CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Suasana Semesteran


__ADS_3

Siang itu sangat cerah, matahari memancarkan cahaya yang begitu terang hingga membuat kepala setiap orang yang keluar saat itu ngebul. Begitupun gue, panas-panas begini mau gak mau gue harus tetep berangkat sekolah. Hari ini ujian semesteran pertama di awal tahun pelajaran dimulai. Sesampai disekolah gue mulai mencari ruangan, karena saat ujian ruangan kita tidak sama seperti saat kita belajar seperti biasa. Yang biasanya sekelas diisi oleh 40 orang ini dibagi tiap kelas hanya 20 orang,yang biasanya satu meja bisa ditempati 2 orang ini hanya ditempati 1 orang. Setelah gue memeriksa dengan teliti nama gue terpampang di kaca depan ruangan gue pun masuk ruangan, gue perhatiin satu demi satu siapa aja yang bakalan satu ruangan sama gue.


"Hallo can," terdengar dengan jelas suara Rizky.


"Yaelah, gue satu ruangan sama gue?" gue pun langsung sewot.


"Buset langsung ngegas lo tahu gue satu ruangan sama lo," Rizky pun kaget.


"Gue kira bakalan beda ruangan, ternyata oh ternyata," kata gue.


"Yaiyalah gue bakalan tetep satu ruangan sama lo, kan nama kita depan hurufnya sama. Sama-sama huruf R depannya, makannya kita gak bakalan bisa jauh-jauh. Nih buktinya meja kita sebelahan kan?" Rizky pun mulai meledek.


"Bakalan gak tenang nih ujian gue ada lo," kata gue.


"Tenang Ry, gue gak bakalan ganggu sebelum lo beneran selesai. Gue kan tahu lo kaya gimana," kata Rizky yang sok tahu.


"Sotoy lo. Sok tahu gue kaya gimana," kata gue.


"Dih... Beneran," kata Rizky.


"Bodo amat. Berdoa aja dapet guru pengawas yang baik, yang tahu lo nyontek tapi tetep diem aja. Gue sih berharap daper guru pengawas yang galak, yang lo nengok-nengok aja langsung kena omelan lo," kata gue.


"Dih... Doa lo kok kaya gitu, jahat deh lo. Gue belum belajar sama sekali tahu can," kata Rizky.

__ADS_1


"Dih... Bodo amat kan lo yang belum belajar, kenapa harus kasihan ke lo," kata gue.


Setelah gak lama kita berdua berdebat tiba-tiba masuk Ryan dan Anwar.


"Lah... Lo berdua ruangannya disini juga?" kata gue yang kaget setelah mereka berdua masuk.


"Iya, he-he-he. Nanti gue nyontek ke lo ya can," kata Ryan sambil cengengesan.


"Gue juga Ry," kata Anwar yang agak waras memanggil gue dengan nama asli gue.


"Trio perusuh satu ruangan sama gue. Bener-bener gak tenang gue," kata gue.


"Tenang can, gue bakalan ngelarang mereka minta contekan ke lo sebelum lo selesai," Rizky pun langsung meredakan emosi gue yang gue tahan.


Dan gak lama bel masuk pun berbunyi, kita duduk ditempat yang sudah ditentukan. Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya guru pengawas pun masuk. Miss yang pertama menjadi pengawas dihari pertama ujian ini.


"Ya Miss lagi butuh konsentrasi nih jangan ngeledek-ngeledek dulu dong," kata Rizky.


"Halah... Sok-sok mau konsentrasi. Palingan kamu ujung-ujungnya nyontek ke pujaan hati kamu yang disebelah tuh," Miss pun masih saja meledek.


"Oh pastinya lah Miss, Miss aja gak yakin saya bisa ngerjain apalagi saya," kata Rizky yang cengengesan.


"Kamu mah gak konsentrasi bukan karena Miss ledekin tapi gak konsentrasi karena pujaan hati ada disamping kan," kata Miss. Rizky pun hanya tersenyum, gue yang dari tadi hanya diam pun hanya melirik kearah Rizky. Ujian pun dimulai, awalnya suasana begitu sunyi tidak ada suara sedikit pun. Tetapi setelah setengah jam berlalu, tiba-tiba handphone yang gue taruh dibawah bergetar sangat kencang, sehingga membuat seluruh ruangan menatapku.

__ADS_1


"Gak ngapa-ngapain sumpah. Sumpah Miss dari tadi gak megang handphone sama sekali, handphone aku taruh disini aja Miss," kata gue yang langsung membela diri.


"Coba buka dong, itu SMS dari siapa? Gak bakalan Miss bacain kalo kamu gak ngijinin, cuma penasaran kok Miss mencium bau-bau ada yang minta contekan ya," kata Miss yang langsung melirik-lirik tajam keseluruh ruangan. Gue pun langsung mengambil handphone yang gue taruh dibawah meja, dan langsung memberikan ke Miss. Miss pun langsung membuka SMS yang baru saja masuk, dan langsung membaca. Miss langsung senyum-senyum dan langsung melirik kearah Rizky.


"Rizky, bagaimana saya tidak selalu meledek kamu dengan Ryanti. Kamu minta contekan aja langsung SMS ke Ryanti. Makin suka saya meledek kamu," kata Miss yang langsung senyum-senyum.


"Gak Miss, saya minta contekan juga gak ke Ryanti doang kok," kata Rizky yang membela diri.


"Coba mana Handphone kamu? Berani tunjukin ke saya gak kalo kamu beneran minta contekan ke yang lain juga?" kata Miss memberi tantangan.


"Jangan lah Miss masa buka-buka handphone saya," kata Rizky yang langsung menolak


"Ya udah kalo gak mau gak usah marah, Ryanti aja gak marah kalo emang dia ngerasa benar. Ya udah berarti saya menyimpulkan kamu suka sama Ryanti, karena disaat genting begini kamu cuma ingat sama Ryanti aja. Ryanti kamu bales tuh ada SMS dari Rizky, takutnya penting kalo gak dibales," kata Miss yang senyum-senyum dan kembali ke mejanya.


Gue pun bingung dan langsung melirik kearah Rizky.


"Bloon banget sih lo, kalo mau SMS gue bilang dulu kenapa?" kata gue yang langsung berbicara pelan karena memang tempat duduk kami berdua hanya bersebelahan.


"Kan kemarin udah gue bilang gue minta nomer lo buat gue minta contekan. Lagian lo kenapa handphone lo taruh meja?" kata Rizky.


"Iya suka-suka gue lah mau gue taruh mana tuh handphone. Kan handphone gue!" kata gue yang langsung memasang wajah nyolot.


"Udah-udah berantemnya, nanti keburu waktunya abis kita belum selesai sama sekali. Udah Ry lo lanjutin ngerjainnya nanti kalo udah kita nyontek ya," kata Anwar.

__ADS_1


"Tuh lo denger kata teman lo, tadi aja lo sok-sok an nyuruh teman lo jangan ganggu gue dulu. Malah lo yang bikin rusuh duluan. Dasar beruang kutub," kata gue yang semakin kesal.


"Ya maaf," kata Rizky yang langsung melirik kearah Miss. Gue pun ikut melirik kearah Miss, dimejanya Miss masih memperhatikan gue dan Rizky dengan senyum-senyum meledek. Gue langsung melanjutkan mengerjakan soal-soal yang tersisa. Begitu kegiatan kita terus menerus selama seminggu ini.


__ADS_2