yang langsung melihat tajam ke wajah cowok itu.
"Oh iya, temenan aja ya?" kata Andre yang masih memastikan.
"Iya temenan aja, maaf ya gue nolak lo bukannya karena lo seorang supir angkot. Sumpah, bukan itu alasannya. Kita gak pernah tahu kedepannya gimana kan? Kita gak pernah tahu jalan yang Allah kasih buat kita kaya gimana kan? Siapa tahu sekarang kita temenan, tapi Allah ternyata memutuskan lo yang bakal nemenin gue kedepannya kita kan gak tahu. Sekarang mah gue cuma mau ngikutin jalan yang Allah kasih ke gue, jadi sorry ya," kata gue yang masih melihat wajah cowok itu.
__ADS_1
"Oh iya, semoga nantinya lo mau jadi cewek gue," kata Andre yang juga melihat ke arah gue dan tersenyum.
Gue yang gak bisa membalas omongan Andre lagi hanya bisa membalas senyumannya. Iya, untuk saat ini gue cuma mau ngikutin jalan yang Allah kasih ke gue. Saat ini Allah ngasih jalan gue buat untuk terus kuat terus bersabar nahan perasaan ke cowok yang udah bikin gue jatuh cinta. Allah lagi ngasih jalan buat gue ngerasain gimana rasanya jatuh cinta, tanpa gue tahu apa gue bakalan terus kaya gini atau cinta gue akan terkabul. Ini lah jalan yang Allah kasih ke gue.