CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Apa Iya?


__ADS_3

"Via...Ryanti...," terdengar suara teriakan dari belakang kita. Kita berdua pun kompak menoleh kebelakang, ternyata Ratu yang baru saja turun. Kita berdua menunggu Ratu sampai dia dekat dengan kita.


"Baru sampai juga lo Tu," kata Via sambil mulai berjalan.


"Iya, lama banget angkotnya rese ngetemnya kelamaan. Bete kan gue. Eh... Ada si Rizky Ry didepan," kata Ratu yang langsung histeris melihat sosok yang dia kagumi selama ini.


"Ya terus kenapa lo malah manggil gue? Kan gue udah gak sekelas lagi sama dia," kata gue dengan sedikit gugup. Via yang sadar gue kelihatan gugup langsung merangkul tangan gue.


"Iya kan gue cuma kasih tahu aja," kata Ratu yang masih terus memandangi sosok yang berada didepan kita.


"Iya kan lo bisa ngomong Vi ada Rizky gitu, kenapa harus nama gue yang lo sebut setiap ngelihat dia," gue pun masih berkomentar.


"Gak tahu refleks aja, mungkin udah kebiasaan gue gitu kali ya," Ratu pun menjawab dengan cengengesan.


"Si Unge ngapain tuh jalan bareng deket-deketan sama Ryan?" kata Via yang langsung komen.


"Iya terus kenapa?" kata gue dengan polosnya.


"Jadian kali ya sama Ryan, deket banget gitu sih," kata Via yang penasaran.


"Kenapa lo bisa menyimpulkan kaya gitu? Mereka kan jalan gak cuma berduaan, noh ada si cowok nyebelin juga jalan bareng mereka. Gak boleh langsung nebak-nebak gitu ah Vi, nanti kalo gak benar sama aja lo ngegosip," kata gue.

__ADS_1


"Enak aja cowok nyebelin, si Rizky gak nyebelin tahu," kata Ratu dengan sok imutnya.


"Dih, kalo dia gak nyebelin gak mungkin sampai udah setahun lebih lo ngefans sama dia, tapi dia tetap aja cuek sama lo. Itu yang namanya gak nyebelin?" kata gue dengan sewotnya.


"Iya sih, tapi gue gak kenapa-napa gak dipandang sama dia sekalipun yang penting gue bisa lihat dia kaya gini tiap hari aja gue udah senang," kata Ratu sambil senyum-senyum.


"Tapi kalo suatu saat lo tahu dia udah punya cewek gimana perasaan lo Tu?" kata gue.


"Patah hati banget kali gue, selama ini kan yang gue lihat ceweknya dia cuma kakak kelas yang sok cantik itu doang, tapi untungnnya pacarannya sebentar doang, jadi gue patah hatinya gak lama-lama," kata gue.


"Sakit gak Tu waktu itu lo tahu dia pacaran sama kakak kelas itu?" kata gue.


"Sakitnya bukan main Ry, kadang gue kaya gak sadar air mata gue netes sendiri. Padahal gue gak mau nangis, tapi kan hati gue sakit," kata Ratu dengan wajah melas.


"Ya lagian lo juga ngapain bisa menyimpulkan kalo cewek yang namanya Unge itu pacaran sama temannya Rizky? Benar kata Ryanti mereka kan jalan bertiga," kata Ratu yang ikut kesal.


"Tapi lo pada lihat dong, si Rizky emang jalan sama mereka tapi Rizky jalannya agak ngasih jarak buat mereka berdua," kata Via sambil nunjuk-nunjuk mereka.


"Ah... Bodo amat lah. Bukan urusan gue, udah ya gue duluan masuk kelas. Bye," Ratu pun berlari masuk kedalam kelas.


Sebelum naik ketangga yang tadinya gue gak terlalu merhatiim mereka, tapi sekarang gue perhatiin kayanya benar kata Via kalo mereka berdua pacaran. Soalnya mereka belum berpisah, padahal Ryan udah tepat didepan kelasnya, dan Rizky pun duluan masuk kekelas. Ah, ngapain juga gue ikut-ikutan kaya Via mau tahu urusan orang.

__ADS_1


Sampai ditengah tangga Unge pun memanggil kita berdua, setelah menunggu Unge naik keatas kita pun jalan menuju kelas.


"Nge, lo jadian sama Ryan?" kata Via. Gue pun langsung menoleh kearah Via dengan herannya, buset gue punya teman langsung blak-blakan banget.


"Emang kelihatan ya Vi," kata Unge sambil senyum-senyum.


"Tuh kan benar kata gue Ry, feeling gue mah benar kalo ada yang pacaran," kata Via dengan bangganya.


"Lo jugq dekat sama Bule ya Ry?" kata Unge meledek gue.


"Hah, gak. Gue sama sekali gak dekat sama Rizky," kata gue yang langsung kaget.


"Halah gak usah bohong si Ryan udah cerita semua ke gue tentang lo sama Rizky dari waktu lo berdua masih sekelas. Dan orangnya juga gak ngeles kaya lo gini malah senyum-senyum aja Ryan bongkar semuanya ke gue," kata Unge sambil senyum-senyum.


"Tapi beneran Nge gue gak dekat-dekat banget. Dari waktu gue masih sekelas ya gue dekat cuma gara-gara dia sering nyontek ke gue doang," kata gue membela diri.


"Awalnya cuma contek-contekan tapi gak tahu kalo diantara lo berdua tiba-tiba ada rasa ya kan Vi," kata Unge yang masih meledek. Via pun hanya senyum-senyum.


"Beneran sumpah gak kaya gitu," kata gue yang masih saja membela.


"Gak percaya gue," kata Unge yang langsung masuk duluan kearah kelas.

__ADS_1


"Gak usah sumpah-sumpah segala Ry, gak bakalan ada yang percaya. Soalnya kelihatan banget," kata Via yang juga masuk kedalam kelas duluan. Gue yang masih berdiri terpaku didepan pintu kelas langsung berpikir "Apa Iya Kelihatan Kalo Gue Suka?"


__ADS_2